Pertempuran di Changban (長坂之戰)] (208 M)

Latar belakang

Pasca keberhasilannya menaklukkan klan Yuan (袁) dan menyatukan/ menduduki hampir seluruh wilayah di Tiongkok utara, dengan atas nama kaisar Xian (獻帝), Cao Cao (曹操) menggelar kembali kampanye militer untuk penyatuan seluruh wilayah di Tiongkok selatan pada bulan ke-tujuh tahun 208.
Pernyataan Cao Cao tersebut disampaikan tak lama setelah wafatnya Liu Biao (劉表) [Gubernur propinsi Jing (荆州 牧)].

Sebagai gubernur propinsi Jing (荆州 牧) yang baru, pada awalnya Liu Cong (刘琮) hendak memberikan perlawanan terhadap agresi militer/invasi Cao Cao tersebut, namun sebagian besar pejabat yang mengabdi, antara lain seperti: Kuai Yue (蒯越), Han Song (韓嵩), Fu Xun (傅巽), dan lainnya menghimbau dan mendesak Liu Cong untuk menyerah, dengan alasan kekuatan pasukan yang tidak sebanding dengan pasukan Cao Cao, disamping belum pulihnya pasca kekalahan dari Sun Quan (孫權) dalam pertempuran Jiangxia (江夏之戰).
[kondisi sesungguhnya yang terjadi, para pejabat tersebut telah disuap oleh Cao Cao untuk mendukung kampanye militer tersebut].   

Awal peristiwa

Pada bulan ke-delapan tahun 208, Cao Cao beserta pasukannya akhirnya tiba di kota Wancheng (宛城). Liu Bei (劉備) yang berada di kota Fancheng (樊城), menaruh kecurigaan saat mendengar berita tentang keberadaan pasukan Cao Cao tersebut, sehingga ia mengirim utusan ke pusat pemerintahan propinsi Jing (荆州) yang berkedudukan di kota Xiangyang (襄陽) untuk memperoleh kabar sesungguhnya, dimana pada akhirnya Liu Cong mengutus Song Zhong (宋忠) untuk konfirmasi kebenaran berita tersebut kepada Liu Bei beberapa saat kemudian.

Saat dalam situasi genting tersebut, Zhuge Liang (諸葛亮) menghimbau agar Liu Bei memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengambil alih otoritas wilayah propinsi Jing (荆州) dari tangan Liu Cong secara paksa, dan lalu menghimpun seluruh kekuatan pasukan untuk mempertahankan wilayah propinsi Jing (荆州) dari agresi militer/ invasi Cao Cao. , Namun Liu Bei menolak usulan tersebut dengan alasan tidak ingin mengkhianati kepercayaan [alm] Liu Biao, dimana ia telah berjanji untuk melindungi/ mendampingi Liu Qi (刘琦) dan Liu Cong (刘琮) [kedua putra kandung Liu Biao/ pewaris resmi otoritas pemerintahan propinsi Jing(荆州)]. 

Untuk menghindari agresi militer Cao Cao, Liu Bei dan seluruh pengikutnya segera menyingkir ke wilayah yang lebih aman di selatan [dengan tujuan ke kota Jiangling (江陵)]. Saat melewati kota Xiangyang (襄陽), Liu Bei sempat minta kesediaan Liu Cong untuk bertemu, namun Liu Cong menolak dan tetap bersembunyi. Pada akhirnya Liu Bei beserta sejumlah besar konvoi pengungsi rakyat sipil [diperkirakan sekitar 100 ribu jiwa] bergerak meninggalkan kota tersebut.

Pada  bulan ke-sembilan, Liu Cong tiba di kota Xinye (新野) untuk menyambut langsung kedatangan Cao Cao, serta menyerahkan kekuasaan wilayah propinsi Jing (荆州).

Karena kuatir Liu Bei akan tiba terlebih dahulu ke kota Jiangling (江陵), lalu memanfaatkan potensi kota tersebut untuk menimbulkan ancaman baru, Cao Cao beserta 5 ribu pasukan kavaleri segera melakukan pengejaran terhadap konvoi pengungsian Liu Bei, dengan jarak tempuh sekitar 300 li per hari.

Pada saat yang sama, Liu Bei beserta sejumlah besar konvoi pengungsi rakyat sipil bergerak dengan sangat lambat [jarak tempuh hanya sejauh 10 li per hari].
Kuatir dengan kondisi tersebut, Liu Bei dihimbau oleh beberapa pengikut setianya untuk segera meninggalkan rombongan konvoi agar dapat lolos dari pengejaran pasukan Cao Cao, tetapi Liu Bei menolak usulan tersebut.
Sebagai alternatif, Liu Bei menugaskan Guan Yu (關羽) untuk mengawal sebagian konvoi pengungsi melalui jalur sungai Han (汉江).

Pertempuran di Changban

Pada akhirnya Liu Bei dan konvoi pengungsi disergap oleh pasukan kavaleri Cao Cao di daerah Changban (長坂), wilayah Dangyang (当阳). Penyergapan tersebut menimbulkan kekacauan yang menyebabkan Liu Bei harus terpisah dengan rombongan keluarganya saat dalam upaya menyelamatkan diri. Pada saat yang sama, Xu Shu (徐庶) meninggalkan Liu Bei untuk bergabung dengan Cao Cao, setelah ia menerima kabar bahwa ibu kandungnya ditahan oleh prajurit Cao Cao di tengah kekacauan tersebut.

Penyergapan yang dilakukan oleh pasukan Cao Cao tersebut tidak hanya menyebabkan sejumlah besar pasukan Liu Bei gugur, tetapi juga menyebabkan tewasnya sejumlah besar pengungsi [rakyat sipil].
Map-scheme the battle of Changban

Peranan Zhao Yun (趙雲)

Saat mengetahui Nyonya Gan (甘夫人) dan Liu Shan (劉禪) [istri dan putra sulung dari Liu Bei] terpisah dari rombongan, Zhao Yun (趙雲) serta sejumlah pasukannya kembali menuju ke lokasi kekacauan untuk mencari keberadaan mereka.

Zhao Yun protected Liu Shan in the battle of Changban
Beberapa pengikut setia Liu Bei meragukan kesetiaan Zhao Yun [telah menduga Zhao Yun akan membelot ke pihak Cao Cao], namun Liu Bei menampik rumor tersebut dengan keras, dan yakin teguh pada kesetiaan Zhao Yun.

Keyakinan Liu Bei akhirnya terjawab benar setelah Zhao Yun berhasil menyelamatkan dan mengawal Ny.Gan serta Liu Shan kembali ke kamp, dimana mereka bertemu kembali dengan Liu Bei.

Peranan Zhang Fei (張飛)

Dalam upaya lolos dari pengejaran pasukan Cao Cao, Zhang Fei (張飛) memimpin sejumlah kecil pasukan kavaleri pilihan menuju ke barisan terakhir untuk menahan dan menghambat pengejaran pasukan Cao Cao.

Setelah Liu Bei dan konvoi pengungsi menyeberangi salah satu jembatan di daerah Changban (長坂), Zhang Fei segera memerintahkan pasukannya untuk memutuskan jembatan tersebut dan lalu memacu kuda tungangannya masing-masing di sekitar lokasi tersebut secara hilir mudik, sehingga pandangan di lokasi tersebut penuh tertutup oleh kabut debu yang beterbangan.

Upaya tersebut dilakukan dengan maksud untuk menciptakan ilusi seakan sejumlah besar pasukan kavaleri telah bersiap untuk menyambut kedatangan pasukan Cao Cao.
Sementara itu, Zhang Fei berada di tepi jembatan yang terputus tersebut seorang diri sambil menantikan kedatangan pasukan lawan.
Zhang Fei's duel challenged over the bridge
Ketika pasukan Cao Cao tiba di seberang jembatan yang terputus, Zhang Fei segera berseru dengan lantang menantang untuk berduel. Kondisi tersebut menyebabkan seluruh pasukan Cao Cao gentar, sehingga mereka memutuskan untuk mundur dan mencari alternatif jalan lain untuk melanjutkan pengejaran.
Legenda mencatat peristiwa tersebut sebagai salah satu kontribusi Zhang Fei untuk menghalau/ menghambat pengejaran pasukan Cao Cao.

Akhir pertempuran Changban, awal pertempuran di Chibi (赤壁)

Cao Cao akhirnya menghentikan pengejaran, lalu menuju dan menduduki kota Jiangling (江陵) setelah Liu Bei serta konvoi pengungsi yang selamat menyeberangi sungai Han (汉水), dimana mereka berjumpa kembali dengan konvoi pengungsi yang dikawal Guan Yu di daerah Hanjin (漢津).

Kehadiran Liu Bei serta konvoi pengungsi disambut baik oleh Liu Qi (劉琦) [putra sulung Liu Biao, yang pada saat itu menjabat sebagai kepala daerah (“taishou”太守) wilayah Jiangxia (江夏)], dimana pada akhirnya dibawah pengawalan 10 ribu kekuatan pasukan Liu Qi, mereka menuju ke kota Xiakou (夏口) untuk berlindung.

Pada saat yang sama, Lu Su (魯肅)[ahli strategi/ pejabat senior pemerintahan otonomi Wu] mendengar kabar bahwa Liu Bei sedang berlindung di kota XiaKou (夏口). Ia segera memutuskan untuk mengunjungi Liu Bei.
Setelah bertukar pikiran, pada akhirnya Liu Bei menyetujui usulan Lu Su, dan kemudian menugaskan Zhuge Liang mengunjungi Sun Quan (孫權) di kota Chaisang(柴桑) untuk mengusung kerjasama/ koalisi menghadapi ancaman invasi Cao Cao.

Setelah melalui perdebatan yang panjang, pada akhirnya Sun Quan menyetujui kerjasama/ koalisi tersebut, dan lalu menunjuk Zhou Yu (周瑜) sebagai panglima utama (大都督) untuk membendung agresi militer/ invasi pasukan  Cao Cao di daerah Chibi (赤壁).

---000---

Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
Sumber: Wikipedia


Komentar