Ekspedisi - kampanye militer pertama Zhuge Liang ke utara (诸葛亮北) - Pertempuran Jieting(街亭之战) (228)

Latar belakang

Pasca wafatnya Liu Bei (劉備), kemudian Zhuge Liang(諸葛亮) [ yang saat itu menjabat sebagai Perdana menteri negara Shu Han(蜀漢国丞相)] merencanakan ekspedisi kampanye militer ke wilayah negara Cao Wei(曹魏国) di utara sebagai wujud komitmen mengemban amanat terakhir dari Liu Bei(劉備), sesuai dengan strategi Longzhong(隆中對) yang pernah ia sampaikan kepada Liu Bei(劉備) pada tahun 207 silam.
Sebelum mewujudkan rencana tersebut, Zhuge Liang segera memulihkan kembali hubungan bilateral yang sempat terputus antara negara Shu (蜀漢国) dengan negara Dong Wu(東吳国) yang sempat terputus.

Petisi "Chu Shi Biao"

Ketika kondisi dalam pemerintahan cukup kondusif terkendali pasca berakhirnya pemberontakan di wilayah Nanzhong(南中). kemudian Zhuge Liang(諸葛亮) menetap di wilayah Hanzhong(漢中郡) pada tahun 227 dengan tujuan untuk mempersiapkan kampanye militer ke wilayah negara Cao Wei(曹魏国).

Sebelum menjalankan kampanye tersebut, Zhuge Liang(諸葛亮) mengirimkan petisi resmi kepada Liu Shan(劉禪)[pewaris tahta negara Shu Han, dengan gelar XiaoHuaidi(孝懷帝)] yang berisikan rencana dan tujuan kampanye tersebut. Petisi tersebut dikenal dengan sebutan petisi ”Chu Shi Biao”(出师表).

Strategi Wei Yan

Saat menyusun strategi kampanye militer ke wilayah negara Cao Wei(曹魏国), Wei Yan(魏延) sempat mengusulkan agar ia ditugaskan memimpin 10 ribu pasukan pelopor khusus untuk melancarkan serangan langsung terhadap pertahanan kota Chang’an(長安) melalui rute lembah Ziwu(子午谷), dan setelah berhasil menduduki kota Chang’an(長安), maka kemudian pasukannya akan bergabung kembali dengan pasukan utama Shu(蜀漢国军队) yang dikomando langsung oleh Zhuge Liang di daerah Tongguan(潼关). Wei Yan sangat optimis dapat menduduki pertahanan kota Chang'an dengan mudah, karena ia memperoleh berita bahwa pertahanan kota tersebut dipimpin oleh Xiahou Mao(夏侯楙), seorang komandan pasukan yang diketahui tidak cakap dalam memimpin pasukannya.
Tetapi Zhuge Liang(諸葛亮) menolak usulan Wei Yan(魏延) karena langkah tersebut dinilai terlalu gegabah dan sangat beresiko.

Pada akhirnya Zhuge Liang(諸葛亮) memutuskan untuk menerapkan rencana strategi yang pernah diajukan Fa Cheng(法正) kepada Liu Bei(劉備) beberapa tahun silam, dimana strategi tersebut bertujuan untuk menduduki 
kota Chang’an(長安) dengan terlebih dahulu menduduki wilayah Longyou(隴右) [mencakup Tianshui(天水郡) dan Anding(安定郡)] dan daerah Qishan(祁山).


Peta ekspedisi militer pertama Zhuge Liang

Pada musim semi tahun 228, Zhuge Liang(諸葛亮) memulai kampanye militer dengan menugaskan Zhao Yun(趙雲) dan Deng Zhi(邓芝) memimpin agresi militer terhadap kota Mei(郿) dengan melintasi pegunungan Qin(秦岭) melalui Baoxie dao(褒斜道) dan lembah Xie/ Xiegu(斜谷).

Kemudian Cao Zhen(曹真)[Panglima tinggi negara Wei(曹魏国大將軍)] segera memimpin pasukannya untuk menghadang manufer pasukan Zhao Yun(趙雲)-Deng Zhi(邓芝).
Karena kekuatan pasukan yang lebih besar, maka pasukan Cao Zhen(曹真) berhasil dengan mudah memukul mundur pasukan Zhao Yun(趙雲)-Deng Zhi(邓芝) di lembah Ji/ Jigu(箕谷), sehingga mereka harus mundur teratur kembali ke wilayah Hanzhong(漢中郡).

Kekalahan pasukan Zhao Yun - Deng Zhi memang telah diprediksi sebelumnya oleh Zhuge Liang(諸葛亮), yang memang sengaja menugaskan pasukan tersebut sebagai pengalih perhatian agar pasukan utama Shu dapat dengan leluasa menuju daerah Dasanguan(大散关) melalui Chencang dao(陈仓道), dan kemudian melancarkan agresi terhadap wilayah Longyou(隴右).

Agresi militer yang dikomando langsung oleh Zhuge Liang(諸葛亮) tersebut berdampak besar kepada sejumlah daerah di wilayah Longyou(隴右). Pasukan utama Shu berhasil menduduki beberapa lokasi strategis, mencakup
 wilayah Anding(安定郡), Tianshui(天水郡), dan wilayah Nan'an(南安郡).
Tak lama setelah menduduki hampir seluruh lokasi strategis di wilayah Longyou(隴右), kemudian Zhuge Liang(諸葛亮) menggerakkan pasukan Shu untuk melancarkan pengepungan terhadap daerah Qishan(祁山).
Dalam waktu singkat, pada akhirnya pasukan Shu berhasil menduduki sejumlah lokasi strategis di QiShan.

Kondisi di wilayah Longyou(隴右) tersebut akhirnya mendapat perhatian khusus dari Cao Rui(曹叡), yang segera menuju ke kota Chang’an(長安) untuk meninjau langsung pertahanan di wilayah otoritasnya. Kemudian Cao Rui menugaskan Zhang He(张郃) sebagai Komandan utama untuk membendung agresi lebih lanjut dari pasukan Shu.

Pertempuran Jieting

Setelah berhasil menduduki daerah Qishan(祁山), Zhuge Liang(諸葛亮) telah merencanakan mengamankan daerah Jieting(街亭) sebagai lokasi strategis untuk pendistribusian logistik selama berlangsungnya kampanye.

Untuk mengamankan daerah Jieting(街亭), sebagian besar dari para komandan pasukan mengusulkan Wei Yan(魏延) atau Wu Yi(吴懿) sebagai komandan pasukan garis depan(前將軍), tetapi Zhuge Liang(諸葛亮) menunjuk Ma Su(马谡) karena ia dinilai memiliki kredibilitas lebih baik, dimana kesuksesan Zhuge Liang dalam meredam pemberontakan di wilayah Nanzhong(南中) beberapa tahun silam adalah b
erkat sumbangsih pemikiran Ma Su.

Ketika pasukan Ma Su(马谡) tiba di daerah Jieting(街亭), ia segera menempatkan pasukannya di puncak bukit sebagai siasat menghadapi kedatangan pasukan Wei(曹魏国军队).
Wang Ping(王平), komandan pasukan yang ditugaskan mendampingi Ma Su(马谡) sempat menentang siasat tersebut, dan menghimbau agar Ma Su(马谡) menempatkan pertahanan dekat dengan sumber pasokan air yang berlokasi di dataran yang lebih tinggi, namun Ma Su(马谡) tidak menanggapi himbauan tersebut.

Setelah memperoleh persetujuan dari Ma Su, lalu Wang Ping(王平) menempatkan pasukannya dekat sumber pasokan air, namun tetap mempertahankan jarak dengan pasukan Ma Su(马谡) untuk permudah memberikan dukungan.

Setibanya pasukan Zhang He(张郃) di Jieting(街亭), ia menemukan titik lemah pertahanan pasukan Ma Su(马谡). Kemudian Zhang He(张郃) memerintahkan pasukannya untuk melancarkan pengepungan dan memutus pasokan air yang mengalir melalui lokasi barak pasukan Ma Su(马谡).

Ketika pasukan Ma Su(马谡) menghadapi kekurangan pasokan air, pasukan Zhang He(张郃) segera membakar sejumlah lokasi di lereng bukit untuk mengepung lokasi barak pasukan Ma Su(马谡), dan lalu melancarkan serangan penuh. Penyerangan tersebut menyebabkan pasukan Ma Su(马谡) tercerai berai. 

Saat mengetahui kondisi pertempuran di daerah Jieting(街亭), Zhuge Liang(諸葛亮) sempat menugaskan Gao Xiang(高翔) memimpin bantuan pasukan menuju Jieting(街亭), tetapi pasukan Gao Xiang(高翔) harus terdesak mundur oleh penyergapan pasukan Wei yang dipimpin Guo Huai(郭淮).

Wang Ping(王平) yang memantau pertempuran dari sisi kejauhan, lalu segera memerintahkan seluruh pasukannya untuk bersiaga dan membentuk formasi pertahanan dengan iringan bunyi genderang perang.

Zhang He(张郃) yang menduga suara tabuhan genderang [yang berasal dari lokasi pasukan Wang Ping(王平)] sebagai tanda formasi penyergapan, lalu membatalkan penyerangan terhadap posisi pasukan Wang Ping(王平). 
Wang Ping(王平) memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menghimpun kembali sisa pasukan Ma Su(马谡) yang tercerai berai.

Sebagai konsekuensi jatuhnya pertahanan daerah Jieting(街亭), maka Zhuge Liang(諸葛亮) menjatuhkan eksekusi mati kepada Ma Su(马谡), sedangkan Wang Ping(王平) memperoleh promosi jabatan atas kontribusinya.

Kekalahan di Jieting(街亭) berdampak buruk secara langsung terhadap keberlangsungan pasokan logistik pasukan Shu, sehingga kondisi tersebut menuntut Zhuge Liang(諸葛亮) untuk menarik mundur seluruh pasukan Shu kembali ke wilayah Hanzhong(漢中郡).

Kemudian dalam isi surat resmi yang ditujukan kepada Liu Shan(劉禪), Zhuge Liang(諸葛亮) menurunkan jabatannya sendiri dari posisi ”Perdana menteri” (丞相) ke posisi jabatan Panglima kanan(右将军) sebagai sanksi atas kegagalan kampanye tersebut. 
Liu Shan(劉禪) mengabulkan permohonan tersebut, namun dengan ketentuan khusus dimana Zhuge Liang(諸葛亮) masih memiliki tugas dan wewenang setara dengan seorang Perdana menteri

---000---

Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
Sumber: Wikipedia

Komentar