Pendahuluan
Wilayah Liaodong(遼東郡) yang terletak di semenanjung Liaodong(遼東半島)[berbatasan dengan semenanjung Korea], adalah merupakan bagian dari provinsi You(幽州)[masa kini dikenal sebagai wilayah Manchuria].Secara geografis, wilayah Liaodong(遼東郡) terletak di sisi timur laut berbatasan langsung dengan wilayah negara Buyeo(夫餘) dan Goguryeo(高句麗) [kedua negara yang merupakan cikal bikal negara Korea modern], serta berbatasan langsung dengan wilayah pemukiman suku minoritas Wuhuan(烏桓) dan Xianbei(鮮卑) di sisi utara, sehingga wilayah Liaodong(遼東郡) cukup jauh dan terisolasi dari dataran Tiongkok utara.
Kondisi tersebut memberikan peluang kepada Gongsun Du(公孫度) untuk mengatur otoritas wilayah Liaodong(遼東郡) secara otonom dan mandiri tanpa pengaruh dari kebijakan pemerintah pusat Han timur(後漢), setelah ia ditunjuk resmi sebagai Kepala wilayah Liaodong(遼東太守) pada musim gugur tahun 189.
Ketika Gongsun Kang(公孫康) mewariskan otoritas wilayah Liaodong(遼東郡) dari Gongsun Du(公孫度)[ayah kandungnya] pada tahun 204, pada masa itu terbina hubungan politik yang baik antara Gongsun Kang(公孫康) dengan Cao Cao(曹操), terkhususnya setelah Gongsun Kang(公孫康) menangkap dan eksekusi mati Yuan bersaudara [Yuan Xi(袁熙) dan Yuan Shang(袁尚)] sebagai kontribusinya dalam menyukseskan kampanye penyatuan Tiongkok utara yang dilancarkan oleh Cao Cao(曹操) antara tahun 200 hingga tahun 207.
Gongsun Gong(公孫恭)[adik kandung dari Gongsun Kang(公孫康)] secara resmi meneruskan jabatan yang ditinggal Gongsun Kang(公孫康) [pasca wafatnya Gongsun Kang(公孫康) pada tahun 220, tak lama setelah Cao Pi(曹丕) mengukuhkan berdirinya negara Cao Wei(曹魏国)].
Namun Gongsun Yuan(公孫淵)[putra kandung dari Gongsun Kang(公孫康)] berhasil menggulingkan Gongsun Gong(公孫恭) secara paksa pada tahun 228.
Untuk mengantisipasi agresi tersebut, Gongsun Yuan(公孫淵) mengirim pesan melalui utusan tertuju kepada Sun Quan(孫權) [penguasa negara Dong Wu(吳大帝)] untuk membina kerja sama.
Pada tahun 232, Sun Quan(孫權) menanggapi permohonan kerjasama Gongsun Yuan(公孫淵) dengan penuh antusias, dan kemudian mengirimkan utusan ke wilayah Liaodong(遼東郡) dengan melintasi Laut Kuning(黃海) untuk mempererat hubungan politik, juga untuk transaksi membeli sejumlah banyak kuda dari Gongsun Yuan(公孫淵). Para penasihat negara Wu(東吳大夫) berupaya menghimbau agar Sun Quan(孫權) tidak menjalin kerja sama dengan Gongsun Yuan(公孫淵), tetapi Sun Quan(孫權) tidak mengindahkan seluruh nasihat tersebut.
Saat Cao Rui(曹叡)[penguasa negara Cao Wei(曹魏明皇帝)] menerima berita tentang hubungan kerjasama antara Gongsun Yuan(公孫淵) dengan Sun Quan(孫權) tersebut, Cao Rui(曹叡) segera menugaskan Tian Yu(田豫) untuk memimpin agresi militer terhadap Gongsun Yuan(公孫淵), namun agresi tersebut dapat dibendung dengan baik oleh pertahanan Gongsun Yuan(公孫淵), sehingga Tian Yu(田豫) harus menarik mundur pasukannya. Ketika menerima kabar adanya rombongan utusan negara Wu(東吳国) yang sedang dalam perjalanan pulang, kemudian Tian Yu(田豫) segera memimpin pasukannya untuk melakukan pencegatan dan membantai seluruh rombongan utusan negara Wu(東吳国) tersebut di daerah Chengshan(成山)[lokasi yang terletak di ujung semenanjung Shandong].
Pada tahun 233, Sun Quan(孫權) mengirim kembali sejumlah utusan lain ke Liaodong(遼東) untuk menyampaikan anugerah gelar Raja Yan(燕王) dan beberapa lencana kebesaran pemerintahan Wu(東吳国) kepada Gongsun Yuan(公孫淵).
Namun Gongsun Yuan(公孫淵) berubah pikiran dan mengkhianati kepercayaan Sun Quan(孫權) dengan menugaskan sejumlah pasukannya untuk menyerang rombongan utusan dari negara Wu(東吳国), serta menjarah seluruh isi muatan kapal mereka saat berlabuh di wilayah Liaodong(遼東郡).
Kemudian Gongsun Yuan(公孫淵) mengirim potongan kepala para utusan tersebut ke kota Luoyang(洛陽) dengan harapan dapat menenangkan Cao Rui(曹叡)[penguasa negara Cao Wei(曹魏明皇帝)] dan memperbaiki hubungan politik yang retak.
Cao Rui(曹叡) menyetujui dan menugaskan Guanqiu Jian(毌丘儉) memimpin kampanye militer tersebut, tetapi misi tersebut kandas oleh musibah banjir besar akibat cuaca buruk, serta kekalahan yang dialami pasukan Guanqiu Jian(毌丘儉) saat berseteru dengan pasukan Gongsun Yuan(公孫淵) di daerah Liaosui(遼隧).
Menyadari bahwa ia telah terlanjur “menyiram api dengan minyak”, Gongsun Yuan(公孫淵) sempat mengirim pesan kepada Cao Rui(曹叡) dengan harapan memperoleh pengampunan, namun pada sisi lain, Gongsun Yuan(公孫淵) mencoba memprovokasi suku minoritas Xianbei(鮮卑) untuk menimbulkan kembali keresahan secara masif dalam wilayah negara Cao Wei(曹魏国), tetapi upaya tersebut sia-sia karena kekuatan pasukan Xianbei(鮮卑) masih belum pulih pasca gugurnya Kabineng(軻比能).
Tercatat bahwa Cao Rui(曹叡) turut hadir langsung dalam upacara pelepasan pasukan Sima Yi(司馬懿) di gerbang Ximing(西明門)[nama salah satu gerbang kota Luoyang(洛陽)] untuk menuju ke wilayah Liaodong(遼東郡).
Ketika mendapatkan berita bahwa sejumlah besar pasukan Wei(曹魏军队) dibawah komando Sima Yi(司馬懿) sedang menuju ke wilayah Liaodong(遼東半島), ditengah kepanikan dan kecemasan Gongsun Yuan(公孫淵) segera mengirim utusan menghadap Sun Quan(孫權) untuk mohon bantuan, disamping permohonan maaf atas insiden penyerangan terhadap utusan negara Wu(東吳国) beberapa tahun silam.
Pada awalnya Sun Quan(孫權) berniat menolak dan mengeksekusi utusan dari Gongsun Yuan(公孫淵), tetapi niat tersebut ditangguhkan setelah menyimak petunjuk dari Yang Dao(羊衜) [salah seorang pejabat militer Wu(東吳校尉)] untuk memanfaatkan situasi konflik antara Gongsun Yuan(公孫淵) dengan Sima Yi(司馬懿) sebagai keuntungan bagi negara Wu(東吳国) untuk menduduki wilayah Liaodong(遼東郡), jika pertempuran antara pasukan Sima Yi(司馬懿) dengan pasukan Gongsun Yuan(公孫淵) berlangsung kepanjangan dan melelahkan.
Pada sisi lain, Cao Rui(曹叡) sempat merisaukan kondisi yang akan dihadapi oleh Sima Yi(司馬懿), jika Sun Quan(孫權) mengirimkan pasukannya(東吳军队) untuk memperkuat pertahanan Gongsun Yuan(公孫淵). Namun Jiang Ji(蔣濟)[salah seorang pejabat penasihat dari negara Wei(曹魏大夫)] memprediksi bahwa kemungkinan besar Sun Quan(孫權) tidak akan mengirim pasukannya(東吳军队) dalam jumlah yang besar, jika memang pasukan Sima Yi(司馬懿) harus bertempur menghadapi pasukan Gongsun Yuan(公孫淵) dalam kurun waktu relatif panjang.
Sebagian besar dari komandan pasukan yang dipimpin Sima Yi(司馬懿) mengusulkan agar mereka diijinkan untuk melancarkan serangan terhadap barak pasukan musuh yang berlokasi di Liaosui(遼隧), tetapi Sima Yi(司馬懿) tidak menyetujui usulan tersebut setelah ia meyakini bahwa pertahanan musuh di Liaosui(遼隧) sangatlah kuat oleh karena hampir seluruh kekuatan pasukan Gongsun Yuan(公孫淵) sedang berada di lokasi tersebut. Sebaliknya pertahanan di kota Xiangping(襄平)[lokasi dimana Gongsun Yuan(公孫淵) bertahan] sedang berada dalam kondisi lemah karena hanya dipertahankan oleh sedikit jumlah pasukan.
Sebagai siasat untuk mengalihkan perhatian pasukan musuh, Sima Yi(司馬懿) menugaskan Hu Zun(胡遵) memimpin sejumlah pasukan untuk bermanuver ke arah tenggara. Siasat tersebut berhasil memancing Bei Yan(卑衍) untuk memimpin pasukannya menuju ke arah selatan, sehingga Sima Yi(司馬懿) dapat leluasa memimpin sejumlah pasukan Wei(曹魏军队) secara terpisah menuju ke kota Xiangping(襄平) melalui rute berbeda.
Setelah menyadari bahwa ia telah terperdaya, Bei Yan(卑衍) segera memimpin pasukannya untuk melakukan pengejaran terhadap pasukan Sima Yi(司馬懿). Meskipun pasukan Bei Yan(卑衍) berhasil mencegat pasukan Sima Yi(司馬懿) di bukit Shou(首山), tetapi pasukan Sima Yi(司馬懿) berhasil mengalahkan pasukan Bei Yan(卑衍), dan kemudian melanjutkan manuver menuju kota Xiangping(襄平) untuk melancarkan pengepungan.
Selama berlangsungnya pengepungan terhadap kota Xiangping(襄平) pada bulan tujuh tahun 238, sebagian besar wilayah Liaodong(遼東郡) dilanda cuaca buruk berupa hujan deras dalam kurun waktu lama, sehingga menyebabkan sungai Liao(遼河) meluap. Bahkan akibat luapan yang tinggi, sejumlah perahu bermuatan besar dapat leluasa berlayar dari teluk Liaodong(遼東灣) hingga ke tepi tembok benteng kota Xiangping(襄平).
Meskipun beberapa komandan pasukan Wei(曹魏校尉) menyarankan agar lokasi barak pasukan dipindahkan ke lokasi yang lebih baik untuk menghindari ancaman banjir, namun Sima Yi(司馬懿) menolak usulan tersebut karena tidak ingin mengendurkan pengepungan terhadap kota Xiangping(襄平).
Akibat keputusan tersebut, Zhang Jing(張靜)[salah seorang komandan pasukan Wei(曹魏校尉)] berupaya memprovokasi dan melakukan penghasutan dalam kesatuan pasukan dengan tujuan untuk menentang kepemimpinan Sima Yi(司馬懿). Ketegangan sempat terjadi, sehingga Sima Yi(司馬懿) menjatuhkan hukuman mati kepada Zhang Jing(張靜) dengan tudingan sebagai pemberontak dan ketidak patuhan pada perintah.
Agresi dan pengepungan terhadap Gongsun Yuan(公孫淵) berlangsung lambat dan tertunda oleh karena banjir besar. Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh sejumlah pasukan Gongsun Yuan(公孫淵) untuk menghimpun pasokan makanan dengan berburu atau menggembalakan ternak. Seluruh aktifitas tersebut tidak luput dari pengamatan Sima Yi(司馬懿) dan para komandan pasukan Wei(曹魏校尉). Salah seorang dari komandan tersebut mengajukan ijin untuk memimpin penyergapan terhadap pasukan musuh tersebut, tetapi Sima Yi(司馬懿) tidak mengijinkan dengan alasan bahwa aksi penyergapan terhadap pasukan musuh yang sedang terdesak dan kelaparan akan sangat beresiko tinggi.
Pada saat yang sama, tiba utusan dari Raja Dongcheon(동천왕/東川王 ) [penguasa negara Goguryeo(高句麗王)] mempersembahkan gelar kehormatan Taeka(大加) kepada Sima Yi(司馬懿), serta mengirim beberapa ribu pasukan asal Goguryeo(高句麗) untuk memperkuat pasukan Wei(曹魏军队).
Tak lama setelah hujan reda dan banjir surut, Sima Yi(司馬懿) segera merapatkan barisan pasukan Wei(曹魏军队) untuk melancarkan kembali agresi terhadap pertahanan kota Xiangping(襄平).
Agresi dan pengepungan tersebut telah menyebabkan kota Xiangping(襄平) menjadi terisolir dengan pasokan pangan terbatas, sehingga kelaparan dan praktek kanibalisme mulai merebak dalam kota.
Kondisi tersebut akhirnya menuntut Yang Zuo(楊祚) dan beberapa komandan pasukan Gongsun Yuan(公孫淵) untuk menyerah dan melepas pertahanan mereka.
Pada sekitar awal bulan ke sembilan tahun 238, Gongsun Yuan(公孫淵) mengutus Wang Jian(王建) dan Liu Fu(柳甫) untuk berunding dengan Sima Yi(司馬懿). Melalui kedua utusan tersebut, Gongsun Yuan(公孫淵) menyampaikan pesan akan menyerahkan diri dengan tangan terbelenggu, setelah Sima Yi(司馬懿) bersedia terlebih dahulu mengakhiri agresi dan pengepungan terhadap kota Xiangping(襄平).
Sima Yi(司馬懿) yang telah mengenal watak dan integritas dari Gongsun Yuan(公孫淵), lalu memerintahkan penangkapan dan eksekusi mati terhadap kedua utusan, dan kemudian mengirimkan pesan balasan kepada Gongsun Yuan(公孫淵) yang memuat tuntutan penyerahan tanpa syarat.
Tak lama berselang, Gongsun Yuan(公孫淵) mengutus Wei Yan(衛演) sebagai juru runding untuk menemui Sima Yi(司馬懿), namun perundingan tersebut kembali menemui jalan buntu setelah Sima Yi(司馬懿) menolak adanya sandera/tahanan politik yang akan dikirim Gongsun Yuan(公孫淵) ke kota Luoyang(洛陽) sebagai bentuk jaminan untuk mengakhiri pengepungan tersebut.
Pada akhir bulan sembilan tahun 238, Gongsun Yuan(公孫淵) dan Gongsun Xiu(公孫脩)[salah seorang putra kandungnya] serta sejumlah pasukan kavaleri berupaya meninggalkan kota Xiangping(襄平) dengan menerobos pengepungan. Namun sejumlah pasukan Wei(曹魏军队) berhasil melakukan pencegatan di sekitar sungai Liao(遼河). Pada akhirnya Gongsun Yuan(公孫淵) dan putra kandungnya tewas dalam peristiwa tersebut.
Setelah berhasil menduduki kota Xiangping(襄平), kemudian Sima Yi(司馬懿) memerintahkan penangkapan dan eksekusi mati terhadap seluruh pejabat aktif dan mantan pengikut dan seluruh anggota keluarga Gongsun Yuan(公孫淵). Walau demikian, Sima Yi(司馬懿) membebaskan Gongsun Gong(公孫恭) dari tahanan, memberikan rehabilitasi politik kepada Lun Zhi(倫直) dan Jia Fan(賈範) [dua komandan pasukan Gongsun Yuan(公孫淵) yang menentang keputusan Gongsun Yuan(公孫淵) memerangi pasukan Wei(曹魏军队)], serta memberikan pengampunan kepada seluruh penduduk/ rakyat sipil asal kota Xiangping(襄平).
Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
Sumber: Wikipedia
Kondisi tersebut memberikan peluang kepada Gongsun Du(公孫度) untuk mengatur otoritas wilayah Liaodong(遼東郡) secara otonom dan mandiri tanpa pengaruh dari kebijakan pemerintah pusat Han timur(後漢), setelah ia ditunjuk resmi sebagai Kepala wilayah Liaodong(遼東太守) pada musim gugur tahun 189.
Gongsun Gong(公孫恭)[adik kandung dari Gongsun Kang(公孫康)] secara resmi meneruskan jabatan yang ditinggal Gongsun Kang(公孫康) [pasca wafatnya Gongsun Kang(公孫康) pada tahun 220, tak lama setelah Cao Pi(曹丕) mengukuhkan berdirinya negara Cao Wei(曹魏国)].
Namun Gongsun Yuan(公孫淵)[putra kandung dari Gongsun Kang(公孫康)] berhasil menggulingkan Gongsun Gong(公孫恭) secara paksa pada tahun 228.
Konflik dengan pemerintah pusat Wei
Pasca menyingkirkan Gongsun Gong(公孫恭), muncul kekuatiran Gongsun Yuan(公孫淵) akan adanya agresi militer dari pemerintah pusat Wei(曹魏国) terhadap wilayah Liaodong(遼東郡), sebagai akibat dari aksi kudeta yang telah ia lakukan.Untuk mengantisipasi agresi tersebut, Gongsun Yuan(公孫淵) mengirim pesan melalui utusan tertuju kepada Sun Quan(孫權) [penguasa negara Dong Wu(吳大帝)] untuk membina kerja sama.
Pada tahun 232, Sun Quan(孫權) menanggapi permohonan kerjasama Gongsun Yuan(公孫淵) dengan penuh antusias, dan kemudian mengirimkan utusan ke wilayah Liaodong(遼東郡) dengan melintasi Laut Kuning(黃海) untuk mempererat hubungan politik, juga untuk transaksi membeli sejumlah banyak kuda dari Gongsun Yuan(公孫淵). Para penasihat negara Wu(東吳大夫) berupaya menghimbau agar Sun Quan(孫權) tidak menjalin kerja sama dengan Gongsun Yuan(公孫淵), tetapi Sun Quan(孫權) tidak mengindahkan seluruh nasihat tersebut.
Saat Cao Rui(曹叡)[penguasa negara Cao Wei(曹魏明皇帝)] menerima berita tentang hubungan kerjasama antara Gongsun Yuan(公孫淵) dengan Sun Quan(孫權) tersebut, Cao Rui(曹叡) segera menugaskan Tian Yu(田豫) untuk memimpin agresi militer terhadap Gongsun Yuan(公孫淵), namun agresi tersebut dapat dibendung dengan baik oleh pertahanan Gongsun Yuan(公孫淵), sehingga Tian Yu(田豫) harus menarik mundur pasukannya. Ketika menerima kabar adanya rombongan utusan negara Wu(東吳国) yang sedang dalam perjalanan pulang, kemudian Tian Yu(田豫) segera memimpin pasukannya untuk melakukan pencegatan dan membantai seluruh rombongan utusan negara Wu(東吳国) tersebut di daerah Chengshan(成山)[lokasi yang terletak di ujung semenanjung Shandong].
Pada tahun 233, Sun Quan(孫權) mengirim kembali sejumlah utusan lain ke Liaodong(遼東) untuk menyampaikan anugerah gelar Raja Yan(燕王) dan beberapa lencana kebesaran pemerintahan Wu(東吳国) kepada Gongsun Yuan(公孫淵).
Namun Gongsun Yuan(公孫淵) berubah pikiran dan mengkhianati kepercayaan Sun Quan(孫權) dengan menugaskan sejumlah pasukannya untuk menyerang rombongan utusan dari negara Wu(東吳国), serta menjarah seluruh isi muatan kapal mereka saat berlabuh di wilayah Liaodong(遼東郡).
Kemudian Gongsun Yuan(公孫淵) mengirim potongan kepala para utusan tersebut ke kota Luoyang(洛陽) dengan harapan dapat menenangkan Cao Rui(曹叡)[penguasa negara Cao Wei(曹魏明皇帝)] dan memperbaiki hubungan politik yang retak.
Insiden tersebut memicu kemarahan Sun Quan(孫權) hingga memutuskan akan memimpin langsung agresi
militer terhadap Gongsun Yuan(公孫淵) di Liaodong(遼東郡太守). Meskipun tidak seorangpun penasihat atau pejabat tinggi negara Wu yang sanggup meredam amarah dan tekad Sun Quan(孫權) [bahkan himbauan dari Lu Xun(陸遜) tak mampu meredam].
Namun pada akhirnya keputusan
agresi tersebut dibatalkan seiring dengan meredanya amarah dalam diri Sun Quan(孫權). Awal kampanye militer terhadap Liaodong
Pada tahun 237, tak lama pasca aksi pemberontakan suku minoritas Xianbei(鮮卑) yang dipimpin Kabineng(軻比能) berhasil dipadamkan, kemudian Guanqiu Jian(毌丘儉) mengajukan rencana kampanye militer terhadap wilayah Liaodong(遼東郡) karena Gongsun Yuan(公孫淵) dinilai berpotensi sebagai ancaman besar, setelah sempat berpihak kepada Sun Quan(孫權) dan mengukuhkan diri sebagai penguasa wilayah Liaodong(遼東半島) dengan gelar Raja Yan(燕王).Cao Rui(曹叡) menyetujui dan menugaskan Guanqiu Jian(毌丘儉) memimpin kampanye militer tersebut, tetapi misi tersebut kandas oleh musibah banjir besar akibat cuaca buruk, serta kekalahan yang dialami pasukan Guanqiu Jian(毌丘儉) saat berseteru dengan pasukan Gongsun Yuan(公孫淵) di daerah Liaosui(遼隧).
Menyadari bahwa ia telah terlanjur “menyiram api dengan minyak”, Gongsun Yuan(公孫淵) sempat mengirim pesan kepada Cao Rui(曹叡) dengan harapan memperoleh pengampunan, namun pada sisi lain, Gongsun Yuan(公孫淵) mencoba memprovokasi suku minoritas Xianbei(鮮卑) untuk menimbulkan kembali keresahan secara masif dalam wilayah negara Cao Wei(曹魏国), tetapi upaya tersebut sia-sia karena kekuatan pasukan Xianbei(鮮卑) masih belum pulih pasca gugurnya Kabineng(軻比能).
Kampanye militer Sima Yi ke Liaodong
Pada tahun 238, Cao Rui(曹叡) menugaskan Sima Yi(司馬懿) untuk memimpin agresi militer kembali terhadap wilayah Liaodong(遼東郡) dengan kekuatan sekitar 40 ribu pasukan Wei(曹魏军队). Dalam kampanye tersebut, Sima Yi(司馬懿) didampingi Niu Jin(牛金) dan Hu Zun(胡遵) serta Guanqiu Jian(毌丘儉), dengan dukungan sejumlah pasukan asal suku Xianbei(鮮卑) dibawah pimpinan Mohuba(莫護跋).Tercatat bahwa Cao Rui(曹叡) turut hadir langsung dalam upacara pelepasan pasukan Sima Yi(司馬懿) di gerbang Ximing(西明門)[nama salah satu gerbang kota Luoyang(洛陽)] untuk menuju ke wilayah Liaodong(遼東郡).
Ketika mendapatkan berita bahwa sejumlah besar pasukan Wei(曹魏军队) dibawah komando Sima Yi(司馬懿) sedang menuju ke wilayah Liaodong(遼東半島), ditengah kepanikan dan kecemasan Gongsun Yuan(公孫淵) segera mengirim utusan menghadap Sun Quan(孫權) untuk mohon bantuan, disamping permohonan maaf atas insiden penyerangan terhadap utusan negara Wu(東吳国) beberapa tahun silam.
Pada awalnya Sun Quan(孫權) berniat menolak dan mengeksekusi utusan dari Gongsun Yuan(公孫淵), tetapi niat tersebut ditangguhkan setelah menyimak petunjuk dari Yang Dao(羊衜) [salah seorang pejabat militer Wu(東吳校尉)] untuk memanfaatkan situasi konflik antara Gongsun Yuan(公孫淵) dengan Sima Yi(司馬懿) sebagai keuntungan bagi negara Wu(東吳国) untuk menduduki wilayah Liaodong(遼東郡), jika pertempuran antara pasukan Sima Yi(司馬懿) dengan pasukan Gongsun Yuan(公孫淵) berlangsung kepanjangan dan melelahkan.
Pada sisi lain, Cao Rui(曹叡) sempat merisaukan kondisi yang akan dihadapi oleh Sima Yi(司馬懿), jika Sun Quan(孫權) mengirimkan pasukannya(東吳军队) untuk memperkuat pertahanan Gongsun Yuan(公孫淵). Namun Jiang Ji(蔣濟)[salah seorang pejabat penasihat dari negara Wei(曹魏大夫)] memprediksi bahwa kemungkinan besar Sun Quan(孫權) tidak akan mengirim pasukannya(東吳军队) dalam jumlah yang besar, jika memang pasukan Sima Yi(司馬懿) harus bertempur menghadapi pasukan Gongsun Yuan(公孫淵) dalam kurun waktu relatif panjang.
Pengepungan Xiangping
Pada bulan enam tahun 238, pasukan yang dipimpin Sima Yi(司馬懿) akhirnya tiba di tepi sungai Liao(遼河). Gongsun Yuan(公孫淵) menanggapi kehadiran pasukan Sima Yi(司馬懿) dengan menugaskan Bei Yan(卑衍) dan Yang Zuo(楊祚) memimpin sejumlah besar pasukan untuk menyambut pasukan Sima Yi(司馬懿) di daerah Liaosui(遼隧).Sebagian besar dari komandan pasukan yang dipimpin Sima Yi(司馬懿) mengusulkan agar mereka diijinkan untuk melancarkan serangan terhadap barak pasukan musuh yang berlokasi di Liaosui(遼隧), tetapi Sima Yi(司馬懿) tidak menyetujui usulan tersebut setelah ia meyakini bahwa pertahanan musuh di Liaosui(遼隧) sangatlah kuat oleh karena hampir seluruh kekuatan pasukan Gongsun Yuan(公孫淵) sedang berada di lokasi tersebut. Sebaliknya pertahanan di kota Xiangping(襄平)[lokasi dimana Gongsun Yuan(公孫淵) bertahan] sedang berada dalam kondisi lemah karena hanya dipertahankan oleh sedikit jumlah pasukan.
Sebagai siasat untuk mengalihkan perhatian pasukan musuh, Sima Yi(司馬懿) menugaskan Hu Zun(胡遵) memimpin sejumlah pasukan untuk bermanuver ke arah tenggara. Siasat tersebut berhasil memancing Bei Yan(卑衍) untuk memimpin pasukannya menuju ke arah selatan, sehingga Sima Yi(司馬懿) dapat leluasa memimpin sejumlah pasukan Wei(曹魏军队) secara terpisah menuju ke kota Xiangping(襄平) melalui rute berbeda.
Setelah menyadari bahwa ia telah terperdaya, Bei Yan(卑衍) segera memimpin pasukannya untuk melakukan pengejaran terhadap pasukan Sima Yi(司馬懿). Meskipun pasukan Bei Yan(卑衍) berhasil mencegat pasukan Sima Yi(司馬懿) di bukit Shou(首山), tetapi pasukan Sima Yi(司馬懿) berhasil mengalahkan pasukan Bei Yan(卑衍), dan kemudian melanjutkan manuver menuju kota Xiangping(襄平) untuk melancarkan pengepungan.
Selama berlangsungnya pengepungan terhadap kota Xiangping(襄平) pada bulan tujuh tahun 238, sebagian besar wilayah Liaodong(遼東郡) dilanda cuaca buruk berupa hujan deras dalam kurun waktu lama, sehingga menyebabkan sungai Liao(遼河) meluap. Bahkan akibat luapan yang tinggi, sejumlah perahu bermuatan besar dapat leluasa berlayar dari teluk Liaodong(遼東灣) hingga ke tepi tembok benteng kota Xiangping(襄平).
Meskipun beberapa komandan pasukan Wei(曹魏校尉) menyarankan agar lokasi barak pasukan dipindahkan ke lokasi yang lebih baik untuk menghindari ancaman banjir, namun Sima Yi(司馬懿) menolak usulan tersebut karena tidak ingin mengendurkan pengepungan terhadap kota Xiangping(襄平).
Akibat keputusan tersebut, Zhang Jing(張靜)[salah seorang komandan pasukan Wei(曹魏校尉)] berupaya memprovokasi dan melakukan penghasutan dalam kesatuan pasukan dengan tujuan untuk menentang kepemimpinan Sima Yi(司馬懿). Ketegangan sempat terjadi, sehingga Sima Yi(司馬懿) menjatuhkan hukuman mati kepada Zhang Jing(張靜) dengan tudingan sebagai pemberontak dan ketidak patuhan pada perintah.
Agresi dan pengepungan terhadap Gongsun Yuan(公孫淵) berlangsung lambat dan tertunda oleh karena banjir besar. Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh sejumlah pasukan Gongsun Yuan(公孫淵) untuk menghimpun pasokan makanan dengan berburu atau menggembalakan ternak. Seluruh aktifitas tersebut tidak luput dari pengamatan Sima Yi(司馬懿) dan para komandan pasukan Wei(曹魏校尉). Salah seorang dari komandan tersebut mengajukan ijin untuk memimpin penyergapan terhadap pasukan musuh tersebut, tetapi Sima Yi(司馬懿) tidak mengijinkan dengan alasan bahwa aksi penyergapan terhadap pasukan musuh yang sedang terdesak dan kelaparan akan sangat beresiko tinggi.
Akhir pertempuran
Beberapa pejabat tinggi pemerintahan negara Wei(曹魏三公) menghimbau Cao Rui(曹叡) untuk mengakhiri kampanye militer terhadap wilayah Liaodong(遼東) sehubungan dengan dampak banjir besar di wilayah tersebut, tetapi Cao Rui(曹叡) tidak menanggapi seluruh himbauan tersebut, melainkan tetap menaruh harapan penuh penuh pada kredibilitas Sima Yi(司馬懿).Pada saat yang sama, tiba utusan dari Raja Dongcheon(동천왕/東川王 ) [penguasa negara Goguryeo(高句麗王)] mempersembahkan gelar kehormatan Taeka(大加) kepada Sima Yi(司馬懿), serta mengirim beberapa ribu pasukan asal Goguryeo(高句麗) untuk memperkuat pasukan Wei(曹魏军队).
Tak lama setelah hujan reda dan banjir surut, Sima Yi(司馬懿) segera merapatkan barisan pasukan Wei(曹魏军队) untuk melancarkan kembali agresi terhadap pertahanan kota Xiangping(襄平).
Agresi dan pengepungan tersebut telah menyebabkan kota Xiangping(襄平) menjadi terisolir dengan pasokan pangan terbatas, sehingga kelaparan dan praktek kanibalisme mulai merebak dalam kota.
Kondisi tersebut akhirnya menuntut Yang Zuo(楊祚) dan beberapa komandan pasukan Gongsun Yuan(公孫淵) untuk menyerah dan melepas pertahanan mereka.
Pada sekitar awal bulan ke sembilan tahun 238, Gongsun Yuan(公孫淵) mengutus Wang Jian(王建) dan Liu Fu(柳甫) untuk berunding dengan Sima Yi(司馬懿). Melalui kedua utusan tersebut, Gongsun Yuan(公孫淵) menyampaikan pesan akan menyerahkan diri dengan tangan terbelenggu, setelah Sima Yi(司馬懿) bersedia terlebih dahulu mengakhiri agresi dan pengepungan terhadap kota Xiangping(襄平).
Sima Yi(司馬懿) yang telah mengenal watak dan integritas dari Gongsun Yuan(公孫淵), lalu memerintahkan penangkapan dan eksekusi mati terhadap kedua utusan, dan kemudian mengirimkan pesan balasan kepada Gongsun Yuan(公孫淵) yang memuat tuntutan penyerahan tanpa syarat.
Tak lama berselang, Gongsun Yuan(公孫淵) mengutus Wei Yan(衛演) sebagai juru runding untuk menemui Sima Yi(司馬懿), namun perundingan tersebut kembali menemui jalan buntu setelah Sima Yi(司馬懿) menolak adanya sandera/tahanan politik yang akan dikirim Gongsun Yuan(公孫淵) ke kota Luoyang(洛陽) sebagai bentuk jaminan untuk mengakhiri pengepungan tersebut.
Pada akhir bulan sembilan tahun 238, Gongsun Yuan(公孫淵) dan Gongsun Xiu(公孫脩)[salah seorang putra kandungnya] serta sejumlah pasukan kavaleri berupaya meninggalkan kota Xiangping(襄平) dengan menerobos pengepungan. Namun sejumlah pasukan Wei(曹魏军队) berhasil melakukan pencegatan di sekitar sungai Liao(遼河). Pada akhirnya Gongsun Yuan(公孫淵) dan putra kandungnya tewas dalam peristiwa tersebut.
Setelah berhasil menduduki kota Xiangping(襄平), kemudian Sima Yi(司馬懿) memerintahkan penangkapan dan eksekusi mati terhadap seluruh pejabat aktif dan mantan pengikut dan seluruh anggota keluarga Gongsun Yuan(公孫淵). Walau demikian, Sima Yi(司馬懿) membebaskan Gongsun Gong(公孫恭) dari tahanan, memberikan rehabilitasi politik kepada Lun Zhi(倫直) dan Jia Fan(賈範) [dua komandan pasukan Gongsun Yuan(公孫淵) yang menentang keputusan Gongsun Yuan(公孫淵) memerangi pasukan Wei(曹魏军队)], serta memberikan pengampunan kepada seluruh penduduk/ rakyat sipil asal kota Xiangping(襄平).
---000---
Sumber: Wikipedia


Komentar
Posting Komentar