Riwayat awal
Yuan Shao(袁绍), dengan nama lengkap Benchu(本初), adalah salah seorang Jenderal pasukan pada masa akhir pemerintahan Han timur(漢朝). Ia sempat dominan sebagai penguasa wilayah terluas di utara Tiongkok sebelum Cao Cao(曹操) mendominasi penuh pemerintah pusat Han timur(漢朝).
Yuan Shao(袁绍), dengan nama lengkap Benchu(本初), adalah salah seorang Jenderal pasukan pada masa akhir pemerintahan Han timur(漢朝). Ia sempat dominan sebagai penguasa wilayah terluas di utara Tiongkok sebelum Cao Cao(曹操) mendominasi penuh pemerintah pusat Han timur(漢朝).
Tercatat bahwa Cao Cao(曹操) adalah sahabat lama dari Yuan Shao(袁绍), sebelum mereka menjadi rival karena saling berupaya tampil sebagai dominator menjelang akhir pemerintahan Han timur(漢朝).
Sejarah mencatat bahwa Yuan Shao berasal dari kota Ruyang(汝阳), wilayah Runan(汝南) di provinsi Yu(豫州). Hampir seluruh sanak saudara dan anggota keluarganya adalah pejabat resmi pemerintahan Han timur(漢朝) selama beberapa generasi.
Tercatat bahwa Yuan Feng(袁逢) adalah nama ayah kandung dari Yuan Shao(袁绍) dan Yuan Shu(袁术), tetapi Yuan Shao(袁绍) adalah saudara tiri dari Yuan Shu(袁术), sehingga hubungan persaudaraan mereka tidak terjalin dengan baik hingga akhir hayat.
Awal karir
Yuan Shao(袁绍) mengawali karirnya sebagai perwira asisten/ ajudan dari He Jin(何進)[yang menjabat sebagai panglima besar(大將軍) pada masa akhir pemerintahan kaisar Ling(靈帝)]. Pada saat itu Yuan Shao(袁绍) diberi kepercayaan penuh oleh He Jin(何進) sebagai salah seorang penasihatnya.
Menentang dominasi kasim istana
Setelah kaisar Ling(靈帝) wafat pada tahun 189, konflik antara He Jin(何進) dengan 10 pejabat pelayan istana/ kasim istana(十常侍) semakin memuncak. Karena hal tersebut, Yuan Shao(袁绍) membentuk koalisi anti kasim istana sebagai bentuk dukungan kepada kepada He Jin(何進).
Ketika Ibusuri He(何太后) menolak permohonan He Jin(何進) untuk membebas tugaskan 10 Pejabat pelayan istana(十常侍), Yuan Shao(袁绍) memberikan usulan kepada He Jin(何進) untuk memanggil Dong Zhuo(董卓)[Panglima pengawas propinsi Liang (涼州刺史)] dan Ding Yuan (丁原)[Panglima pengawas propinsi Bing (并州刺史)] datang ke ibukota untuk menyingkirkan para kasim istana(十常侍) dan seluruh pengikutnya.
He Jin(何進) yang menyetujui usulan Yuan Shao(袁绍), kemudian mengirim pesan secara rahasia kepada Dong Zhuo(董卓) dan Ding Yuan (丁原). Namun sebelum bantuan pasukan tersebut tiba ke ibukota, He Jin(何進) telah tewas ditangan Qu Mu(渠穆) [salah seorang kaki tangan dari 10 kasim istana(十常侍)], sehingga peristiwa tersebut memprovokasi pasukan koalisi anti kasim istana untuk menerobos masuk ke ibukota dan istana, lalu melancarkan pembantaian terhadap seluruh pengikut kasim istana.
Dalam kondisi terdesak, para kasim istana(常侍) berupaya meninggalkan istana/ ibukota setelah terlebih dahulu menyandera kaisar Shao(少帝), Ibusuri He(何太后) dan Liu Xie(劉協). Pasukan koalisi yang dipimpin Yuan Shao lalu melakukan pengejaran, dan akhirnya berhasil mengepung para kasim istana di tepi sungai Huang (“huang he” 黄河). Sebagai bentuk penolakan untuk menyerah, para kasim istana memilih mengakhiri hidup mereka dengan menghanyutkan diri bersama dengan aliran sungai Huang(黄河) setelah mereka membebaskan seluruh sandera. Tak lama kemudian,Kaisar Shao(少帝) dan Liu Xie(劉協) berhasil ditemukan dengan selamat oleh pasukan Dong Zhuo(董卓), dan lalu dikawal kembali menuju ke istana.
Menentang dominasi Dong Zhuo
Ketika Dong Zhuo(董卓) tiba di ibukota, ia melihat adanya peluang untuk berkuasa. Dong Zhuo(董卓) sempat membujuk Yuan Shao(袁绍) untuk bekerja sama melengserkan tahta kaisar Shou (少帝), tetapi Yuan Shao menolak dan kemudian berhasil melarikan diri meninggalkan ibukota. Dong Zhuo(董卓) sempat memerintahkan pengejaran dan penangkapan terhadap Yuan Shao(袁绍), namun perintah tersebut ditangguhkan setelah mempertimbangkan nasihat dari Zhou Bi(周毖), Wu Qiong(伍瓊) dan He Yong(何顒) [mereka telah berkonspirasi untuk memihak dan menolong Yuan Shao, tanpa sepengetahuan Dong Zhuo]. Bahkan Dong Zhuo(董卓) menunjuk Yuan Shao(袁绍) sebagai Kepala wilayah Bohai(勃海郡太守), dan gelar Marquis of Kangxiang(邟鄉侯) dengan maksud untuk memperbaiki hubungan dan memperoleh kembali simpati Yuan Shao(袁绍).
Yuan Shao(袁绍) kemudian memanfaatkan kesempatan dan wewenangnya sebagai Kepala wilayah Bohai(勃海郡太守) untuk menghimpun kekuatan pasukan dan dukungan dari banyak pihak dengan tujuan menentang kekuasaan Dong Zhuo(董卓), dimana ia lalu mengukuhkan dirinya sendiri sebagai Jenderal pasukan kavaleri(車騎將軍).
Setelah melengserkan tahta resmi Kaisar Shao(少帝) dengan melantik Liu Xie(劉協) sebagai kaisar boneka bergelar kaisar Xian(獻帝), Dong Zhuo(董卓) akhirnya mendominasi jalannya pemerintahan sebagai Perdana menteri(丞相) yang berkuasa penuh. Kesewenangan dan kelalimannya dalam menjalankan tugas semakin memperburuk jalannya roda pemerintahan dan menambah penderitaan rakyat, sehingga kondisi tersebut mengundang banyak penguasa wilayah untuk membentuk kembali koalisi anti pemerintahan Dong Zhuo pada tahun 190 [dikenal juga dengan sebutan koalisi Guandong(關東聯軍)], dimana Yuan Shao(袁绍) terpilih kembali sebagai pemimpin koalisi.
Sebagai tanggapan atas terbentuknya koalisi Guandong(關東聯軍), Dong Zhuo(董卓) mengirim 10 utusan untuk misi diplomasi ke barak pasukan Yuan Shao(袁绍) yang berada di daerah Henei(河內郡)[terletak di sisi utara kota Luoyang(洛陽)] dengan tujuan untuk menuntut pembubaran koalisi tersebut, namun Yuan Shao(袁绍) menolak tuntutan tersebut dan lalu menugaskan Wang Kuang(王匡) untuk mengeksekusi mati seluruh utusan tersebut, terkecuali Han Rong(韓融). Karena kejadian tersebut, Dong Zhuo(董卓) akhirnya menyatakan kondisi perang terhadap pihak koalisi dengan tudingan sebagai pemberontak.
Dong Zhuo(董卓) juga memerintahkan penangkapan dan eksekusi mati kepada seluruh pejabat pemerintahan hingga rakyat sipil bermarga/ memiliki nama keluarga Yuan(袁) yang berada/ menetap di ibukota[kota Luoyang(洛陽)]. Sejak persitiwa eksekusi masal tersebut, dukungan dan simpatisan kepada Yuan Shao(袁绍) semakin bertambah dari berbagai penjuru wilayah.
Karena terdesak oleh kepungan pasukan koalisi, Dong Zhuo(董卓) akhirnya memerintahkan pemindahan ibukota ke kota Chang’an(長安) dengan disertai perintah penjarahan dan pengrusakan/ pembakaran seluruh bangunan di kota Luoyang(洛陽), disamping evakuasi masal [secara paksa] kepada seluruh penduduk kota. Seluruh peristiwa tersebut terjadi pada tahun 191.
Turut andil penyebab berakhirnya koalisi Guandong
Kabar tentang Dong Zhuo(董卓) yang memindahkan ibukota ke kota Chang’an(長安) akhirnya tersebar. Cao Cao(曹操) menanggapi berita tersebut dengan memimpin pasukannya melakukan pengejaran terhadap pasukan Dong Zhuo(董卓). Hal serupa dilakukan Sun Jian(孫堅) dengan memimpin pasukannya bergerak menuju kota Luoyang(洛陽) setelah berhasil memetik kemenangan dari pasukan Dong Zhuo di Yangren(陽人). Namun kondisi tersebut tidak mendapatkan dukungan penuh dari anggota koalisi lainnya, bahkan Yuan Shao(袁绍) cenderung bersikap pasif dengan alasan sedang berkabung pasca insiden eksekusi masal yang diperintahkan oleh Dong Zhuo(董卓) di kota Luoyang(洛陽) terhadap seluruh kerabat dan sanak saudaranya.
Seiring dengan waktu, pada akhirnya muncul perseteruan antar anggota koalisi yang saling memperebutkan kekuasaan wilayah otoritas di tengah kondisi pemerintahan pusat yang kacau, sehingga kondisi tersebut memicu perpecahan dalam kubu koalisi yang berujung pada bubarnya koalisi Guandong(關東聯軍).
Turut mendukung Liu Yu sebagai calon Kaisar
Karena keberadaan kaisar Xian(獻帝) tidak terlacak sejak Dong Zhuo(董卓) memindahkan ibukota ke kota Chang’an(長安), maka Yuan Shao(袁绍) dan Han Fu(韓馥)[Panglima pengawas propinsi Ji(冀州刺史)] sepakat untuk mencalonkan Liu Yu(刘虞)[Panglima pengawas propinsi You(幽州刺史)] sebagai kaisar/ penerus tahta baru pemerintahan Han timur(漢朝). Namun hal tersebut sempat ditentang oleh beberapa anggota koalisi lain, bahkan Liu Yu(刘虞) menolak pencalonan dirinya tersebut dengan alasan masih setia dan menghormati kaisar Xian(獻帝) sebagai penerus tahta resmi.
Merebut otoritas wilayah propinsi Ji dari Han Fu
Meskipun Yuan Shao(袁绍) ditunjuk sebagai pemimpin koalisi Guandong(關東聯軍), namun Han Fu(韓馥) kerap berupaya interfensi terhadap seluruh kebijakan Yuan Shao(袁绍). Hal tersebut karena pasukan Yuan Shao yang terletak di wilayah Henei(河內郡)[beberapa puluh li di sisi utara kota Luoyang(洛陽)] harus tergantung penuh pada pinjaman pasokan logistik dari Han Fu(韓馥) selama berlangsungnya pengepungan terhadap posisi Dong Zhuo(董卓) [hal tersebut terjadi karena lokasi basis kekuatan Yuan Shao(袁绍) yang berada di wilayah Bohai(勃海郡) terletak cukup jauh dari wilayah Henei(河內郡)] Disamping itu, wilayah Bohai(勃海郡) masih merupakan bagian dari propinsi Ji(冀州)[secara administrasi masih dibawah otoritas Han Fu(韓馥)].
Saat tersiar kabar angin bahwa Gongsun Zan(公孙瓒) berencana untuk melancarkan agresi militer/invasi terhadap kota Ye(鄴城)[pusat pemerintahan propinsi Ji(冀州)]. Pang Ji (逄纪) [salah seorang ahli strategi yang mengabdi kepada Yuan Shao] memberikan petunjuk kepada Yuan Shao(袁绍) untuk memanfaatkan kabar angin tersebut sebagai siasat mengambil alih kekuasaan propinsi Ji(冀州) dari tangan Han Fu(韓馥).
Yuan Shao yang setuju dengan siasat-muslihat tersebut, lalu segera menugaskan Gao Gan(高干), Xun Chen(荀谌), serta Qu Yi(麴義) untuk meyakinkan Han Fu(韓馥) akan adanya ancaman serangan/ invasi dari Gongsun Zan(公孙瓒). Han Fu(韓馥) yang terperdaya, akhirnya bersedia menyerahkan otoritas seluruh wilayah propinsi Ji(冀州) kepada Yuan Shao(袁绍) demi memperoleh jaminan perlindungan.
Petunjuk penyatuan Tiongkok utara oleh Ju Shou
Tak lama setelah Yuan Shao mengambil alih seluruh otoritas wilayah propinsi Ji(冀州) dan menetap di kota Ye(鄴城), Ju Shou(沮授) [salah seorang ahli strategi yang mengabdi kepada Yuan Shao] memberikan beberapa petunjuk dan nasihat sebagai strategi untuk menguasai seluruh wilayah Tiongkok utara pada saat itu. Beberapa petunjuk tersebut diantaranya adalah:
- Yuan Shao harus menggelar agresi militer/invasi terhadap wilayah propinsi Qing(靑州), dan menundukkan kelompok Heishan(黑山賊) yang dipimpin Zhang Yan(張燕).
- Yuan Shao harus segera mungkin menundukkan Gongsun Zan(公孙瓒), dan lalu segera mungkin menduduki wilayah propinsi You(幽州).
- Memanfaatkan dan menghimpun sumber daya dari empat propinsi [Ji(冀州), You(幽州), Qing(靑州), dan Bing(并州)] untuk melancarkan agresi militer/ invasi terhadap kota Chang’an(長安), dan pulihkan kembali pemerintahan Han(漢朝) dengan memindahkan kembali pusat pemerintahan ke kota Luoyang(洛陽), dan lalu lanjutkan roda pemerintahan seperti sediakala.
Konflik dengan Yuan Shu
Sejak otoritas wilayah propinsi Yu(豫州) yang berkedudukan di kota Yang(阳城) diambil alih oleh Yuan Shu(袁术) tak lama setelah Kong Zhou(孔伷) wafat pada penghujung tahun 190, Yuan Shao(袁绍) menilai bahwa kekuatan dan pengaruh politik Yuan Shu(袁术) mulai meresahkan. Kondisi politik semakin panas setelah Yuan Shu(袁术) membina kerjasama khusus dengan Gongsun Zan(公孙瓒) dan Tao Qian(陶謙)[Gubernur propinsi Xu(徐州牧)].
Untuk menghadapi pengaruh politik Yuan Shu(袁术), Yuan Shao(袁绍) lalu membina kerja sama khusus dengan Cao Cao(曹操)[pada saat itu telah menjabat sebagai Panglima pengawas wilayah propinsi Yan(兗州刺史)], Zhang Miao(張邈)[Kepala wilayah Chenliu(陳留郡太守)], dan Liu Biao(劉表)[Gubernur propinsi Jing (荆州牧)].
Pada tahun 191, Yuan Shao(袁绍) menugaskan Zhou Renming(周仁明), Zhou Ang(周昂) dan Zhou Xin(周昕) untuk memimpin agresi militer/ invasi terhadap kota Yang(阳城)[pusat pemerintahan otoritas propinsi Yu(豫州)]. Sebagai tanggapan serangan tersebut, Yuan Shu(袁术) menugaskan Sun Jian(孫堅) untuk membendung agresi militer tersebut.
Selama berlangsungnya pertempuran, pasukan Sun Jian(孫堅) memperoleh dukungan dari pasukan Gongsun Zan(公孙瓒) yang dipimpin oleh Gongsun Yue(公孙越). Pada akhirnya
Sun Jian(孫堅) berhasil mempertahankan kota Yang(阳城) setelah memukul mundur pasukan Zhou(周)bersaudara, namun Gongsun Yue(公孙越) gugur dalam pertempuran tersebut [peristiwa tersebut dikenal dengan pertempuran Yangcheng(阳城之战)].
Dengan gugurnya Gongsun Yue(公孙越), maka menjadi penyebab alasan Gongsun Zan(公孙瓒) untuk melancarkan agresi militer terhadap Yuan Shao(袁绍).
Memenangkan pertempuran Jieqiao
Pada penghujung tahun 191, Gongsun Zan(公孙瓒) memimpin langsung agresi militer/ invasi terhadap wilayah propinsi Ji(冀州). Ketika konvoi pasukan Gongsun Zan(公孙瓒) melewati perbatasan wilayah propinsi Ji(冀州), banyak kepala daerah di wilayah perbatasan yang menyerah dan berpihak kepada Gongsun Zan(公孙瓒), sehingga kondisi tersebut sempat menimbulkan kekuatiran Yuan Shao(袁绍).
Dalam upaya untuk meredam dan menghalau agresi militer/invasi yang dilancarkan Gongsun Zan(公孙瓒) tersebut, Yuan Shao(袁绍) segera menunjuk Gongsun Fan(公孙范)[salah seorang sepupu dari Gongsun Zan(公孙瓒)] sebagai Kepala wilayah Bohai(勃海郡太守). Namun upaya tersebut tidak membawakan hasil, bahkan Gongsun Fan(公孙范) turut membelot dan berpihak kepada Gongsun Zan(公孙瓒), tak lama setelah ia menerima promosi jabatan tersebut.
Dengan tidak ada pilihan lain, maka Yuan Shao(袁绍) segera memimpin langsung sejumlah pasukan [yang lebih didominasi oleh pasukan infantri] untuk membendung serangan pasukan Gongsun Zan(公孙瓒) [yang lebih didominasi oleh pasukan kavaleri].
Setelah perjalanan panjang melalui tepi aliran sungai Qing(清江) dan sungai Huang(黃河), pada akhirnya konvoi pasukan Gongsun Zan(公孙瓒) berhadapan langsung dengan pasukan Yuan Shao(袁绍) yang berada sekitar 30 Km dari sisi selatan jembatan Jie/ Jieqiao(界桥).
Pertempuran kedua belah pihak tidak dapat dielakkan, tak lama setelah pasukan Gongsun Zan mendirikan barak di tepi sungai. Dalam pertempuran tersebut, pasukan garis depan Yuan Shao(袁绍) yang dipimpin oleh Qu Yi(麴義) berhasil memetik kemenangan setelah mengacaukan barisan pasukan kavaleri Gongsun Zan(公孙瓒). Yan Gang(严纲)[salah seorang komandan pasukan Gongsun Zan(公孙瓒)] gugur dengan dalam pertempuran tersebut.
Karena tidak dapat menghimpun kembali pasukannya yang terpecah, dan tidak dapat mempertahankan barisan pasukannya di sisi sungai Qing(清江), maka Gongsun Zan(公孙瓒) harus menarik mundur pasukannya meninggalkan medan pertempuran.
Saat melihat manuver mundur dari pasukan musuh, Yuan Shao(袁绍) segera melakukan pengejaran dengan hanya didukung oleh sejumlah kecil pasukan. Namun di tengah pengejaran tersebut, Yuan Shao dan pasukannya disergap secara mendadak oleh 2 ribu pasukan Gongsun Zan(公孙瓒) yang telah ditugaskan untuk menghadang pengejaran pasukan musuh. Kecerobohan yang dilakukan oleh Yuan Shao(袁绍) tersebut hampir merengut nyawanya, namun ia berhasil selamat setelah tiba bantuan pasukan yang dipimpin Qu Yi(麴義).
Meredam aksi kelompok Heishan
Setelah lolos dari pengejaran dan menyingkir sesaat ke wilayah/kota Bohai(勃海郡), Gongsun Zan(公孙瓒) dan serta sisa pasukannya melanjutkan perjalanan kembali ke wilayah propinsi You(幽州). Yuan Shao(袁绍) akhirnya harus menangguhkan pengejaran setelah menerima berita telah terjadinya aksi pemberontakan yang dipimpin oleh Zhang Yan(張燕)[pemimpin kelompok Heishan(黑山賊)] di wilayah Changshan(常山郡).
Sebagai tanggapan atas aksi pemberontakan tersebut, Yuan Shao(袁绍) segera mengerahkan pasukan untuk menumpas para pemberontak kelompok Heishan(黑山賊). dimana pasukan Lü Bu(呂布) turut serta membantu agresi militer/ penumpasan terhadap kelompok Heishan(黑山賊) pada tahun 193.
Memberi perlindungan kepada Lü Bu
Sejarah mencatat bahwa Lü Bu(呂布) dan pasukannya turut membantu pasukan Yuan Shao(袁绍) melancarkan agresi militer/ penumpasan terhadap para pemberontak kelompok Heishan(黑山賊), karena pada saat itu Lü Bu(呂布) sedang mencari perlindungan kepada Yuan Shao setelah ia dan sisa pasukannya berhasil lolos keluar dari kota Chang’an(長安) [yang telah diduduki oleh Li Jue(李傕) dan Guo Si(郭汜), pasca kematian Dong Zhuo(董卓)].
Pada akhirnya Yuan Shao dapat meredam aksi pemberontakan tersebut, meski harus dibayar dengan jumlah material dan korban pasukan yang tidak sedikit.
Karena selama bernaung kepada Yuan Shao(袁绍), Lü Bu(呂布) dan seluruh pengikutnya cenderung bersikap arogan dan sering melakukan perampasan dan tindakan semena terhadap rakyat kecil di wilayah otoritas Yuan Shao(袁绍), maka Yuan Shao(袁绍) menilai bahwa Lü Bu(呂布) serta pasukannya kelak akan menjadi ancaman yang serius. Karena hal tersebut, maka Yuan Shao(袁绍) segera menjalankan siasat untuk menjebak dan menyingkirkan/membunuh Lü Bu(呂布), namun Lü Bu(呂布) berhasil lolos dan lalu mencari perlindungan kepada Zhang Yang(張楊)[prefect/ kepala wilayah Henei(河內太守)].
Menduduki wilayah propinsi Qing
Pada tahun 194 Yuan Shao(袁绍) menugaskan Yuan Tan(袁谭) [putra sulungnya] memimpin agresi militer/ invasi terhadap wilayah propinsi Qing(靑州) setelah menghiraukan nasihat dari Ju Shou(沮授) untuk tidak menugaskan Yuan Tan(袁谭) memimpin langsung agresi militer tersebut. Ketika Yuan Tan(袁谭) tiba di wilayah propinsi(靑州), ia menemukan bahwa sebagian besar wilayah tersebut masih di bawah otoritas Kong Rong(孔融) dan Tian Kai(田楷)[komandan pasukan Gongsun Zan(公孙瓒) yang ditugaskan untuk mempertahankan beberapa wilayah di utara propinsi Qing(靑州)].
Setelah melancarkan agresi militer terhadap pertahanan pasukan Kong Rong(孔融) maupun Tian Kai(田楷), pada akhirnya Yuan Tan(袁谭) berhasil menduduki hampir seluruh wilayah di propinsi Qing(靑州) dalam kurun waktu setahun.
Kehilangan kesempatan melindungi Kaisar
Ketika terdengar kabar bahwa kaisar Xian(獻帝) telah berada kembali ke kota Luoyang(洛陽) setelah bebas dari penyanderaan Li Jue(李傕), Yuan Shao(袁绍) lalu mengutus Guo Tu(郭圖) untuk mengunjungi kaisar Xian(獻帝) serta mengobservasi kondisi pemerintahan pusat terkini. Tatkala kembali ke kota Ye(鄴) untuk menghadap Yuan Shao, Guo Tu(郭圖) memberikan petunjuk dan nasihat agar Yuan Shao segera memberikan perlindungan kepada kaisar dengan menjadikan kota Ye(鄴) sebagai ibukota pemerintahan Han timur(漢朝) yang baru. Namun Yuan Shao(袁绍) menolak usulan tersebut karena ia kuatir dengan keberadaan kaisar di kota Ye(鄴) akan berdampak buruk pada pengaruh dan kekuatan politiknya.
Pada akhirnya Yuan Shao(袁绍) menyesali keputusan tersebut, tatkala Cao Cao(曹操) memberikan perlindungan kepada kaisar dengan menjadikan kota Xuchang(許昌) sebagai pusat pemerintahan Han timur(漢朝) yang baru. Lewat pesan tertulisnya kepada Cao Cao(曹操), Yuan Shao(袁绍) sempat mengusulkan kota Juan(鄄城) sebagai lokasi ibukota yang baru, namun Cao Cao(曹操) menolak usulan tersebut.
Sejak saat itu, pengaruh dan kekuatan politik Cao Cao(曹操) semakin meningkat, bahkan Cao Cao(曹操) berhasil memegang kendali penuh seluruh kebijakan dalam pemerintah pusat Han timur(漢朝).
Pada tahun 196, Kekuatan dan pengaruh politik Yuan Shao(袁绍) mendapat perhatian khusus dari Cao Cao(曹操), yang kemudian mengajukan persetujuan kepada kaisar Xian(獻帝) untuk secara resmi menunjuk menunjuk Yuan Shao(袁绍) sebagai Komandan tinggi(“taiwei” 太尉), yang kemudian di ralat kembali dengan penunjukkan jabatan sebagai panglima besar (大將軍), dan gelar bangsawan Marquis of Ye (鄴侯). Namun Yuan Shao menolak seluruh penunjukkan tersebut, dengan alasan otoritas dan wewenangnya tidak ingin dikendalikan oleh pemerintah pusat Han timur(漢朝) [Cao Cao(曹操)].
Gongsun Zan dominasi Youzhou
Pasca pertempuran Jieqiao(界桥之战), gencatan senjata diberlakukan antara Gongsun Zan(公孙瓒) dengan Yuan Shao(袁绍) dibawah pengawasan pemerintah pusat Han timur(漢朝) yang saat itu berkedudukan di kota Chang’an(長安).
Karena Liu Yu(刘虞) tidak mendukung agresi militer yang dilancarkan Gongsun Zan terhadap Yuan Shao(袁绍), maka Liu Yu mengurangi jumlah pasokan logistik kepada pasukan Gongsun Zan, sehingga menimbulkan kebencian Gongsun Zan(公孙瓒) terhadap Liu Yu(刘虞).
Perselisihan pribadi antara Gongsun Zan(公孙瓒) dengan Liu Yu(刘虞) lambat laun akhirnya menciptakan konflik di antara mereka yang berujung pada jatuhnya Liu Yu(刘虞) dalam perangkap dan muslihat Gongsun Zan(公孙瓒).
Setelah Liu Yu(刘虞) dan seluruh anggota keluarganya dieksekusi mati dengan fitnah telah berkonspirasi dengan Yuan Shao(袁绍) untuk melakukan kudeta terhadap pemerintahan pusat Han timur(漢朝) yang berkedudukan di kota Chang’an(長安), lalu Gongsun Zan(公孙瓒) mengambil alih komando seluruh pasukan Liu Yu(刘虞), dan secara tidak resmi mengukuhkan dirinya sebagai Panglima/pejabat pengawas wilayah propinsi You(幽州刺史).
Sebagai penguasa wilayah propinsi You(幽州刺史), Gongsun Zan(公孙瓒) cenderung menjalankan otoritasnya secara tirani, sehingga memicu aksi pemberontakan dari para mantan pengikut setia Liu Yu(刘虞) serta gabungan pasukan suku Xianbei(鮮卑) dan suku Wuhuan(烏桓) pada tahun 195.
Sebagai tanggapan terhadap pemberontakan tersebut, Gongsun Zan(公孙瓒) mengerahkan sebagian besar jumlah pasukannya menghadapi/ membendung serangan para pemberontak, dan lalu membiarkan pasukannya bertempur hingga tak berdaya, sedangkan di sisi lain ia beserta seluruh anggota keluarganya berlindung dan bertahan di balik kokohnya benteng pertahanan kota Yijing(易京) yang telah dimuati penuh dengan persediaan logistik.
Legenda telah mencatat bahwa benteng tersebut memiliki beberapa menara tinggi dengan dilengkapi pintu gerbang kokoh terbuat dari baja, dan seluruh benteng pertahanan tersebut dikelilingi parit yang dalam.
Pada akhirnya, banyak jumlah komandan dan pasukannya yang menyerah dan lalu membelot ke pihak pemberontak selama berlangsungnya pertempuran.
Yuan Shao(袁绍) menilai keberadaan Gongsun Zan(公孙瓒) masih sebagai ancaman, kemudian menugaskan sejumlah pasukan yang dipimpin Qu Yi(麴義) untuk bergabung dengan pasukan pemberontak. Tak lama setelah berhasil mendesak mundur pasukan Gongsun Zan, pada akhirnya pasukan Yuan Shao mengepung kota Yijing(易京), dimana pengepungan tersebut berlangsung antara tahun 198 hingga tahun 199.
Dalam upaya mengakhiri pengepungan tersebut dan memukul mundur pasukan Yuan Shao, Gongsun Zan(公孙瓒) menugaskan Gongsun Xu(公孙续)[putra sulungnya] untuk meminta bantuan kepada Zhang Yan(張燕)[pemimpin kelompok Heishan(黑山賊)]. Namun benteng pertahanan kota Yijing(易京) akhirnya berhasil dibobol dan diduduki oleh pasukan Yuan Shao sebelum tiba bantuan pasukan tersebut.
Sebagai bentuk penolakan untuk menyerah, Gongsun Zan(公孙瓒) akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri beserta dengan seluruh anggota keluarganya.
Ketika berada di tengah perjalanan menuju ke kota Yijing(易京), Zhang Yan(張燕) segera memutuskan untuk menarik mundur seluruh pasukannya setelah menerima kabar jatuhnya benteng pertahanan kota Yijing(易京), sedangkan Gongsun Xu(公孙续) akhirnya tewas ditangan salah seorang asal suku Tuge(屠各)/Xiongnu(匈奴), saat berupaya melarikan diri. Seluruh peristiwa tersebut dikenal sebagai peristiwa pertempuran Yijing(易京之战). Sejak kematian Gongsun Zan(公孙瓒), maka seluruh otoritas wilayah propinsi You(幽州) jatuh ke tangan kendali Yuan Shao(袁绍).
Sebagai penguasa wilayah terluas di Tiongkok utara
Pasca kemenangannya dalam pertempuran Yijing(易京之战) dan mengambil alih seluruh komando mantan pasukan Gongsun Zan(公孙瓒), kekuatan pasukan Yuan Shao(袁绍) pada saat itu mencapai sekitar 100 ribu prajurit infantri dan sekitar 10 ribu pasukan kavaleri, dimana ia mengandalkan Yan Liang(顏良) dan Wen Chou(文醜) sebagai Jenderal/komandan utama, dan mempercayakan tanggung jawab pengadaan dan pengaturan logistik pasukan kepada Shen Pei(審配) dan Pang Ji(逄纪). Sedangkan Tian Feng(田豐), Xun Chen(荀谌), Ju Shou(沮授) dan Xu You(許攸) dipercaya sebagai penasihat strategi.
Karena luasnya wilayah otoritas, Yuan Shao(袁绍) lalu mempercayakan pengawasan dan pengaturan otoritas wilayah propinsi Qing(靑州) kepada Yuan Tan(袁谭) [putra sulungnya], dan mempercayakan pengaturan pengawasan dan otoritas wilayah propinsi You(幽州) kepada Yuan Xi(袁熙)[putra bungsunya], serta mempercayakan pengawasan dan pengaturan otoritas propinsi Bing(并州) kepada Gao Gan(高干)[salah seorang keponakan dari Yuan Shao].
Konflik dengan Cao Cao
Pasca keberhasilannya menduduki wilayah propinsi You(幽州) pada tahun 199, Cao Cao(曹操) menilai kekuatan politik Yuan Shao(袁绍) semakin meresahkan dan menjadi ancaman yang serius. Masalah serupa juga dihadapi oleh Yuan Shao(袁绍), sehingga ia merencanakan agresi militer terhadap Cao Cao(曹操) dengan tujuan untuk menduduki pusat pemerintahan Han timur(漢朝) yang saat itu berkedudukan di kota Xuchang(許昌). Meskipun rencana tersebut mendapat sanggahan dari Tian Feng(田豐) dan Ju Shou(沮授), namun Yuan Shao(袁绍) menetapkan untuk menjalankan rencana tersebut, bahkan Tian Feng(田豐) dijatuhi sanksi kurungan karena telah mencoba menghalangi keputusannya.
Kabar angin tentang rencana Yuan Shao(袁绍) tersebut diantisipasi oleh Cao Cao(曹操) pada musim gugur tahun 199, dengan segera memerintahkan peningkatan pertahanan pasukannya di daerah Guandu(官渡) dan beberapa daerah strategis lainnya yang memiliki akses langsung ke kota Xuchang(許昌).
Memberikan perlindungan kepada Liu Bei
Setelah Sun Ce memisahkan wilayah otoritasnya dari Yuan Shu(袁术) pada tahun 198, Yuan Shu(袁术) dihadapkan pada masalah besar dalam mengatur pemerintahan otonominya yang berkedudukan di kota Shouchun(壽春). Bahkan dengan kondisi harta yang semakin menipis, Yuan Shu(袁术) sudah tidak mampu lagi membiayai pasukannya untuk meredam aksi pemberontakan yang terjadi di beberapa wilayah otoritasnya, disamping ia harus menghadapi tekanan politik dari Cao Cao(曹操).
Menjelang akhir tahun 199, dengan mengandalkan segel kerajaan yang disimpannya sebagai jaminan, pada akhirnya Yuan Shu(袁术) meminta perlindungan kepada saudara tirinya, Yuan Shao(袁绍). Menanggapi hal tersebut, Yuan Shao(袁绍) segera menugaskan Yuan Tan(袁谭) untuk memberikan tempat bernaung kepada Yuan Shu(袁术) di wilayah propinsi Qing(靑州).
Berita tentang rencana Yuan Shu(袁术) tersebut akhirnya sampai kepada Liu Bei(劉備) yang saat itu berada di kota Xuchang(許昌) pasca takluknya Lü Bu(呂布) dalam pertempuran Xiapi(下邳).
Liu Bei(劉備) yang kuatir dengan keselamatan diri dan seluruh anggota keluarganya karena pengaruh dan kekuatan politik Cao Cao(曹操) yang meresahkan, akhirnya melihat adanya peluang untuk meninggalkan kota Xuchang(許昌)/ Cao Cao(曹操) dengan siasat melancarkan penghadangan terhadap konvoi perjalanan rombongan Yuan Shu(袁术) yang hendak menuju ke wilayah propinsi Qing(靑州).
Cao Cao(曹操) yang terperdaya, akhirnya mengijinkan Liu Bei(劉備) memimpin aksi penghadangan tersebut dengan diperbantu oleh pasukan Zhu Ling(朱灵)[salah seorang komandan pasukan Cao Cao]. Namun Cao Cao(曹操) terlambat menyadari adanya muslihat dibalik rencana Liu Bei(劉備), setelah rombongan pasukan Liu Bei(劉備) dan Zhu Ling(朱灵) telah jauh meninggalkan kota Xuchang(許昌).
Aksi penghadangan yang dipimpin Liu Bei(劉備) dan Zhu Ling(朱灵) berhasil menggagalkan upaya Yuan Shu(袁术) untuk bergabung/ bernaung kepada Yuan Shou(袁绍), namun pasukan Liu Bei(劉備) dan rombongan pengikutnya tidak turut serta kembali ke kota Xuchang(許昌) bersama dengan pasukan Zhu Ling(朱灵), melainkan mereka menuju ke wilayah propinsi Xu(徐州) melalui jalur yang berbeda.
Setibanya di wilayah propinsi Xu(徐州), pasukan Liu Bei(劉備) melancarkan agresi militer terhadap kota Xiapi(下邳), dimana Che Zhou(車冑)[Komandan pasukan yang ditunjuk oleh Cao Cao(曹操) sebagai Pejabat tinggi pengawas wilayah propinsi Xu(徐州刺史)] tewas dalam agresi tersebut, dan pada akhirnya Liu Bei(劉備) berhasil menduduki kembali kota Xiapi(下邳)[pusat pemerintahan wilayah propinsi Xu(徐州).
Kabar jatuhnya otoritas wilayah propinsi Xu(徐州) ke tangan Liu Bei(劉備) menuai reaksi keras dari Cao Cao(曹操). Tak lama berselang, Cao Cao(曹操) memutuskan untuk memimpin langsung agresi militer terhadap posisi Liu Bei(劉備).
Saat mendengar kabar bahwa pasukan Cao Cao sedang dalam perjalanan ke wilayah propinsi Xu(徐州), Liu Bei(劉備) segera mengutus Sun Qian(孙乾) sebagai duta untuk menjalin kerjsama dengan Yuan Shao(袁绍), sekaligus menyampaikan himbauan agar Yuan Shao(袁绍) segera melancarkan agresi militer secara menyeluruh terhadap pertahanan Cao Cao(曹操). Tian Feng(田豐) [yang telah bebas dari sanksi kurungan] turut mendesak Yuan Shao(袁绍) untuk segera memanfaatkan kesempatan tersebut, tetapi Yuan Shao(袁绍) menunda agresi militer/ kesempatan tersebut dengan hanya melancarkan agresi skala kecil terhadap pertahanan pasukan Cao Cao di Yanjin(延津) [dimana serangan tersebut dapat dipatahkan dengan mudah oleh pasukan Cao Cao yang dipimpin Yu Jin(于禁)], serta hanya mengirimkan sejumlah pasukan kavaleri untuk memperkuat pertahanan pasukan Liu Bei(劉備). Hal tersebut dilakukan oleh Yuan Shao dengan alasan karena perhatiannya masih terpaku pada kondisi kesehatan salah seorang putranya yang sedang sakit keras.
Karena tidak dapat menahan agresi militer pasukan Cao Cao(曹操), pada akhirnya Liu Bei(劉備) harus rela melepas kembali otoritas seluruh wilayah propinsi Xu(徐州) kepada Cao Cao(曹操). Akibat peristiwa tersebut, Liu Bei(劉備) dan sisa pengikutnya harus menyingkir dan berlindung kepada Yuan Shao(袁绍), sedangkan Guan Yu(關羽) berhasil ditangkap oleh pasukan Cao Cao.
Pertempuran di Boma
Yuan Shao(袁绍) mengawali agresi militernya dengan melancarkan serangan terhadap pertahanan pasukan Cao Cao di kota Liyang(黎陽), dimana pada pertempuran awal tersebut pasukan Yuan Shao berhasil mendesak pasukan Cao Cao untuk mundur teratur meninggalkan pertahanannya.
Tak lama setelah menduduki Liyang(黎陽), lalu Yuan Shao(袁绍) menugaskan Yan Liang(顏良) memimpin pasukan pelopor untuk menduduki daerah Boma(白馬) yang terletak di sisi seberang sungai Huang(黄河), meskipun Ju Shou(沮授) sempat menasihati Yuan Shao(袁绍) untuk tidak menunjuk Yan Liang(顏良) sebagai komandan pasukan pelopor.
Pada awal pertempuran, pasukan Yan Liang(顏良) sempat unggul atas pasukan Liu Yan(劉延) [komandan pasukan yang ditugaskan oleh Cao Cao untuk mempertahankan daerah Boma (白馬)]. Xun Yu(荀彧) [ahli strategi yang mengabdi Cao Cao] yang telah mempelajari kondisi tersebut, lalu segera memberi petunjuk kepada Cao Cao untuk mengirimkan sejumlah pasukan ke daerah Yanjin(延津) sebagai pengalih perhatian Yuan Shao(袁绍), agar pasukan yang dipimpin Zhang Liao(張遼) dan Guan Yu(關羽)[pada saat itu Guan Yu sempat sesaat mengabdi kepada Cao Cao, pasca tertangkap oleh pasukan Cao Cao di kota Xiapi(下邳)] dapat leluasa memperkuat pertahanan pasukan Liu Yan(劉延).
Prediksi Xun Yu(荀彧) tidak meleset, dimana Yuan Shao(袁绍) mengalihkan hampir seluruh kekuatan pasukannya ke arah daerah Yanjin(延津) sebagai bentuk respon pada manufer pasukan Cao Cao di daerah tersebut. Karena mengendurnya dukungan dari pasukan utama, kondisi tersebut menyebabkan pasukan Yan Liang(顏良) terdesak hebat dan akhirnya tercerai berai oleh serangan balik pasukan Cao Cao yang dipimpin Zhang Liao(張遼) dan Guan Yu(關羽). pasukan Liu Yan(劉延) akhirnya selamat dan terbebas dari pengepungan, sedangkan Yan Liang(顏良) tewas dalam pertempuran tersebut. Legenda mencatat bahwa Yan Liang(顏良) gugur ditangan Guan Yu(關羽), dimana insiden tersebut sempat menimbulkan ketegangan sesaat antara Yuan Shao(袁绍) dengan Liu Bei(劉備). Seluruh perisitiwa tercatat dalam kisah pertempuran Boma (白馬之戰)].
Pertempuran di Guandu
Tak lama berselang, seluruh Yuan Shao(袁绍) menggerakkan seluruh kekuatan pasukannya ke arah selatan, menyeberangi sungai Huang(黄河), dan lalu mendirikan barak di daerah Yanjin(延津). Karena kondisi yang kurang menguntungkan, Cao Cao akhirnya menarik mundur garis pertahanan pasukannya ke daerah Guandu(官渡). Saat mengetahui hal tersebut, Yuan Shao segera menugaskan Wen Chow(文醜) dan Liu Bei(劉備) untuk melakukan pengejaran dengan kekuatan 6 ribu pasukan kavaleri. Cao Cao yang telah mengantisipasi hal tersebut, lalu memberi perintah kepada pasukannya untuk meninggalkan sejumlah peralatan dan barang berharga [seperti kuda, senjata, dan sebagainya] sebagai jebakan di tengah perjalanan, kemudian menugaskan 600 pasukan elit kavaleri untuk melancarkan penyergapan. Umpan jebakan Cao Cao akhirnya berhasil kena sasaran, dimana pasukan Wen Chow(文醜) dan Liu Bei(劉備) tercerai berai oleh penyergapan tersebut. Peristiwa tersebut menyebabkan gugurnya Wen Chow(文醜), sedangkan Liu Bei(劉備) harus menarik mundur sisa pasukan kembali ke Yanjin(延津).
Setelah gugurnya dua orang jenderal andalan Yuan Shao pada awal pertempuran, kondisi tersebut berdampak buruk pada moral tempur seluruh pasukan. Menyadari hal tersebut, Ju Shou(沮授) segera memberikan petunjuk dan nasihat kepada Yuan Shao untuk mengulur waktu /ritme pertempuran sebagai strategi menghadapi pasukan Cao Cao. Nasihat tersebut dihimbaukan dengan pertimbangan bahwa moral tempur pasukan Cao Cao jauh lebih unggul walaupun jumlah pasukan Yuan Shao lebih besar, namun Yuan Shao masih memiliki kesempatan untuk memenangkan pertempuran karena memiliki persediaan logistik lebih banyak dibandingkan pasukan Cao Cao. Dengan menerapkan strategi mengulur waktu pertempuran, maka diharapkan moral pasukan Cao Cao semakin melemah seiring dengan waktu karena keterbatasan persediaan logistik. Ju Shou(沮授) telah menganalisa bahwa Yuan Shao dapat memenangkan pertempuran dengan melancarkan serangan frontal secara menyeluruh ketika pasukan Cao Cao telah melemah.
Namun Yun Shao tidak menanggapi nasihat Ju Shou(沮授), bahkan ia memberi perintah kepada seluruh pasukannya untuk terus bergerak menuju ke daerah Yangwu(陽武) [sisi utara dari daerah Guandu(官渡)] untuk mendesak posisi pertahanan pasukan Cao Cao.
Dalam upaya untuk menembus pertahanan pasukan Cao Cao, Yuan Shao memerintahkan pasukannya mendirikan beberapa *menara tempur di atas bukit, kemudian menghujani anak panah ke barak pertahanan pasukan Cao Cao dari atas menara tempur tersebut. Pasukan Cao Cao berupaya menahan serangan tersebut dengan mengenakan perisai untuk berlindung, kemudian Cao Cao mengerahkan sejumlah *katapul untuk melumpuhkan menara tempur pasukan Yuan Shao.
*Menara tempur: menara semi permanen, terbuat dari susunan balok kayu untuk menempatkan pasukan pemanah, agar dapat berlindung sekaligus menyerang pasukan musuh yang berada di balik tembok pertahanan kota.
*Katapul: mesin perang yang berfungsi untuk melontarkan batu ukuran besar ke arah pasukan musuh yang berlokasi jauh. Tujuan sebagai pemecah formasi/barisan, dan sekaligus untuk menjatuhkan moral tempur pasukan musuh.
Upaya lain yang dilakukan oleh pasukan Yuan Shao adalah dengan menggali terowongan untuk menembus tembok pertahanan pasukan Cao Cao. Langkah serupa juga dilakukan oleh pasukan Cao Cao untuk membendung serangan pasukan Yuan Shao.
Siasat mengalihkan perhatian Cao Cao
Untuk mengalihkan perhatian Cao Cao, Yuan Shao menugaskan Liu Bei(劉備) memimpin sejumlah pasukan untuk mendukung pemberontakan yang dipimpin Liu Pi(劉辟). Mereka kemudian melancarkan serangan ke daerah Yinjiang (㶏疆)[sekitar 20 li sisi selatan kota Xuchang(許昌)]. Namun Cao Ren(曹仁) [jenderal yang ditugaskan Cao Cao untuk mempertahankan (ibukota) Xuchang(許昌)] berhasil memimpin pasukannya mematahkan serangan tersebut. Pertempuran tersebut telah menyebabkan tewasnya Liu Pi(劉辟) dan sejumlah besar pasukannya, sedangkan Liu Bei harus menarik mundur sisa pasukannya kembali ke utara.
Yuan Shao sempat menugaskan Han Meng(韓猛) memimpin sejumlah pasukan untuk memutus akses di sisi barat pasukan Cao Cao, namun upaya tersebut gagal setelah pasukan yang dipimpin Han Meng(韓猛) dipukul mundur oleh pasukan Cao Ren(曹仁) di bukit Jiluo(雞洛山). Sejak kegagalan tersebut, Yuan Shao tidak mengirimkan kembali pasukan untuk melakukan serangan terpisah secara langsung ke wilayah otoritas Cao Cao.
Siasat memutus jalur distribusi logistik
Cao Cao(曹操) menyadari bahwa persediaan logistik untuk pasukannya semakin menipis, tetapi jalannya pertempuran belum berakhir, bahkan Yuan Shao(袁绍) terus memberikan tekanan dan berupaya menggerakkan pasukannya mendekati kota Xuchang(許昌). Kondisi tersebut menyebabkan dilema bagi Cao Cao untuk menarik mundur kembali lini pertahanan pasukannya, namun ketahanan dan moral tempur pasukannya akan terancam jatuh seiring dengan semakin menipisnya persediaan logistik.
Xun Yu(荀彧) yang telah mempelajari kondisi tersebut, lalu segera memberikan petunjuk dan saran kepada Cao Cao untuk melancarkan penyergapan terhadap lokasi penyimpanan logistik pasukan Yuan Shao yang dijaga oleh pasukan Han Meng(韓猛) di daerah Gushi(故市). Berdasarkan petunjuk dan rencana siasat Xun Yu(荀彧), Cao Cao segera menugaskan Xu Huang(徐晃) dan Shi Huan(史渙) untuk memimpin penyergapan tersebut.
Setelah pasukan yang dipimpin Xu Huang(徐晃) dan Shi Huan(史渙) berhasil membobol pertahanan pasukan Han Meng(韓猛) dan lalu menduduki Gushi(故市) serta menguasai gudang persediaan logistik milik Yuan Shao, kondisi tersebut mendesak Yuan Shao untuk mendatangkan kembali pasokan logistik baru dari Hebei(河北).
Cao Cao memusnahkan gudang logistik Yuan Shao di Wuchao
Untuk mengamankan pendistribusian pasokan logistik tersebut, Yuan Shao menugaskan Chunyu Qiong(淳于琼) untuk memimpin pengawalan dan menjaga lokasi persediaan logistik baru di daerah Wuchao(烏巢). Ju Shou(沮授) sempat menyanggah penugasan Chunyu Qiong(淳于琼) tersebut, karena Chunyu Qiong(淳于琼) dinilai tidak kompeten untuk menjalankan tugas tersebut, sehingga ia menghimbau Yuan Shao untuk menugaskan Jiang Yiqu (蔣義渠) memimpin sejumlah pasukan untuk memperkuat pertahanan pasukan Chunyu Qiong(淳于琼), namun Yuan Shao tidak menanggapi himbauan tersebut.
Pada saat yang sama, Xu You(許攸)[salah seorang ahli strategi yang mengabdi kepada Yuan Shao] memutuskan untuk membelot ke kubu Cao Cao karena kekecewaannya kepada Yuan Shao, disamping karena kecemasannya oleh ancaman Shen Pei(審配) yang berencana akan melaporkan aksi korupsi yang telah dilakukan oleh anggota keluarga Xu You kepada Yuan Shao.
Sebagai sahabat lama, kehadiran Xu You disambut dengan baik oleh Cao Cao. Xu You yang mengetahui lokasi baru penyimpanan logistik milik Yuan Shao, lalu membocorkan informasi tersebut.
Cao Cao segera memutuskan untuk memimpin langsung serangan terhadap lokasi tersebut saat malam tiba, dan mempercayakan Cao Hong(曹洪) untuk bertanggung jawab penuh pada pertahanan barak pasukan di daerah Guandu(官渡).
Ketika terdengar kabar Cao Cao melancarkan serangan secara mendadak ke daerah Wuchao(烏巢), Yuan Shao segera mengirim bantuan pasukan untuk memperkuat pasukan Chunyu Qiong, namun Cao Cao telah antisipasi hal tersebut dengan mengirim sebagian pasukannya untuk menyergap/ menghadang pasukan tersebut. Pada akhirnya pertahanan pasukan Chunyu Qiong(淳于琼) berhasil dibobol oleh serangan pasukan Cao Cao, dan kemudian lokasi penyimpanan logistik Yuan Shao tersebut berhasil diduduki dan dimusnahkan. Dalam pertempuran tersebut, Chunyu Qiong(淳于琼) tertangkap dan kemudian dijatuhi hukuman mati oleh Cao Cao.
Penyerahan Zhang He dan Gao Lan
Saat terdengar kabar Cao Cao melancarkan serangan terhadap Wuchao(烏巢), Yuan Shao menyetujui saran Guo Tu(郭圖) [salah seorang penasihat dari Yuan Shao] untuk menugaskan Zhang He(张郃) dan Gao Lan(高覽) memimpin penyerangan ke barak pasukan Cao Cao yang berlokasi di Guandu(官渡). Prediksi Guo Tu(郭圖) meleset, dimana pertahanan barak pasukan di Guandu(官渡) yang dipertahankan oleh Cao Hong(曹洪) tidak selemah yang diperkirakan, sehingga Zhang He(张郃) dan Gao Lan(高覽) harus menarik mundur pasukannya. Saat ditengah perjalanan kembali ke Yangwu(陽武), Zhang He(张郃) dan Gao Lan(高覽) menerima berita tentang keberhasilan Cao Cao menduduki daerah Wuchao(烏巢). Karena kuatir mereka akan dijadikan sebagai kambing hitam oleh Guo Tu(郭圖), maka Zhang He(张郃) dan Gao Lan(高覽) memutuskan untuk menyerah dan membelot ke kubu Cao Cao.
Kekalahan Yuan Shao
Berita jatuhnya daerah Wuchao(烏巢) ke tangan Cao Cao(曹操) berdampak sangat besar pada moral pasukan Yuan Shao(袁绍), dimana banyak dari jumlah mereka yang menyerah dan memutuskan untuk meninggalkan kesatuan pasukan. Cao Cao(曹操) segera memanfaatkan momen terbaik tersebut dengan melancarkan serangan secara menyeluruh ke barak pasukan utama Yuan Shao di daerah Yangwu(陽武).
Karena tidak dapat membendung serangan, pada akhirnya Yuan Shao(袁绍) harus menerima kekalahan dari Cao Cao, dan menyingkir bersama dengan pengikut setia dan sisa pasukannya ke daerah Cangting(倉亭) [berlokasi di sisi selatan sungai Huang(黄河)]. Sejumlah besar pasukan Yuan Shao yang tertangkap, akhirnya dijatuhi hukuman mati oleh Cao Cao.
Kabar kekalahan Yuan Shao tersebar luar sehingga menyebabkan sejumlah kepala daerah di wilayah propinsi Ji(冀州) menyatakan pemisahan dari bagian otoritas Yuan Shao, dan kemudian bergabung dengan otoritas pemerintah pusat Han(漢朝) yang berpusat di kota Xuchang(許昌).
Seluruh peristiwa tersebut tercatat dan dikenal sebagai peristiwa pertempuran Guandu(官渡之戰)
Pertempuran Cangting
Cao Cao menyadari bahwa sisa kekuatan pasukan Yuan Shao yang berada di daerah Cangting(倉亭) masih berpotensi menimbulkan ancaman, sehingga Cao Cao segera mempersiapkan serangan susulan terhadap posisi Yuan Shao.
Setelah memperoleh pasokan logistik dari daerah Anmin(安民)[terletak di sisi timur dari daerah Guandu]. Cao Cao kembali mengerahkan pasukannya untuk menyerang posisi pasukan Yuan Shao pada tahun 201. Karena belum pulihnya kekuatan pasukan, maka Yuan Shao harus kembali menelan kekalahan dalam pertempuran tersebut, dimana Yuan Shao harus segera menyingkir kembali menuju kota Ye(鄴)/ wilayah propinsi Ji(冀州) dengan menyeberangi sungai Huang(黄河). Selama dalam perjalanan kembali ke kota Ye(鄴) yang dibayangi pengejaran pasukan Cao Cao, Yuan Shao dan sisa pengikut setianya mendapatkan pengawalan dari pasukan Jiang Yiqu (蔣義渠). Seluruh perisitiwa tercatat dalam kisah pertempuran Cangting(倉亭之戰).
Cao Cao memberi perintah penghentian pengejaran terhadap Yuan Shao, tatkala Yuan Shao dan serta konvoi sisa pasukannya telah menyeberangi sungai Huang(黄河). Setelah memastikan tidak adanya kembali serangan balasan dari pasukan Yuan Shao, lalu Cao Cao dan sejumlah besar pasukannya kembali ke kota Xuchang(許昌) untuk memulihkan kondisi.
Akhir riwayat
Pasca mengalami kekalahan telak dalam pertempuran di Guandu(官渡之戰), Yuan Shao [dengan pikiran yang dangkal] menjatuhkan hukuman mati kepada Tian Feng, karena Tian Feng melontarkan sindiran dari balik jeruji tahanan tentang kisah pertempurannya di Guandu. Namun Tian Feng mengakhiri hidupnya sendiri sebelum eksekusi hukuman mati terhadap dirinya dilaksanakan.
Pada tahun 202, Yuan Shao sempat berupaya mengatasi beberapa pemberontakan daerah dalam wilayah propinsi Ji (冀州) sebagai sebab akibat kekalahannya dalam pertempuran di Guandu(官渡之戰). Pada akhirnya ia wafat dalam kegetiran dan karena sakit yang dideritanya.
Hingga tiba ajalnya, Yuan Shao tidak memberikan pesan terakhir siapa yang ditunjuk sebagai penerus kekuasaannya, sehingga hal tersebut sebagai penyebab terjadinya perebutan kekuasaan antara Yuan Tan(袁谭) dengan Yuan Shang (袁尚).
Legenda mencatat, meskipun sempat menjadi rival dalam pertempuran, namun Cao Cao sempat memberikan penghormatan terakhir [secara pribadi sebagai sahabat lama] di hadapan pusara Yuan Shao.
----000----
Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
Sumber:
Wikipedia

Komentar
Posting Komentar