Jiang Wei(姜維)(202-264) Panglima pasukan negara Shu Han

Riwayat awal
Dengan nama panggilan Boyue 伯約, Jiang Wei姜維 berasal dari kota Ji冀縣 - wilayah Tianshui天水郡. 

Ia adalah Jenderal dari negara Shu Han 蜀漢国 pada masa pemerintahan tiga negara, dimana ia memiliki catatan karir militer yang kontroversial sehubungan dengan sebelas kampanye militer yang dilancarkan ke wilayah negara Cao Wei 曹魏国.
Seluruh kontribusinya tersebut adalah bukti kesetiaan dan pengabdiannya kepada pemerintahan negara Shu, meskipun ia pernah mengabdi kepada pemerintahan negara Wei pada awal karirnya. 

Sejarah mencatat bahwa Jiang Wei adalah seoang yang sangat berbakti pada ibunya. Ia dikenal sebagai sosok yang ambisius, cerdas, dan bertalenta dalam bidang militer. Bahkan Zhuge Liang(諸葛亮) menaruh kekaguman pada bakat yang dimilikinya.

Untuk menggapai ambisinya, ia memiliki sejumlah pasukan pribadi [pasukan milisi], yang telah dibinanya sejak ia menjabat sebagai Perwira menengah中郎, saat ia masih mengabdi kepada pemerintahan negara Wei.

Menurut catatan sejarawan Fu Xuan 傅玄, Jiang Wei sangat menaruh minat pada karya tulis Zheng Xuan 郑玄 (seorang filosof tersohor yang hidup antara tahun 127 – 200).

Awal karir
Jiang Wei  mengawali karirnya sebagai pejabat kecil di kota kelahirannya, dan kemudian memperoleh promosi jabatan sebagai perwira menengah setara Kapten 中郎 dalam kesatuan pasukan negara Wei 曹魏军队 dibawah langsung kepemimpinan Kepala wilayah Tianshui 天水郡. 

Membelot kepada Shu (menurut Sangguozhi)
Ketika Zhuge Liang 諸葛亮 (Perdana menteri negara Shu Han(蜀漢丞相)) menggelar ekspedisi - kampanye militer terhadap wilayah otoritas negara Cao Wei(曹魏国) pada musim semi tahun 228, 
pasukan negara Shu 蜀漢军队 sempat menduduki daerah Qishan 祁山, serta sejumlah daerah di wilayah Nan’an(南安郡), dan Anding(安定郡). 
Pada saat yang sama, Jiang Wei dan serta ketiga rekan sejabatnya (Liang Xu 梁緒, Yin Shang 尹賞, dan Liang Qian 梁虔) sedang mendampingi Ma Zun 馬遵 (Kepala wilayah Tianshui 天水郡太守) dalam suatu perjalanan dinas. 
Tatkala mendengar kondisi yang sedang terjadi, muncul kecurigaan dalam diri Ma Zun(馬遵) bahwa Jiang Wei(姜維) dan ketiga rekannya akan berkhianat dan membelot ke negara Shu Han(蜀漢国), sehingga Ma Zun(馬遵) memutuskan untuk kembali ke kota Shanggui(上邽縣) seorang diri tanpa sepengetahuan Jiang Wei(姜維) dan ketiga rekannya.

Saat menyadari bahwa Ma Zun(馬遵) telah kembali ke kota Shanggui(上邽縣), maka Jiang Wei(姜維) dan ketiga rekannya segera menyusul, namun mereka mendapat penolakan saat tiba di depan gerbang kota tersebut.
Kemudian Jiang Wei(姜維) dan ketiga rekannya menyingkir ke kota Ji(冀縣), dimana kehadiran mereka juga mendapat penolakan.
Pada akhirnya Jiang Wei(姜維) dan ketiga rekannya memutuskan untuk membelot kepada pemerintahan negara Shu Han(蜀漢国).    

Awal karir di Shu
Pasca kegagalan ekspedisi militer pertamanya ke wilayah otoritas negara Cao Wei(曹魏国), Zhuge Liang(諸葛亮) menunjuk Jiang Wei(姜維) sebagai pejabat pengatur logistik. 
Karena potensi dan bakat yang dimilikinya, maka Jiang Wei(姜維) memperoleh promosi jabatan setara Jenderal(奉義將軍) dengan gelar kehormatan “Danyang tinhou”(當陽亭侯). Tak lama berselang, Jiang Wei(姜維) memperoleh kembali promosi jabatan sebagai Komandan sektor barat(征西將軍) dengan wewenang sebagai Pengawas pertahanan(中監軍).

Masa kepemimpinan Jiang Wan
Ketika Jiang Wan(蒋琬) mengambil alih posisi dan wewenang sebagai Waliraja pemerintahan negara Shu Han(蜀漢国) pasca wafatnya Zhuge Liang(諸葛亮) pada tahun 234, Jiang Wei(姜維) ditunjuk sebagai Pengawas pertahanan kanan(右監軍) dengan lokasi dinas di ibukota [kota Chengdu(成都)], dengan posisi jabatan setara jenderal(輔漢將軍) bergelar kehormatan “Pingxiang hou" (平襄侯).
Sepanjang masa kepemimpinan Jiang Wan(蒋琬), kondisi kekuatan militer negara Shu Han(蜀漢国) relatif pasif, karena Jiang Wan(蒋琬) cenderung memusatkan perhatian pada kebijakan dalam negeri, dan memangkas anggaran biaya untuk pertahanan negara.

Namun setelah Jiang Wei(姜維) mendampingi Jiang Wan(蒋琬) meninjau kondisi pertahanan pasukan Shu di wilayah Hanzhong pada tahun 238, Jiang Wan(蒋琬) menunjuk Jiang Wei(姜維) sebagai komandan pasukan(司馬) dan membentuk satuan pasukan khusus untuk mempersiapkan agresi militer terhadap pemerintahan negara Cao Wei(曹魏国). 

Kampanye militer pertama
Jiang Wei(姜維) melancarkan kampanye - agresi militer pertamanya ke wilayah Longxi(隴西郡) [otoritas wilayah negara Cao Wei(曹魏国)] pada tahun 240.

Menanggapi agresi tersebut, pemerintah pusat negara Cao Wei(曹魏国) menugaskan Guo Huai(郭淮) memimpin sejumlah pasukan untuk membendung agresi dari pasukan Shu, dimana pada akhirnya Pasukan Guo Huai(郭淮) berhasil memukul mundur pasukan Jiang Wei(姜維) hingga ke wilayah pemukiman suku Qiang(羌族). Kemudian Jiang Wei(姜維) mengakhiri agresi militer tersebut, dan memutuskan untuk mengakhiri kampanye tersebut dengan menarik mundur seluruh pasukannya kembali ke wilayah otoritas negara Shu Han(蜀漢国).

Meskipun agresi militer ke wilayah negara Cao Wei(曹魏国) mengalami kegagalan, namun Jiang Wei(姜維) memperoleh promosi jabatan sebagai Panglima teritorial barat(鎮西大將軍), serta ditunjuk sebagai Pejabat pengawas provinsi Liang(涼州刺史) pada tahun 243.

Masa kepemimpinan Fei Yi
Sesuai dengan amanat Zhuge Liang(諸葛亮), maka Fei Yi(费祎) ditunjuk sebagai Waliraja, setelah Jiang Wan(蒋琬) wafat pada tahun 246. Tak lama berselang, Jiang Wei(姜維) menerima promosi jabatan sebagai Panglima pertahanan(衞將軍), dimana ia berbagi tugas dan wewenang dengan Fei Yi(费祎)  dalam mengawasi lembaga sekertariat dan administrasi negara(錄尚書事).

Tercatat bahwa pada tahun yang sama, Jiang Wei(姜維) berhasil meredam aksi pemberontakan di daerah/kota Pingkang(平康縣).

Kampanye militer kedua
Pada tahun 247, Jiang Wei(姜維) kembali memimpin pasukannya untuk mendukung aksi pemberontakan suku Qiang(羌族) [yang dipimpin Ehe(餓何), Shaoge (燒戈), Fatong(伐同), Ezhesai (蛾遮塞), dan lainnya] di empat wilayah otoritas pemerintahan negara Cao Wei(曹魏国).
Jiang Wei(姜維) segera memimpin sejumlah pasukan Shu(蜀漢军队) bergerak menuju wilayah provinsi Liang(涼州) untuk mendukung dan memperkuat pemberontak suku Qiang(羌族). Dalam aksi tersebut, Baihuwen(白虎文) dan Zhiwudai(治無戴)[dua kepala suku minoritas Hu(胡) di provinsi Liang(涼州)] sepakat bergabung dengan pasukan Shu(蜀漢军队) 

Sebagai bentuk tanggapan, pemerintah pusat negara Cao Wei(曹魏国) menugaskan Xiahou Ba(夏侯霸) dan Gua Huai(郭淮) untuk menumpas aksi pemberontakan tersebut, serta menghalau kedatangan pasukan Shu(蜀漢军队). 

Pasukan yang dipimpin Xiahou Ba(夏侯霸) tiba lebih awal di daerah sekitar sungai Tang(洮河).
Ketika Gua Huai(郭淮) serta pasukannya tiba di daerah Didao(狄道), lalu beberapa perwira pasukan dan penasihatnya menyarankan agar Guo Huai(郭淮) segera melancarkan serangan terlebih dahulu terhadap para pemberontak. Namun Guo Huai(郭淮) memerintahkan seluruh pasukannya menuju ke sisi barat sungai Tang(洮河) untuk memperkuat pertahanan pasukan Xiahou Ba(夏侯霸). Hal itu diputuskan karena Guo Huai(郭淮) memprediksi bahwa pertahanan pasukan Xiahou Ba(夏侯霸) tidak akan mampu menahan kedatangan/ serangan pasukan Shu(蜀漢军队).

Prediksi Guo Huai(郭淮) tidak meleset, dimana Jiang Wei(姜維) memutuskan untuk menarik mundur seluruh pasukannya, tak lama setelah pasukan Guo Huai(郭淮) tiba di sisi barat sungai Tang(洮河) dan kemudian bergabung dengan pasukan Xiahou Ba(夏侯霸). 

Setelah berhasil memukul mundur pasukan Shu(蜀漢军队), kemudian Guo Huai(郭淮) mengerahkan pasukannya untuk melanjutkan operasi penumpasan terhadap pemberontak. Pada akhirnya aksi pemberontakan suku Qiang(羌族) dapat dipadamkan setelah Guo Huai(郭淮) menerima penyerahan dari sejumlah besar pemberontak setelah gugurnya Ehe(餓何) dan Shaoge(燒戈)[dua pemimpin suku Qiang(羌族)] di tengah pertempuran.

Kampanye militer ketiga  
Zhiwudai(治無戴)[salah seorang pemimpin suku minoritas Hu(胡)] memimpin serangan terhadap pertahanan wilayah Wuwei(武威郡) pada tahun 248. 

Menanggapi kondisi tersebut, Guo Huai(郭淮) segera menjalankan siasat dengan mengerahkan sejumlah pasukan menuju wilayah Xihai(西海郡). Hal itu dilakukan setelah mengetahui bahwa sebagian besar anggota keluarga Zhiwudai(治無戴) dan seluruh pasukannya sedang berada/ bermukim di wilayah tersebut.

Siasat Guo Huai(郭淮) tersebut berhasil, dimana Zhiwudai(治無戴) menghentikan agresi terhadap pertahanan Wuwei(武威郡) dan kemudian segera menuju kembali ke wilayah Xihai(西海郡).
Guo Huai(郭淮) memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melancarkan penyergapan terhadap pasukan Zhiwudai(治無戴) di sisi utara kota Longyi(龍夷縣). Karena terdesak kalah, maka Zhiwudai(治無戴) mengirimkan pesan untuk memohon bantuan kepada Jiang Wei(姜維) [yang pada saat itu sedang berada di daerah Shiying(石營)]. Kemudian Zhiwudai(治無戴) menarik mundur sisa pasukannya ke lokasi yang lebih aman, sebelum menuju ke daerah Qiangchuan(彊川). 

Menanggapi pesan tersebut, Jiang Wei(姜維) segera memimpin pasukan Shu(蜀漢军队) menuju ke daerah Qiangchuan(彊川) untuk memperkuat pasukan Zhiwudai(治無戴), setelah sempat mempercayakan pertahanan belakang/ kamp utama pasukan [berlokasi di perbukitan Chengzhong(成重山)] dibawah komando Liao Hua(廖化). 

Guo Huai(郭淮) menanggapi manuver pasukan Shu(蜀漢军队) dengan menugaskan Xiahou Ba(夏侯霸) memimpin sejumlah pasukan untuk mengejar dan menghadang perjalanan pasukan Jiang Wei(姜維) yang sedang menuju ke Qiangchuan(彊川), sedangkan ia akan memimpin langsung sejumlah pasukan secara terpisah untuk melancarkan serangan terhadap pertahanan Liao Hua(廖化) di bukit Chengzhong(成重山). 

Siasat Guo Huai(郭淮) akhirnya berhasil menghentikan manuver pasukan Jiang Wei(姜維) untuk melanjutkan perjalanan menuju daerah Qiangchuan(彊川), dimana Jiang Wei(姜維) memutuskan untuk kembali menuju ke bukit Chengzhong(成重山) untuk memperkuat pertahanan belakang [yang dipertahankan oleh Liao Hua(廖化)].
Namun setelah mendapat kabar bahwa pertahanan belakang di bukit Chengzhong(成重山) telah jatuh dan diduduki terlebih dahulu oleh pasukan Guo Huai(郭淮), maka pada akhirnya Jiang Wei(姜維) menarik mundur pasukannya, lalu menyingkir ke daerah Tazhong(沓中)[dengan dibayangi pengejaran pasukan Xiahou Ba(夏侯霸)]. 

Karena pasukan Shu(蜀漢军队) tidak kunjung tiba di Qiangchuan(彊川), maka Zhiwudai(治無戴) memutuskan untuk menarik mundur sisa pasukannya menuju ke tempat yang lebih aman.   

Kampanye militer keempat  
Pada musim gugur tahun 249, Jiang Wei(姜維) kembali melancarkan ekspedisi - kampanye militer ke wilayah otoritas negara Cao Wei(曹魏国), setelah ia memperoleh ijin resmi dari Liu Shan(劉禪).
Dalam kampanye tersebut, Jiang Wei(姜維) kembali memperoleh dukungan dari  suku minoritas Qiang(羌族) [dengan turut melancarkan aksi yang meresahkan di beberapa wilayah provinsi Yong(雍州) pada saat yang sama].

Setelah menempatkan pasukan utamanya di daerah Niutoushan(牛頭山), kemudian Jiang Wei(姜維) menugaskan Ju An(句安) dan Li Xin(李歆) memimpin sejumlah pasukan Shu(蜀漢军队) untuk menduduki daerah Qushan(麴山).

Menanggapi kondisi tersebut, Guo Huai(郭淮) menugaskan Chen Tai(陳泰), Xu Zhi(徐質), dan Deng Ai(鄧艾) untuk mengepung pasukan Ju An(句安) dan Li Xin(李歆) yang bertahan di balik benteng pertahanan Qushan(麴山).

Karena tak ingin melepas pertahanan Qushan(麴山), maka Jiang Wei(姜維) memimpin sejumlah pasukan dari Niutoushan(牛頭山) untuk mengurai pengepungan tersebut, tetapi upaya tersebut telah diantisipasi oleh Chen Tai(陳泰) dengan menugaskan pasukannya membangun sejumlah pos pertahanan di sepanjang jalan yang menghubungkan Niutoushan(牛頭山) hingga Qushan(麴山) 

Ketika Guo Huai(郭淮) memimpin sejumlah pasukan untuk melancarkan serangan ke Niutoushan(牛頭山), lalu Jiang Wei(姜維) dan pasukan yang dipimpinnya segara kembali menuju ke Niutoushan(牛頭山), sehingga Qushan(麴山) kembali dalam kondisi terisolir. 

Karena kehabisan pasokan logistik, maka pasukan Shu(蜀漢军队) yang bertahan di Qushan(麴山) [dibawah pimpinan Ju An(句安) dan Li Xin(李歆)] menyerah dan melepas pertahanan mereka.
Tak lama kemudian, Jiang Wei(姜維) memerintahkan seluruh pasukannya untuk mundur dan meninggalkan Niutoushan(牛頭山).

Setelah penarikan mundur pasukan Shu(蜀漢军队), kemudian Guo Huai(郭淮) mengerahkan seluruh pasukannya untuk mengakhiri pemberontakan suku minoritas Qiang(羌族) yang masih berlangsung di beberapa wilayah di sisi barat provinsi Yong(雍州).
Namun Deng Ai(鄧艾) mengajukan ijin untuk tetap berada di sisi utara daerah Baishui(白水) bersama dengan sejumlah pasukannya untuk antisipasi serangan balik dari pasukan Shu(蜀漢军队).

Prediksi Deng Ai(鄧艾) tidak meleset, dimana sejumlah pasukan Shu(蜀漢军队) dibawah pimpinan Liao Hua(廖化) tiba dari arah selatan daerah Baishui(白水) beberapa hari kemudian.

Setelah mempelajari kondisi medan tempur dan segala kejanggalan, lalu Deng Ai(鄧艾) segera mengirim sebagian pasukannya untuk memperkuat pertahanan Taocheng(洮城), karena ia memprediksi bahwa keberadaan pasukan Liao Hua(廖化) di Bashui(白水) hanyalah pengalih perhatian/ bagian dari siasat Jiang Wei(姜維) untuk melancarkan serangan dan menduduki Taocheng(洮城) dari arah lain.

Prediksi dan antisipasi yang dilakukan oleh Deng Ai(鄧艾) kembali tepat, dimana upaya Jiang Wei(姜維) untuk menduduki Taocheng(洮城) akhirnya mengalami kegagalan, sehingga Jiang Wei(姜維) memutuskan untuk mengakhiri agresinya dengan menarik mundur seluruh pasukannya kembali ke wilayah otoritas negara Shu(蜀漢国).

Kampanye militer kelima  
Pada tahun 250, Jiang Wei(姜維) menggelar kembali ekspedisi - kampanye militer ke wilayah otoritas negara Cao Wei(曹魏国) dengan target menduduki wilayah Xiping(西平郡), namun kampanye militer tersebut kembali kandas sehingga Jiang Wei(姜維) harus mengakhiri kampanye tersebut dan menarik mundur seluruh pasukannya kembali ke wilayah otoritas negara Shu(蜀漢国).
Tidak ada catatan secara spesifik penyebab kegagalan kampanye militer tersebut.  

Insiden kematian Fei Yi
Jiang Wei(姜維) yakin bahwa ia sangat memahami perilaku dan norma kehidupan masyarakat suku minoritas di provinsi Liang(涼州) [terkhususnya suku Qiang(羌族)], sehingga ia sangat yakin dapat menduduki seluruh wilayah di regional Guanzhong(關中) melalui kerja sama dengan seluruh suku minoritas tersebut..  

Namun Fei Yi(费祎) tidak sependapat dengan pandangan dan obsesi Jiang Wei(姜維) yang dinilai akan berdampak buruk bagi pemerintahan negara dan rakyat, disamping pemborosan anggaran belanja negara.
Untuk membatasi obsesi dan ambisi Jiang Wei(姜維) tersebut, maka Fei Yi(费祎) menetapkan kebijakan baru pembatasan anggaran biaya militer dan pembatasan jumlah kekuatan pasukan [tidak lebih dari 10 ribu prajurit]  yang berada dibawah komando Jiang Wei(姜維).

Pada saat perayaan menyambut musim semi tahun 253, secara tidak terduga Fei Yi(费祎) tewas ditangan Guo Xiu(郭脩). Insiden itu terjadi pada saat berlangsungnya perjamuan bersama untuk memperingati perayaan tersebut.
Sejak kematian Fei Yi(费祎) , maka secara tidak langsung Jiang Wei(姜維) mengambil alih seluruh wewenang Fei Yi(费祎) [dalam urusan pertahanan negara] dengan promosi jabatan sebagai Panglima besar(大將軍) .
Kuat dugaan bahwa Jiang Wei(姜維) adalah dalang dari insiden kematian Fei Yi(费祎) , dimana Guo Xiu(郭脩) adalah kaki tangan dari Jiang Wei(姜維) yang ditugaskan untuk sebagai eksekutor pembunuh Fei Yi(费祎).

Kampanye militer keenam
Pada saat Zhuge Ke(諸葛恪) )[Waliraja pemerintahan negara Wu(東吳摄政王) melancarkan kampanye - agresi militer ke kota Hefei(合肥)[wilayah otoritas negara Cao Wei(曹魏国)] pada musim panas tahun 253, kemudian Jiang Wei(姜維) memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggelar kembali ekspedisi - kampanye militer terhadap wilayah otoritas negara Cao Wei(曹魏国).

Setelah memperoleh ijin dari Liu Shan(劉禪), maka Jiang Wei(姜維) segera mengerahkan sejumlah besar pasukan Shu(蜀漢军队) untuk melancarkan pengepungan terhadap pertahanan kota Didao(狄道).
Menanggapi ancaman dari kedua negara rival secara bersama, maka Sima Shi(司馬師)[Waliraja pemerintahan negara Cao Wei(曹魏摄政王) segera menugaskan Guo Huai(郭淮) dan Chen Tai(陳泰) memimpin sejumlah pasukan Wei(曹魏军队) untuk membendung agresi militer pasukan Shu(蜀漢军队).

Setelah pasukan Chen Tai(陳泰) berhasil memetik kemenangan dari pasukan Jiang Wei(姜維) dalam pertempuran di benteng gerbang Luo(洛門), tak lama kemudian Jiang Wei(姜維) memutuskan untuk mengakhiri agresi dan menarik mundur seluruh pasukannya karena menipisnya persediaan logistik. 

Kampanye militer ke tujuh  
Pada musim panas tahun 254, Jiang Wei(姜維) kembali memimpin kampanye militer ke wilayah negara Cao Wei(曹魏国) dengan melancarkan serangan ke wilayah Longxi(隴西郡), dimana Jiang Wei(姜維) berhasil menduduki kota Didao(狄道) setelah menerima penyerahan Li Jian(李簡)[Komandan pertahanan kota Didao(狄道將軍)]. 

Kemudian Jiang Wei(姜維) melanjutkan agresi terhadap pertahanan kota Xiangwu(襄武縣), yang saat itu dipertahankan oleh Xu Zhi(徐質)[Komandan pertahanan kota Xiangwu(襄武縣將軍)], dimana Jiang Wei(姜維) kembali meraih kemenangan setelah Xu Zhi(徐質) gugur di tengah pertempuran tersebut. 

Setelah berhasil menduduki Didao(狄道) (狄道), Xiangwu(襄武縣), dan Heguan(河關), kemudian Jiang Wei(姜維) merelokasi hampir seluruh penduduk sipil dari ketiga daerah tersebut ke wilayah otoritas negara Shu Han(蜀漢国). 
Meskipun Jiang Wei(姜維) meraih keberhasilan dalam kampanye militer tersebut, namun keberhasilan itu harus dibayar mahal dengan gugurnya Zhang Ni(張嶷)[Komandan pasukan Shu(蜀漢將軍)].  

Kampanye militer ke delapan  
Sima Shi(司馬師) [Waliraja pemerintahan negara Cao Wei(曹魏摄政王)] wafat pada tahun 255. 
Jiang Wei(姜維) memanfaatkan masa berkabung tersebut dengan menggelar kembali ekspedisi/ kampanye militer ke wilayah otoritas negara Cao Wei(曹魏国) dengan target menduduki kembali kota Didao(狄道). 

Setelah memperoleh kembali persetujuan dari Liu Shan(劉禪)/ pemerintah pusat negara Shu Han(蜀漢国) pada tahun 255, Jiang Wei(姜維) menggelar kembali kampanye militer ke wilayah otoritas negara Cao Wei(曹魏国).

Dalam kampanye tersebut, Jiang Wei(姜維) didampingi oleh Zhang Yi(张翼) dan Xiahou Ba(夏侯霸) 
Tercatat bahwa Xiahou Ba(夏侯霸) telah membelot ke pihak negara Shu Han(蜀漢国), pasca  insiden makam Gaoping(高平陵之變) pada tahun 249.

Meskipun Zhang Yi(张翼) sempat menentang rencana kampanye militer tersebut, namun pada akhirnya ia turut serta mendampingi Jiang Wei(姜維) untuk menyukseskan misi kampanye tersebut.

Saat manuver pasukan Shu telah tiba di daerah Fuhan(枹罕縣), Wang Jing(王經)[Pada saat itu menjabat sebagai pejabat pengawas provinsi Yong(雍州刺史)] berinisiatif memimpin pasukannya untuk mencegat manuver pasukan Shu di benteng gerbang Gu(故關) setelah ia tidak mengindahkan himbauan dari Chen Tai(陳泰) untuk tetap bertahan di benteng kota Didao(狄道) sambil menunggu kedatangan bantuan pasukan.

Karena kualitas pasukan yang tidak sebanding, maka pasukan Jiang Wei(姜維) dengan mudah mendesak dan memukul mundur pasukan Wang Jing(王經) hingga ke seberang sungai Tang(洮河), dan pada akhirnya Wang Jin(王經) harus bertahan di balik benteng kota Didao(狄道) bersama dengan sisa kekuatan pasukannya.

Tanpa mengindahkan peringatan dari Zhang Yi(张翼), Jiang Wei(姜維) mengerahkan seluruh pasukannya untuk melakukan pengejaran dan pengepungan terhadap pertahanan kota Didao(狄道). 

Pada saat yang sama, sejumlah besar bantuan pasukan Wei dibawah komando Chen Tai(陳泰), serta dukungan pasukan yang dipimpin Deng Ai(鄧艾), Sima Fu(司馬孚), Hu Fen(胡奮) dan Wang Mi(王秘) segera bergegas menuju ke kota Didao(狄道).

Setibanya pasukan Chen Tai(陳泰) di daerah perbukitan di sisi tenggara kota Didao(狄道), Chen Tai(陳泰) segera melancarkan siasat dengan memerintahkan seluruh pasukannya [yang berada di lereng bukit] untuk menyalakan obor sebanyak mungkin, dan menabuhkan genderang dengan suara yang keras dan riuh untuk menciptakan kamuflase seakan sejumlah besar bantuan pasukan Wei(曹魏军队) telah mengepung daerah tersebut. 

Keberadaan pasukan Chen Tai(陳泰) sempat mengejutkan pasukan Shu(蜀漢军队), serta membangkitkan kembali moral tempur sisa pasukan Wang Jing(王經) untuk melancarkan serangan mendadak terhadap posisi pasukan Shu yang berada di luar benteng kota.

Pada saat yang sama, Chen Tai(陳泰) telah menyebarkan kabar angin bahwa ia telah memerintahkan sejumlah pasukannya untuk memutus jalur mundur pasukan Shu(蜀漢军队). 
Kabar angin tersebut sempat merisaukan Jiang Wei(姜維), sehingga ia memutuskan untuk mengakhiri pengepungan dan menarik mundur seluruh pasukannya ke daerah Zhongti(鐘堤). Peristiwa itu terjadi menjelang akhir musim gugur tahun 255.

Kampanye militer kesembilan (256)   
Setelah kota Didao(狄道) terbebas dari pengepungan, para komandan pasukan Wei(曹魏都尉) menduga bahwa pasukan Shu(蜀漢军队) tidak akan melancarkan serangan balik dalam waktu dekat. Namun Deng Ai(鄧艾) berargumen bahwa manuver mundur pasukan Shu(蜀漢军队) tersebut adalah bagian dari strategi Jiang Wei(姜維) untuk melengahkan pertahanan pasukan Cao Wei(曹魏军队).
Deng Ai(鄧艾) memprediksi bahwa Jiang Wei(姜維) akan kembali melancarkan serangan dalam waktu dekat.

Prediksi Deng Ai(鄧艾) tidak meleset, dimana Jiang Wei(姜維) melancarkan kembali agresinya ke daerah Qishan(祁山) pada musim gugur tahun 256, tak lama setelah pasukannya memperoleh tambahan pasokan logistik dan dukungan dari suku minoritas non Han.
Tetapi agresi lanjutan pasukan Shu(蜀漢军队) tersebut telah diantisipasi oleh Deng Ai(鄧艾), sehingga pasukannya berhasil memukul mundur pasukan Shu(蜀漢军队) hingga ke daerah Dong(董亭).

Kemudian Jiang Wei(姜維) mengerahkan pasukannya untuk menduduki lokasi strategis di bukit Wucheng(武城山), tetapi upaya tersebut gagal berkat antisipasi Deng Ai(鄧艾) dengan menempatkan sejumlah pasukan untuk membangun pertahanan terlebih dahulu di di lokasi tersebut, dan berhasil memukul mundur pasukan Shu(蜀漢军队).

Tak lama berselang, Jiang Wei(姜維) kembali mengerahkan pasukannya  melalui sungai Wei(渭河) untuk menyerang pertahanan kota Shanggui(上邽) pada malam hari, tetapi upaya tersebut dapat dipatahkan oleh penyergapan pasukan Deng Ai(鄧艾) di lembah Duan(段谷).
Penyergapan tersebut menyebabkan pasukan Jiang Wei(姜維)(渭河) terdesak berat. Karena bantuan pasukan yang dipimpin Hu Ji(胡濟) tidak kunjung tiba.

Pada akhirnya Jiang Wei(姜維) memutuskan untuk mengakhiri kampanye tersebut dan menarik mundur sisa pasukannya kembali ke wilayah otoritas Shu(蜀漢国)

Kampanye militer ke sepuluh (257 - 258)   
Ketika Zhuge Dan(諸葛誕) memimpin pemberontakan di di kota Shouchun(壽春) - wilayah Huainan(淮河) pada tahun 257, Sima Zhao(司馬昭)(司馬昭)[Waliraja pemerintahan negara Cao Wei(曹魏摄政王)] mengerahkan sebagian besar kekuatan pasukan yang berada di regional Guanzhong(關中) menuju ke wilayah Huainan(淮河).

Jiang Wei(姜維) memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menduduki pos pertahanan yang berlokasi tak jauh dari tembok besar(長城), dengan melalui jalur/ rute lembah Luo(駱谷).
Sebagai tanggapan, Sima Wang(司馬望) dan Deng Ai(鄧艾) segera memimpin pasukannya menuju ke tembok besar(長城).
   
Saat gabungan pasukan Sima Wang(司馬望) - Deng Ai(鄧艾) tiba tak jauh dari tembok besar(長城), Jiang Wei(姜維) segera menempatkan pasukannya di Mangshui(芒水).
Kemudian gabungan pasukan Sima Wang(司馬望) - Deng Ai(鄧艾) melakukan pengepungan terhadap barak pertahanan Shu(蜀漢军队).
 
Menyadari kondisi yang dihadapi, Jiang Wei(姜維) berulang kali melancarkan provokasi agar pasukan Wei(曹魏军队) terpancing dalam pertempuran terbuka, tetapi upaya tersebut tidak berhasil.

Setelah menerima kabar bahwa pemberontakan Zhuge Dan(諸葛誕) telah berakhir pada awal tahun 258, kemudian Jiang Wei(姜維) memutuskan untuk mengakhiri agresi tersebut dan menarik mundur kembali seluruh pasukannya kembali ke wilayah negara Shu Han(蜀漢国)(蜀漢).

Kampanye militer ke sebelas (262)   
Pada musim dingin tahun 262, Jiang Wei(姜維) memimpin kembali ekspedisi/ kampanye militer dengan target serangan ke daerah Taoyang(洮陽縣) - wilayah Longxi(隴西郡), meskipun pengajuan kampanye tersebut sempat menuai kritikan dan penolakan dari sebagian besar pejabat negara Shu, bahkan rencana kempanye tersebut tidak luput dari kritikan dan sindiran Liao Hua(廖化).

Pada awal agresi, Jiang Wei(姜維) sempat unggul dengan menduduki sesaat daerah Taoyang(洮陽縣), tetapi bantuan pasukan Wei(曹魏军队) dibawah komando Deng Ai(鄧艾) berhasil memetik kemenangan dan memukul mundur pasukan Jiang Wei(姜維) di daerah Houhe(侯和縣), sehingga Jiang Wei(姜維) harus mengakhiri ekspedisi/ kampanye tersebut dan menarik mundur seluruh pasukan Shu(蜀漢军队) ke daerah Tazhong(沓中).

Konflik dengan Huang Hao(黄皓)
Selama masa kepemimpinan Fei Yi(费祎), Huang Hao(黄皓) [Pejabat pelayan istana] telah menarik simpati Liu Shan(劉禪), sehingga lambat laun kekuatan politik Huang Hao(黄皓) dalam pemerintahan negara Shu semakin dominan dan turut mempengaruhi hampir setiap kebijakan dalam negeri.

Pasca kematian Fei Yi(费祎), pada akhirnya Jiang Wei(姜維) tampil sebagai pimpinan tertinggi yang mendominasi penuh kekuatan militer negara Shu, namun ia tidak dapat mendominasi penuh kebijakan dalam pemerintah pusat, karena kekuatan politik Huang Hao(黄皓) dan Zhuge Zhan(諸葛瞻) lebih dominan berpengaruh dalam setiap kebijakan tersebut. 

Dalam upaya untuk mengendalikan kekuatan militer negara Shu, Huang Hao(黄皓) berupaya untuk melengserkan Jiang Wei(姜維) dari posisi jabatannya dengan mencalonkan Yan Yu(閻宇) sebagai kandidat posisi Panglima tinggi(大將軍) yang baru.

Jiang Wei(姜維) sempat memberikan nasihat kepada Liu Shan(劉禪) untuk menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap Huang Hao(黄皓) atas seluruh kesewenangan tugas yang telah dilakukannya, namun pada akhirnya Jiang Wei(姜維) menyadari bahwa pengaruh Huang Hao(黄皓) telah sangat kuat dalam diri Liu Shan(劉禪), sehingga Jiang Wei(姜維) memutuskan untuk menyingkir dari Chengdu(成都) [pusat pemerintahan Shu Han] dan lalu menetap di Tazhong(沓中) dengan maksud untuk menghindari konflik lebih lanjut antara dirinya dengan Huang Hao(黄皓). 

Liu Shan(劉禪) kemudian menugaskan Huang Hao(黄皓) untuk mengunjungi Jiang Wei(姜維) sebagai pernyataan sikap maaf, namun Jiang Wei(姜維) berhasil meyakinkan Liu Shan(劉禪) [melalui Huang Hao(黄皓)] untuk mengijinkan ia tetap berada di Tazhong(沓中) sebagai pengawas wilayah perbatasan dan serta mengawasi produksi pertanian.

Agresi – invasi balik Wei terhadap Shu
Pada sekitar akhir musim panas tahun 253, Sima Zhao(司馬昭) [Waliraja pemerintahan negara Cao Wei] menugaskan Zhong Hui(鍾會), Deng Ai(鄧艾) dan Zhuge Xu諸葛緒 memimpin agresi serangan balik terhadap wilayah otoritas negara Shu Han dari tiga lokasi berbeda.

Beberapa bulan sebelum agresi tersebut, Jiang Wei telah mengirimkan pesan berisikan peringatan dini kepada Liu Shan tentang berita manuver sejumlah besar pasukan Cao Wei(曹魏军队) di regional Guanzhong(關中), namun peringatan tersebut tidak ditanggapi oleh Liu Shan setelah menyimak petunjuk dan prediksi dari Huang Hao [Prediksi Huang Hao tersebut berdasarkan hasil ramalan].  

Pada saat manuver dari pasukan Zhong Hui(鍾會) telah tiba di lembah Luo(駱谷), pasukan Deng Ai(鄧艾) telah melancarkan serangan – pengepungan terhadap pertahanan Tazhong(沓中) pada saat yang sama, sehingga pemerintah pusat Shu segera menugaskan Liao Hua(廖化) memimpin sejumlah pasukan menuju Tazhong(沓中) untuk memperkuat pertahanan pasukan Jiang Wei, sedangkan Zhang Yi(张翼), Dong Jue(董厥), dan lainnya segera memimpin sejumlah pasukan menuju ke gerbang Yang’an(陽安關) untuk memperkuat pertahanan daerah tersebut.

Namun seluruh bantuan pasukan tersebut tertahan di daerah Yinping(陰平) ketika mereka mendapatkan kabar bahwa sejumlah pasukan Cao Wei(曹魏军队) dibawah pimpinan Zhuge Xu諸葛緒 sedang melancarkan serangan terhadap pertahanan kota Jianwei(建威).

Setelah melalui pertempuran selama sebulan, maka Jiang Wei memutuskan untuk melepas pertahanan Tazhong(沓中) dan menarik mundur sisa pasukannya menuju ke daerah Yinping(陰平) setelah pasukannya harus menelan kekalahan dari pasukan Deng Ai(鄧艾).

Pada saat yang sama, Zhong Hui(鍾會) mengerahkan sejumlah besar pasukannya untuk melancarkan serangan - pengepungan secara serentak terhadap tiga lokasi pertahanan Shu, mencakup kota/daerah Hancheng(漢城), kota/daerah Lecheng(樂城), dan gerbang Yang’an(陽安關). Pada akhirnya pertahanan gerbang Yang’an(陽安關) berhasil diduduki oleh pasukan Zhong Hui(鍾會) setelah Jiang Shu(蔣舒)[salah seorang perwira pasukan Shu] membelot ke pihak pasukan musuh. 
Tercatat bawah Fu Qian(傅僉)[Komandan pertahanan gerbang Yang'an] turut gugur bersama dengan ratusan prajurit Shu, saat berupaya mempertahankan pertahanan daerah tersebut.

Zhong Hui(鍾會) segera menghentikan agresi – pengepungan terhadap pertahanan kota/daerah Lecheng(樂城), dan kemudian menggerakkan seluruh kekuatan pasukannya menuju ke gerbang Yang’an(陽安關) untuk melanjutkan manuver berikutnya menuju ke Chengdu(成都). 

Saat mendengar kabar bahwa pasukan Zhang Yi(张翼) dan Dong Jue(董厥) telah tiba di kota Hanshou(漢壽縣) – daerah Jiange(劒閣), maka Jiang Wei dan Liao Hua(廖化) sepakat akan melepas pertahanan mereka di daerah Yinping(陰平) untuk bergabung dengan pasukan Zhang Yi(张翼) – Dong Jue(董厥), dimana mereka akan memanfaatkan benteng alam di daerah pegunungan Jiange(劒閣) sebagai pertahanan untuk menahan manuver lanjut pasukan Cao Wei(曹魏军队) dibawah komando Zhong Hui(鍾會).

Pendekatan persuasif juga telah dilakukan oleh Zhong Hui(鍾會) untuk membujuk Jiang Wei melepas pertahanannya, namun upaya tersebut tidak berhasil.
Pasukan Zhong Hui(鍾會) terus berupaya untuk menduduki daerah Jiange(劒閣), namun upaya tersebut tidak memberikan hasil, sehingga Zhong Hui(鍾會) memutuskan untuk menarik mundur pasukannya pada saat pasokan logistik pasukannya mulai menipis.

Kejatuhan Shu
Pada saat pasukan Deng Ai(鄧艾) tiba di daerah Yinping(陰平), Deng Ai(鄧艾) berencana untuk  melanjutkan manuver pasukannya menuju kota Mianzhu(綿竹) dengan melalui rute alternatif lain. Setelah memperoleh ijin dari Zhong Hui(鍾會), kemudian pasukan Deng Ai(鄧艾) segera menapaki rute alternatif [mengitari daerah Jiange(劒閣)] menuju kota Mianzhu(綿竹) dengan melintasi pegunungan tinggi dan lembah curam .


Setelah menduduki daerah Jiangyou((江油) dengan mudah di tengah perjalanan, kemudian pasukan Deng Ai(鄧艾) melanjutkan manuver menuju kota Fu(涪城), dimana kedatangan mereka sempat mendapatkan perlawanan dari pasukan Shu(蜀漢军队) dibawah pimpinan Zhuge Zhan(諸葛瞻).
Karena perbedaan kualitas pasukan, maka pasukan Zhuge Zhan(諸葛瞻) terdesak mundur, sehingga harus melepas pertahanan kota Fu(涪城) untuk bertahan lebih lanjut di benteng pertahanan kota Mianzhu(綿竹).

Meskipun sempat mengalami kekalahan pada awal pengepungan terhadap pertahanan kota Mianzhu(綿竹), namun pada akhirnya pasukan Deng Ai(鄧艾) berhasil mengalahkan pasukan Zhuge Zhan(諸葛瞻) dan lalu menduduki kota tersebut. Tercatat bahwa Zhuge Zhan(諸葛瞻) dan Huang Chong(黃崇) turut gugur bersama dengan ratusan prajurit Shu dalam pertempuran itu.

Setelah menduduki Mianzhu(綿竹), pasukan Deng Ai(鄧艾) segera menuju ke kota Luo(雒縣) yang berjarak tidak jauh dari kota Chengdu(成都) [ibukota negara Shu(蜀漢国)].
Menanggapi kehadiran pasukan Deng Ai(鄧艾) di kota Luo(雒縣), maka pada akhirnya Liu Shan(劉禪) menyatakan penyerahan tanpa syarat dengan mengutus Zhang Shao(張紹), Qiao Zhou(譙周) dan Deng Liang(鄧良) untuk mengantarkan surat penyerahan dan segel pemerintahan negara Shu(蜀漢国) kepada Deng Ai(鄧艾) di kota Luo(雒縣), serta mengutus Jiang Xian(蔣顯) menyampaikan pesan kepada Jiang Wei(姜維) untuk menyerah kepada Zhong Hui(鍾會) yang tengah berada di kota Fu(涪城).

Pesan penyerahan Liu Shan(劉禪) tersebut akhirnya diterima dengan penuh kekecewaan dan penyesalan oleh Jiang Wei(姜維) serta seluruh pasukannya.  

Akhir hayat
Sesuai dengan isi pesan dari Liu Shan(劉禪), maka Jiang Wei(姜維) beserta seluruh pasukannya menuju ke kota Fu(涪城) untuk menyatakan penyerahan mereka kepada Zhong Hui(鍾會).

Zhong Hui(鍾會) menerima penyerahan Jiang Wei(姜維) beserta seluruh pasukannya dengan penuh hormat, bahkan Zhong Hui(鍾會) memperlakukan Jiang Wei(姜維) selayaknya seorang tamu kehormatan.

Seiring dengan waktu, persahabatan antara Zhong Hui(鍾會) dan Jiang Wei(姜維) terbina semakin baik. 
Jiang Wei(姜維)  berhasil menghasut Zhong Hui(鍾會) untuk menentang Sima Zhao(司馬昭)
Tercatat dalam Huayang Guo Zhi(华阳国志) bahwa hubungan persahabatan antara Jiang Wei(姜維) dengan Zhong Hui(鍾會) hanyalah bagian dari siasat dan rencana dari Jiang Wei(姜維) untuk merebut kembali otoritas Provinsi Yi(益州), dan memulihkan kembali pemerintahan negara Shu Han(蜀漢国) yang baru, dimana kelak Jiang Wei berencana akan menyingkirkan Zhong Hui(鍾會) setelah tercapai tujuan tersebut. 

Siasat Zhong Hui(鍾會) untuk menyingkirkan Deng Ai(鄧艾) akhirnya berhasil, dimana Deng Ai(鄧艾) dicurigai akan melakukan pemberontakan [dengan memalsukan seluruh korespondensi dan laporan Deng Ai(鄧艾) yang dikirm ke Luoyang(洛陽)], sehingga Sima Zhao(司馬昭) menugaskan Zhong Hui(鍾會) untuk menangkap Deng Ai(鄧艾) agar dapat diadili di kota Luoyang(洛陽)[pusat pemerintahan negara Cao Wei]. 

Setelah berhasil menjebak dan menyingkirkan Deng Ai(鄧艾), maka Zhong Hui(鍾會) mendominasi penuh seluruh kekuatan pasukan Wei di Provinsi Yi(益州). Kondisi tersebut akhirnya menimbulkan kecurigaan baru dalam benak Sima Zhao(司馬昭) terhadap Zhong Hui(鍾會), sehingga Sima Zhao(司馬昭) mempersiapkan sejumlah pasukan di kota Chang’an(长安) tanpa sepengetahuan Zhong Hui(鍾會).

Kecurigaan Sima Zhao(司馬昭) akhirnya terbukti benar, dimana Zhong Hui(鍾會) melancarkan pemberontakan terhadap pemerintahan negara Cao Wei, setelah mengukuhkan diri sebagai Gubernur Provinsi Yi(益州牧) pada awal musim semi tahun 264. 

Untuk mendukung upayanya tersebut, Zhong Hui(鍾會) mempercayakan kekuatan sekitar 50 ribu pasukan dibawah kepemimpinan Jiang Wei(姜維).

Pemberontakan Zhong Hui(鍾會) tersebut menimbulkan pro – kontra dalam kesatuan pasukannya, dimana sejumlah pasukan [yang setia pada pemerintah negara Cao Wei] memberikan perlawanan yang berujung pada tewasnya Zhong Hui(鍾會) dan Jiang Wei(姜維). 
Tercatat juga bahwa hampir seluruh anggota keluarga Jiang Wei(姜維) turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Dengan tewasnya Zhong Hui(鍾會), maka berakhirlah aksi pemberontakan. Kemudian Sima Zhao(司馬昭) memberikan kebijakan amnesti kepada seluruh perwira dan pejabat hingga prajurit yang terlibat dalam aksi pemberontakan tersebut. 

---000---

Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
Sumber: Wikipedia

Komentar