11 kampanye militer Jiang Wei ke utara (240 M–262 M)

Latar belakang

Pasca wafatnya Zhuge Liang(諸葛亮) pada tahun 234, maka secara perlahan kekuatan militer negara Shu(蜀漢国) cenderung pasif selama beberapa tahun, hal itu karena dampak langsung dari kebijakan yang diterapkan oleh Jiang Wan(蒋琬). 
Jiang Wan(蒋琬) yang saat itu adalah salah seorang pejabat yang di tunjuk sebagai Wali raja (蜀漢摄政王), melanjutkan otoritas yang semula dijabat oleh Zhuge Liang(諸葛亮), lebih memusatkan perhatian pada penataan pemerintahan dalam negeri Shu(蜀漢国) yang lebih efisien.
Namun setelah Jiang Wan(蒋琬) meninjau langsung kondisi pertahanan di wilayah Hanzhong(漢中郡), lalu ia menunjuk Jiang Wei(姜維) sebagai Komandan pasukan Shu(蜀漢司馬). Kemudian Jiang Wei(姜維) ditugaskan membangun pasukan khusus untuk memperkuat pertahanan di wilayah Hanzhong(漢中郡) dalam upaya menghadapi agresi militer negara Wei(曹魏国).

Kampanye militer pertama Jiang Wei (240 M)

Pada tahun 240, Jiang Wei(姜維) memulai ekspedisi - kampanye militer pertamanya terhadap wilayah otoritas negara Cao Wei(曹魏国) dengan melancarkan agresi militer ke wilayah Longxi(隴西郡), dimana agresi - invasi militer tersebut mendapat tanggapan dari pemerintah pusat negara Cao Wei(曹魏国) dengan menugaskan Guo Huai(郭淮) untuk mempertahankan wilayah tersebut.
Pada akhirnya pasukan Guo Huai(郭淮) berhasil mendesak mundur pasukan Shu dibawah komando Jiang Wei(姜維) hingga harus bernaung di daerah pemukiman suku minoritas Qiang(羌族), dan pada akhirnya Jiang Wei(姜維) memutuskan untuk mengakhiri kampanye tersebut dengan menarik mundur seluruh pasukannya kembali ke wilayah otoritas negara Shu(蜀漢国).


Kampanye militer kedua Jiang Wei(247 M)

Pada saat suku minoritas Qiang(羌族) kembali melancarkan aksi pemberontakan secara serentak di sejumlah wilayah di regional Guanzhong(關中) [mencakup wilayah Longxi(隴西郡), wilayah Nan'an (南安), wilayah Jincheng(金城), dan wilayah Xiping(西平)] pada tahun 247. 
Jiang Wei(姜維) segera memimpin sejumlah pasukan Shu(蜀漢军队) bergerak menuju wilayah provinsi Liang(涼州) untuk mendukung dan memperkuat pemberontak suku Qiang(羌族). Dalam aksi tersebut, Baihuwen(白虎文) dan Zhiwudai(治無戴)[dua kepala suku minoritas Hu() di provinsi Liang(涼州)] sepakat bergabung dengan pasukan Shu(蜀漢军队
Sebagai bentuk tanggapan, pemerintah pusat negara Cao Wei(曹魏国) menugaskan Xiahou Ba(夏侯霸) dan Gua Huai(郭淮) untuk menumpas aksi pemberontakan tersebut, serta menghalau kedatangan pasukan Shu(蜀漢军队). 
Pasukan yang dipimpin Xiahou Ba(夏侯霸) tiba lebih awal di daerah sekitar sungai Tang(洮河).
Ketika Gua Huai(郭淮) serta pasukannya tiba di daerah Didao(狄道), lalu beberapa perwira pasukan dan penasihatnya menyarankan agar Guo Huai(郭淮) segera melancarkan serangan terlebih dahulu terhadap para pemberontak. Namun Guo Huai(郭淮) memerintahkan seluruh pasukannya menuju ke sisi barat sungai Tang(洮河) untuk memperkuat pertahanan pasukan Xiahou Ba(夏侯霸). Hal itu diputuskan karena Guo Huai(郭淮) memprediksi bahwa pertahanan pasukan Xiahou Ba(夏侯霸) tidak akan mampu menahan kedatangan/ serangan pasukan Shu(蜀漢军队).
Prediksi Guo Huai(郭淮) tidak meleset, dimana Jiang Wei(姜維) memutuskan untuk menarik mundur seluruh pasukannya, tak lama setelah pasukan Guo Huai(郭淮) tiba di sisi barat sungai Tang(洮河) dan kemudian bergabung dengan pasukan Xiahou Ba(夏侯霸). 
Setelah berhasil memukul mundur pasukan Shu(蜀漢军队), kemudian Guo Huai(郭淮) mengerahkan pasukannya untuk melanjutkan operasi penumpasan terhadap pemberontak. Pada akhirnya aksi pemberontakan suku Qiang(羌族) dapat dipadamkan setelah Guo Huai(郭淮) menerima penyerahan dari sejumlah besar pemberontak setelah gugurnya Ehe(餓何) dan Shaoge(燒戈)[dua pemimpin suku Qiang(羌族)] di tengah pertempuran.


Kampanye militer ke tiga Jiang Wei(248 M)

Zhiwudai(治無戴)[salah seorang pemimpin suku minoritas Hu(胡)] memimpin serangan terhadap pertahanan wilayah Wuwei(武威郡) pada tahun 248. 
Menanggapi kondisi tersebut, Guo Huai(郭淮) segera menjalankan siasat dengan mengerahkan sejumlah pasukan menuju wilayah Xihai(西海郡). Hal itu dilakukan setelah Guo Huai(郭淮) mengetahui bahwa sebagian besar anggota keluarga Zhiwudai(治無戴) dan seluruh pasukannya sedang berada/ bermukim di wilayah tersebut.
Siasat Guo Huai(郭淮) tersebut berhasil, dimana Zhiwudai(治無戴) menghentikan agresi terhadap pertahanan Wuwei(武威郡) dan kemudian segera menuju kembali ke wilayah Xihai(西海郡).
Guo Huai(郭淮) memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melancarkan penyergapan terhadap pasukan Zhiwudai(治無戴) di sisi utara kota Longyi(龍夷縣). Karena terdesak kalah, maka Zhiwudai(治無戴) mengirimkan pesan untuk memohon bantuan kepada Jiang Wei(姜維) [yang pada saat itu sedang berada di daerah Shiying(石營)]. Kemudian Zhiwudai(治無戴) menarik mundur sisa pasukannya ke lokasi yang lebih aman, sebelum menuju ke daerah Qiangchuan(彊川). 
Menanggapi pesan tersebut, Jiang Wei(姜維) segera memimpin pasukan Shu(蜀漢军队menuju ke daerah Qiangchuan(彊川) untuk memperkuat pasukan Zhiwudai(治無戴), setelah sempat mempercayakan pertahanan belakang/ kamp utama pasukan [berlokasi di perbukitan Chengzhong(成重山)] dibawah komando Liao Hua(廖化). 
Guo Huai(郭淮) menanggapi manuver pasukan Shu(蜀漢军队) dengan menugaskan Xiahou Ba(夏侯霸) memimpin sejumlah pasukan untuk mengejar dan menghadang perjalanan pasukan Jiang Wei(姜維) yang sedang menuju ke Qiangchuan(彊川), sedangkan ia akan memimpin langsung sejumlah pasukan secara terpisah untuk melancarkan serangan terhadap pertahanan Liao Hua(廖化) di bukit Chengzhong(成重山). 
Siasat Guo Huai(郭淮) akhirnya berhasil menghentikan manuver pasukan Jiang Wei(姜維) untuk melanjutkan perjalanan menuju daerah Qiangchuan(彊川), dimana Jiang Wei(姜維) memutuskan untuk kembali menuju ke bukit Chengzhong(成重山) untuk memperkuat pertahanan belakang [yang dipertahankan oleh Liao Hua(廖化)]. Namun setelah mendapat kabar bahwa pertahanan belakang di bukit Chengzhong(成重山) telah jatuh dan diduduki terlebih dahulu oleh pasukan Guo Huai(郭淮), maka pada akhirnya Jiang Wei(姜維) menarik mundur pasukannya, lalu menyingkir ke daerah Tazhong(沓中)[dengan dibayangi pengejaran pasukan Xiahou Ba(夏侯霸)]. 
Karena gagal bergabung dengan pasukan Shu(蜀漢军队) di Qiangchuan(彊川), maka Zhiwudai(治無戴) memutuskan untuk menarik mundur sisa pasukannya menuju ke tempat yang lebih aman.

Kampanye militer ke empat Jiang Wei (249 M)
Pada musim gugur tahun 249, Jiang Wei(姜維) kembali melancarkan ekspedisi - kampanye militer ke wilayah otoritas negara Cao Wei(曹魏国). Dalam kampanye tersebut, Jiang Wei(姜維) kembali memperoleh dukungan dari  suku minoritas Qiang(羌族) [dengan turut melancarkan aksi meresahkan di beberapa wilayah provinsi Yong(雍州) pada saat yang sama].
Setelah menempatkan pasukan utamanya di daerah Niutoushan(牛頭山), kemudian Jiang Wei(姜維) menugaskan Ju An(句安) dan Li Xin(李歆) memimpin sejumlah pasukan Shu(蜀漢军队) untuk menduduki daerah Qushan(麴山).
Menanggapi kondisi tersebut, Guo Huai(郭淮) menugaskan Chen Tai(陳泰), Xu Zhi(徐質), dan Deng Ai(鄧艾) untuk mengepung pasukan Ju An(句安) dan Li Xin(李歆) yang bertahan di balik benteng pertahanan Qushan(麴山).
Karena tak ingin melepas pertahanan Qushan(麴山), maka Jiang Wei(姜維) memimpin sejumlah pasukan dari Niutoushan(牛頭山) untuk mengurai pengepungan tersebut, tetapi upaya tersebut telah diantisipasi oleh Chen Tai(陳泰) dengan menugaskan pasukannya membangun sejumlah pos pertahanan di sepanjang jalan yang menghubungkan Niutoushan(牛頭山) hingga Qushan(麴山) 
Ketika Guo Huai(郭淮) memimpin sejumlah pasukan untuk melancarkan serangan ke Niutoushan(牛頭山), lalu Jiang Wei(姜維) dan pasukan yang dipimpinnya segara kembali menuju ke Niutoushan(牛頭山), sehingga Qushan(麴山) kembali dalam kondisi terisolir. 
Karena kehabisan pasokan logistik, maka pasukan Shu(蜀漢军队) yang bertahan di Qushan(麴山) [dibawah pimpinan Ju An(句安) dan Li Xin(李歆)] menyerah dan melepas pertahanan mereka.
Tak lama kemudian, Jiang Wei(姜維) memerintahkan seluruh pasukannya untuk mundur dan meninggalkan Niutoushan(牛頭山).
Setelah penarikan mundur pasukan Shu(蜀漢军队), kemudian Guo Huai(郭淮) mengerahkan seluruh pasukannya untuk mengakhiri pemberontakan suku minoritas Qiang(羌族) yang masih berlangsung di beberapa wilayah di sisi barat provinsi Yong(雍州). Namun Deng Ai(鄧艾) mengajukan ijin untuk tetap berada di sisi utara daerah Baishui(白水) bersama dengan sejumlah pasukannya untuk antisipasi serangan balik dari pasukan Shu(蜀漢军队).
Prediksi Deng Ai(鄧艾) tidak meleset, dimana sejumlah pasukan Shu(蜀漢军队) dibawah pimpinan Liao Hua(廖化) tiba dari arah selatan daerah Baishui(白水) beberapa hari kemudian.
Setelah mempelajari kondisi medan tempur dan segala kejanggalan, lalu Deng Ai(鄧艾) segera mengirim sebagian pasukannya untuk memperkuat pertahanan Taocheng(洮城), karena ia memprediksi bahwa keberadaan pasukan Liao Hua(廖化) di Bashui(白水) hanyalah pengalih perhatian/ bagian dari siasat Jiang Wei(姜維) untuk melancarkan serangan dan menduduki Taocheng(洮城) dari arah lain.
Prediksi dan antisipasi yang dilakukan oleh Deng Ai(鄧艾) kembali tepat, dimana upaya Jiang Wei(姜維) untuk menduduki Taocheng(洮城) akhirnya mengalami kegagalan, sehingga Jiang Wei(姜維) memutuskan untuk mengakhiri agresinya dengan menarik mundur seluruh pasukan Shu(蜀漢军队) kembali ke wilayah otoritas negara Shu(蜀漢国).


Kampanye militer ke lima Jiang Wei (250 M)    

Pada tahun 250, Jiang Wei(姜維) menggelar kembali ekspedisi - kampanye militer ke wilayah otoritas negara Cao Wei(曹魏国) dengan target menduduki wilayah Xiping(西平郡), namun kampanye militer tersebut kembali kandas sehingga Jiang Wei(姜維) harus mengakhiri kampanye tersebut dan menarik mundur seluruh pasukannya kembali ke wilayah otoritas negara Shu(蜀漢国).
Tidak ada catatan secara spesifik selama berlangsungnya kampanye militer tersebut.  


Kampanye militer ke enam Jiang Wei (253 M)   

Pada saat Zhuge Ke(諸葛恪) )[Waliraja pemerintahan negara Wu(吳摄政王) melancarkan kampanye - agresi militer ke kota Hefei(合肥)[wilayah otoritas negara Cao Wei(曹魏国)] pada musim panas tahun 253, kemudian Jiang Wei(姜維) memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggelar kembali ekspedisi - kampanye militer terhadap wilayah otoritas negara Cao Wei(曹魏国).
Setelah memperoleh ijin dari Liu Shan(劉禪), Jiang Wei(姜維)[pada saat itu menjabat sebagai Panglima besar(蜀漢大將軍), pasca kematian Fei Yi(费祎)] segera mengerahkan sejumlah besar pasukan Shu(蜀漢军队) melancarkan pengepungan terhadap pertahanan kota Didao(狄道).
Menanggapi agresi militer dari kedua negara rival secara bersama, Sima Shi(司馬師)[pada saat itu menjabat sebagai Waliraja pemerintahan negara Cao Wei(曹魏摄政王) segera menugaskan Guo Huai(郭淮) dan Chen Tai(陳泰) memimpin sejumlah pasukan Wei(曹魏军队) untuk membendung agresi militer pasukan Shu(蜀漢军队).
Setelah pasukan Chen Tai(陳泰) berhasil memetik kemenangan dari pasukan Jiang Wei(姜維) dalam pertempuran di benteng gerbang Luo(洛門), tak lama kemudian Jiang Wei(姜維) memutuskan untuk mengakhiri agresi dan menarik mundur seluruh pasukannya karena menipisnya persediaan logistik.    


Kampanye militer ke tujuh Jiang Wei (254 M)   

Pada musim panas tahun 254, Jiang Wei(姜維) kembali memimpin ekspedisi/ kampanye militer terhadap otoritas wilayah negara Wei(曹魏国) dengan melancarkan serangan ke wilayah Longxi(隴西郡), dimana Jiang Wei(姜維) berhasil menduduki kota Didao(狄道) setelah menerima penyerahan Li Jian(李簡)[Komandan pertahanan kota Didao(狄道將軍)]. 
Kemudian Jiang Wei(姜維) melanjutkan agresi terhadap pertahanan kota Xiangwu(襄武縣), yang saat itu dipertahankan oleh Xu Zhi(徐質)[Komandan pertahanan kota Xiangwu(襄武縣將軍)], dimana Jiang Wei(姜維) kembali meraih kemenangan setelah Xu Zhi(徐質) gugur di tengah pertempuran tersebut. 
Setelah berhasil menduduki Didao(狄道) (狄道), Xiangwu(襄武縣), dan Heguan(河關), kemudian Jiang Wei(姜維) merelokasi hampir seluruh penduduk sipil dari ketiga daerah tersebut ke wilayah otoritas negara Shu Han(蜀漢国). 
Meskipun Jiang Wei(姜維) meraih keberhasilan dalam kampanye militer tersebut, namun keberhasilan itu harus dibayar mahal dengan gugurnya Zhang Ni(張嶷)[Komandan pasukan Shu(蜀漢將軍)].  

Kampanye militer ke delapan Jiang Wei (255 M)   
Sima Shi(司馬師)[Waliraja pemerintahan negara Cao Wei(曹魏摄政王)] wafat pada tahun 255. 
Jiang Wei(姜維) memanfaatkan masa berkabung tersebut dengan menggelar kembali ekspedisi/ kampanye militer ke wilayah otoritas negara Cao Wei(曹魏国) dengan target menduduki kembali kota Didao(狄道). 
Setibanya pasukan Shu(蜀漢军队) di daerah Fuhan(枹罕縣) menjelang akhir musim panas tahun 255, lalu Wang Jing(王經)[Pejabat pengawas provinsi Yong(雍州刺史)] berinisiatif memimpin pasukannya untuk mencegat kedatangan pasukan Shu(蜀漢军队) di benteng gerbang Gu(故關), dengan tidak mengindahkan himbauan dari Chen Tai(陳泰) [saat itu menjabat sebagai Panglima regional barat(曹魏征西將軍) yang baru, melanjutkan tugas dan wewenang semula dijabat oleh Guo Huai(郭淮)] untuk tetap bertahan di balik benteng kota Didao(狄道) sambil menunggu kedatangan bantuan pasukan. 


Gerbang Gu (故關)
Karena kualitas pasukan yang tidak sebanding, maka pasukan Jiang Wei(姜維) dengan mudah mendesak dan memukul mundur pasukan Wang Jing(王經) hingga ke seberang sungai Tang(洮河), dan kemudian bertahan di balik benteng kota Didao(狄道).
Jiang Wei(姜維) yang tidak ingin kehilangan momen tersebut, lalu segera melancarkan pengepungan terhadap kota Didao(狄道) dengan tidak mengindahkan nasihat dari Zhang Yi(张翼) untuk menunda sementara pengepungan tersebut.
Setibanya Chen Tai(陳泰) di kota Chencang(陳倉), ia menerima kabar bahwa pertahanan kota Didao(狄道) sedang dalam kondisi terdesak hebat oleh pengepungan pasukan Shu(蜀漢军队). 
Pertempuran berlanjut kembali di sisi barat sungai Tang(洮河), dimana pasukan Wang Jing(王經) menderita kekalahan telak sehingga harus mundur dan bertahan dibalik benteng kota Didao(狄道).
Pusat pemerintahan negara Cao Wei(曹魏国) di kota Luoyang(洛陽) turut menanggapi dengan segera menugaskan Deng Ai(鄧艾) memimpin bantuan pasukan untuk memperkuat pertahanan kota Didao(狄道).
Tak lama berselang, pasukan Deng Ai(鄧艾) akhirnya bergabung dengan pasukan Chen Tai(陳泰) di kota Shanggui(上邽). Bantuan pasukan lain yang dipimpin Sima Fu(司馬孚), Hu Fen(胡奮) dan Wang Mi(王秘) turut tiba beberapa hari kemudian.
Sejumlah tiga divisi pasukan Wei(曹魏军队) akhirnya bermanuver menuju ke beberapa lokasi strategis di wilayah Longxi(隴西郡) untuk mengurai pengepungan pasukan Shu(蜀漢军队) terhadap pertahanan kota Didao(狄道).
Setibanya divisi pasukan yang dipimpin Chen Tai(陳泰) di daerah perbukitan pada sisi tenggara kota Didao(狄道), kemudian Chen Tai(陳泰) melancarkan siasat dengan memerintahkan seluruh pasukannya untuk menyalakan obor sebanyak mungkin di lereng bukit, dan menabuhkan genderang untuk menciptakan kamuflase seakan sejumlah besar bantuan pasukan Wei(曹魏军队) telah tiba dan mengepung seluruh daerah tersebut.
Keberadaan pasukan Chen Tai(陳泰) sempat mengejutkan pasukan Shu(蜀漢军队) dan membangkitkan kembali semangat tempur pasukan Wang Jing(王經) yang bertahan di balik benteng kota.
Pada saat yang sama Chen Tai(陳泰) menyebarkan kabar angin bahwa ia telah memerintahkan sejumlah pasukannya untuk memutus jalur mundur pasukan Shu(蜀漢军队).

Kabar angin tersebut akhirnya merisaukan Jiang Wei(姜維), sehingga ia memutuskan untuk mengakhiri pengepungan dan menarik mundur seluruh pasukannya ke daerah Zhongti(鐘堤) menjelang akhir musim gugur tahun 255.

Kampanye militer ke sembilan Jiang Wei (256 M)   

Setelah kota Didao(狄道) terbebas dari pengepungan, para komandan pasukan Wei(曹魏都尉) menduga bahwa pasukan Shu(蜀漢军队) tidak akan melancarkan serangan balik dalam waktu dekat. Namun Deng Ai(鄧艾) berargumen bahwa manuver mundur pasukan Shu(蜀漢军队) tersebut adalah bagian dari strategi Jiang Wei(姜維) untuk melengahkan pertahanan pasukan Cao Wei(曹魏军队). Deng Ai(鄧艾) memprediksi bahwa Jiang Wei(姜維) akan kembali melancarkan serangan dalam waktu dekat.
Prediksi Deng Ai(鄧艾) tidak meleset, dimana Jiang Wei(姜維) melancarkan kembali agresinya ke daerah Qishan(祁山) pada musim gugur tahun 256, tak lama setelah pasukannya memperoleh tambahan pasokan logistik dan dukungan dari suku minoritas non Han.
Tetapi agresi lanjutan pasukan Shu(蜀漢军队) tersebut telah diantisipasi oleh Deng Ai(鄧艾), sehingga pasukannya berhasil memukul mundur pasukan Shu(蜀漢军队) hingga ke daerah Dong(董亭).
Kemudian Jiang Wei(姜維) mengerahkan pasukannya untuk menduduki lokasi strategis di bukit Wucheng(武城山), tetapi upaya tersebut gagal setelah pasukannya dipukul mundur kembali oleh pertahanan pasukan Deng Ai(鄧艾).
Tak lama berselang, Jiang Wei(姜維) kembali mengerahkan pasukannya untuk menyerang pertahanan kota Shanggui(上邽) dengan menyeberangi sungai Wei(渭河) pada malam hari, tetapi pasukan Deng Ai(鄧艾) berhasil melakukan pencegatan di lembah Duan(段谷). Karena bantuan pasukan yang dipimpin Hu Ji(胡濟) tidak kunjung tiba pada saat pasukan Jiang Wei(渭河) terdesak berat.
Pada akhirnya Jiang Wei(姜維) memutuskan untuk mengakhiri kampanye tersebut, dan menarik mundur seluruh pasukannya kembali ke wilayah otoritas Shu(蜀漢).\

Kampanye militer ke sepuluh Jiang Wei (257 - 258 M)   
Ketika Zhuge Dan(諸葛誕) memimpin pemberontakan di di kota Shouchun(壽春) - wilayah Huainan(淮河) pada tahun 257, Sima Zhao(司馬昭)[Waliraja pemerintahan negara Cao Wei(曹魏摄政王)] menanggapi aksi pemberontakan tersebut dengan mengerahkan sebagian besar kekuatan pasukan yang berada di regional Guanzhong(關中) menuju ke wilayah Huainan(淮河).
Jiang Wei(姜維) memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melancarkan ekspedisi/ kampanye militer ke otoritas wilayah negara Wei(曹魏国) melalui lembah Luo(駱谷) dan kemudian menyerang pos pertahanan pasukan Wei(曹魏军队) yang berlokasi tak jauh dari tembok besar(長城).
Sebagai tanggapan, Sima Wang(司馬望) segera memimpin pasukannya menuju ke tembok besar(長城), dan Deng Ai(鄧艾) turut menanggapi dengan memimpin bantuan pasukan dari kota Didao(狄道)/ Longyou(隴右).   
Saat gabungan pasukan Sima Wang(司馬望) - Deng Ai(鄧艾) tiba tak jauh dari tembok besar(長城), Jiang Wei(姜維) segera menempatkan pasukannya di Mangshui(芒水).
Kemudian gabungan pasukan Sima Wang(司馬望) - Deng Ai(鄧艾) melakukan pengepungan terhadap barak pertahanan Shu(蜀漢军队). Menyadari kondisi yang dihadapi, Jiang Wei(姜維) berulang kali melancarkan provokasi agar pasukan Wei(曹魏军队) terpancing dalam pertempuran terbuka, tetapi upaya tersebut tidak berhasil.
Pada awal tahun 258, Jiang Wei(姜維) memutuskan untuk mengakhiri kampanye militer tersebut dan menarik mundur kembali seluruh pasukannya kembali ke wilayah negara Shu(蜀漢), setelah menerima kabar bahwa pemberontakan Zhuge Dan(諸葛誕) telah berhasil diakhiri oleh pemerintah pusat negara Cao Wei(曹魏国).


Kampanye militer ke sebelas Jiang Wei (262 M)   

Pada musim semi tahun 262, Jiang Wei(姜維) mengajukan kembali rencana kampanye militer terhadap otoritas negara Cao Wei(曹魏国), dimana rencana tersebut mendapat banyak kritikan dan penolakan dari sebagian besar pejabat pemerintahan Shu(蜀漢国), bahkan rencana tersebut tidak luput dari kritikan dan sindiran Liao Hua(廖化).
Pada musim dingin tahun 262, Jiang Wei(姜維) memimpin kembali ekspedisi/ kampanye militer dengan target serangan ke daerah Taoyang(洮陽縣) di wilayah Longxi(隴西郡).
Pada awal agresi, Jiang Wei(姜維) sempat unggul dengan menduduki sesaat daerah Taoyang(洮陽縣), tetapi bantuan pasukan Wei(曹魏军队) dibawah komando Deng Ai(鄧艾) berhasil memetik kemenangan dan memukul mundur pasukan Jiang Wei(姜維) di daerah Houhe(侯和縣), sehingga Jiang Wei(姜維) harus mengakhiri ekspedisi/ kampanye tersebut dan menarik mundur seluruh pasukan Shu(蜀漢军队) ke daerah Tazhong(沓中).

Catatan tambahan
Dalam versi Sanguozhi(三國志) [record of three kingdoms, karya tulis Chen Shou(陈寿)] tertulis ada sebelas ekspedisi - kampanye militer yang dilancarkan Jiang Wei(姜維) selama kurun waktu tahun 240 hingga tahun 262, dimana seluruh ekspedisi - kampanye militer tersebut berakhir dengan kegagalan oleh karena keterbatasan pasokan logistik [faktor penyebab utama], disamping kekalahan telak oleh akibat ketimpangan kekuatan pasukan [secara statistik, kekuatan pasukan negara Wei(曹魏军队) jauh lebih dominan dibandungkan kekuatan pasukan Shu(蜀漢军队)].
Tercatat bahwa ekspedisi - kampanye militer Jiang Wei(姜維) kesebelas adalah ekspedisi militer terakhir dari negara Shu Han(蜀漢国) sebagai agresor, bahkan ekspedisi tersebut telah  menjadi bumerang pemicu agresi balasan yang dilancarkan oleh pemerintah negara Cao Wei(曹魏国) sebagai upaya untuk mengakhiri ambisi pribadi seorang Jiang Wei(姜維), yang akhirnya berujung pada berakhirnya masa pemerintahan negara Shu Han(蜀漢国) pada tahun 263.     


---000---

Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
Sumber: Wikipedia

Komentar