Latar belakang
Pasca mengalami kekalahan telak dalam pertempuran di Chibi (赤壁之战), Cao Cao(曹操) segera menarik mundur sisa pasukannya dari daerah Wulin (烏林) untuk menghindari serangan lanjut dan pengejaran dari gabungan pasukan Sun Quan-Liu Bei.
Sebelum meninggalkan provinsi Jing (荆州), Cao Cao(曹操) menugaskan beberapa Jenderal andalannya untuk mempertahankan beberapa wilayah strategis di provinsi Jing (荆州). Beberapa dari wilayah tersebut adalah: pertahanan kota Jiangling (江陵)/wilayah Nan (南郡) dipertahankan oleh Cao Ren (曹仁), lalu pertahanan kota Xiangyang (襄陽) dipertahankan oleh Yue Jin (乐进). Kemudian pertahanan kota Dangyang (当阳) dipercayakan kepada Man Chong (满宠), serta Wen Ping (文聘) yang ditugaskan untuk mengawasi beberapa daerah strategis di wilayah Jiangxia (江夏郡).
Karena kondisi tersebut masih berpotensi sebagai ancaman serius bagi pemerintahan otonomi Wu (吳) yang berkedudukan di regional Jiangdong (江东), maka Sun Quan (孫權) segera menugaskan Zhou Yu (周瑜) untuk memimpin pengejaran dan serangan balik terhadap posisi pertahanan pasukan Cao Cao(曹操) di wilayah Nan (南郡)].
Pertempuran Jiangling
Dengan melalui rute darat, pada akhirnya sejumlah besar pasukan Wu(吳军队) dibawah komando Zhou Yu (周瑜) tiba di wilayah Nan (南郡).
Setelah menempatkan barak pasukannya di sisi selatan sungai Yangtze (揚子江), lalu Zhou Yu (周瑜) menugaskan Gan Ning (甘寧) memimpin sejumlah pasukan kavaleri untuk mengamankan daerah Yiling (夷陵) sebagai antisipasi menghadang kedatangan bantuan pasukan yang dikirim oleh Liu Zhang (劉璋) [Gubernur provinsi Yi (益州牧)] untuk memperkuat pertahanan kota Jiangling (江陵).
Dalam upaya untuk melancarkan pengepungan terhadap pertahanan kota Jiangling (江陵) [pusat pemerintahan wilayah Nan (南郡)] yang dipimpin oleh Cao Ren(曹仁), maka Zhou Yu (周瑜) minta dukungan Liu Bei (劉備) untuk memutus jalur pengiriman logistik ke kota tersebut yang berasal dari kota Xiangyang (襄陽), serta menghadang kedatangan bantuan pasukan yang dikirim oleh Cao Cao(曹操) yang diperkirakan akan melalui rute sepanjang aliran sungai Xiang(湘江) dan sungai Han(韩江).
![]() |
| Map-scheme the battle of Jiangling (208-209) |
Tercatat bahwa hampir seluruh kontribusi Liu Bei(劉備) tidak berhasil mendukung upaya pasukan Wu吳军队) melancarkan pengepungan terhadap pertahanan kota Jiangling (江陵), dimana pasukan yang dipimpin oleh Guan Yu(關羽) kerap menelan kekalahan menghadapi pasukan Yue Jin (乐进) dan Wen Ping (文聘), bahkan pasukan Guan Yu (關羽) gagal menghadang kedatangan pasukan Li Tong (李通) yang dikirim/tugaskan oleh Cao Cao untuk memperkuat pertahanan kota Jiangling (江陵).
Di tengah berlangsungnya pengepungan terhadap kota Jiangling (江陵之战), Liu Bei(劉備) mengirimkan pesan kepada Zhou Yu(周瑜) yang berisikan rencana manufer pasukannya ke sisi selatan provinsi Jing (荆州) dengan alasan ingin mengantisipasi kemungkinan adanya serangan pasukan musuh dari wilayah tersebut.
Setelah melalui hambatan ringan, pada akhirnya Liu Bei(劉備) berhasil menduduki empat wilayah di sisi selatan provinsi Jing (荆州) [mencakup wilayah Wuling (武陵郡). wilayah Changsha (長沙郡), wilayah Guiyang (桂陽郡) , serta wilayah Lingling (零陵郡)], dan kemudian ia menetapkan kota Gong’an (公安) sebagai basis kekuatan sementara pasukannya.
Setibanya pasukan Gan Ning (甘寧) di daerah Yiling (夷陵), Xi Su (襲肅) [komandan pasukan yang ditugaskan Liu Zhang(劉璋) untuk mengawasi daerah Yiling(夷陵)] tidak memberikan perlawanan, bahkan ia serta pasukannya bersedia untuk bergabung dengan pasukan Gan Ning (甘寧) untuk mempertahankan daerah Yiling(夷陵).
Setelah mengetahui bahwa daerah Yiling (夷陵) telah diduduki oleh pasukan Wu(吳军队), maka Cao Ren(曹仁) segera mengirim sekitar 6 ribu pasukan kavaleri untuk melancarkan serangan terhadap pertahanan daerah Yiling(夷陵) sehingga menyebabkan pasukan Gan Ning(甘寧) - Xi Su (襲肅) berada dalam kondisi terdesak.
Berita kondisi yang dihadapi pasukan Gan Ning(甘寧) sempat menimbulkan dilema bagi Zhou Yu(周瑜) untuk mengirimkan bantuan pasukan ke daerah Yiling(夷陵), karena kondisi tersebut akan melemahkan pertahanan barak pasukan Wu(吳军队).
Lü Meng(吕蒙) yang telah mempelajari kondisi, akhirnya berhasil meyakinkan Zhou Yu(周瑜) untuk mempercayakan Ling Tong (凌统) memimpin pertahanan barak [barisan belakang], selama sebagian kekuatan pasukan Wu dikerahkan untuk menyelamatkan pasukan Gan Ning(曹仁).
Ketika mendengar kabar bahwa Zhou Yu(周瑜) sedang memimpin langsung sejumlah pasukan menuju ke Yiling(夷陵), Cao Ren(曹仁) berniat memanfaatkan kesempatan itu untuk melancarkan serangan terhadap pertahanan barak pasukan Wu(吳军队).
Ling Tong (凌统) yang menyadari jumlah pasukannya tidak sebanding dengan jumlah jumlah pasukan musuh, lalu ia segera memerintahkan pasukannya untuk melakukan kamuflase seakan masih terdapat sejumlah besar pasukan Wu(吳军队) yang masih berada dalam barak.
Cao Ren(曹仁) yang tertipu oleh siasat Ling Tong (凌统), lalu hanya menugaskan Xu Huang(徐晃) untuk memimpin serangan ke pertahanan barak pasukan Wu(吳军队).
Sesuai dengan prediksi Lü Meng(吕蒙), pada akhirnya pasukan Ling Tong (凌统) berhasil membendung serangan dari pasukan Xu Huang(徐晃) dengan baik, bahkan serangan tersebut tidak menyebabkan kerusakan fatal pada barikade/ pagar pertahanan barak.
Kemenangan ganda pasukan Wu
Sisa pasukan Gan Ning(曹仁) berhasil diselamatkan saat bantuan pasukan Wu(吳军队) yang dipimpin langsung oleh Zhou Yu(周瑜) tiba di daerah Yiling (夷陵). Kemudian pasukan Cao Ren(曹仁) berhasil dipukul mundur, dimana sisa pasukan yang selamat berupaya kembali ke kota Jiangling (江陵) melalui rute yang telah diprediksi sebelumnya oleh Lü Meng(吕蒙).
Pada akhirnya mereka terjebak dalam perangkap / perintang yang telah disiapkan sebelumnya oleh pasukan Wu(吳军队) [atas petunjuk dari Lü Meng(吕蒙)], sehingga mereka [dalam kondisi panik dibawah pengejaran pasukan Wu(吳军队)] meninggalkan kuda tunggangan untuk segera menuju kembali ke kota Jiangling (江陵).
Berkat siasat Lü Meng(吕蒙)], pasukan Wu(吳军队) berhasil meraih kemenangan mutlak, bahkan mereka berhasil menyita sekitar 300 ekor kuda yang ditinggal pergi oleh pasukan musuh.
Rentetan kemenangan tersebut berhasil meningkatkan moral dan semangat tempur pasukan Wu(吳军队). Zhou Yu(周瑜) memanfaatkan momen tersebut untuk mendorong seluruh pasukannya melancarkan agresi terhadap pertahanan musuh secara lebih agresif.
Setelah menyeberangi sungat Yangtze (揚子江), lalu Zhou Yu(周瑜) segera memerintahkan pasukannya untuk mendirikan lokasi barak pasukannya tak jauh dari lokasi barak pasukan musuh.
Cao Ren(曹仁) menyadari bahwa moral tempur pasukannya semakin merosot, sehingga ia segera menghimpun sekitar 300 sukarelawan, dan menunjuk Niu Jin (牛金) untuk memimpin serangan balasan terhadap posisi pasukan Wu(吳军队), meskipun upaya tersebut sempat ditentang oleh Chen Jiao (陳矯)[Kepala staff adminstrasi (“zhangshi” 長史)]. Tujuan Cao Ren(曹仁) melaksanakan upaya tersebut adalah sebagai siasat untuk meningkatkan kembali mental dan semangat tempur seluruh pasukannya sambil menantikan kedatangan bantuan pasukan dari pemerintah pusat.
Cao Ren(曹仁) terus memantau kondisi pertempuran dari balik gerbang kota, selepas pasukan yang dipimpin Niu Jin (牛金) melancarkan serangan balik tersebut.
Ketika pasukan Niu Jin(牛金) terdesak hebat oleh kepungan pasukan Wu(吳军队), Cao Ren(曹仁) segera memimpin belasan personil pasukan kavaleri terbaiknya menuju ke tengah pertempuran untuk menyelamatkan pasukan Niu Jin(牛金).
Pada akhirnya Cao Ren(曹仁) serta sisa pasukan Niu Jin(牛金) berhasil tiba kembali ke benteng kota dengan selamat. Peristiwa tersebut berhasil mengobarkan kembali semangat tempur seluruh pasukannya, dimana Cao Ren segera memanfaatkan momen tersebut dengan mendorong seluruh pasukannya untuk tetap berada pada garis pertahanan di sisi luar benteng kota.
Pertempuran terus berlanjut selama beberapa bulan.
Dalam salah satu pertempuran, Zhou Yu(周瑜) sempat terluka parah oleh akibat serangan panah, sehingga ia tidak dapat sepenuhnya memegang tongkat komando, namun pasukan Wu tidak mengendurkan agresinya terhadap pertahanan musuh dengan tujuan untuk menutupi kondisi sesungguhnya.
Cao Ren(曹仁) sempat menaruh curiga dengan kondisi yang dialami oleh Zhou Yu(周瑜), namun ia tidak dapat memanfaatka kesempatan tersebut untuk memetik kemenangan karena kondisi mental dan semangat tempur pasukannya yang telah terpuruk..
Zhou Yu(周瑜) kembali memegang tongkat komando pasukan setelah kondisi fisik pulih beberapa bulan kemudian. Namun kondisi kekuatan pasukannya mulai menurun akibat masa pertempuran yang panjang. ia berupaya untuk menutupi kondisi tersebut dengan terus melakukan manufer pasukannya sebagai bentuk siasat.
Zhou Yu(周瑜) menyadari bahwa ia tak dapat memerintahkan penarikan mundur dan mengakhiri pengepungan terhadap kota Jiangling (江陵), karena ia telah mempelajari bahwa pasukan musuh berada dalam kondisi lebih buruk.
Zhou Yu(周瑜) menyadari bahwa ia tak dapat memerintahkan penarikan mundur dan mengakhiri pengepungan terhadap kota Jiangling (江陵), karena ia telah mempelajari bahwa pasukan musuh berada dalam kondisi lebih buruk.
Prediksi Zhou Yu(周瑜) tidak meleset, dimana pada akhirnya Cao Cao(曹操) memerintahkan penarikan mundur seluruh kekuatan pasukannya dari kota Jiangling (江陵), karena pertimbangan pemerintah pusat Han(後漢) sudah tak dapat menanggung kerugian materi dan jumlah pasukan yang gugur.
Pada tahun 209, kota Jiangling (江陵)/wilayah Nan (南郡) menjadi bagian dari otoritas Sun Quan (孫權)/ pemerintah otonomi Wu (吳) setelah seluruh pasukan Cao Ren(曹仁) meninggalkan pertahanan kota Jiangling (江陵) . Sun Quan(孫權) lalu menunjuk Zhou Yu(周瑜) sebagai Kepala wilayah Nan (南郡太守) yang berkedudukan di kota Jiangling (江陵).
---000---
Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
Sumber: Wikipedia

Komentar
Posting Komentar