Ekspedisi - kampanye militer kelima Zhuge Liang ke utara(诸葛亮北伐) - Pertempuran Wuzhang Yuan (五丈原之战) (234)
Awal kisah
Setelah kegagalan dalam ekspedisi - kampanye militer keempat pada tahun 232, kemudian Zhuge Liang(諸葛亮) mempersiapkan kembali kampanye -invasi militer terhadap wilayah otoritas negara Cao Wei(曹魏国).
![]() |
| Peta ekspedisi militer kelima Zhuge Liang |
Salah satu persiapan tersebut adalah dengan mengirim pesan lewat utusan ke negara Wu(東吳国), dengan harapan Sun Quan(孫權) bersedia turut berpartisipasi dalam kampanye militer tersebut.
Pada saat yang sama, Sima Yi(司馬懿) juga telah memperbaharui fungsi kanal Zhengguo(郑国渠) sebagai upaya memperkuat pertahanan Wei(曹魏军队) mengantisipasi pertempuran panjang menghadapi pasukan Shu(蜀漢军队) di regional Longyou(隴右).
Pada musim semi tahun 234, Zhuge Liang(諸葛亮) mengerahkan kembali sejumlah besar pasukan Shu(蜀漢军队) menuju otoritas wilayah Wei(曹魏国) melalui lembah Xie(斜谷口) [melintasi pegunungan Qin(秦岭)], dan kemudian menempatkan pasukannya di sisi utara sungai Wei(渭河) yang berlokasi tidak jauh dari kota Mei(郿縣).
Menanggapi manuver tersebut, beberapa komandan pasukan Wei mengusulkan untuk menempatkan pasukan Wei(曹魏军队) di kota Mei(郿縣), tetapi Sima Yi(司馬懿) memutuskan penempatan pasukannya di sisi selatan sungai Wei(渭河).
Setelah mempelajari arah manuver pasukan Shu(蜀漢军队), Guo Huai(郭淮) berpendapat bahwa Zhuge Liang(諸葛亮) tidak akan melancarkan agresi secara langsung terhadap kota Chang’an(長安), melainkan akan menempatkan pasukannya di Wuzhang yuan(五丈原), dan kemudian membidik wilayah regional Longyou(隴右) melalui daerah Beiyuan(北苑).
Sima Yi(司馬懿) setuju dengan pendapat tersebut, dan lalu menugaskan Guo Huai(郭淮) untuk segera memimpin sejumlah pasukan mempertahankan daerah Beiyuan(北苑).
Prediksi Gua Huai(郭淮) tidak meleset, dimana sejumlah pasukan Shu(蜀漢军队) akhirnya melancarkan serangan ke daerah Beiyuan(北苑), tak lama setelah pasukan Gua Huai(郭淮) mendirikan kamp pertahanan di daerah tersebut. Meskipun pagar pertahanan di sekitar kamp belum rampung dibangun, namun serangan pasukan Shu(蜀漢军队) dapat dipukul mundur.
Karena gagal menduduki daerah Beiyuan(北苑), kemudian Zhuge Liang(諸葛亮) menggerakan pasukannya ke sisi barat menuju daerah Xiwei(西圍).
Menanggapi manuver tersebut, beberapa perwira pasukan Wei mendesak Guo Huai(郭淮) untuk memimpin pengejaran dan penghadangan di daerah Xiwei(西圍), tetapi Guo Huai(郭淮) yakin bahwa manuver tersebut hanyalah siasat Zhuge Liang(諸葛亮) untuk mengalihkan perhatian.
Kemudian Guo Huai(郭淮) mengirim sebagian pasukannya untuk memperkuat pertahanan daerah Yangsui(陽遂), yang diduga akan menjadi target serangan Zhuge Liang(諸葛亮) berikutnya.
Dugaan Guo Huai(郭淮) kembali tepat, dimana sejumlah pasukan Shu(蜀漢军队) melancarkan serangan terhadap pertahanan daerah Yangsui(陽遂) pada saat malam tiba, tetapi serangan tersebut kembali kandas karena telah diantisipasi dengan baik oleh pertahanan Wei(曹魏军队).
Pertempuran Wuchang yuan
Setelah melakukan manuver dengan tanpa hasil selama hampir 2 bulan, Zhuge Liang(諸葛亮) memutuskan untuk menempatkan seluruh pasukan Shu(蜀漢国军队) di Wuzhang yuan(五丈原), dan menerapkan sistem tuntian(屯田制)[sistem pengelolahan lahan pertanian dengan melibatkan penduduk lokal setempat] sebagai strategi untuk menghadapi perang berkepanjangan.
Cao Rui(曹叡) yang memantau jalannya pertempuran dari Luoyang(洛陽), kemudian mengirim titah resmi kepada Sima Yi(司馬懿) untuk menerapkan strategi bertahan dengan tidak melayani pertempuran secara langsung menghadapi pasukan musuh.
Strategi tersebut diharapkan dapat memukul mundur pasukan Shu(蜀漢军队) dengan memanfaatkan kondisi pertempuran yang panjang dan melelahkan.
Menyadari kondisi yang sedang dihadapi, Zhuge Liang(諸葛亮) terus berupaya melakukan tekanan dan provokasi terhadap Sima Yi(司馬懿) agar terpancing dalam pertempuran terbuka, namun seluruh upaya tersebut tidak berhasil.
Bahkan Cao Rui(曹叡) sempat mengutus Xin Pi(辛毗) [dengan segel resmi pemerintahan] untuk memastikan kepatuhan Sima Yi(司馬懿) terhadap titah tersebut, ketika upaya provokasi Zhuge Liang(諸葛亮) semakin memanas.
Kematian Zhuge Liang
Kondisi tertahannya pasukan Shu(蜀漢军队) di daerah Wuzhang yuan(五丈原), dan kabar kegagalan agresi militer Sun Quan(孫權)/ negara Dong Wu(東吳国) dalam pertempuran di Hefei(合肥), menyebabkan Zhuge Liang(諸葛亮) jatuh dalam depresi berat yang berujung pada menurunnya kondisi kesehatan. Kondisi menurunya kesehatan Perdana menteri Shu(蜀漢国丞相) tersebut tidak luput dari pengintaian Sima Yi(司馬懿).
Menjelang akhir musim panas tahun 234, kondisi kesehatan Zhuge Liang(諸葛亮) semakin memburuk, sehingga Liu Shan(劉禪) segera mengutus Li Fu(李福) ke dataran Wuzhang yuan(五丈原) untuk mengunjungi Zhuge Liang(諸葛亮).
Pada akhirnya Zhuge Liang(諸葛亮) menyampaikan amanat dan pesan terakhir kepada Liu Shan(劉禪) [melalui perantara Li Fu(李福)], yang memuat langkah strategi jangka panjang dalam menjalankan pemerintahan dengan merekomendasikan Jiang Wan(蒋琬) sebagai calon Wali raja(摄政王), serta merekomendasikan Dong Yun(董允) dan Fei Yi(费祎) sebagai calon Wali raja(摄政王) berikutnya.
Zhuge Liang(諸葛亮) telah menyusun siasat penarikan mundur pasukan Shu(蜀漢军队) kembali ke wilayah Hanzhong(漢中郡) agar tidak menimbulkan kecurigaan Sima Yi(司馬懿).
Dalam siasat tersebut, Yang Yi(杨仪) dan Fei Yi(费祎) ditugaskan untuk memimpin barisan depan pasukan Shu(蜀漢军队), sedangkan Wei Yan(魏延) dan Jiang Wei(姜維) ditugaskan untuk memimpin barisan belakang pasukan Shu(蜀漢军队).
Zhuge Liang(諸葛亮) juga telah memprediksi bahwa Wei Yan(魏延) akan menolak perintah penarikan mundur pasukannya dari pertempuran tersebut, sehingga dalam pesan terakhirnya kepada Yang Yi(杨仪) dan Fei Yi(费祎), Zhuge Liang(諸葛亮) menghimbau untuk tidak mengikut sertakan Wei Yan(魏延) dan pengikutnya dalam konvoi perjalanan kembali ke wilayah Hanzhong(漢中郡).
Arwah Kong Ming memperdaya Zhongda
Pada awal musim gugur tahun 234, Zhuge Liang(諸葛亮) wafat di dataran Wuzhang Yuan(五丈原).
Pada awalnya Sima Yi(司馬懿) sempat menduga bahwa kabar tersebut adalah bagian dari siasat provokasi Zhuge Liang(諸葛亮).
Namun pada akhirnya Sima Yi(司馬懿) memutuskan untuk memimpin pengejaran, setelah ia mendengar kabar bahwa pasukan Shu(蜀漢军队) sedang mengosongkan barak dan bermanuver mundur secara teratur dari dataran Wuzhang Yuan(五丈原).
Saat mengetahui bahwa Sima Yi(司馬懿) memimpin pengejaran, Jiang Wei(姜維) segera memimpin pasukannya [dengan disertai pengibaran panji pasukan khusus Perdana menteri Shu] melakukan manuver balik untuk menghadapi kedatangan pasukan Wei(曹魏军队). Sima Yi(司馬懿) yang terkecoh [menduga Zhuge Liang(諸葛亮) masih hidup], lalu segera memerintahkan penarikan mundur seluruh pasukannya kembali ke kamp pertahanan.
Setelah menyadari bahwa ia sungguh telah terperdaya setelah meninjau langsung lokasi kamp pasukan Shu(蜀漢军队) yang telah ditinggal kosong, lalu dengan segera Sima Yi(司馬懿) memimpin pasukannya untuk melancarkan pengejaran kembali, namun karena menipisnya pasokan logistik, maka Sima Yi(司馬懿) memutuskan untuk mengakhiri pengejaran tersebut di tengah perjalanan dan menarik mundur seluruh pasukannya.
Sejak peristiwa tersebut, beredar kisah/rumor yang menceritakan tentang “arwah Kong Ming(孔明)[Zhuge Liang(諸葛亮)] berhasil memperdaya Zhongda(仲達)[Sima Yi(司馬懿)]”.
Sima Yi(司馬懿) menanggapi kisah tersebut dengan argumen bahwa “ia hanya bisa menyiasati yang masih hidup, tetapi tidak bisa menyiasati yang sudah mati.”
Seluruh peristiwa pertempuran dalam kampanye militer terakhir Zhuge Liang(諸葛亮), dikenal juga dengan pertempuran Wuzhang yuan(五丈原之战).
Pemberontakan Wei Yan
Prediksi Zhuge Liang(諸葛亮) tidak meleset, dimana Wei Yan(魏延) menolak perintah penarikan mundur pasukannya dari barisan depan.
Dalam upaya menyingkirkan Yang Yi(杨仪) dan mengambil alih komando seluruh pasukan Shu(蜀漢军队) untuk melanjutkan kembali agresi militer tersebut, Wei Yan(魏延) berupaya menghalangi manuver mundur dengan memutus jalur Shu(蜀道) dan melakukan penghadangan di lembah Nan/ Nangukou(南谷口).
Menanggapi ancaman dan rintangan tersebut, Yang Yi(杨仪) segera menugaskan Wang Ping(王平) dan Ma Dai(馬岱) untuk mengakhiri aksi penghadangan Wei Yan(魏延) yang dituding sebagai pemberontak.
Berkat upaya Wang Ping(王平), pada akhirnya sebagian besar pasukan dan pengikut Wei Yan(魏延) bersedia untuk menyerah.
Menyadari kondisi tersebut, Wei Yan(魏延) berupaya meloloskan diri dari pengejaran, namun akhirnya ia tewas ditangan Ma Dai(馬岱).
Kemudian seluruh pasukan Shu(蜀漢军队) serta jenazah dari Zhuge Liang(諸葛亮) dapat tiba kembali ke wilayah Hanzhong(漢中郡) tanpa halangan.
Pada akhirnya Zhuge Liang(諸葛亮) dimakamkan di bukit Dingjun(定军山).
---000---
Sumber: Wikipedia

Komentar
Posting Komentar