Latar belakang
Pasca keberhasilan Liu Bei(劉備) menduduki kota Chengdu(成都) [pusat pemerintahan propinsi Yi(益州)] pada tahun 214, dan lalu mengambil alih otoritas wilayah propinsi Yi(益州) dari Liu Zhang(劉璋), Yong Kai(雍闿)[salah seorang pejabat daerah yang setia kepada Liu Zhang(劉璋)] merencanakan pemberontakkan karena tak ingin tunduk pada penguasa yang baru.
Pemberontakan Yong Kai
Pada tahun 215, akhirnya Yong Kai(雍闿) melancarkan pemberontakan setelah terlebih dahulu menyingkirkan/ membunuh Zheng Ang(正昂)[kepala wilayah Jianning(建寧郡太守)], dan lalu bergabung dengan Sun Quan(孫權)[Penguasa wilayah otonomi Wu(吳王)].
Liu Bei(劉備) menanggapi aksi pemberontakan tersebut dengan menugaskan Zhang Yi(张裔) memimpin sejumlah pasukan untuk mengakhiri pemberontakan Yong Kai(雍闿). Setelah berlangsung pertempuran selama beberapa tahun, Zhang Yi(张裔) gagal dengan dikalahkan dan ditangkap oleh Yong Kai雍闿), kemudian dikirim ke wilayah otonomi Wu sebagai tawanan perang.
Pada tahun 223, Yong Kai(雍闿) ditugaskan Sun Quan(孫權) untuk memimpin agresi militer/ invasi terhadap wilayah Yongchang(永昌郡) yang saat itu dipertahankan oleh Lü Kai(吕凯) dan Wang Kang(王伉)].
Selama berlangsungnya pengepungan terhadap Yongchang(永昌), Yong Kai(雍闿) memperoleh dukungan penuh dari pasukan asal suku Nanman(南蛮) yang dipimpin Meng Huo(孟获).
Aksi pemberontakan Yong Kai(雍闿) memprovokasi Gao Ding(高定)[pemimpin suku Sou(叟族王)] untuk turut melancarkan pemberontakan, dimana aksi tersebut menyebabkan gugurnya Jiao Huang(焦璜)[komandan pasukan Shu/negara Shu Han(蜀漢国)]. Tak lama kemudian Gao Ding(高定) memimpin penyerangan/ agresi terhadap daerah Xindao(新道), tetapi agresi tersebut dapat diantisipasi oleh pasukan Shu yang dipimpin langsung oleh Li Yan(李严), sehingga Gao Ding(高定) harus menarik mundur pasukannya.
Zhuge Liang(诸葛亮) yang baru menjabat sebagai Perdana menteri negara Shu(蜀漢国丞相), masih memusatkan perhatian pada urusan dalam pemerintahan pasca wafatnya Liu Bei(劉備), serta rencana pemulihan kembali hubungan bilateral dengan Sun Quan(孫權)/ negara Dong Wu(東吳国).
Sebagai tanggapan terhadap semaraknya aksi pemberontakan di wilayah Nanzhong(南中)/ propinsi Ning(寧州), Zhuge Liang(诸葛亮) menugaskan Qi Xing(頎行) untuk menyelidiki penyebab meluasnya pemberontakan tersebut, namun Qi Xing(頎行) menemui ajalnya ditangan Zhu Bao(朱褒)[Kepala wilayah Zangke(牂柯郡太守)] saat tiba di wilayah Zangke(牂柯郡), dimana Zhu Bao(朱褒) menyatakan turut bergabung dengan aksi pemberontakan Yong Kai(雍闿).
Kampanye militer ke selatan
Sekitar musim semi tahun 225, kerja sama bilateral antara negara Shu(蜀漢国) dengan negara Wu(東吳国) akhirnya terbina kembali berkat kontribusi Deng Zhi(邓芝) dan Chen Zhen(陈震) yang ditugaskan Zhuge Liang(诸葛亮) sebagai duta diplomatik ke negara Wu(東吳国).
Tak lama berselang, Zhuge Liang(诸葛亮) memutuskan untuk memimpin langsung kampanye militer ke Nanzhong(南中)/ propinsi Ning(寧州), setelah mengabaikan himbauan Wang Lian(王連) agar Zhuge Liang(诸葛亮) tidak perlu memimpin langsung kampanye militer tersebut.
Ma Su(馬謖) sempat menyampaikan saran kepada Zhuge Liang(诸葛亮) untuk mempertimbangkan “perang psikologis” sebagai strategi yang lebih baik untuk memenangkan pertempuran dibandingkan “perang konvensional”. Zhuge Liang(诸葛亮) setuju dan menerima pendapat Ma Su(馬謖) sebagai tujuan mencegah terjadinya kembali aksi pemberontakan dimasa mendatang.
Zhuge Liang(诸葛亮) membentuk 3 divisi pasukan, dimana divisi pasukan pertama dipimpin Ma Zhong(馬忠) yang ditugaskan memadamkan pemberontakan di wilayah Zangke(牂柯郡). Divisi pasukan kedua dipimpin oleh Li Hui(李恢) yang ditugaskan memadamkan pemberontakan di wilayah Jianning(建寧郡), sedangkan pasukan utama dipimpin langsung oleh Zhuge Liang(诸葛亮) menuju wilayah Yuexi(越巂郡).
Kontribusi Li Hui
Pasukan Shu yang dipimpin Li Hui(李恢) menuju wilayah Jianning(建寧郡) dengan melalui daerah Pingyi(平夷), tetapi pasukannya terkepung oleh pasukan pemberontak yang berjumlah lebih besar di daerah Kunming(昆明). Lalu Li Hui(李恢) melancarkan siasat seakan ia dan pasukannya berniat menyerah dan bergabung dengan pasukan pemberontak, karena kehabisan persediaan logistik dan tidak dapat kembali ke Chengdu(成都).
Siasat Li Hui(李恢) akhirnya berhasil meyakinkan komandan pasukan pemberontak, sehingga pasukan pemberontak menjadi lengah dan melonggarkan pertahanan. Li Hui(李恢) segera memanfaatkan kesempatan tersebut dengan melancarkan serangan mendadak terhadap pasukan pemberontak, dimana pada akhirnya pasukan Li Hui(李恢) berhasil memecah pengepungan dan mendesak mundur pasukan pemberontak.
Pasukan Li Hui(李恢) terus melakukan penekanan dan pengejaran terhadap sisa pasukan pemberontak, kemudian lanjut bergerak menuju ke daerah Panjiang(槃江), dan bergabung kembali dengan pasukan utama Shu dibawah komando langsung oleh Zhuge Liang(诸葛亮).
Kontribusi Ma Zhong
Agresi militer Ma Zhong(馬忠) terhadap para pemberontak berlangsung lebih lancar. Setibanya di wilayah Zangke(牂柯郡) dengan melalui daerah Bodao(僰道), pasukan yang dipimpinnya terus memberikan tekanan kepada pertahanan pasukan Zhu Bao(朱褒), dan pada akhirnya Ma Zhong(馬忠) berhasil menundukkan Zhu Bao(朱褒) di daerah Qielan(且蘭).Tak lama berselang, pasukan Ma Zhong(馬忠) bergabung kembali dengan dengan pasukan utama yang dikomando langsung Zhuge Liang(诸葛亮).
Agresi militer terhadap wilayah Yuexi
Pasukan utama Shu yang dikomando langsung Zhuge Liang(诸葛亮) tiba di wilayah Yuexi(越巂郡) dengan melalui kota Anshang(安上). Untuk membendung agresi pasukan utama Shu, gabungan pasukan pemberontak yang dipimpin Yong Kai(雍闿) dan Gao Ding(高定) mendirikan benteng pertahanan di daerah Maotou (矛头), Dingzuo (订做), dan Beishui(卑水).
Kemudian Zhuge Liang(诸葛亮) menggerakkan pasukannya menuju daerah Beishui(卑水) dengan maksud untuk menghadapi kedua pasukan pemberontak sekaligus dalam satu pertempuran.
Diluar prediksi, Zhuge Liang(诸葛亮) memperoleh keuntungan pada awal pertempuran dengan insiden yang terjadi dalam kubu pemberontak, dimana Yong Kai(雍闿) dan sejumlah pengikutnya tewas ditangan beberapa pengikut dari Gao Ding(高定).
Setelah sempat melalui pertempuran, pada akhirnya Gao Ding(高定) serta sejumlah pasukannya menyerahkan diri. Namun Zhuge Liang(诸葛亮) tetap menjatuhkan eksekusi mati kepada Gao Ding(高定).
Menundukkan Meng Huo
Aksi pemberontakan terus berlanjut, setelah Meng Huo(孟获) mengambil alih komando pasukan Yong Kai(雍闿) dan Gao Ding(高定).
Mengingat pendapat Ma Su(馬謖), Zhuge Liang(诸葛亮) berencana menerapkan strategi tersebut terhadap masyarakat minoritas dari suku Nanman(南蛮) dengan memanfaatkan pengaruh dan popularitas Meng Huo(孟获).
Setelah melalui beberapa pertempuran, pada akhirnya Meng Huo(孟获) tertangkap setelah pasukan pemberontak berhasil dikalahkan. Namun Zhuge Liang(诸葛亮) membebaskan Meng Huo(孟获), dimana sebelum dibebaskan, ia diajak oleh Zhuge Liang(诸葛亮) mengunjungi barak pasukan Shu untuk meninjau kondisi pasukan secara langsung.
Pada akhirnya Meng Huo(孟获) menyatakan penyerahan dirinya, serta kesediaan untuk tunduk setia kepada pemerintahan negara Shu Han(蜀漢国) setelah ia dan pasukannya kembali dikalahkan oleh pasukan Shu.
Legenda menuliskan bahwa Meng Huo(孟获) harus mengakui keunggulan Zhuge Liang(诸葛亮) sejumlah tujuh kali pertempuran.
Seluruh peristiwa tersebut dikenal dengan peristiwa ekspedisi Zhuge Liang ke selatan(诸葛亮南中平定戰).
Akhir peristiwa
Tak lama setelah penyerahan Meng Huo(孟获), dan meredanya aksi pemberontakan sejumlah wilayah di Nanzhong(南中)/ propinsi Ning(寧州), kemudian Zhuge Liang(诸葛亮) menetapkan pembagian wilayah di Nanzhong(南中)/ propinsi Ning(寧州) menjadi 7 wilayah [semula hanya terbagi menjadi 5 wilayah]. Wilayah tersebut antara lain: wilayah Yuexi (越巂郡), wilayah Zangke(牂柯郡), wilayah Jianning(建寧郡), wilayah Yongchang(永昌郡), dan wilayah Yizhou(益州郡), serta dua wilayah yang baru ditetapkan, yakni wilayah Yunnan(雲南郡) dan wilayah Xinggu(興古郡).
Karena kondisi geografis yang sulit, Zhuge Liang(诸葛亮) menetapkan kebijakan pemberlakuan otonomi daerah di sejumlah wilayah Nanzhong(南中)/ propinsi Ning(寧州), dimana wilayah tersebut dikelolah secara mandiri oleh pejabat daerah yang berasal dari suku minoritas setempat yang didampingi sejumlah kecil pejabat dari pusat. Hal tersebut ditujukan untuk mengurangi perselisihan dan pemberontakan di masa mendatang.
Berkat penerapan kebijakan tersebut, ketentraman di wilayah Nanzhong(南中)/ propinsi Ning(寧州) berangsur membaik dan kondusif, bahkan wilayah Nanzhong(南中) turut memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung kampanye militer Zhuge Liang(诸葛亮) ke utara [wilayah Negara Cao Wei(曹魏国)] beberapa tahun kemudian.
Meskipun masih dijumpai adanya aksi pemberontakan kecil di sejumlah daerah di wilayah Nanzhong(南中), namun pada akhirnya aksi pemberontakkan tersebut dapat teratasi oleh pasukan Ma Zhong(馬忠) dan Li Hui(李恢).
Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
Sumber: wikipedia
Pasca keberhasilan Liu Bei(劉備) menduduki kota Chengdu(成都) [pusat pemerintahan propinsi Yi(益州)] pada tahun 214, dan lalu mengambil alih otoritas wilayah propinsi Yi(益州) dari Liu Zhang(劉璋), Yong Kai(雍闿)[salah seorang pejabat daerah yang setia kepada Liu Zhang(劉璋)] merencanakan pemberontakkan karena tak ingin tunduk pada penguasa yang baru.
Pemberontakan Yong Kai
Pada tahun 215, akhirnya Yong Kai(雍闿) melancarkan pemberontakan setelah terlebih dahulu menyingkirkan/ membunuh Zheng Ang(正昂)[kepala wilayah Jianning(建寧郡太守)], dan lalu bergabung dengan Sun Quan(孫權)[Penguasa wilayah otonomi Wu(吳王)].
Liu Bei(劉備) menanggapi aksi pemberontakan tersebut dengan menugaskan Zhang Yi(张裔) memimpin sejumlah pasukan untuk mengakhiri pemberontakan Yong Kai(雍闿). Setelah berlangsung pertempuran selama beberapa tahun, Zhang Yi(张裔) gagal dengan dikalahkan dan ditangkap oleh Yong Kai雍闿), kemudian dikirim ke wilayah otonomi Wu sebagai tawanan perang.
Pada tahun 223, Yong Kai(雍闿) ditugaskan Sun Quan(孫權) untuk memimpin agresi militer/ invasi terhadap wilayah Yongchang(永昌郡) yang saat itu dipertahankan oleh Lü Kai(吕凯) dan Wang Kang(王伉)].
Selama berlangsungnya pengepungan terhadap Yongchang(永昌), Yong Kai(雍闿) memperoleh dukungan penuh dari pasukan asal suku Nanman(南蛮) yang dipimpin Meng Huo(孟获).
Aksi pemberontakan Yong Kai(雍闿) memprovokasi Gao Ding(高定)[pemimpin suku Sou(叟族王)] untuk turut melancarkan pemberontakan, dimana aksi tersebut menyebabkan gugurnya Jiao Huang(焦璜)[komandan pasukan Shu/negara Shu Han(蜀漢国)]. Tak lama kemudian Gao Ding(高定) memimpin penyerangan/ agresi terhadap daerah Xindao(新道), tetapi agresi tersebut dapat diantisipasi oleh pasukan Shu yang dipimpin langsung oleh Li Yan(李严), sehingga Gao Ding(高定) harus menarik mundur pasukannya.
Zhuge Liang(诸葛亮) yang baru menjabat sebagai Perdana menteri negara Shu(蜀漢国丞相), masih memusatkan perhatian pada urusan dalam pemerintahan pasca wafatnya Liu Bei(劉備), serta rencana pemulihan kembali hubungan bilateral dengan Sun Quan(孫權)/ negara Dong Wu(東吳国).
Sebagai tanggapan terhadap semaraknya aksi pemberontakan di wilayah Nanzhong(南中)/ propinsi Ning(寧州), Zhuge Liang(诸葛亮) menugaskan Qi Xing(頎行) untuk menyelidiki penyebab meluasnya pemberontakan tersebut, namun Qi Xing(頎行) menemui ajalnya ditangan Zhu Bao(朱褒)[Kepala wilayah Zangke(牂柯郡太守)] saat tiba di wilayah Zangke(牂柯郡), dimana Zhu Bao(朱褒) menyatakan turut bergabung dengan aksi pemberontakan Yong Kai(雍闿).
Kampanye militer ke selatan
Sekitar musim semi tahun 225, kerja sama bilateral antara negara Shu(蜀漢国) dengan negara Wu(東吳国) akhirnya terbina kembali berkat kontribusi Deng Zhi(邓芝) dan Chen Zhen(陈震) yang ditugaskan Zhuge Liang(诸葛亮) sebagai duta diplomatik ke negara Wu(東吳国).
Tak lama berselang, Zhuge Liang(诸葛亮) memutuskan untuk memimpin langsung kampanye militer ke Nanzhong(南中)/ propinsi Ning(寧州), setelah mengabaikan himbauan Wang Lian(王連) agar Zhuge Liang(诸葛亮) tidak perlu memimpin langsung kampanye militer tersebut.
Ma Su(馬謖) sempat menyampaikan saran kepada Zhuge Liang(诸葛亮) untuk mempertimbangkan “perang psikologis” sebagai strategi yang lebih baik untuk memenangkan pertempuran dibandingkan “perang konvensional”. Zhuge Liang(诸葛亮) setuju dan menerima pendapat Ma Su(馬謖) sebagai tujuan mencegah terjadinya kembali aksi pemberontakan dimasa mendatang.
Zhuge Liang(诸葛亮) membentuk 3 divisi pasukan, dimana divisi pasukan pertama dipimpin Ma Zhong(馬忠) yang ditugaskan memadamkan pemberontakan di wilayah Zangke(牂柯郡). Divisi pasukan kedua dipimpin oleh Li Hui(李恢) yang ditugaskan memadamkan pemberontakan di wilayah Jianning(建寧郡), sedangkan pasukan utama dipimpin langsung oleh Zhuge Liang(诸葛亮) menuju wilayah Yuexi(越巂郡).
Kontribusi Li Hui
Pasukan Shu yang dipimpin Li Hui(李恢) menuju wilayah Jianning(建寧郡) dengan melalui daerah Pingyi(平夷), tetapi pasukannya terkepung oleh pasukan pemberontak yang berjumlah lebih besar di daerah Kunming(昆明). Lalu Li Hui(李恢) melancarkan siasat seakan ia dan pasukannya berniat menyerah dan bergabung dengan pasukan pemberontak, karena kehabisan persediaan logistik dan tidak dapat kembali ke Chengdu(成都).
Siasat Li Hui(李恢) akhirnya berhasil meyakinkan komandan pasukan pemberontak, sehingga pasukan pemberontak menjadi lengah dan melonggarkan pertahanan. Li Hui(李恢) segera memanfaatkan kesempatan tersebut dengan melancarkan serangan mendadak terhadap pasukan pemberontak, dimana pada akhirnya pasukan Li Hui(李恢) berhasil memecah pengepungan dan mendesak mundur pasukan pemberontak.
Pasukan Li Hui(李恢) terus melakukan penekanan dan pengejaran terhadap sisa pasukan pemberontak, kemudian lanjut bergerak menuju ke daerah Panjiang(槃江), dan bergabung kembali dengan pasukan utama Shu dibawah komando langsung oleh Zhuge Liang(诸葛亮).
Kontribusi Ma Zhong
Agresi militer Ma Zhong(馬忠) terhadap para pemberontak berlangsung lebih lancar. Setibanya di wilayah Zangke(牂柯郡) dengan melalui daerah Bodao(僰道), pasukan yang dipimpinnya terus memberikan tekanan kepada pertahanan pasukan Zhu Bao(朱褒), dan pada akhirnya Ma Zhong(馬忠) berhasil menundukkan Zhu Bao(朱褒) di daerah Qielan(且蘭).Tak lama berselang, pasukan Ma Zhong(馬忠) bergabung kembali dengan dengan pasukan utama yang dikomando langsung Zhuge Liang(诸葛亮).
Agresi militer terhadap wilayah Yuexi
Pasukan utama Shu yang dikomando langsung Zhuge Liang(诸葛亮) tiba di wilayah Yuexi(越巂郡) dengan melalui kota Anshang(安上). Untuk membendung agresi pasukan utama Shu, gabungan pasukan pemberontak yang dipimpin Yong Kai(雍闿) dan Gao Ding(高定) mendirikan benteng pertahanan di daerah Maotou (矛头), Dingzuo (订做), dan Beishui(卑水).
Kemudian Zhuge Liang(诸葛亮) menggerakkan pasukannya menuju daerah Beishui(卑水) dengan maksud untuk menghadapi kedua pasukan pemberontak sekaligus dalam satu pertempuran.
Diluar prediksi, Zhuge Liang(诸葛亮) memperoleh keuntungan pada awal pertempuran dengan insiden yang terjadi dalam kubu pemberontak, dimana Yong Kai(雍闿) dan sejumlah pengikutnya tewas ditangan beberapa pengikut dari Gao Ding(高定).
Setelah sempat melalui pertempuran, pada akhirnya Gao Ding(高定) serta sejumlah pasukannya menyerahkan diri. Namun Zhuge Liang(诸葛亮) tetap menjatuhkan eksekusi mati kepada Gao Ding(高定).
Menundukkan Meng Huo
Aksi pemberontakan terus berlanjut, setelah Meng Huo(孟获) mengambil alih komando pasukan Yong Kai(雍闿) dan Gao Ding(高定).
Mengingat pendapat Ma Su(馬謖), Zhuge Liang(诸葛亮) berencana menerapkan strategi tersebut terhadap masyarakat minoritas dari suku Nanman(南蛮) dengan memanfaatkan pengaruh dan popularitas Meng Huo(孟获).
Setelah melalui beberapa pertempuran, pada akhirnya Meng Huo(孟获) tertangkap setelah pasukan pemberontak berhasil dikalahkan. Namun Zhuge Liang(诸葛亮) membebaskan Meng Huo(孟获), dimana sebelum dibebaskan, ia diajak oleh Zhuge Liang(诸葛亮) mengunjungi barak pasukan Shu untuk meninjau kondisi pasukan secara langsung.
Pada akhirnya Meng Huo(孟获) menyatakan penyerahan dirinya, serta kesediaan untuk tunduk setia kepada pemerintahan negara Shu Han(蜀漢国) setelah ia dan pasukannya kembali dikalahkan oleh pasukan Shu.
Legenda menuliskan bahwa Meng Huo(孟获) harus mengakui keunggulan Zhuge Liang(诸葛亮) sejumlah tujuh kali pertempuran.
Seluruh peristiwa tersebut dikenal dengan peristiwa ekspedisi Zhuge Liang ke selatan(诸葛亮南中平定戰).
Akhir peristiwa
Tak lama setelah penyerahan Meng Huo(孟获), dan meredanya aksi pemberontakan sejumlah wilayah di Nanzhong(南中)/ propinsi Ning(寧州), kemudian Zhuge Liang(诸葛亮) menetapkan pembagian wilayah di Nanzhong(南中)/ propinsi Ning(寧州) menjadi 7 wilayah [semula hanya terbagi menjadi 5 wilayah]. Wilayah tersebut antara lain: wilayah Yuexi (越巂郡), wilayah Zangke(牂柯郡), wilayah Jianning(建寧郡), wilayah Yongchang(永昌郡), dan wilayah Yizhou(益州郡), serta dua wilayah yang baru ditetapkan, yakni wilayah Yunnan(雲南郡) dan wilayah Xinggu(興古郡).
Karena kondisi geografis yang sulit, Zhuge Liang(诸葛亮) menetapkan kebijakan pemberlakuan otonomi daerah di sejumlah wilayah Nanzhong(南中)/ propinsi Ning(寧州), dimana wilayah tersebut dikelolah secara mandiri oleh pejabat daerah yang berasal dari suku minoritas setempat yang didampingi sejumlah kecil pejabat dari pusat. Hal tersebut ditujukan untuk mengurangi perselisihan dan pemberontakan di masa mendatang.
Berkat penerapan kebijakan tersebut, ketentraman di wilayah Nanzhong(南中)/ propinsi Ning(寧州) berangsur membaik dan kondusif, bahkan wilayah Nanzhong(南中) turut memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung kampanye militer Zhuge Liang(诸葛亮) ke utara [wilayah Negara Cao Wei(曹魏国)] beberapa tahun kemudian.
Meskipun masih dijumpai adanya aksi pemberontakan kecil di sejumlah daerah di wilayah Nanzhong(南中), namun pada akhirnya aksi pemberontakkan tersebut dapat teratasi oleh pasukan Ma Zhong(馬忠) dan Li Hui(李恢).
---000---
Sumber: wikipedia

Komentar
Posting Komentar