Latar belakang
Setelah Liu Bei(劉備) berhasil mengalahkan Cao Cao(曹操) dan menduduki wilayah Hanzhong(漢中郡) pada tahun 219, kemudian ia menugaskan Meng Da(孟達) dan Liu Feng(劉封) untuk memimpin agresi militer/ invasi terhadap kota Fangling(房陵) dan kota Shangyong(上庸). Agresi militer/ invasi tersebut kembali memetik keberhasilan pada bulan ke-6 tahun 219, sehingga Cao Cao(曹操) harus kehilangan/ melepas otoritas kedua kota tersebut, dan mengkonsolidasi seluruh kekuatan pasukannya dalam posisi bertahan.Saat kekuatan pasukan pemerintah pusat/ Cao Cao belum pulih sepenuhnya, Sun Quan(孫權) mempersiapkan kekuatan pasukannya untuk agresi militer/ invasi ke kota Hefei(合肥) pada bulan ke-7 tahun 219, sehingga kondisi tersebut menyebabkan Cao Cao(曹操) harus mengalokasikan sebagian besar kekuatan pasukannya ke beberapa lokasi strategis di selatan sungai Huai(淮南) untuk bersiap membendung agresi tersebut.
Pengepungan Xiangyang - Fancheng
Ketika sebagian besar pasukan Cao Cao(曹操) sedang teralih, Guan Yu(關羽) berinisiatif memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melancarkan agresi militer/ invasi terhadap kota Xiangyang(襄陽) [yang saat itu dipertahankan Lü Chang(呂常)] dan kota Fan(樊城)[ yang dipertahankan Cao Ren(曹仁)].Guan Yu(關羽) menggerakkan hampir seluruh kekuatan pasukannya dari kota Jiangling(江陵)[pusat pemerintahan wilayah Nan(南郡)] menuju ke wilayah utara dengan melalui sungai Han(汉江).
Dengan keyakinan bahwa Sun Quan(孫權) tidak akan melancarkan agresi militer/ invasi terhadap wilayah propinsi Jing(荆州) dalam kurun waktu dekat, maka Guan Yu(關羽) mempercayakan pertahanan wilayah Nan(南郡)/ propinsi Jing(荆州) kepada Mi Fang(麋芳) dan Shi Ren(士仁) dengan jumlah pasukan minim. Pada saat itu Mi Fang(麋芳) ditugaskan untuk mempertahankan kota Jiangling(江陵), sedangkan Shi Ren(士仁) ditugaskan untuk mempertahankan kota Gong’an(公安). Kedua kota tersebut merupakan pusat pasokan logistik, serta jantung pertahanan wilayah Nan(南郡)/ propinsi Jing(荆州).
Sebagai tanggapan terhadap agresi militer Guan Yu(關羽) tersebut, Cao Cao(曹操) menugaskan Yu Jin(于禁) dan Pang De(龐德) memimpin bantuan pasukan untuk memperkuat pertahanan kota Fan(樊城).
Tak lama setelah tiba dan menempatkan pasukannya di sisi utara kota Fan(樊城), Yu Jin(于禁) segera mempersiapkan serangan balik terhadap posisi pasukan Guan Yu(關羽).
Untuk membuktikan loyalitasnya, Pang De(龐德) segera mengajukan diri memimpin serangan awal terhadap pasukan Guan Yu. Meskipun sempat unggul dalam pertempuran awal, namun serangan pasukan Pang De(龐德) belum berhasil memukul mundur agresi militer/pengepungan pasukan Guan Yu.
Penyerahan Yu Jin
Pada bulan ke 8 tahun 219, hujan badai melanda sebagian besar wilayah Nan(南郡), yang menyebabkan meluapnya sungai Han(汉江). Kondisi tersebut berakibat rusak dan lumpuhnya pasukan Yu Jin(于禁) dan Pang De(龐德), sehingga menyebabkan Yu Jin(于禁) dan sejumlah besar pasukannya menyerah dan ditawan oleh Guan Yu, sedangkan Pang De(龐德) di eksekusi mati karena menolak untuk menyerah.![]() |
| Guan Yu captured Yu Jin and executed Pang De |
Peristiwa tersebut sempat menjadi dilema bagi Cao Ren(曹仁), bahkan ia sempat berniat untuk menarik mundur seluruh pasukannya meninggalkan pertahanan kota Fan(樊城), namun niat tersebut akhirnya diurung setelah mempertimbangkan nasihat dan petunjuk dari Man Chong(滿寵).
Siasat Sima Yi
Guan Yu semakin di atas angin setelah Hu Xiu(胡修) dan Fu Fang(傅方) [dua komandan pasukan Cao Cao(曹操)] membelot ke pihakmya, serta bergabungnya dua kelompok penyamun yang dipimpin oleh Liang Jia(梁郟) dan Lu Hun(陸渾).Kondisi tersebut semakin meresahkan Cao Cao(曹操), bahkan ia sempat mempertimbangkan pemindahan pusat pemerintahan [yang berkedudukan di kota Xuchang (許昌)] ke lokasi yang baru sebagai antisipasi jatuhnya kota Fan(樊城) ke tangan Guan Yu. Namun Sima Yi(司馬懿) dan Jiang Ji(蔣濟) memberi nasihat dan petunjuk kepada Cao Cao untuk memanfaatkan ketegangan hubungan politik antara Liu Bei(劉備) dengan Sun Quan(孫權) yang belum lama terjadi.
Sima Yi mengusulkan agar Cao Cao mengirimkan pesan secara rahasia kepada Sun Quan(孫權) yang berisikan janji pengakuan kedaulatan pemerintahan otonomi Wu(東吳), jika bersedia menyerang wilayah Nan(南郡) [basis kekuatan pasukan Guan Yu] dari arah belakang.
Sima Yi(司馬懿) yakin bahwa Sun Quan(孫權) tidak akan melewatkan kesempatan tersebut karena sengketa otoritas wilayah propinsi Jing(荆州) dengan Liu Bei(劉備), disamping buruknya hubungan pribadi antara Sun Quan(孫權) dengan Guan Yu.
Hubungan pribadi Sun Quan dengan Guan Yu memburuk karena Guan Yu telah menolak pinangan perjodohan antara salah seorang putra kandung Sun Quan(孫權) dengan putri kandung Guan Yu, serta telah menghina duta utusan yang ditugaskan untuk menyampaikan pinangan tersebut.
Ketegangan tersebut diperuncing dengan aksi penjarahan yang dilakukan oleh pasukan Guan Yu terhadap beberapa daerah otoritas Sun Quan(孫權) selama berlangsungnya agresi militer ke kota Fan(樊城). Aksi tersebut terjadi karena keterlambatan pengiriman pasokan logistik yang dikoordinasi oleh Mi Fang(麋芳).
Invasi Wu
Prediksi Sima Yi(司馬懿) tidak meleset, dimana pada akhirnya Sun Quan(孫權) menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan Cao Cao melalui pesan rahasia yang dititipkan kepada duta utusan yang hendak kembali ke Xuchang(許昌). Tak lama berselang, Sun Quan(孫權) menugaskan Lü Meng(吕蒙) untuk memimpin agresi militer/ invasi terhadap wilayah Nan(南郡). Lalu Lü Meng(吕蒙) segera memimpin pasukannya menerobos pertahanan wilayah Nan(南郡) melalui rute sungai Xiang(湘江) tanpa sepengetahuan Guan Yu(關羽).
Pada akhirnya kota Jiangling(江陵) dan kota Gong’an(公安) serta seluruh wilayah selatan propinsi Jing(荆州) berhasil diduduki oleh Lü Meng(吕蒙) setelah menerima penyerahan Mi Fang(麋芳) dan Shi Ren(士仁).
Kontribusi Xu Huang
Setelah pesan rahasia Sun Quan tersebut tiba di Xuchang(許昌), Cao Cao(曹操) segera menugaskan Xu Huang(徐晃)[yang pada saat itu berada di kota Fang(方城)] untuk memimpin pasukannya memperkuat pertahanan kota Fan(樊城).Xu Huang(徐晃) menyadari bahwa sebagian besar jumlah prajurit dalam kesatuan pasukannya adalah prajurit yang baru direkrut dan belum terlatih, sehingga ia berupaya agar pasukannya tidak terlibat perseteruan secara langsung dengan pasukan Guan Yu.
Xu Huang lalu menempatkan pasukannya di daerah Yangling(陽陵)[terletak di sisi utara kota Fan(樊城)] sambil menunggu kedatangan bantuan pasukan yang dipimpin Xu Shang (徐商) dan Lü Jian (呂建)[bantuan pasukan lain yang telah dijanjikan oleh Cao Cao(曹操)].
Sejak awal Guan Yu telah mempelajari kondisi pasukan Xu Huang, sehingga secara tidak langsung Guan Yu [dengan penuh kesombongan] telah meremehkan ancaman keberadaan pasukan Xu Huang, karena ia yakin bahwa pasukannya jauh lebih unggul.
Guan Yu yang kurang pengalaman memimpin pasukan berjumlah besar, akhirnya melakukan kesalahan fatal dengan mengirimkan tambahan pasukan untuk memperkuat pengepungan kota Xiangyang(襄陽), serta membiarkan pasukan garis depan menempati lokasi di kota Yan(偃城) yang terpaut cukup jauh dengan pasukan utama yang berlokasi di daerah Weitou(圍頭).
Selama berlangsungnya agresi/ pengepungan terhadap kota Fan(樊城), Guan Yu telah menempatkan/ membagi kekuatan pasukannya menjadi lima barak pasukan dengan lokasi yang berbeda, namun saling terhubung dan mendukung satu dengan yang lain, dimana lokasi barak pasukan utama terletak di daerah Weitou(圍頭).
Xu Huang yang telah mempelajari kondisi pasukan Guan Yu, lalu segera memanfaatkan kondisi tersebut dengan menugaskan pasukannya menggali parit panjang mengelilingi kota Yan(偃城) sebagai siasat seakan hendak memutus jalur perhubungan antara pasukan Guan Yu yang berada di kota tersebut dengan pasukan utama Guan Yu yang berada di daerah Weitou(圍頭).
Siasat Xu Huang akhirnya berhasil mengelabui pasukan garis depan Guan Yu, dimana mereka segera mundur dan meninggalkan benteng pertahanan kota Yan(偃城).
Kemudian pasukan Xu Huang mengambil alih benteng kota Yan(偃城), dan lalu memimpin serangan balik terhadap pasukan utama Guan Yu setelah tiba dan bergabungnya pasukan yang dipimpin Yin Shu(殷署) dan Zhu Gai(朱蓋).
Mengakhiri pengepungan
Sebelum melancarkan serangan balik terhadap pasukan Guan Yu, Xu Huang menyebarkan berita palsu tentang rencana serangan pasukannya ke Weitou(圍頭). Guan Yu yang terkecoh oleh siasat Xu Huang, akhirnya teralih perhatiannya hanya pada pertahanan barak di Weitou(圍頭). Pada saat serangan palsu dilancarkan ke Weitou(圍頭), Xu Huang menugaskan sejumlah pasukannya secara terpisah untuk menyerang dan melumpuhkan 4 lokasi barak pasukan Guan Yu yang lain pada saat yang sama.
Ketika menyadari bahwa ia telah terkecoh, Guan Yu segera memimpin langsung sejumlah 5 ribu pasukan untuk menyelamatkan barak pasukannya yang lain, namun upaya tersebut gagal setelah Guan Yu dan pasukannya berhasil disergap oleh pasukan Xu Huang.
Dalam kondisi terdesak, Guan Yu dan pasukannya harus mundur kembali ke barak utama di Weitou(圍頭) dengan dibayangi pengejaran ketat oleh pasukan Xu Huang. Pada akhirnya Guan Yu harus mengakhiri agresinya dan lalu mundur kembali ke wilayah Nan(南郡), setelah pasukan Xu Huang berhasil menerobos pertahanan barak utama Weitou(圍頭). Dalam peristiwa tersebut, banyak jumlah pasukan Guan Yu yang gugur.
Kematian Guan Yu
Para komandan pasukan Cao Cao hendak melakukan pengejaran terhadap Guan Yu dan sisa pasukannya, namun Cao Ren mengurunkan niat tersebut setelah mempertimbangkan saran dan nasihat Zhao Yan(趙儼)[Penasihat militer(議郎) yang ditunjuk oleh Cao Cao untuk mendampingi Cao Ren dan Xu Huang].Setibanya kembali di wilayah Nan(南郡), Guan Yu mendapati kota Jiangling(江陵) dan kota Gong’an(公安) sudah diduduki oleh pasukan Wu(東吳军) yang dipimpin Lü Meng(吕蒙). Moral pasukan Guan Yu akhirnya jatuh saat mendengar kabar bahwa seluruh anggota keluarga mereka yang ditawan oleh pasukan Wu(東吳军) mendapatkan perlakuan yang sangat baik [atas perintah Lü Meng(吕蒙)], sehingga kondisi tersebut menyebabkan banyak jumlah prajurit dalam pasukan Guan Yu yang menyerah dan meninggalkan kesatuan pasukannya.
Dengan hanya didampingi oleh sejumlah kecil pasukan yang masih setia, Guan Yu berupaya menyingkir menuju ke perbatasan wilayah propinsi Yi(益州) dengan dibayangi oleh pengejaran pasukan Wu yang dipimpin Zhu Ran(朱然) dan Pan Zhang(潘璋).
Pada akhirnya Guan Yu dan pengikut setianya terkepung di benteng kota Mai(麥城), dan lalu tertangkap oleh pasukan Wu yang dipimpin Ma Zhong(馬忠) di kota Zhang(章) pada saat berupaya untuk menerobos pengepungan. Tak lama kemudian, Guan Yu(關羽) serta seluruh pengikut setianya dieksekusi mati di daerah Lingju(臨沮).
Sejak peristiwa itu, terputuslah hubungan bilateral antara Liu Bei(劉備) dengan Sun Quan(孫權), dan seluruh wilayah propinsi Jing(荆州) mutlak menjadi bagian dari otoritas Sun Quan(孫權)[terkecuali wilayah Nanyang (南陽)] .
---000---
Sumber: Wikipedia

Komentar
Posting Komentar