Latar belakang
Setelah Lü Meng(吕蒙) [salah seorang Jenderal pasukan andalan Sun Quan(孫權)] berhasil menduduki kota Jiangling(江陵) dan kota Gong'an(公安) pada tahun 219, maka secara langsung otoritas wilayah provinsi Jing(荆州) mutlak menjadi bagian dari otoritas Sun Quan(孫權)/ pemerintah otonomi Wu(吳). Peristiwa tersebut juga sebagai penyebab gugurnya Guan Yu(關羽). [Baca kisah pertempuran Fancheng (樊城之战)].Berita jatuhnya wilayah provinsi Jing(荆州) dan kematian Guan Yu(關羽) menyulut kemurkaan Liu Bei(劉備), sehingga Liu Bei(劉備) mengakhiri hubungan koalisi dengan Sun Quan(孫權) pada tahun 220.
Setelah resmi mendirikan negara Shu Han(蜀漢) pada tahun 221, Liu Bei(劉備) merencanakan agresi militer untuk merebut kembali wilayah provinsi Jing(荆州) serta membalas kematian Guan Yu(關羽). Tetapi Liu Bei(劉備) bersedia menunda rencana tersebut untuk sementara waktu karena menyimak nasihat dari Zhao Yun(趙雲) dan beberapa pejabat lain.
Namun kabar kematian Zhang Fei(張飛) ditangan dua pengikutnya [Fan Qiang(范彊) dan Zhang Da(張達) yang berniat membelot kepada pihak Wu(吳)] akhirnya membulatkan tekad Liu Bei(劉備) untuk segera melancarkan agresi militer terhadap Sun Quan(孫權).
Segala nasihat dari para pengikutnya tidak dapat lagi menggoyahkan tekad Liu Bei(劉備), bahkan ia menjatuhkan sanksi hukuman penjara terhadap Qin Mi(秦宓), dan memindah tugaskan Zhao Yun(趙雲) ke kota Jiangzhou(江州) sebagai bentuk sanksi akibat ketidak patuhan. Hal itu karena mereka berupaya menghalangi Liu Bei(劉備) untuk melancarkan agresi terhadap pemerintah otonomi Wu(吳).
Meskipun Sun Quan(孫權) tidak berkenan menerima pembelotan Fan Qiang(范彊) dan Zhang Da(張達), serta telah mengutus Zhuge Jin(諸葛瑾) mengunjungi Liu Bei(劉備) ke kota Chengdu(成都) sebagai duta perdamaian, tetapi seluruh upaya tersebut tidak berhasil menggoyahkan keputusan Liu Bei(劉備).
Awal kampanye
Setelah mempercayakan seluruh urusan dalam pemerintahan kepada Zhuge Liang(諸葛亮), kemudian Liu Bei(劉備) memimpin langsung sejumlah besar pasukan Shu(蜀漢军队)[diperkirakan berjumlah sekitar 40 ribu serdadu] bergerak meninggalkan kota Chengdu(成都) menuju ke wilayah provinsi Jing(荊州) dengan melalui rute sepanjang sungai Yangtze(揚子江) pada musim gugur tahun 221.Pertempuran pertama terjadi di daerah Wuxia(巫峽), dimana pasukan Shu(蜀漢兵) yang dipimpin Feng Xi(馮習) dan Wu Ban(吴班) berhasil dengan mudah mendesak mundur pertahanan Wu(吳) yang dipimpin Li Yi(李異) dan Liu E(劉阿).
Kemudian Liu Bei(劉備) menggerakkan seluruh pasukannya menuju daerah Zigui(秭归), dan menduduki daerah tersebut dengan mudah pada awal tahun 222.
Menduduki Yiling
Ketika merencanakan agresi lebih lanjut, Huang Quan(黃權) sempat mengajukan diri sebagai Komandan pasukan pelopor(前將軍) dan menghimbau agar Liu Bei(劉備) tidak berada di barisan depan secara langsung. Namun Liu Bei(劉備) menolak usulan tersebut, dan lalu menempatkan Huang Quan(黃權) dan pasukannya di tepi selatan sungai Yangtze(扬子江) untuk mengantisipasi adanya serangan mendadak dari pasukan negara Wei(曹魏军队)[yang menurut laporan pengintai, bahwa sejumlah pasukan Wei(曹魏军队) sedang bermanuver di beberapa daerah di tepi utara sungai Yangtze(扬子江)].Untuk memperkuat pasukan Shu(蜀漢军队), Liu Bei(劉備) mengutus Ma Liang(馬良) untuk memperoleh dukungan dari suku minoritas yang menetap di wilayah Wuling(武陵郡). Dengan menerima imbalan, pada akhirnya Shamoke(沙摩柯)[kepala suku minoritas asal daerah Wuxi(五谿胡王)] bersedia memberikan dukungannya kepada Liu Bei(劉備).
Setelah menunjuk Feng Xi(馮習) sebagai Komandan utama(大督) dan Zhang Nan(張南) sebagai Komandan pasukan pelopor(前將軍), kemudian Wu Ban(吴班) dan Chen Shi(陈式) ditugaskan memimpin sejumlah pasukan untuk menduduki daerah Yiling(夷陵) dengan melalui jalur sungai, sedangkan pasukan utama Shu(蜀漢军队) terus bergerak melalui rute darat menuju perbatasan daerah Yiling(夷陵).
Pada akhirnya pasukan Shu(蜀漢军队) berhasil menduduki daerah tersebut dan mendirikan sejumlah barak pertahanan di beberapa lokasi yang strategis.
Dalam upaya menduduki daerah Xiaoting(猇亭), pasukan Shu(蜀漢军队) serta pasukan Shamoke(沙摩柯)] terus melakukan tekanan terhadap beberapa pos pertahanan pasukan Wu(吳军队), sehingga sebagian besar pasukan Wu(吳军队) harus mundur ke beberapa lokasi baru untuk bertahan.
Dalam kondisi terdesak dan mengalami rentetan kekalahan pada awal pertempuran, pada akhirnya Sun Quan(孫權) menunjuk Lu Xun(陸遜) sebagai Panglima utama(大都督) untuk mengkoordinir seluruh komandan pasukan Wu(吳都尉).
Tercatat bahwa penunjukkan tersebut sempat menimbulkan sentimen negatif dari beberapa komandan/ perwira senior Wu(吳都尉) yang menilai bahwa Lu Xun(陸遜) belum memiliki pengalaman cukup sebagai pucuk pimpinan pasukan Wu(吳军队) pada saat itu.
Strategi Lu Xun
Setelah mempelajari kondisi pasukan musuh dan medan pertempuran, kemudian Lu Xun(陸遜) memerintahkan seluruh pasukan Wu(吳军队) untuk menghindari pertempuran langsung menghadapi pasukan Shu(蜀漢军队) yang terlatih dan bermoral tempur tinggi di lahan terbuka.Siasat pertahanan yang diterapkan Lu Xun(陸遜) tersebut sempat menuai kritikan dan sindiran dari beberapa komandan senior Wu(吳都尉) yang menilai Lu Xun(陸遜) tidak kompeten dan tidak memiliki nyali bertempur.
Liu Bei(劉備) berupaya memprovokasi Lu Xun(陸遜) untuk bertempur secara langsung, dengan menempatkan sejumlah pasukannya [yang dipimpin Wu Ban(吴班)] di lahan terbuka untuk menjebak pasukan Wu(吳军队), namun siasat tersebut tidak berhasil mengecoh Lu Xun(陸遜), sehingga upaya tersebut tidak memberikan hasil.
Serangan balik Wu
Sesuai dengan prediksi Lu Xun(陸遜), kondisi pertempuran yang pasif dan berkepanjangan selama beberapa bulan, akhirnya menimbulkan frustasi dan kejenuhan dalam pasukan Shu(蜀漢军队), sehingga semangat tempur dan kedisiplinan pasukan Shu(蜀漢军队) mulai menurun.Kondisi pasukan Shu(蜀漢军队) diperburuk dengan masalah keterlambatan pasokan logistik [karena jarak pengiriman yang jauh antara wilayah provinsi Yi(益州) dengan wilayah provinsi Jing(荆州)].
![]() |
| Peta pertempuran Yiling-Xiaoting (221-222) |
Liu Bei(劉備) menanggapi masalah tersebut dengan memerintahkan pemindahan lokasi kamp pasukan ke tengah rimbunan ilalang dan perpohonan, untuk mengurangi dampak dari cuaca yang terik.
Ma Liang(馬良) sempat mencegah dan menasihati Liu Bei(劉備) untuk membatalkan perintah tersebut, namun nasihat tersebut tidak dihiraukan.
Setelah kamp pasukan Shu(蜀漢军队) menempati lokasi di tengah rimbunan ilalang dan perpohonan, Lu Xun(陸遜) segera memanfaatkan peluang tersebut untuk melancarkan serangan balik dengan diawali "serangan api" terhadap posisi kamp pasukan Shu(蜀漢军队).
Karena cuaca yang panas dengan disertai tiupan angin, maka kobaran api meluas cepat menghanguskan sebagian besar kamp pasukan Shu(蜀漢军队), sehingga menimbulkan kepanikan dan perpecahan pasukan.
Akhir pertempuran
Di tengah kekacauan oleh karena kebakaran hebat dalam kamp pasukan Shu(蜀漢军队), kemudian Lu Xun(陸遜) segera mengerahkan seluruh kekuatan pasukan Wu(吳军队) untuk melancarkan serangan mendadak secara langsung terhadap posisi pasukan musuh, sehingga serangan tersebut telah menyebabkan pasukan Shu(蜀漢军队) tercerai berai.Tercatat dalam peristiwa tersebut, Zhang Nan(張南), Feng Xi(馮習), Ma Liang (馬良), Wang Fu(王甫), dan Shamoke(沙摩柯) turut gugur bersama dengan sejumlah besar pasukan Shu(蜀漢军队), sedangkan Du Lu (杜路) dan Liu Ning (劉寧) serta sejumlah pasukannya akhirnya menyerah tanpa perlawanan dalam kondisi terkepung.
Pada lokasi lain, sejumlah pasukan Wu(吳军队) yang dipimpin Song Qian(宋謙) berhasil memusnahkan dan menduduki kamp pertahanan Shu(蜀漢军队) di lima lokasi berbeda. Sedangkan pasukan yang dipimpin Sun Huan(孫桓) melakukan pengejaran terhadap sisa pasukan Shu(蜀漢军队) dibawah langsung komando Liu Bei(劉備).
Dalam kondisi terdesak, maka Liu Bei(劉備) serta sisa pasukannya segera menyingkir ke lokasi lain yang lebih aman dengan melintasi medan perbukitan yang terjal dan berbahaya. Bahkan untuk menghambat pengejaran pasukan Wu(吳军队), Liu Bei(劉備) memerintahkan seluruh pasukannya untuk membakar barikade yang dibangun dari tumpukan baju zirah.
Sepanjang upaya untuk lolos dari pengejaran pasukan Wu(吳军队) yang dipimpin Li Yi(李異) dan Liu E(劉阿), telah tercatat bahwa Xiang Chong(向寵) [salah seorang perwira setara dengan Letnan(牙門將)] kerap mengawal dan mendampingi Liu Bei(劉備) hingga pada akhirnya mereka tiba di kota Yong’an(永安). Sedangkan Fu Rong(傅肜) dan Cheng Ji(程畿) turut gugur dalam pertempuran saat mereka berupaya menghambat pengejaran pasukan Wu(吳士兵).
Ketika mendengar berita bahwa Liu Bei(劉備) sedang terdesak di kota Yong’an(永安), kemudian Zhao Yun(趙雲) segera memimpin pasukannya dari kota Jiangzhou(江州) menuju ke Yong’an(永安).
Tak lama setelah pasukan Zhao Yun(趙雲) tiba di kota Yong’an(永安), Li Yi(李異) dan Liu E(劉阿) menarik mundur pasukannya setelah Sun Quan(孫權) menurunkan perintah untuk menghentikan pengejaran terhadap Liu Bei(劉備).
Dengan pengawalan pasukan Zhao Yun(趙雲), maka Liu Bei(劉備) segera menuju ke lokasi lebih aman di kota Baidi(白帝城) dalam kondisi kesehatan yang memburuk. Pada akhirnya ia mengembuskan nafas terakhirnya di kota tersebut beberapa bulan kemudian.
Setelah mendapat kabar kekalahan telak yang dialami oleh Liu Bei(劉備), kemudian Huang Quan(黃權) dan seluruh pasukannya memutuskan untuk membelot ke pihak negara Cao Wei(曹魏国) untuk menghindari pengejaran dan serangan lanjut dari pasukan Wu(吳军队).
---000---
Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
Sumber: Wikipedia

Komentar
Posting Komentar