Latar belakang
Hubungan bilateral antara Sun Quan(孫權) dengan Liu Bei(劉備) berakhir setelah Sun Quan(孫權) menugaskan Lü Meng(吕蒙) melancarkan agresi militer dan menduduki wilayah Nan (南陽)/ propinsi Jing(荆州) yang berujung pada tewasnya Guan Yu(關羽) menjelang akhir tahun 219.
Tak lama setelah wafatnya Cao Cao(曹操), Cao Pi(曹丕) melancarkan kudeta terhadap Kaisar Xian(獻帝), lalu mendirikan negara Cao Wei(曹魏国) pada tahun 220. Sejak saat itu, berakhirlah masa pemerintahan Han timur(漢朝).
Sun Quan menyatakan otonomi Wu sebagai bagian dari Cao Wei
Sun Quan(孫權) menyadari bahwa Liu Bei(劉備) akan melancarkan agresi militer untuk merebut kembali wilayah propinsi Jing(荆州) dalam waktu cepat atau lambat. Setelah berdialog dengan para penasihatnya, pada akhirnya Sun Quan(孫權) menyatakan pemerintahan otonomi Wu timur(東吳) sebagai bagian dari kesatuan negara Cao Wei(曹魏国), sebagai antisipasi mencegah agresi militer/ invasi dari Cao Pi(曹丕)/ negara Cao Wei(曹魏国) ke salah satu otoritas wilayah Wu(東吳) pada saat bersamaan dengan agresi militer dari Liu Bei(劉備) yang diprediksi akan segera tiba.
Membendung invasi negara Shu Han
Dugaan Sun Quan(孫權) tidak meleset, setelah mengukuhkan berdirinya negara Shu Han(蜀漢国), Liu Bei(劉備) melancarkan agresi militer/ invasi terhadap wilayah propinsi Jing(荆州) pada akhir tahun 221, dimana Sun Quan(孫權) menunjuk Lu Xun(陸遜) sebagai Pangima tertinggi(大都督) untuk memimpin pertahanan menahan agresi/invasi tersebut di daerah Xiaoting(猇亭) [dikenal juga dengan pertempuran Xiaoting(猇亭之战)].
Setelah melalui pertempuran yang panjang melelahkan pada musim panas tahun 222, pada akhirnya Liu Bei menelan kekalahan dari Lu Xun(陸遜), sehingga harus mundur dan berlindung di kota Baidi(白帝城).
Selama berlangsungnya pertempuran di daerah Xiaoting(猇亭), Sun Quan(孫權) memperoleh kabar tentang pergerakan sejumlah besar pasukan Cao Pi(曹丕)/negara Cao Wei(曹魏国军队) di wilayah perbatasan utara, sehingga Sun Quan segera memerintahkan Lu Xun(陸遜) untuk menghentikan pengejaran terhadap Liu Bei(劉備).
Sun Quan memutuskan ikatan dengan Cao Wei
Tak lama setelah kekalahan Liu Bei(劉備) dalam pertempuran Xiaoting(猇亭之战), Cao Pi(曹丕) menuntut kesediaan Sun Quan(孫權) untuk mengirim Sun Deng(孫登)[putra sulung dari Sun Quan] ke kota Luoyang(洛陽)[pusat pemerintahan negara Cao Wei(曹魏国)] sebagai wujud kesetiaan dan kepatuhan pemerintahan otonomi Wu(東吳) kepada pemerintahan negara Cao Wei(曹魏国). Langkah tersebut dilakukan Cao Pi(曹丕) sebagai upaya untuk mengendalikan kebijakan Sun Quan(孫權)/ pemerintahan Wu(東吳).
Setelah berdiskusi dan mempertimbangkan nasihat dari para penasihatnya, pada akhirnya Sun Quan(孫權) menolak memenuhi tuntutan Cao Pi(曹丕).
Jalur diplomasi telah dilakukan kedua pihak, namun tidak menemui titik temu. Cao Pi(曹丕) yang tetap teguh pada keputusannya akhirnya menyatakan status perang terhadap Sun Quan(孫權)/ pemerintahan otonomi Wu(東吳). Kemudian Sun Quan menyatakan status pemisahan pemerintahan otonomi Wu(東吳) dari bagian negara Cao Wei(曹魏国), dan mengukuhkan berdirinya pemerintahan negara Dong Wu(東吳国) pada tahun 222.
Agresi militer Cao Pi
Pada musim gugur tahun 222, Cao Pi(曹丕) melancarkan agresi militer/ invasi terhadap tiga lokasi wilayah negara Dong Wu(東吳国), dimana Cao Pi(曹丕) menugaskan Cao Xiu(曹休), Zang Ba(臧霸) dan Zhang Liao(張遼) untuk memimpin agresi militer ke Dongkou(洞口) sebagai target pertama, kemudian menugaskan Cao Zhen(曹真), Xiahou Shang(夏侯尚), Zhang He(張郃) dan Xu Huang(徐晃) untuk memimpin agresi militer terhadap kota Jiangling(江陵)/wilayah Nan(南郡) sebagai target kedua, dan juga menugaskan Cao Ren(曹仁) untuk memimpin agresi militer terhadap kota Ruxukou(濡須口).
Peristiwa tesebut dikenal juga dengan peristiwa agresi militer Cao Pi ke tiga wilayah Wu timur(曹丕伐吴).
Pertempuran Dongkou
Untuk membendung agresi militer/ invasi pasukan Wei/ negara Cao Wei(曹魏国军), Sun Quan mempercayakan pertahanan daerah Dongkou(洞口) dibawah komando Lü Fan(呂範) dengan didampingi Sun Shao(孫韶), Quan Cong(全琮) dan Xu Sheng(徐盛).
Ketika mendengar kabar bahwa Zhang Liao(張遼) turut serta sebagai salah seorang komandan pasukan yang memimpin agresi ke Dongkou(洞口), Sun Quan segera mengirimkan pesan kepada Lü Fan(呂範) untuk meningkatkan kewaspadaan khusus terhadap pasukan Zhang Liao(張遼), meskipun kondisi kesehatan Zhang Liao(張遼) dikabarkan sedang memburuk pada saat itu.
Pada awal tahun 223, Cao Xiu(曹休) menugaskan Yin Li(尹禮) memimpin pasukan menyeberangi sungai dan melancarkan serangan dengan sejumlah kapal perang, pasukan Wu/ negara Dong Wu(東吳国军) yang dipimpin Quan Cong(全琮) berhasil memukul mundur serangan tersebut, dan Yin Li(尹禮) gugur dalam pertempuran.
Pasukan Cao Xiu(曹休) sempat lebih unggul pada awal pertempuran, setelah terbakarnya barak pasukan Wu oleh kecerobohan Sun Lang(孫朗)[adik bungsu dari Sun Quan], serta terjangan badai besar yang memusnahkan sebagian besar persediaan logistik dan gudang persenjataan. Akibat peristiwa tersebut, pasukan Lü Fan(呂範) harus bertahan di daerah Xuling
Kemudian Cao Xiu(曹休) menugaskan Zang Ba(臧霸) untuk memimpin penyerangan ke Xuling, dimana serangan tersebut menyebabkan pasukan Lü Fan(呂範) terdesak hebat.
Bantuan pasukan Wu yang dipimpin He Qi(贺齐) akhirnya tiba saat pasukan Lü Fan(呂範) dalam kondisi kristis, dimana kehadiran bantuan pasukan tersebut sempat mengejutkan Cao Xiu(曹休).
Xu Sheng (徐盛) dan Sun Shao (孫韶) segera memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menghimpun kembali barisan pasukan yang terpecah, dan lalu melancarkan serangan balik terhadap pasukan Cao Xiu(曹休).
Karena kondisi yang tidak menguntungkan, pada akhirnya Cao Xiu(曹休) memutuskan untuk menarik mundur seluruh pasukannya dan mengakhiri agresi militer terhadap daerah Dongkou(洞口) pada musim semi tahun 223.
Seluruh peristiwa pertempuran tersebut dicatat sebagai kisah pertempuran Dongkou(洞口之战).
Pertempuran Jiangling
Pasukan Wei/ negara Cao Wei(曹魏国军) yang dipimpin Cao Zhen(曹真), Xiahou Shang(夏侯尚), Zhang He(張郃) dan Xu Huang(徐晃) bergerak dari kota Xiangyang(襄陽) dan kota Fan(樊城) melalui jalur darat dan sungai menuju ke kota Jiangling(江陵), Wilayah Nan(南郡)[pada saat itu ditetapkan oleh Sun Quan(孫權) sebagai pusat pemerintahan wilayah propinsi Jing(荆州)] yang dipertahankan oleh Zhu Ran(朱然).
Untuk mendukung agresi terhadap wilayah Nan(南郡)/propinsi Jing(荆州), Cao Pi(曹丕) mengirimkan sejumlah pasukan dari kota Luoyang(洛陽)[pusat pemerintahan negara Cao Wei(曹魏国)] ke kota Wan(宛城).
Dengan kekuatan pasukan yang tidak sebanding, pasukan Wei/ negara Cao Wei(曹魏国军) tampil lebih unggul pada awal pertempuran setelah pasukan yang dipimpin Zhang He(張郃) berhasil memukul mundur bantuan pasukan Wu/ negara Dong Wu(東吳国军) yang dipimpin Sun Sheng(孫盛).
Pada akhirnya pasukan Wei berhasil mengepung pertahanan kota Jiangling(江陵) dengan mudah, setelah Zhang He(張郃) mengkoordinir pembangunan “jembatan ponton/apung”( 浮桥) yang dimanfaatkan sebagai akses menuju kota Jiangling(江陵) dari sisi selatan sungai Yangtse(长江) dengan melalui pulau kecil yang terletak di tengah sungai.
Akibat pengepungan tersebut, pasokan logistik dalam kota Jiangling(江陵) semakin menipis seiring dengan waktu, sehingga Yao Tai(姚泰)[Pejabat daerah kota Jiangling] memprovokasi sejumlah pasukan Wu dan penduduk kota untuk menyerah dan membuka gerbang kota, namun upaya tersebut sempat dicegah oleh Zhu Ran(朱然). Dalam insiden tersebut, Yao Tai(姚泰) dan sejumlah pembelot akhirnya diamankan dan lalu divonis hukuman mati.
Bantuan pasukan Wu yang dipimpin Pan Zhang(潘璋), Zhuge Jin(諸葛瑾) dan Yang Can(楊粲) tiba ketika pertahanan kota Jiangling(江陵) dalam kondisi kritis di tengah pengepungan.
Karena kesulitan yang dihadapi Zhuge Jin(諸葛瑾) untuk menduduki pulau melalui agresi militer, pada akhirnya Pan Zhang(潘璋) memutuskan untuk menempatkan pasukannya di hulu sungai berjarak sekitar 50 li dari lokasi jembatan panton, dan lalu memerintahkan pasukannya untuk membangun rakit dari tumpukan dahan kayu dan buluh bambu berjumlah besar, yang kemudian disulut dengan api dan dihanyutkan ke aliran sungai menuju ke bentangan jembatan ponton/ apung( 浮桥), sehingga menyebabkan kerusakan parah pada jembatan ponton/ apung( 浮桥) tersebut akibat terbakar.
Tidak ingin rute mundur pasukannya terputus, Xiahou Shang(夏侯尚) segera menarik mundur pasukannya meninggalkan pulau tersebut.
Saat Zhuge Jin(諸葛瑾) mengerahkan sejumlah armada/ kapal perang untuk melancarkan serangan terhadap pasukan Xiahou Shang(夏侯尚) yang berlokasi di seberang sungai, tetapi Xiahou Shang(夏侯尚) telah mengantisipasi dengan melancarkan serangan terlebih dahulu terhadap posisi pasukan Zhuge Jin(諸葛瑾) pada saat malam. Serangan tersebut berhasil melumpuhkan sejumlah besar armada perang dan menghanguskan barak pasukan Zhuge Jin(諸葛瑾).
Sekitar bulan ke empat tahun 223, Wabah penyakit menyerang sebagian besar pasukan Wei, sehingga kondisi tersebut menuntut Cao Zhen(曹真) untuk menarik mundur seluruh pasukannya, dan mengakhiri agresi militer terhadap kota Jiangling(江陵).
Pertempuran Ruxu
Sejumlah besar pasukan Wei yang dikomando Cao Ren(曹仁) bergerak menuju Ruxukou(濡須口), dimana Cao Ren(曹仁) sempat menyebarkan berita palsu bahwa pasukannya akan melancarkan serangan terhadap daerah Xianxi( 羨溪).
Berita palsu tersebut berhasil mengecoh Zhu Huan(朱桓) [Jenderal yang dipercaya Sun Quan(孫權) mempertahankan daerah Ruxukou(濡須口)] yang lalu mengirimkan sebagian jumlah pasukannya menuju Xianxi(羨溪).
Zhu Huan menyadari bahwa ia telah terkecoh saat mengetahui pasukan Wei tidak menuju ke daerah Xianxi, melainkan ke Ruxukou(濡須口), namun pasukannya yang sedang menuju ke Xianxi butuh waktu lama untuk dapat kembali ke Ruxukou(濡須口).
Selain terus mengobarkan dan mempertahankan moral tempur pasukannya [berjumlah tidak lebih dari separuh pasukan Cao Ren(曹仁)], Zhu Huan(朱桓) memanfaatkan kondisi tidak menguntungkan tersebut dengan memerintahkan pasukannya untuk menurunkan seluruh panji dan menghentikan tabuhan genderang, lalu bersembunyi dan bersiaga di tengah pemukiman penduduk kota.
Zhu Huan(朱桓) berharap siasat tersebut dapat mengendurkan kewaspadaan pasukan Cao Ren(曹仁), dan memperkuat dugaan bahwa hampir seluruh pasukan Zhu Huan(朱桓) telah dikirim ke Xianxi( 羨溪).
Setibanya di Ruxukou(濡須口), Cao Ren(曹仁) menugaskan putranya, Cao Tai(曹泰) untuk memimpin serangan terhadap benteng pertahanan kota. Pada saat yang sama Cao Ren juga menugaskan Chang Diao(常雕), Zhuge Qian(諸葛虔), and Wang Shuang(王雙) untuk memimpin serangan terhadap pulau kecil yang terletak di tengah sungai Yangtse, dimana pulau tersebut merupakan lokasi persembunyian seluruh anggota keluarga Zhu Huan(朱桓) dan pejabat Wu lainnya.
Cao Tai(曹泰) menjumpai benteng kota yang tampak lemah pertahanan, lalu memimpin penyerangan ke dalam kota, dimana sesungguhnya ia dan pasukannya telah jatuh dalam perangkap Zhu Huan(朱桓).
Sesuai dengan rencana, akhirnya pasukan yang dipimpin Cao Tai(曹泰) terdesak oleh penyergapan pasukan Zhu Huan(朱桓) yang berkamuflase, sehingga Cao Tai(曹泰) harus menarik mundur pasukannya.
Pada saat yang sama, pasukan Zhu Huan(朱桓) juga berhasil menyergap pasukan Chang Diao(常雕). Penyergapan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada armada perang pasukan Wei dan gugurnya Chang Diao(常雕), sedangkan Wang Shuang(王雙) berhasil ditangkap.
Setelah melalui pertempuran selama beberapa bulan, dan tak lama setelah Zhu Huan(朱桓) menyatukan kembali seluruh kekuatan pasukannya [setelah pasukan yang dikirim ke Xianxi( 羨溪) tiba kembali ke Ruxukou(濡須口)], Cao Ren(曹仁) menerima perintah dari Cao Pi(曹丕) untuk menarik mundur seluruh pasukan dan mengakhiri pengepungan terhadap Ruxukou(濡須口).
Pembelotan Jin Zong/ pertempuran Qichun
Tak lama pasca berakhirnya pertempuran Dongkou(洞口之战) pada musim panas tahun 223, Jin Zong(晋宗)[salah seorang komandan pasukan Wu] serta pasukan yang dipimpinnya menuju ke perbatasan wilayah utara dengan menyeberangi sungai Yangtse(长江), dan membelot kepada negara Cao Wei(曹魏国), lalu menempati daerah Qichun(蕲春)[wilayah otoritas negara Cao Wei(曹魏国) yang berbatasan langsung dengan wilayah otoritas negara Dong Wu(東吳国)].
Sebagai komandan pasukan baru yang menempati daerah Qichun(蕲春), pasukan Jin Zong(晋宗) kerap menimbulkan keresahan dengan perampasan dan penjarahan ke wilayah otoritas negara Dong Wu(東吳国).
Menanggapi peristiwa tersebut, He Qi(贺齐) dengan dibantu Mi Fang(麋芳), Xianyu Dan(鮮于丹), Liu Shao(劉邵) and Hu Zong(胡綜) segera memimpin pasukan Wu untuk melancarkan pengejaran dan serangan terhadap pasukan Jin Zong(晋宗).
Karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat pada musim panas, maka He Qi(贺齐) harus menarik mundur pasukannya dan mengakhiri agresi, sehingga kondisi tersebut mengendurkan pertahanan pasukan Jin Zong(晋宗).
Kemudian He Qi(贺齐) memanfaatkan peluang tersebut untuk menerobos pertahanan pasukan Jin Zong(晋宗) secara mendadak, dan pada akhirnya Jin Zong(晋宗) berhasil tertangkap.
Akhir agresi
Pada musim panas tahun 223, Cao Pi(曹丕) memutuskan untuk kembali ke kota Luoyang(洛陽) setelah mengakhiri agresi militer terhadap wilayah negara Dong Wu(東吳国), dimana sepanjang aliran sungai Yangtse(长江) merupakan batas otoritas wilayah antara kedua negara.
Hubungan bilateral antara Sun Quan(孫權) dengan Liu Bei(劉備) berakhir setelah Sun Quan(孫權) menugaskan Lü Meng(吕蒙) melancarkan agresi militer dan menduduki wilayah Nan (南陽)/ propinsi Jing(荆州) yang berujung pada tewasnya Guan Yu(關羽) menjelang akhir tahun 219.
Tak lama setelah wafatnya Cao Cao(曹操), Cao Pi(曹丕) melancarkan kudeta terhadap Kaisar Xian(獻帝), lalu mendirikan negara Cao Wei(曹魏国) pada tahun 220. Sejak saat itu, berakhirlah masa pemerintahan Han timur(漢朝).
Sun Quan menyatakan otonomi Wu sebagai bagian dari Cao Wei
Sun Quan(孫權) menyadari bahwa Liu Bei(劉備) akan melancarkan agresi militer untuk merebut kembali wilayah propinsi Jing(荆州) dalam waktu cepat atau lambat. Setelah berdialog dengan para penasihatnya, pada akhirnya Sun Quan(孫權) menyatakan pemerintahan otonomi Wu timur(東吳) sebagai bagian dari kesatuan negara Cao Wei(曹魏国), sebagai antisipasi mencegah agresi militer/ invasi dari Cao Pi(曹丕)/ negara Cao Wei(曹魏国) ke salah satu otoritas wilayah Wu(東吳) pada saat bersamaan dengan agresi militer dari Liu Bei(劉備) yang diprediksi akan segera tiba.
Membendung invasi negara Shu Han
Dugaan Sun Quan(孫權) tidak meleset, setelah mengukuhkan berdirinya negara Shu Han(蜀漢国), Liu Bei(劉備) melancarkan agresi militer/ invasi terhadap wilayah propinsi Jing(荆州) pada akhir tahun 221, dimana Sun Quan(孫權) menunjuk Lu Xun(陸遜) sebagai Pangima tertinggi(大都督) untuk memimpin pertahanan menahan agresi/invasi tersebut di daerah Xiaoting(猇亭) [dikenal juga dengan pertempuran Xiaoting(猇亭之战)].
Setelah melalui pertempuran yang panjang melelahkan pada musim panas tahun 222, pada akhirnya Liu Bei menelan kekalahan dari Lu Xun(陸遜), sehingga harus mundur dan berlindung di kota Baidi(白帝城).
Selama berlangsungnya pertempuran di daerah Xiaoting(猇亭), Sun Quan(孫權) memperoleh kabar tentang pergerakan sejumlah besar pasukan Cao Pi(曹丕)/negara Cao Wei(曹魏国军队) di wilayah perbatasan utara, sehingga Sun Quan segera memerintahkan Lu Xun(陸遜) untuk menghentikan pengejaran terhadap Liu Bei(劉備).
Sun Quan memutuskan ikatan dengan Cao Wei
Tak lama setelah kekalahan Liu Bei(劉備) dalam pertempuran Xiaoting(猇亭之战), Cao Pi(曹丕) menuntut kesediaan Sun Quan(孫權) untuk mengirim Sun Deng(孫登)[putra sulung dari Sun Quan] ke kota Luoyang(洛陽)[pusat pemerintahan negara Cao Wei(曹魏国)] sebagai wujud kesetiaan dan kepatuhan pemerintahan otonomi Wu(東吳) kepada pemerintahan negara Cao Wei(曹魏国). Langkah tersebut dilakukan Cao Pi(曹丕) sebagai upaya untuk mengendalikan kebijakan Sun Quan(孫權)/ pemerintahan Wu(東吳).
Setelah berdiskusi dan mempertimbangkan nasihat dari para penasihatnya, pada akhirnya Sun Quan(孫權) menolak memenuhi tuntutan Cao Pi(曹丕).
Jalur diplomasi telah dilakukan kedua pihak, namun tidak menemui titik temu. Cao Pi(曹丕) yang tetap teguh pada keputusannya akhirnya menyatakan status perang terhadap Sun Quan(孫權)/ pemerintahan otonomi Wu(東吳). Kemudian Sun Quan menyatakan status pemisahan pemerintahan otonomi Wu(東吳) dari bagian negara Cao Wei(曹魏国), dan mengukuhkan berdirinya pemerintahan negara Dong Wu(東吳国) pada tahun 222.
Agresi militer Cao Pi
Pada musim gugur tahun 222, Cao Pi(曹丕) melancarkan agresi militer/ invasi terhadap tiga lokasi wilayah negara Dong Wu(東吳国), dimana Cao Pi(曹丕) menugaskan Cao Xiu(曹休), Zang Ba(臧霸) dan Zhang Liao(張遼) untuk memimpin agresi militer ke Dongkou(洞口) sebagai target pertama, kemudian menugaskan Cao Zhen(曹真), Xiahou Shang(夏侯尚), Zhang He(張郃) dan Xu Huang(徐晃) untuk memimpin agresi militer terhadap kota Jiangling(江陵)/wilayah Nan(南郡) sebagai target kedua, dan juga menugaskan Cao Ren(曹仁) untuk memimpin agresi militer terhadap kota Ruxukou(濡須口).
Peristiwa tesebut dikenal juga dengan peristiwa agresi militer Cao Pi ke tiga wilayah Wu timur(曹丕伐吴).
Pertempuran Dongkou
Untuk membendung agresi militer/ invasi pasukan Wei/ negara Cao Wei(曹魏国军), Sun Quan mempercayakan pertahanan daerah Dongkou(洞口) dibawah komando Lü Fan(呂範) dengan didampingi Sun Shao(孫韶), Quan Cong(全琮) dan Xu Sheng(徐盛).
Ketika mendengar kabar bahwa Zhang Liao(張遼) turut serta sebagai salah seorang komandan pasukan yang memimpin agresi ke Dongkou(洞口), Sun Quan segera mengirimkan pesan kepada Lü Fan(呂範) untuk meningkatkan kewaspadaan khusus terhadap pasukan Zhang Liao(張遼), meskipun kondisi kesehatan Zhang Liao(張遼) dikabarkan sedang memburuk pada saat itu.
Pada awal tahun 223, Cao Xiu(曹休) menugaskan Yin Li(尹禮) memimpin pasukan menyeberangi sungai dan melancarkan serangan dengan sejumlah kapal perang, pasukan Wu/ negara Dong Wu(東吳国军) yang dipimpin Quan Cong(全琮) berhasil memukul mundur serangan tersebut, dan Yin Li(尹禮) gugur dalam pertempuran.
Pasukan Cao Xiu(曹休) sempat lebih unggul pada awal pertempuran, setelah terbakarnya barak pasukan Wu oleh kecerobohan Sun Lang(孫朗)[adik bungsu dari Sun Quan], serta terjangan badai besar yang memusnahkan sebagian besar persediaan logistik dan gudang persenjataan. Akibat peristiwa tersebut, pasukan Lü Fan(呂範) harus bertahan di daerah Xuling
Kemudian Cao Xiu(曹休) menugaskan Zang Ba(臧霸) untuk memimpin penyerangan ke Xuling, dimana serangan tersebut menyebabkan pasukan Lü Fan(呂範) terdesak hebat.
Bantuan pasukan Wu yang dipimpin He Qi(贺齐) akhirnya tiba saat pasukan Lü Fan(呂範) dalam kondisi kristis, dimana kehadiran bantuan pasukan tersebut sempat mengejutkan Cao Xiu(曹休).
Xu Sheng (徐盛) dan Sun Shao (孫韶) segera memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menghimpun kembali barisan pasukan yang terpecah, dan lalu melancarkan serangan balik terhadap pasukan Cao Xiu(曹休).
Karena kondisi yang tidak menguntungkan, pada akhirnya Cao Xiu(曹休) memutuskan untuk menarik mundur seluruh pasukannya dan mengakhiri agresi militer terhadap daerah Dongkou(洞口) pada musim semi tahun 223.
Seluruh peristiwa pertempuran tersebut dicatat sebagai kisah pertempuran Dongkou(洞口之战).
Pertempuran Jiangling
Pasukan Wei/ negara Cao Wei(曹魏国军) yang dipimpin Cao Zhen(曹真), Xiahou Shang(夏侯尚), Zhang He(張郃) dan Xu Huang(徐晃) bergerak dari kota Xiangyang(襄陽) dan kota Fan(樊城) melalui jalur darat dan sungai menuju ke kota Jiangling(江陵), Wilayah Nan(南郡)[pada saat itu ditetapkan oleh Sun Quan(孫權) sebagai pusat pemerintahan wilayah propinsi Jing(荆州)] yang dipertahankan oleh Zhu Ran(朱然).
Untuk mendukung agresi terhadap wilayah Nan(南郡)/propinsi Jing(荆州), Cao Pi(曹丕) mengirimkan sejumlah pasukan dari kota Luoyang(洛陽)[pusat pemerintahan negara Cao Wei(曹魏国)] ke kota Wan(宛城).
Dengan kekuatan pasukan yang tidak sebanding, pasukan Wei/ negara Cao Wei(曹魏国军) tampil lebih unggul pada awal pertempuran setelah pasukan yang dipimpin Zhang He(張郃) berhasil memukul mundur bantuan pasukan Wu/ negara Dong Wu(東吳国军) yang dipimpin Sun Sheng(孫盛).
Pada akhirnya pasukan Wei berhasil mengepung pertahanan kota Jiangling(江陵) dengan mudah, setelah Zhang He(張郃) mengkoordinir pembangunan “jembatan ponton/apung”( 浮桥) yang dimanfaatkan sebagai akses menuju kota Jiangling(江陵) dari sisi selatan sungai Yangtse(长江) dengan melalui pulau kecil yang terletak di tengah sungai.
Akibat pengepungan tersebut, pasokan logistik dalam kota Jiangling(江陵) semakin menipis seiring dengan waktu, sehingga Yao Tai(姚泰)[Pejabat daerah kota Jiangling] memprovokasi sejumlah pasukan Wu dan penduduk kota untuk menyerah dan membuka gerbang kota, namun upaya tersebut sempat dicegah oleh Zhu Ran(朱然). Dalam insiden tersebut, Yao Tai(姚泰) dan sejumlah pembelot akhirnya diamankan dan lalu divonis hukuman mati.
Bantuan pasukan Wu yang dipimpin Pan Zhang(潘璋), Zhuge Jin(諸葛瑾) dan Yang Can(楊粲) tiba ketika pertahanan kota Jiangling(江陵) dalam kondisi kritis di tengah pengepungan.
Karena kesulitan yang dihadapi Zhuge Jin(諸葛瑾) untuk menduduki pulau melalui agresi militer, pada akhirnya Pan Zhang(潘璋) memutuskan untuk menempatkan pasukannya di hulu sungai berjarak sekitar 50 li dari lokasi jembatan panton, dan lalu memerintahkan pasukannya untuk membangun rakit dari tumpukan dahan kayu dan buluh bambu berjumlah besar, yang kemudian disulut dengan api dan dihanyutkan ke aliran sungai menuju ke bentangan jembatan ponton/ apung( 浮桥), sehingga menyebabkan kerusakan parah pada jembatan ponton/ apung( 浮桥) tersebut akibat terbakar.
Tidak ingin rute mundur pasukannya terputus, Xiahou Shang(夏侯尚) segera menarik mundur pasukannya meninggalkan pulau tersebut.
Saat Zhuge Jin(諸葛瑾) mengerahkan sejumlah armada/ kapal perang untuk melancarkan serangan terhadap pasukan Xiahou Shang(夏侯尚) yang berlokasi di seberang sungai, tetapi Xiahou Shang(夏侯尚) telah mengantisipasi dengan melancarkan serangan terlebih dahulu terhadap posisi pasukan Zhuge Jin(諸葛瑾) pada saat malam. Serangan tersebut berhasil melumpuhkan sejumlah besar armada perang dan menghanguskan barak pasukan Zhuge Jin(諸葛瑾).
Sekitar bulan ke empat tahun 223, Wabah penyakit menyerang sebagian besar pasukan Wei, sehingga kondisi tersebut menuntut Cao Zhen(曹真) untuk menarik mundur seluruh pasukannya, dan mengakhiri agresi militer terhadap kota Jiangling(江陵).
Pertempuran Ruxu
Sejumlah besar pasukan Wei yang dikomando Cao Ren(曹仁) bergerak menuju Ruxukou(濡須口), dimana Cao Ren(曹仁) sempat menyebarkan berita palsu bahwa pasukannya akan melancarkan serangan terhadap daerah Xianxi( 羨溪).
Berita palsu tersebut berhasil mengecoh Zhu Huan(朱桓) [Jenderal yang dipercaya Sun Quan(孫權) mempertahankan daerah Ruxukou(濡須口)] yang lalu mengirimkan sebagian jumlah pasukannya menuju Xianxi(羨溪).
Zhu Huan menyadari bahwa ia telah terkecoh saat mengetahui pasukan Wei tidak menuju ke daerah Xianxi, melainkan ke Ruxukou(濡須口), namun pasukannya yang sedang menuju ke Xianxi butuh waktu lama untuk dapat kembali ke Ruxukou(濡須口).
Selain terus mengobarkan dan mempertahankan moral tempur pasukannya [berjumlah tidak lebih dari separuh pasukan Cao Ren(曹仁)], Zhu Huan(朱桓) memanfaatkan kondisi tidak menguntungkan tersebut dengan memerintahkan pasukannya untuk menurunkan seluruh panji dan menghentikan tabuhan genderang, lalu bersembunyi dan bersiaga di tengah pemukiman penduduk kota.
Zhu Huan(朱桓) berharap siasat tersebut dapat mengendurkan kewaspadaan pasukan Cao Ren(曹仁), dan memperkuat dugaan bahwa hampir seluruh pasukan Zhu Huan(朱桓) telah dikirim ke Xianxi( 羨溪).
Setibanya di Ruxukou(濡須口), Cao Ren(曹仁) menugaskan putranya, Cao Tai(曹泰) untuk memimpin serangan terhadap benteng pertahanan kota. Pada saat yang sama Cao Ren juga menugaskan Chang Diao(常雕), Zhuge Qian(諸葛虔), and Wang Shuang(王雙) untuk memimpin serangan terhadap pulau kecil yang terletak di tengah sungai Yangtse, dimana pulau tersebut merupakan lokasi persembunyian seluruh anggota keluarga Zhu Huan(朱桓) dan pejabat Wu lainnya.
Cao Tai(曹泰) menjumpai benteng kota yang tampak lemah pertahanan, lalu memimpin penyerangan ke dalam kota, dimana sesungguhnya ia dan pasukannya telah jatuh dalam perangkap Zhu Huan(朱桓).
Sesuai dengan rencana, akhirnya pasukan yang dipimpin Cao Tai(曹泰) terdesak oleh penyergapan pasukan Zhu Huan(朱桓) yang berkamuflase, sehingga Cao Tai(曹泰) harus menarik mundur pasukannya.
Pada saat yang sama, pasukan Zhu Huan(朱桓) juga berhasil menyergap pasukan Chang Diao(常雕). Penyergapan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada armada perang pasukan Wei dan gugurnya Chang Diao(常雕), sedangkan Wang Shuang(王雙) berhasil ditangkap.
Setelah melalui pertempuran selama beberapa bulan, dan tak lama setelah Zhu Huan(朱桓) menyatukan kembali seluruh kekuatan pasukannya [setelah pasukan yang dikirim ke Xianxi( 羨溪) tiba kembali ke Ruxukou(濡須口)], Cao Ren(曹仁) menerima perintah dari Cao Pi(曹丕) untuk menarik mundur seluruh pasukan dan mengakhiri pengepungan terhadap Ruxukou(濡須口).
Pembelotan Jin Zong/ pertempuran Qichun
Tak lama pasca berakhirnya pertempuran Dongkou(洞口之战) pada musim panas tahun 223, Jin Zong(晋宗)[salah seorang komandan pasukan Wu] serta pasukan yang dipimpinnya menuju ke perbatasan wilayah utara dengan menyeberangi sungai Yangtse(长江), dan membelot kepada negara Cao Wei(曹魏国), lalu menempati daerah Qichun(蕲春)[wilayah otoritas negara Cao Wei(曹魏国) yang berbatasan langsung dengan wilayah otoritas negara Dong Wu(東吳国)].
Sebagai komandan pasukan baru yang menempati daerah Qichun(蕲春), pasukan Jin Zong(晋宗) kerap menimbulkan keresahan dengan perampasan dan penjarahan ke wilayah otoritas negara Dong Wu(東吳国).
Menanggapi peristiwa tersebut, He Qi(贺齐) dengan dibantu Mi Fang(麋芳), Xianyu Dan(鮮于丹), Liu Shao(劉邵) and Hu Zong(胡綜) segera memimpin pasukan Wu untuk melancarkan pengejaran dan serangan terhadap pasukan Jin Zong(晋宗).
Karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat pada musim panas, maka He Qi(贺齐) harus menarik mundur pasukannya dan mengakhiri agresi, sehingga kondisi tersebut mengendurkan pertahanan pasukan Jin Zong(晋宗).
Kemudian He Qi(贺齐) memanfaatkan peluang tersebut untuk menerobos pertahanan pasukan Jin Zong(晋宗) secara mendadak, dan pada akhirnya Jin Zong(晋宗) berhasil tertangkap.
Akhir agresi
Pada musim panas tahun 223, Cao Pi(曹丕) memutuskan untuk kembali ke kota Luoyang(洛陽) setelah mengakhiri agresi militer terhadap wilayah negara Dong Wu(東吳国), dimana sepanjang aliran sungai Yangtse(长江) merupakan batas otoritas wilayah antara kedua negara.
---000---
Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
Sumber: Wikipedia

Komentar
Posting Komentar