Insiden pemakaman Gaoping(高平陵之变) (249 CE)

Latar belakang
Cao Rui(曹叡) jatuh sakit pada sekitar tahun 239. Menjelang akhir hayatnya, ia menunjuk Cao Shuang(曹爽) dan Sima Yi(司馬懿) sebagai Waliraja(政王) untuk mendampingi Cao Fang(曹芳)[pewaris tahta negara Cao Wei(曹魏国)] yang masih berusia belia.
Dengan jabatan sebagai Menteri pertahanan(大司馬) merangkap tugas sebagai Wali raja(摄政王), Sima Yi(司馬懿) telah mengukir prestasi gemilang dalam bidang militer, sehingga kekuatan dan pengaruh politiknya semakin dominan dalam pemerintah pusat Wei(曹魏国). Suatu pencapaian prestasi yang sangat kontras dengan prestasi yang diraih Cao Shuang(曹爽).   
Seiring dengan waktu, Cao Shuang(曹爽) berhasil meyakinkan Cao Fang(曹芳) untuk menganugerahkan jabatan dan status sebagai Guru Besar(太傅) kepada Sima Yi(司馬懿).
Upaya tersebut merupakan siasat dari Cao Shuang(曹爽) untuk mengambil alih dominasi atas seluruh kekuatan militer negara Wei(曹魏军队), karena jabatan dan status sebagai Guru Besar(太傅) tidak berwewenang penuh lagi atas kekuatan militer ataupun kebijakan pemerintahan.
Kampanye militer ke Hanzhong (Pertempuran Xingshi)
Seiring dengan menurunnya pertahanan negara Shu(蜀漢国) di wilayah Hanzhong(漢中郡) menjelang akhir tahun 243, Cao Shuang(曹爽) memutuskan untuk menggelar kampanye/ agresi militer terhadap wilayah Hanzhong(漢中郡) pada musim semi tahun 244, meskipun pada awalnya rencana tersebut sempat ditentang oleh Sima Yi(司馬懿).
Pada akhirnya kampanye militer tersebut berakhir dengan kekalahan telak, dimana sejumlah besar pasukan Wei(曹魏军队) gugur dalam peristiwa tersebut [dikenal juga sebagai peristiwa pertempuran Xingshi(兴势)] oleh karena medan yang berat dan kehabisan pasokan logistik di tengah rute perjalanan yang menghubungkan regional Guanzhong(關中) dengan wilayah Hanzhong(漢中郡).
Kegagalan kampanye militer tersebut telah menyebabkan pamor politik Cao Shuang(曹爽) semakin merosot.
Konflik internal Sima Yi dengan Cao Shuang
Pada tahun 245, Cao Shuang(曹爽) telah merombak struktur dalam pertahanan negara Wei(曹魏军队), meskipun kebijakan tersebut sempat ditentang oleh Sima Yi(司馬懿). Perombakan tersebut adalah bagian dari rencana Cao Shuang(曹爽) untuk mendongkrak karir militer Cao Xi(曹羲) dan Cao Xun(曹訓) [kedua adik kandung dari Cao Shuang(曹爽)] agar dapat menempati posisi penting dalam jajaran komando pasukan Wei(曹魏军队).
Ketika pasukan negara Wu(军队) melancarkan agresi militer/ invasi terhadap kota Zhazhong(柤中), kondisi tersebut memicu perdebatan antara Sima Yi(司馬懿) dengan Cao Shuang(曹爽), dimana Sima Yi(司馬懿) menyarankan kepada pemerintah pusat untuk memberikan perlindungan dan ijin penampungan sementara di tepi utara sungai Mian(沔水) kepada sejumlah besar pengungsi rakyat sipil asal kota Zhazhong(柤中), namun saran tersebut ditentang keras oleh Cao Shuang(曹爽).
Prediksi dan kecemasan Sima Yi(司馬懿) tidak meleset, dimana pasukan Wu(军队) akhirnya berhasil mencegat dan merelokasi seluruh pengungsi rakyat sipil tersebut ke wilayah negara Wu(吳国), tak lama setelah menduduki kota Zhazhong (柤中). 
Cao Shuang(曹爽) semakin berupaya memperkuat pengaruh politiknya dalam pemerintah pusat Wei(曹魏国) dengan menempatkan sanak saudara dan relasi kepercayaannya [yang kurang kompeten] untuk menjabat posisi penting dalam pemerintah pusat Wei(曹魏国), bahkan Cao Shuang(曹爽) menyiasati relokasi keberadaan Ibu suri Guo(郭皇后) ke istana Yongning(永寧宮) untuk membatasi pengaruh Ibu suri Guo(郭皇后) dalam pemerintah pusat Wei(曹魏国), dan kerap kali menetapkan kebijakan baru tanpa sepengetahuan Sima Yi(司馬懿).
Pada pertengahan tahun 246, Sima Yi(司馬懿) menyatakan pengunduran dirinya dari pemerintahan pusat dengan alasan kesehatan yang memburuk.
Seiring mundurnya Sima Yi(司馬懿) dari pemerintahan pusat, He Yan(何晏), Deng Yang(鄧颺) dan Ding Mi(丁謐) [pejabat istana yang juga adalah sahabat dekat dari Cao Shuang(曹爽)] menyalah gunakan wewenang jabatannya secara tak terkendali, sehingga menimbulkan masalah dalam pemerintahan pusat Wei(曹魏).
Pada awal tahun 248, Cao Shuang(曹爽) merencanakan kudeta terhadap Cao Fang(曹芳) melalui konspirasi dengan Zhang Dang(張當)[salah seorang Kasim/ Pelayan istana], namun muncul kekuatiran dalam diri Cao Shuang(曹爽) dengan pengaruh dan kekuatan politik Sima Yi(司馬懿) dalam pemerintah pusat Wei(曹魏国).   
Berdialog dengan Li Sheng
Ketika Li Sheng(李勝) ditunjuk sebagai Pejabat pengawas provinsi Jing(荆州刺史), Cao Shuang(曹爽) menugaskan Li Sheng(李勝) untuk menyelidiki keadaan Sima Yi(司馬懿) dengan mengunjungi kediamannya. Sima Yi(司馬懿) yang mengetahui maksud tujuan kunjungan tersebut, lalu bersiasat seakan ia sungguh sudah tidak berdaya lagi oleh karena penyakit yang dideritanya.
Siasat yang dijalankan Sima Yi(司馬懿) tersebut berhasil memperdaya Cao Shuang(曹爽), sehingga kewaspadaannya terhadap Sima Yi(司馬懿) mulai mengendur secara berkala.
Insiden di komplek pemakaman Gaoping
Kelengahan Cao Shuang(曹爽) dimanfaatkan oleh Sima Yi(司馬懿) untuk berkonspirasi dengan beberapa pejabat istana yang antipati terhadap Cao Shuang(曹爽), dimana mereka merencanakan aksi kudeta untuk melengserkan Cao Shuang(曹爽).
Gaoping ling Mausoleum (Cao Rui's tomb)

Pada awal tahun 249, Cao Shuang(曹爽) dan sebagian besar pejabat setianya[termasuk Cao Xi(曹羲) dan Cao Xun(曹訓)] mendampingi Cao Fang(曹芳) berziarah ke makam Cao Rui(曹叡) di komplek pemakaman Gaoping(高平陵).
Sima Yi(司馬懿) memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melancarkan aksi kudeta dengan mengunjungi Ibu suri Guo(郭皇后) di istana Yongning(永寧宮). Dalam kunjungan itu, Sima Yi(司馬懿) memohon dukungan dan persetujuan Ibu suri Guo(郭皇后) untuk melengserkan Cao Shuang(曹爽) dari jabatannya.
Selama kunjungan itu, Sima Yi(司馬懿) menugaskan Sima Shi(司馬師) memimpin sejumlah pasukan untuk berjaga di depan gerbang istana Yongning(永寧宮).
Setelah memperoleh dukungan dari Ibu suri Guo(郭皇后), Sima Yi(司馬懿) segera menuju ke kota [ibukota] Luoyang(洛陽) untuk menduduki istana, dimana Sima Yi(司馬懿) menugaskan Gau Rou(高柔) untuk mengambil alih seluruh komando pasukan Wei(军队), dan menugaskan Wang Guan(王觀) untuk mengambil alih komando pertahanan ibukota(中領軍) yang dijabat oleh Cao Xi(曹羲).
Pada saat yang sama, Huan Fan(桓範)[salah seorang pejabat yang setia kepada Cao Shuang(曹爽)] meninggalkan ibukota dan lalu segera menuju ke Gaoping(高平陵).
Setelah berhasil menduduki ibukota, kemudian Sima Yi(司馬懿) dengan didampingi oleh Jiang Ji(蔣濟)[Komandan pasukan Wei(太尉)] memimpin sejumlah pasukan menuju daerah Gaoping(高平陵) dengan melintasi sungai Luo(洛河).
Kemudian Sima Yi(司馬懿) mengirim utusan untuk menyampaikan surat kepada Cao Fang(曹芳) yang memuat permohonan untuk mencopot Cao Shuang(曹爽) dari jabatannya, karena terbukti telah melakukan pelanggaran dan penyalah gunaan wewenang jabatan.
Cao Shuang(曹爽) segera menanggapi berita yang disampaikan Huan Fan(桓範) dengan menempatkan Kaisar [Cao Fang(曹芳)] di sisi selatan dari sungai Yi(伊河) dengan kondisi terkawal oleh sejumlah pengawal istana, dan lalu menugaskan sejumlah pasukan dalam formasi bertahan untuk menyambut kehadiran pasukan Sima Yi(司馬懿). Pada saat yang sama, Cao Shuang(曹爽) juga telah menahan surat dari Sima Yi(司馬懿) yang ditujukan kepada Cao Fang(曹芳).
Huan Fan(桓範) sempat mengusulkan agar Cao Shuang(曹爽) merelokasi Kaisar [Cao Fang(曹芳)] ke kota Xuchang(許昌), lalu memanfaatkan pengaruh Kaisar untuk menghimpun dukungan pasukan dari seluruh pejabat wilayah/ daerah, dan melancarkan propaganda untuk menghadapi Sima Yi(司馬懿) dan pendukungnya dengan tudingan sebagai pemberontak. Tetapi Cao Shuang(曹爽) menolak usulan tersebut, dan lalu mengutus Xu Yun(許允) menemui Sima Yi(司馬懿) untuk bernegosiasi.
Melalui Xu Yun(許允), Sima Yi(司馬懿) menuntut pembebasan Kaisar [Cao Fang(曹芳)] dan penyerahan diri Cao Shuang(曹爽).
Kemudian Sima Yi(司馬懿) mengutus Yin Damu(尹大目) membujuk Cao Shuang(曹爽) untuk menyerah. Pada akhirnya Cao Shuang(曹爽) bersedia untuk menyerah dengan syarat ia dibebaskan dari segala tuntutan, serta pembebasan seluruh anggota keluarganya yang saat itu berada dibawah tahanan pasukan Sima Yi di ibukota.
Pada awalnya Sima Yi(司馬懿) menyetujui dan menerima syarat penyerahan diri Cao Shuang(曹爽) tersebut. Namun ketika Cao Shuang(曹爽) kembali ke ibukota, Sima Yi(司馬懿) segera memerintahkan penangkapan terhadap Cao Shuang(曹爽), dan seluruh pengikut setianya.
Meski sempat diajukan amnesti untuk Cao Shuang(曹爽) atas pertimbangan jasa dan kontribusi yang pernah diberikan oleh Cao Zhen(曹真)[ayah kandung dari Cao Shuang(曹爽)] semasa hidupnya kepada negara Wei(曹魏国), namun permohonan amnesti tersebut ditolak oleh Sima Yi(司馬懿).
Pada akhirnya Cao Shuang(曹爽) dan seluruh pengikut setianya, serta seluruh anggota keluarganya di vonis hukuman mati dengan tuduhan sebagai pengkhianat. Peristiwa tersebut terjadi pada bulan kedua tahun 249.
Pasca insiden di pemakaman Gaoping(高平陵之), Sima Yi(司馬懿) mutlak mengendali penuh seluruh kebijakan dalam pemerintahan Wei(曹魏国) dengan wewenang setara Perdana Menteri(相國).
Tercatat bahwa beberapa tahun sebelum wafat, Sima Yi(司馬懿) telah merombak kembali struktur pemerintahan negara Wei(曹魏国) bekas era Cao Shuang(曹爽) [yang penuh dengan korupsi dan nepotisme] dengan merekrut banyak pejabat baru yang bertalenta baik, bersih dan berdedikasi tinggi.
---000---

Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
Sumber: Wikipedia

Komentar