Pemberontakan Huainan 3 (淮南第三次叛亂) (257 - 258)

Pemberontakan ini dikenal juga sebagai pemberontakan Zhuge Dan (諸葛誕的叛乱)

Latar belakang

Pasca pemberontakan Huainan(淮南第二次叛乱) yang dipimpin Guanqiu Jian(毌丘儉) – Wen Qin(文欽), kemudian Sima Shi(司馬師) menunjuk Zhuge Dan(諸葛誕) sebagai Panglima regional timur(征東大將軍) dengan berkedudukan di kota Shouchun(壽春).

Sebagai salah seorang pejabat tinggi militer yang turut dalam aksi penumpasan pemberontakan Wang Ling(王淩的叛乱), dan penumpasan aksi pemberontakan Guanqiu Jian(毌丘儉) – Wen Qin(文欽), lalu muncul kerisauan dalam diri Zhuge Dan(諸葛誕) dengan kondisi politik dalam pemerintahan negara Cao Wei(曹魏国) pada saat itu, sehingga ia berinisiatif memperkuat pengaruh dan kekuatan politiknya secara diam-diam di wilayah provinsi Yang(扬州) [secara khusus di wilayah Huainan(淮南郡)].

Tak lama setelah wafatnya Sima Shi(司馬師) pada tahun 255, kemudian Sima Zhao(司馬昭) mengambil alih tugas dan wewenang sebagai Wali raja(曹魏摄政王) pemerintahan negara Cao Wei(曹魏国) yang baru.
Dalam mengantisipasi terulangnya kembali aksi pemberontakan seperti yang pernah terjadi sebelumnya, Sima Zhao(司馬昭) berupaya membersihkan struktur pemerintahan dari para simpatisan pemberontak yang masih tersisa. 
Setelah mendengar berita bahwa pengaruh politik Zhuge Dan(諸葛誕) kian menguat di wilayah Huainan(淮南郡), maka Sima Zhao(司馬昭) menugaskan Jia Chong(賈充) secara diam-diam untuk melakukan penyelidikan terhadap Zhuge Dan(諸葛誕).

Setelah mengunjungi Zhuge Dan(諸葛誕) di kota Shouchun(壽春), kemudian Jia Chong(賈充) menyampaikan laporan kepada Sima Zhao(司馬昭) bahwa kesetiaan dan kepatuhan Zhuge Dan(諸葛誕) patut diwaspadai.
Lalu Sima Zhao(司馬昭) menguji hasil penyelidikan tersebut dengan mengirimkan dekrit/ perintah resmi kepada Zhuge Dan(諸葛誕) untuk menerima penugasan baru sebagai Menteri Agung urusan dalam negeri (大司空) dengan bertempat dinas baru di ibukota [ kota Luoyang(洛阳)].

Aksi pemberontakan

Saat mendengar kabar penugasan tersebut, muncul prasangka buruk dalam diri Zhuge Dan(諸葛誕), sehingga menybabkan ia melakukan pembunuhan terhadap Yue Ling(樂綝)[Pejabat pengawas provinsi Yang(扬州刺史) yang diduga telah melaporkan kondisi terkini wilayah Huainan(淮南郡) ke pemerintah pusat]. Tercatat bahwa peristiwa tersebut berlangsung pada tahun 257. 

Zhuge Dan(諸葛誕) sempat menugaskan Wu Gang(吴綱) untuk mengawal Zhuge Jing(諸葛靚) [salah seorang putra kandungnya] menuju ke kota Jianye(建業)[pusat pemerintahan negara Dong Wu(東吳国)] untuk memperoleh dukungan, serta sebagai jaminan kesetiaan.
Pesan dari Zhuge Dan(諸葛誕) diterima dengan baik oleh Sun Chen(孫綝) [Wali raja(摄政王) pemerintahan negara Dong Wu(東吳国)], yang kemudian memimpin sejumlah 30 ribu pasukan Wu (東吳军队) menuju wilayah Huainan(淮南郡) untuk memperkuat pertahanan Zhuge Dan(諸葛誕) di kota Shouchun(壽春).       

Setelah menerima laporan, maka Sima Zhao(司馬昭) segera menanggapi aksi pemberontakan Zhuge Dan(諸葛誕) tersebut dengan memimpin langsung sekitar 260 ribu pasukan menuju ke wilayah Huainan(淮南郡).
Setibanya di daerah Qiutou(丘頭), dan menetapkan daerah tersebut sebagai pusat komando seluruh pasukannya, kemudian Sima Zhao(司馬昭) menugaskan Wang Ji(王基) dan Chen Qian(陳騫) untuk memimpin pengepungan terhadap pertahanan kota Shouchun(壽春), dan menugaskan Shi Bao (石苞), Hu Zhi (胡質) dan Zhou Tai(州泰) memimpin penghadangan terhadap kehadiran pasukan Wu (東吳军队) . 

Peta pertempuran - pemberontakan Huainan ketiga


Pertempuran

Sejumlah pasukan Wu dibawah komando Wen Qin(文欽) [didampingi oleh Tang Zi(唐咨), Quan Duan (全端), Quan Yì(全懌), Yu Quan(于詮) dan lainnya] berhasil tiba terlebih dahulu di kota Shouchun(壽春), tepat sebelum kota itu terkepung penuh oleh pasukan Wei.  

Meskipun Wen Qin(文欽) - Tang Zi(唐咨) telah sempat mengerahkan sejumlah pasukan Wu untuk memecah pengepungan pasukan Wei pada pertempuran awal, namun upaya tersebut gagal. Bahkan sejumlah pasukan Wu dibawah pimpinan Zhu Yi [yang berada di daerah Anfeng(安豐)] harus terdesak mundur oleh serangan pasukan Wei dibawah komando Zhou Tai(州泰) di daerah Lijiang(黎漿).

Kemudian Sun Chen(孫綝) memerintahkan pemindahan lokasi pusat komandonya ke sekitar danau Chao(巢湖), dan lalu menugaskan Zhu Yi, Ding Feng dan Li Fei(黎斐) memimpin kembali serangan untuk memecah pengepungan pasukan Wei terhadap pertahanan kota Shouchun(壽春), namun serangan tersebut berhasil dipukul mundur oleh pasukan Wei dibawah pimpinan Shi Bao (石苞) - Zhou Tai(州泰). Bahkan kondisi diperburuk dengan musnahnya sebagian besar pasokan logistik pasukan Wu, oleh karena serangan balik pasukan Wei yang dipimpn Hu Lie(胡烈).

Dengan penuh kemurkaan, pada akhirnya Sun Chen(孫綝) memerintahkan penarikan mundur seluruh kekuatan pasukannya kembali ke wilayah otoritas Wu, setelah ia menjatuhkan eksekusi mati kepada Zhu Yi, yang menolak perintah untuk melanjutkan pertempuran. Akibat perintah penarikan mundur seluruh pasukan tersebut, maka sejumlah pasukan Wu (東吳军队) dibawah komando Wen Qin(文欽) turut terkepung dan terisolasi bersama dengan pasukan Zhuge Dan(諸葛誕) di balik benteng kota Shouchun(壽春).

Setelah bertahan cukup lama dengan tak kunjung tiba bantuan pasukan Wu (東吳军队), maka Jiang Ban(蔣班) dan Jiao Yi(焦彝)[dua komandan pasukan yang mendampingi Zhuge Dan(諸葛誕)] mengajukan usul dan mendesak Zhuge Dan(諸葛誕) untuk melancarkan serangan secara terpusat menyeluruh ke satu sisi pasukan musuh sebagai upaya untuk memecah pengepungan. Namun Zhuge Dan(諸葛誕) menolak usulan tersebut, bahkan Jiang Ban(蔣班) dan Jiao Yi(焦彝) terancam hukuman mati dengan tuduhan sebagai pembangkang. Karena takut dengan ancaman tersebut, maka Jiang Ban(蔣班) dan Jiao Yi(焦彝) memutuskan untuk segera meninggalkan Zhuge Dan(諸葛誕) dan lalu menyerah/ membelot ke pihak musuh.

Siasat untuk meruntuhkan keyakinan musuh

Dalam upaya memperlemah pertahananan kota Shouchun(壽春), akhirnya Sima Zhao(司馬昭) menyetujui usulan siasat dari Zhong Hui(鍾會) dengan menugaskan Quan Hui(全輝) dan Quan Yí(全儀) untuk mengelabui Quan Yī(全懌) melalui korespondensi [yang memuat fitnah tentang rencana Sun Chen(孫綝) yang akan menyingkirkan seluruh keluarga Quan(全) dari struktur pemerintahan negara Dong Wu(東吳国)]. Karena percaya dengan isi pesan dari keponakannya tersebut, maka Quan Yī(全懌) berhasil meyakinkan Quan Duan(全端) serta seluruh pengikut dan pasukannya untuk menyerah dan membelot ke pihak Sima Zhao(司馬昭).
Tercatat bahwa Quan Hui(全輝) dan Quan Yí(全儀) telah terlebih dahulu membelot ke pemerintahan negara Wei(曹魏国) oleh akibat bentrokan internal dalam pemerintahan negara Wu(東吳国) beberapa waktu sebelumnya.

Pada awal musim semi tahun 258, Zhuge Dan(諸葛誕) dan Wen Qin(文欽) sempat mengerahkan serangan pasukannya untuk menerobos pengepungan, namun upaya tersebut kembali gagal. 
Pada saat yang sama, mereka mulai dihadapkan pada masalah persediaan logistik yang kian menipis, sehingga Wen Qin(文欽) mengusulkan agar Zhuge Dan(諸葛誕) bersedia untuk melepas sebagian pertahanan di sisi utara, serta membebas tugaskan sebagian jumlah pasukan untuk menghemat persediaan logistik. Namun Zhuge Dan(諸葛誕) menolak keras usulan tersebut, bahkan Wen Qin(文欽) dieksekusi mati. 
Menanggapi kematian Wen Qin(文欽) [ayahnya], maka Wen Yang(文鴦) dan Wen Hu(文虎) serta seluruh pengikut dan pasukannya segera meninggalkan kota Shouchun(壽春) untuk bergabung/ menyerah kepada Sima Zhao(司馬昭). Sehingga kondisi tersebut semakin menyebabkan merosotnya moral tempur pasukan yang bertahan di kota Shouchun(壽春). 

Mengakkhiri pemberontakan

Sekitar bulan ketiga/ keempat tahun 258, pasukan Sima Zhao(司馬昭) berhasil menduduki kota Shouchun(壽春). Meskipun Zhuge Dan(諸葛誕) berhasil loloskan diri meninggalkan kota Shouchun(壽春), namun pada akhirnya ia tewas ditangan Hu Fen(胡奮) [salah seorang pengikutnya]. Tercatat juga bahwa Yu Quan(于詮)[salah seorang Komandan pasukan Wu] gugur dalam pertempuran, sedangkan Tang Zi dan Wang Zuo(王祚) menyerah kepada Sima Zhao(司馬昭).

Sejak kegagalan pemberontakan Zhuge Dan(諸葛誕) pada tahun 258, maka jumlah pejabat pemerintahan Wei yang menentang langsung kepemimpinan Sima Zhao(司馬昭) [sebagai Pejabat Waliraja(摄政王)] sempat menurun hingga akhirnya Cao Mao(曹髦) [pewaris tahta resmi negara Cao Wei(曹魏国)] memimpin langsung perlawanan kembali untuk mengakhiri dominasi Sima Zhao(司馬昭) pada tahun 260. Namun upaya tersebut kembali kandas dengan gugurnya Cao Mao(曹髦) di tengah perseteruan.     
Kemudian Sima Zhao(司馬昭) melantik Cao Huan(曹璜) sebagai penerus tahta resmi yang baru hingga berakhirnya pemerintahan negara Cao Wei(曹魏国) pada tahun 266, dimana Sima Yan(司馬炎) melengserkan Cao Huan(曹璜) dari tahta resmi, dan kemudian mengukuhkan berdirinya pemerintahan dinasti Jin(晉朝).

---000---
Sumber: Wikipedia
Diterjemahkan & susun kembali oleh Agust DZ

Komentar