Ekspedisi - kampanye militer keempat Zhuge Liang ke utara (诸葛亮北伐) - Pertempuran Qishan (祁山之战 ) (231)

Awal kisah

Pada musim semi tahun 231, Zhuge Liang(諸葛亮) menggelar kembali kampanye - agresi militer ke wilayah negara Cao Wei(曹魏国), dengan melancarkan serangan dan pengepungan terhadap daerah Qishan(祁山) di wilayah Longyou(隴右).
Peta ekspedisi militer ke-empat Zhuge Liang

Untuk mendukung kesuksesan kampanye tersebut, Zhuge Liang(諸葛亮) mengirim utusan ke pemukiman suku minoritas Xianbei(鮮卑) dan suku Qiang(羌族) dalam upaya memperoleh dukungan, dimana kemudian Kebineng(轲比能)[kepala suku Xianbei(鮮卑)] menanggapi pesan tersebut dengan menggerakan sejumlah pengikutnya untuk melancarkan pemberontakan di wilayah Beidi(北地郡).
Menanggapi agresi militer pasukan Shu(蜀漢军队) tersebut, Cao Zhen(曹真) menempatkan sebagian besar jumlah pasukan Wei(曹魏军队) di kota Chang’an(長安), dengan hanya menempatkan sejumlah kecil pasukan yang dipimpin Jia Si(賈嗣) dan Wei Ping(魏平) untuk mempertahankan daerah Qishan(祁山), serta mempercayakan pertahanan wilayah Tianshui(天水郡) dibawah pimpinan Dai Ling(戴陵) dan Fei Yao(費曜). 

Strategi pertahanan tersebut diterapkan Cao Zhen(曹真), dengan dugaan bahwa agresi/ pengepungan terhadap daerah Qishan(祁山) hanyalah siasat Zhuge Liang(諸葛亮) untuk mengalihkan perhatian, karena diprediksi bahwa kota Chang’an(長安) adalah target agresi Zhuge Liang(諸葛亮) yang sesungguhnya. 

Pada awal musim panas tahun 231, kondisi kesehatan Cao Zhen(曹真) semakin memburuk, sehingga Cao Rui(曹叡) menugaskan Sima Yi(司馬懿) untuk mengambil alih kepemimpinan seluruh pertahanan Wei(曹魏军队) di regional Guanzhong(關中). 

Setibanya di kota Chang’an(長安), Sima Yi(司馬懿) segera mengerahkan hampir seluruh pasukan Wei(曹魏军队) yang berada di kota Chang’an(長安) untuk memperkuat pertahanan di daerah Qishan(祁山), dan kemudian menugaskan Dai Ling(戴陵) dan Fei Yao(費曜) untuk memimpin pertahanan kota Shanggui(上邽) dan daerah sekitarnya yang sarat dengan ladang gandum siap panen

Zhuge Liang(諸葛亮) segera menanggapi manuver baru dari pasukan Wei(曹魏军队) tersebut dengan memimpin langsung agresi terhadap pertahanan Shanggui(上邽), setelah mendelegasikan wewenang kepada beberapa komandan pasukan Shu untuk melanjutkan pengepungan terhadap daerah Qishan(祁山) .

Saat mengetahui bahwa sejumlah pasukan Shu(蜀漢军队)[dbawah langsung pimpinan Zhuge Liang] sedang bergerak menuju ke kota Shanggui(上邽), pasukan Wei(曹魏军队) dibawah pimpinan Guo Huai(郭淮) [yang semula akan menuju ke Qishan(祁山)] akhirnya terpancing untuk melancarkan penyergapan terhadap pasukan Shu(蜀漢军队) tersebut.
Pasukan Dai Ling(戴陵) - Fei Yao(費曜) turut serta mendukung upaya pasukan Guo Huai(郭淮), sehingga menyebabkan lemahnya pertahanan di Shanggui(上邽).
Zhuge Liang(諸葛亮) yang telah memprediksi hal tersebut, lalu segera memerintahkan pasukannya untuk melancarkan penyergapan dari sisi lain, sehingga menyebabkan pasukan Wei(曹魏军队) terdesak kalah dan melepas pertahanan daerah Shanggui(上邽). 
Kemudian Zhuge Liang(諸葛亮) segera menugaskan pasukannya untuk memanen awal seluruh ladang gandum terdapat di daerah tersebut.

Sebagai tanggapan terhadap kondisi di Shanggui(上邽), Sima Yi(司馬懿) segera memimpin sejumlah besar pasukan menuju ke daerah tersebut, tetapi ia dan pasukannya tertahan di sisi timur bukit yang terletak tak jauh dari lokasi pasukan Shu(蜀漢军队) berada. 

Setelah menuai habis seluruh ladang gandum di Shanggui(上邽), Zhuge Liang(諸葛亮) segera memerintahkan seluruh pasukannya untuk meninggalkan daerah/ kota Shanggui(上邽).
Kemudian Sima Yi(司馬懿) segera memimpin pengejaran, dan berhasil menghadang manuver pasukan Shu(蜀漢军队) di sekitar kota Hanyang(漢陽), dimana dalam peristiwa tersebut sempat terjadi perseteruan antara barisan depan pasukan Shu(蜀漢军队) dibawah pimpinan Ma Dai(馬岱) dengan barisan pasukan Wei(曹魏军队) yang dipimpin Niu Jin(牛金).

Zhuge Liang(諸葛亮) segera memerintahkan penarikan mundur seluruh pasukan Shu(蜀漢军队) untuk bertahan di kota Lu [Lucheng(潞城)], tak lama setelah pasukan yang dipimpin Ma Dai(馬岱) terdesak kalah.

Pertempuran Lucheng
Setelah seluruh kekuatan pasukan Shu(蜀漢军队) berada di kota Lu [Lucheng(潞城)], Zhuge Liang(諸葛亮) segera menerapkan siasat pertahanan dengan memanfaatkan kondisi geografis kota yang strategis, dimana ia menempatkan sejumlah pasukannya di puncak bukit sisi utara dan puncak bukit sisi selatan sebagai benteng alam yang mengapit pertahanan kota, dan menjadikan sungai sebagai pagar alam, dimana barak pasukan berada tak jauh dari tepi sungai tersebut.  

Kondisi pertahanan pasukan Shu(蜀漢军队) tersebut sempat membuat Sima Yi(司馬懿) terhenyak dan menunda serangan lebih lanjut. 
Karena tidak dapat menahan sindiran dan ejekan dari beberapa bawahannya, maka pada akhirnya Sima Yi(司馬懿) memimpin serangan secara frontal terhadap pertahanan Shu(蜀漢军队), serta menugaskan Zhang He(張郃) untuk memimpin serangan terhadap pertahanan Shu(蜀漢军队) yang terletak di puncak bukit sisi selatan [dipertahankan oleh Wang Ping(王平)].

Serangan frontal dari pasukan Wei(曹魏军队) tersebut akhirnya berhasil dipatahkan oleh pertahanan pasukan Shu(蜀漢军队) dibawah pimpinan Wei Yan(魏延), Wu Ban(吳班), dan Gao Xiang(高翔) di luar benteng kota, dimana sekitar 3 ribu personil pasukan Wei(曹魏军队) gugur dalam pertempuran tersebut, disamping rusak dan hilangnya sejumlah besar peralatan tempur.
Kondisi serupa juga dialami oleh Zhang He(張郃), dimana pasukan yang dipimpinnya berhasil dipukul mundur oleh pasukan Wang Ping(王平). 

Meskipun sempat unggul dalam pertempuran di Lucheng(潞城), tetapi Zhuge Liang(諸葛亮) tidak dapat memanfaatkan momen tersebut untuk mendesak pasukan Wei(曹魏军队) untuk mundur lebih jauh, karena menipisnya persediaan logistik pasukan oleh sebab keterlambatan pengiriman pasokan dari Hanzhong(漢中郡), sehingga kondisi tersebut memberikan kesempatan bagi Sima Yi(司馬懿) untuk memulihkan kekuatan pasukannya secara berkala. 

Kondisi pertempuran menjadi berbalik dan buruk, ketika serangan balasan dari pasukan Wei(曹魏军队) telah berhasil mendesak dan menduduki posisi pertahanan dari barisan depan pasukan Shu(蜀漢军队).
Dalam kondisi persediaan logistik yang semakin minim, pada akhirnya Zhuge Liang(諸葛亮) memutuskan untuk menarik mundur seluruh pasukan Shu(蜀漢军队) kembali ke wilayah Hanzhong(漢中郡), setelah menerima pesan tertulis dari Liu Shan(劉禪) yang berisikan perintah penarikan mundur seluruh pasukan Shu(蜀漢军队). 

Sebagai siasat mengantisipasi serangan dan pengejaran dari pasukan Wei(曹魏军队), maka Zhuge Liang(諸葛亮) menginstruksikan penarikan mundur seluruh pasukannya secara teratur pada saat malam hari.  
Tetapi upaya tersebut akhirnya bocor, sehinga Sima Yi(司馬懿) segera memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melancarkan serangan mendadak terhadap manuver mundur pasukan Shu(蜀漢军队). Serangan mendadak tersebut telah menyebabkan gugurnya sejumlah besar pasukan Shu(蜀漢军队).

Kematian Zhang He
Keberhasilan pasukan Wei(曹魏军队) dalam serangan tersebut memicu kesombongan dan kecerobohan Sima Yi(司馬懿), dimana ia menugaskan Zhang He(張郃) untuk memimpin pengejaran terhadap manuver mundur pasukan Shu(蜀漢军队).

Meskipun Zhang He(張郃) sempat menyanggah dan menolak penugasan tersebut, namun Sima Yi(司馬懿) tetap kukuh pada perintahnya.  
Kekuatiran Zhang He(張郃) menjadi kenyataan, dimana ia dan pasukannya jatuh dalam jebakan dan penyergapan barisan belakang pasukan Shu(蜀漢军队) di daerah Mumen(木門道). Dalam penyergapan tersebut, pada akhirnya Zhang He(張郃) gugur bersama dengan sebagian besar jumlah pasukannya.

Skandal Li Yan
Setibanya kembali ke kota Nanzheng(南鄭) di wilayah Hanzhong(漢中郡), Zhuge Liang(諸葛亮) menemukan adanya muslihat yang telah dilakukan Li Yan(李严) [pejabat tinggi negara Shu] yang bertugas mengkoordinir pendistribusian logistik ke medan perang selama berlangsungnya kampanye.

Karena fatalnya masalah tersebut, Zhuge Liang(諸葛亮) segera menuju ke kota Chengdu(成都) untuk menunjukkan bukti pelanggaran Li Yan(李严) kepada Liu Shan(劉禪), dimana Li Yan(李严) terbukti telah memalsukan pesan tertulis dari Liu Shan(劉禪) yang memuat tentang perintah penarikan mundur pasukan Shu(蜀漢军队), agar ia dapat luput dari tanggung jawab keterlambatan pendistribusian pasokan logistik yang disebabkan cuaca buruk [hujan deras] pergantian musim yang panjang. 

Pada akhirnya Liu Shan(劉禪) mencabut/ mencopot seluruh gelar dan jabatan Li Yan(李严) secara tak terhormat, dan kemudian divonis hukuman pengasingan [beserta dengan seluruh anggota keluarganya] sebagai warga sipil di wilayah Zitong(梓潼郡) hingga akhir hayat. 


---000---

Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
Sumber: Wikipedia    

Komentar