Kampanye militer Cao Cao-penyatuan kembali wilayah Tiongkok utara (200-207)

Latar belakang

Pasca Cao Cao (曹操) memenangkan pertempuran Guandu (官渡之戰), banyak wilayah di sisi utara sungai Huang (黄河) [sebagian besar merupakan bagian dari wilayah propinsi Ji (冀州)] melepaskan diri dari otoritas Yuan Shao (袁绍), dan kemudian bergabung dengan otoritas pemerintah pusat Han timur yang dikendalikan langsung oleh Cao Cao. Kondisi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Cao Cao untuk memulihkan kembali pasukannya.
Pada saat yang sama, Yuan Shao juga berupaya memulihkan kembali pasukannya di daerah Canting (倉亭) pasca kekalahannya di Guandu (官渡).


Cao Cao berencana akan mempersiapkan kampanye militer berikutnya ke wilayah propinsi Jing (荆州) [otoritas Liu Biao (劉表)] dan wilayah Jiangdong (江东) [otoritas Sun Quan (孫權)], namun Xun Yu (荀彧) [salah seorang penasihat yang mengabdi kepada Cao Cao] memberikan nasihat bahwa Yuan Shao masih berpotensi sebagai ancaman, sehingga Cao Cao merencanakan kembali kampanye militer terhadap Yuan Shao.

Kampanye ke propinsi Ji

Setelah menghimpun pasokan logistik di daerah Anmin (安民), Cao Cao melancarkan kembali agresi militer/ serangan terhadap posisi Yuan Shao di daerah Canting (倉亭) pada bulan ke-empat tahun 201. Karena kondisi pasukan yang belum pulih, maka Yuan Shao mengalami kekalahan kembali, sehingga ia harus kembali ke kota Ye (鄴) dengan kondisi kesehatan yang memburuk. Peristiwa tersebut dikenal sebagai pertempuran Canting (倉亭之戰).

Yuan Shao wafat pada bulan ke-lima tahun 202. Kondisi tersebut memicu perselisihan dan  keretakan hubungan persaudaraan antara Yuan Tan dengan Yuan Shang, serta diikuti dengan perpecahan antar para mantan pengikutnya. Guo Tu (郭圖), Xin Ping (辛評) dan beberapa pengikut lain memihak kepada Yuan Tan, sedangkan Shen Pei (審配) dan Pang Ji (逄紀) telah sepakat dan membuat petisi untuk mendukung Yuan Shang (袁尚) sebagai penerus kekuasaan/ menggantikan posisi Yuan Shao.

Tak lama berselang, Yuan Tan (袁谭) segera memimpin pasukannya menuju ke kota Liyang (黎陽) untuk mengantisipasi serangan lanjutan dari Cao Cao. Sesuai dengan prediksi Yuan Tan, berita kematian ayahnya telah mengundang kehadiran Cao Cao untuk melancarkan serangan susulan pada bulan ke-sembilan tahun 202.

Untuk memperkuat pertahanan kota Liyang (黎陽), Yuan Tan segera minta dukungan/tambahan pasukan dari kota Ye (鄴). Bantuan pasukan akhirnya tiba ke kota Liyang (黎陽) dengan dipimpin langsung oleh Yuan Shang, setelah Shen Pei dipercaya sementara waktu untuk mengatur dan mempertahankan kota Ye (鄴).

Setelah 6 bulan masa pertempuran, pada bulan ke-dua tahun 203 akhirnya pertahanan kota Liyang (黎陽) jatuh, sehingga Yuan Tan dan Yuan Shang harus menarik mundur seluruh pasukan mereka kembali ke kota Ye (鄴). Peristiwa itu dikenal dengan pertempuran Liyang (黎陽之戰).

Agresi militer wilayah Hedong

Ketika perhatian Cao Cao sedang terpusat pada agresi militer terhadap kota Liyang (黎陽), Gao Gan (高幹) [Salah seorang keponakan dari Yuan Shao yang berwewenang sebagai panglima pengawas propinsi Bing (并州刺史)] memanfaatkan kesempatan tersebut dengan melancarkan serangan ke wilayah Hedong (河東郡). Agresi yang dilancarkannya tersebut mendapat dukungan dari Guo Yuan (郭援) [jenderal/komandan pasukan di bawah komando Yuan Shang] dan Huchuquan (呼廚泉) [kepala suku Xiongnu (匈奴胡王)].
Wilayah Hedong (河東郡) akhirnya berhasil diduduki oleh Guo Yuan setelah pasukan yang dipimpinnya berhasil menerobos pertahanan pasukan Jia Kui (賈逵) [komandan pasukan pertahanan wilayah Hedong(河東郡)].

Berita jatuhnya wilayah Hedong (河東郡) mendapat tanggapan dari Cao Cao dengan menugaskan Zhong Yao (鍾繇) menghimpun pasukan di wilayah propinsi Liang (涼州) untuk merebut kembali wilayah Hedong (河東郡). Upaya Zhong Yao tersebut ditanggapi oleh Ma Teng (馬騰), yang lalu menugaskan Ma Chao (馬超) dan Pang De (龐德) memimpin pasukan untuk memperkuat pasukan Zhong Yao.

Pada akhir tahun 203, wilayah Hedong (河東郡) akhirnya dapat diduduki kembali oleh Zhong You setelah kekalahan pasukan Guo Yan [dimana Guo Yuan tewas ditangan Pang De dalam pertempuran tersebut]. Tak lama kemudian, Gao Gan menyerah sebagai akibat dari perang saudara antara Yuan Tan dengan Yuan Shang. Penyerahan Gao Gan tersebut diterima dengan baik oleh Cao Cao, bahkan Cao Cao mengembalikan posisi jabatan Gao Gan seperti sedia kala. Seluruh rentetan peristiwa dikenal sebagai peristiwa pertempuran Hedong (河東之戰).

Perang saudara klan Yuan

Setelah menduduki kota Liyang (黎陽), kemudian Cao Cao memimpin pengejaran terhadap kedua Yuan bersaudara, sehingga mereka berseteru kembali dalam pertempuran di luar benteng kota Ye (鄴) selama lebih dari 2 bulan.
Karena jalannya pertempuran berkepanjangan, Guo Jia (郭嘉) [salah seorang penasihat militer andalan Cao Cao] menghimbau agar Cao Cao menunda sementara agresi terhadap kota Ye (鄴), dan menarik mundur seluruh pasukannya.
Guo Jia telah memprediksi bahwa kedua Yuan bersaudara akan saling berseteru satu sama lain untuk memperebutkan posisi kepemimpinan yang ditinggalkan Yuan Shao, sehingga Cao Cao dapat memetik keuntungan ganda dari perseteruan tersebut.
Pada akhirnya Cao Cao setuju dengan nasihat Guo Jia, dan lalu menarik mundur seluruh pasukannya  untuk dialihkan sementara ke salah satu wilayah otoritas Liu Biao (劉表) di Provinsi Jing (荆州).

Ketika mengetahui Cao Cao menarik mundur seluruh pasukannya, Yuan Tan meminta tambahan pasukan lagi dari Yuan Shang untuk melakukan pengejaran dan serangan balik terhadap manuver mundur pasukan Cao Cao, namun Yuan Shang menolak karena kuatir Yuan Tan akan mendominasi seluruh kekuatan pasukannya. Penolakan tersebut memicu ketegangan hubungan mereka, karena Yuan Tan telah menduga Yuan Shang hendak merebut posisi kepemimpinan yang ditinggalkan oleh Yuan Shao.

Sesuai dengan prediksi Guo Jia, perang saudara antara Yuan Tan dengan Yuan Shang tidak dapat dielakkan. Yuan Tan mengerahkan pasukannya untuk melancarkan serangan terhadap posisi Yuan Shang yang bertahan di kota Ye (鄴). Namun serangan tersebut dapat dipatahkan oleh pasukan Yuan Shang di luar benteng kota, sehingga Yuan Tan harus menarik mundur pasukannya ke kota Nanpi (南皮).
Saat berada di kota Nanpi (南皮), Yuan Tan menerima kembali dukungan dari Wang Xiu (王脩) dan Guan Tong (管統). Tak lama berselang, Yuan Shang memimpin langsung serangan terhadap posisi Yuan Tan, dan kembali memetik kemenangan, sehingga Yuan Tan serta sisa pasukannya harus meninggalkan kota Nanpi (南皮) dan lalu menyingkir ke kota Pingyuan (平原)-propinsi Qing (靑州).

Pada bulan kedua tahun 204, Yuan Shang kembali melancarkan serangan dan pengepungan terhadap posisi Yuan Tan di kota Pingyuan (平原). Dalam kondisi terdesak dan putus asa, pada akhirnya Yuan Tan mengikuti nasihat dari Guo Tu (郭圖) dengan mengutus Xin Pi (辛毗) menemui Cao Cao di daerah Xiping (西平) untuk mengajukan koalisi/ kerjasama.

Koalisi Yuan Tan dan Cao Cao

Pengajuan kerjasama/ koalisi tersebut disambut baik oleh Cao Cao sebagai siasat untuk menundukkan Yuan Shang, dan kesempatan untuk menduduki kota Ye (鄴). Sebagai wujud ikatan kerjasama/ koalisi tersebut, Cao Cao telah menjanjikan pernikahan Cao Zheng (曹整) [salah seorang putra kandungnya] dengan salah seorang putri dari Yuan Tan.

Cao Cao yang mengikuti petunjuk Guo Jia, akhirnya menunda agresi militernya terhadap wilayah otoritas Liu Biao, dan lalu melancarkan kembali agresi militer terhadap kota Ye (鄴) yang saat itu dipertahankan oleh Shen Pei.

Sesuai dengan prediksi Guo Tu, Yuan Shang akhirnya menghentikan serangan/pengepungan terhadap kota Pingyuan (平原), dan lalu mengalihkan seluruh pasukannya menuju ke kota Ye (鄴) untuk menghadapi pasukan Cao Cao yang telah mengisolir kota Ye (鄴) dengan menduduki daerah-daerah di sekitarnya.

Pada bulan ke-tujuh tahun 204, Yuan Shang dan pasukannya akhirnya tiba di daerah sekitar kota Yangping (陽平) [tepat di sisi utara kota Ye (鄴)]. Saat Shen Pei dan pasukannya menanggapi panggilan Yuan Shang untuk memadukan kekuatan pasukan mereka, rencana tersebut akhirnya dapat diantisipasi oleh Cao Cao dengan serangan penyergapan terhadap pasukan Shen Pei, sehingga pasukan Shen Pei harus membatalkan aksi mereka dan mundur kembali ke balik benteng kota Ye (鄴).

Setelah pasukan Shen Pei berhasil dipukul mundur, Cao Cao lalu melancarkan serangan terhadap posisi pasukan Yuan Shang di daerah Yangping (陽平). Serangan tersebut berhasil mendesak Yuan Shang, sehingga ia harus menarik mundur pasukannya ke daerah Quzhang (曲漳) dengan dibayangi oleh pengejaran pasukan Cao Cao.
Dalam kondisi terdesak, Yuan Shang sempat mengajukan gencatan senjata, namun Cao Cao terus melancarkan serangan hingga akhirnya Yuan Shang mengalami kekalahan telak, dan harus menyingkir ke wilayah Zhongshan (中山). Kemudian Cao Cao menghentikan pengejaran terhadap Yuan Shang, dan memutuskan untuk melanjutkan agresi militer/ pengepungan terhadap kota Ye (鄴).

Selama agresi /pengepungan yang dilancarkan Cao Cao terhadap kota Ye (鄴), Yuan Tan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menduduki beberapa wilayah di utara propinsi Ji (冀州), seperti wilayah Anping (安平郡), Bohai (勃海郡), Hejian (河間郡) dan kota Ganling (甘陵). Bahkan kemudian melancarkan serangan balasan terhadap posisi Yuan Shang di wilayah Zhongshan (中山郡), sehingga Yuan Shang serta sisa pengikutnya harus menyingkir dan mencari perlindungan kepada Yuan Xi (袁熙) [putra kedua Yuan Shao yang berwewenang sebagai panglima pengawas propinsi You (幽州刺史)].
Tanpa sepengetahuan Cao Cao, Yuan Tan telah berkonspirasi dengan Lü Kuang (呂曠) dan Lü Xiang (呂翔) [mantan komandan pasukan Yuan Shao/ Yuan Shang, yang telah berpihak kepada Cao Cao], namun ancaman konspirasi tersebut telah diantisipasi oleh Cao Cao. 

Pada bulan ke-sembilan tahun 204, Cao Cao berhasil menduduki kota Ye (鄴) setelah menerima penyerahan dari pasukan dan pengikut Shen Pei. Tak lama setelah jatuh pertahanan kota Ye (鄴), Shen Pei ditangkap dan dieksekusi mati karena tidak bersedia untuk menyerah. Keberhasilan Cao Cao menduduki kota Ye (鄴) merupakan titik awal keberhasilannya menduduki wilayah utara Tiongkok.

Cao Cao menaklukkan Yuan Tan dalam pertempuran Nanpi

Pada bulan pertama tahun 205, Cao Cao memutuskan koalisi dengan Yuan Tan dengan tuduhan tidak turut serta dalam agresi terhadap kota Ye (鄴), disamping telah menduduki beberapa wilayah propinsi Ji (冀州) demi untuk kepentingan sendiri. Setelah mengirim pulang kembali putri dari Yuan Tan, Cao Cao lalu melancarkan serangan terhadap posisi Yuan Tan di daerah Longcou (龍湊). Karena tidak dapat menahan serangan pasukan Cao Cao, Yuan Tan dan pasukannya harus menyingkir ke kota Nanpi(南皮).

Supuyan (蘇僕延) [pemimpin suku Wuhuan (烏桓头目)] berencana mengirimkan 5 ribu pasukan kavaleri untuk memperkuat pertahanan pasukan Yuan Tan, namun rencana tersebut dapat digagalkan oleh Qian Zhao (牽招)[salah seorang perwira pasukan yang ditugaskan oleh Cao Cao sebagai duta ke wilayah otoritas suku Wuhuan].

Setelah melancarkan pengepungan selama lebih dari satu bulan, prediksi dan siasat Guo Tu hampir terwujud, saat Cao Cao berniat untuk menarik mundur pasukannya untuk sementara waktu, karena kehilangan banyak jumlah pasukan yang gugur. Namun Cao Chun (曹純) [komandan pasukan elit kavaleri macan-harimau (虎豹騎)] berhasil meyakinkan Cao Cao untuk melanjutkan pertempuran, karena masih adanya harapan untuk memenangkan pertempuran, dimana pasukan Cao Cao masih jauh lebih unggul dibandingkan dengan pasukan Yuan Tan.

Pada akhirnya kota Nanpi(南皮) berhasil diduduki oleh pasukan Cao Cao setelah Yuan Tan tewas di tengah pertempuran. Cao Cao menerima penyerahan Wang Xiu (王脩) tak lama setelah gugurnya Yuan Tan. Atas permohonan Wang Xiu, Cao Cao akhirnya memberikan pengampunan kepada Guan Tong (管統). Seluruh peristiwa ini dikenal sebagai peristiwa pertempuran Nanpi (南皮之戰).

Yuan Shang & Yuan Xi bernaung kepada Wuhuan

Kondisi yang dihadapi Yuan Xi tidak jauh berbeda, dimana pengaruh politik Cao Cao telah menyebabkan beberapa wilayah di propinsi You (幽州) menyatakan pisah dari otoritas Yuan Xi dan lalu bergabung dengan otoritas pemerintah pusat Han timur [Cao Cao]. Beberapa wilayah tersebut meliputi wilayah Zhuo (涿郡) [dibawah pengaturan dan pengawasan Wang Song (王松)] dan wilayah Yuyang (漁陽 郡) ) [dibawah pengaturan dan pengawasan Xianyu Fu (鮮 于 輔)].

Kondisi diperburuk dengan pemberontakan yang dipimpin oleh Jiao Chu (焦觸) dan Zhang Nan (張 南) pada awal tahun 205, dimana Yuan Xi dan Yuan Shang harus menyingkir ke wilayah Liaoxi (遼西) untuk mencari perlindungan kepada Tadun (蹋頓) [kepala suku Wuhuan (烏桓胡王)]. Kondisi tersebut terjadi setelah Jiao Chu berhasil menduduki kota Jicheng (薊城) [pusat pemerintahan propinsi You(幽州)], dan mengukuhkan diri sebagai penguasa/pengawas propinsi You (幽州刺史) yang baru.

Sekitar bulan ke-empat tahun 205, sejumlah besar pendukung Klan Yuan yang dipimpin oleh Zhao Du (趙犢) dan Huo Nu (霍奴) melakukan pemberontakan, dimana aksi tersebut menyebabkan gugurnya Wang Song(王松) [kepala daerah wilayah Zhuo (涿郡太守)] dan Jiao Chu (焦觸).
Dengan dukungan pasukan suku Wuhuan (烏桓), Yuan Xi dan Yuan Shang berupaya merebut kembali otoritas wilayah propinsi You (幽州) dengan menyerang posisi Xianyu Fu (鮮 于 輔) pada bulan ke-delapan tahun 205. Namun upaya mereka gagal setelah harus menerima kekalahan dari bantuan pasukan yang dipimpin langsung oleh Cao Cao di daerah Gu'an (故 安) dan Gongping (公平), sehingga Yuan Xi dan Yuan Shang harus menyingkir dan berlindung di kota Liucheng (柳城). Pada saat yang sama, pasukan Cao Cao juga berhasil menundukkan pemberontakan yang dipimpin Zhao Du (趙犢) dan Huo Nu (霍奴).
Walaupun keberadaan Yuan Xi dan Yuan Shang [dengan serta dukungan dari suku Wuhuan(烏桓)] masih berpotensi menimbulkan ancaman, namun perhatian Cao Cao teralih pada aksi pemberontakan yang kembali dipimpin oleh Gao Gan.

Pemberontakan Hedong

Pada bulan ke-sepuluh tahun 205, Gao Gan berhasil membujuk Wang Yi (王邑)[kepala daerah (太守) untuk wilayah Hedong (河東郡)] untuk melancarkan pemberontakan terhadap otoritas pemerintahan pusat Han [Cao Cao]. Upayanya tersebut juga mendapat dukungan dari Wei Gu (衛固) dan Fan Xian (范先)[dua komandan pertahanan wilayah Hedong].
Aksi pemberontakan tersebut mendapat respon dari Cao Cao yang sedang memimpin agresi militer terhadap Yuan Xi dan Yuan Shang di propinsi You (幽州).
Cao Cao segera menunjuk Du Ji (杜畿) sebagai kepala daerah (太守) yang baru untuk wilayah Hedong (河東郡) menggantikan posisi Wang Yi.

Berita penunjukan Du Ji tersebut ditanggapi oleh Wei Gu dan Fan Xian dengan memerintahkan pasukannya untuk menutup dermaga Shanjin (陝津), dimana merupakan akses utama menuju ke wilayah Hedong. Kondisi tersebut ditanggapi oleh Cao Cao dengan mengirimkan pasukan yang dipimpin Xiahou Dun (夏侯惇) untuk menduduki kembali wilayah Hedong (河東郡).

Sebelum tiba pasukan Xiahou Dun, Du Ji memutuskan untuk menyusup ke kota Hedong (河東) seorang diri dengan menyeberangi sungai Huang (黄河). Selama berada di kota Hedong (河東), ia berhasil menimbulkan kekacauan serta perselisihan dalam internal pasukan pemberontak.
Seiring waktu, Du Ji berhasil menghimpun pasukan yang berasal dari sejumlah loyalis pemerintahan Han yang menetap di wilayah Hedong (河東郡).

Aksi pemberontakan semakin merebak dan meluas hingga ke wilayah Shangdang (上黨郡), dan tak lama berselang, Gao Gan yang didukung Zhang Cheng (張晟) [pemimpin gerombolan penyamun] melancarkan serangan terhadap posisi Du Ji, namun serangan tersebut tidak dapat menembus pertahananan pasukan Du Ji hingga tiba kedatangan pasukan Xiahou Dun dan bantuan pasukan Zhong Yao, sehingga pasukan Gao Gan dan Zhang Cheng dapat didesak dan akhirnya mundur ke benteng/ gerbang Hu (壺關). Dalam pertempuran tersebut, Wei Gu dan Fan Xiang tertangkap dan lalu dieksekusi mati.   

Pada bulan ke-sepuluh tahun 205, Cao Cao menugaskan Li Dian (李典) dan Yue Jin (乐进) untuk memimpin serangan/ pengepungan terhadap posisi Gao Gan dan Zhang Cheng yang bertahan di benteng/ gerbang Hu (壺關), namun pengepungan yang berlangsung selama beberapa bulan tersebut tidak berhasil, sehingga Cao Cao memutuskan untuk memimpin langsung agresi/ pengepungan terhadap posisi Gao Gan pada bulan pertama tahun 206.

Setelah 2 bulan masa pengepungan, pada bulan ke-tiga tahun 206, akhirnya Cao Cao berhasil menduduki gerbang Hu (壺關), dimana Gao Gan dan sisa pengikutnya lolos dan mencari perlindungan ke wilayah pemukiman suku Xiongnu (匈奴). Karena tidak memperoleh dukungan dari suku Xiongnu, Gao Gan segera menuju ke wilayah propinsi Jing (荆州) untuk mencari perlindungan kepada Liu Biao (劉表), namun di tengah perjalanan ia tertangkap oleh pasukan Cao Cao dan akhirnya dieksekusi mati. Seluruh rentetan peristiwa tersebut dikenal dengan perisitiwa pertempuran gerbang Hu (壺關之戰).

Masa akhir otoritas klan Yuan

Walaupun hampir seluruh otoritas wilayah klan Yuan telah berhasil dikuasai oleh pemerintah pusat Han [ otoritas Cao Cao] pada penghujung tahun 206, namun Guo Jia kembali memperingati Cao Cao bahwa keberadaan dan pengaruh kedua Yuan bersaudara [Yuan Shang dan Yuan Xi] yang bertahan di kota Liucheng (柳城) masih berpotensi menimbulkan keresahan pada masa mendatang, karena mereka masih memperoleh dukungan penuh dari suku minoritas Wuhuan (烏桓), bahkan seiring waktu kekuatan mereka semakin bertambah sejak Tadun berhasil merangkul beberapa pemimpin suku lainnya untuk bekerjasama.

Karena kondisi tersebut dan setelah mempelajari analisa Guo Jia, akhirnya Cao Cao berencana untuk menggelar kembali agresi militer terhadap kedua Yuan bersaudara.
Pada musim panas tahun 207, Cao Cao memimpin kembali pasukannya menuju wilayah Liaoxi (遼西郡) untuk melancarkan agresi militer terhadap kedua Yuan bersaudara yang bertahan di kota Liucheng (柳城).


Berkat petunjuk dan kontribusi Tian Chou (田疇), pasukan Cao Cao akhirnya dapat tiba di lembah sungai Daling (大凌河) pada bulan ke-8 tahun 207 dengan melalui alternatif rute yang tidak diduga sebelumnya, sehingga luput dari pemantauan prajurit pengintai suku Wuhuan. Saat menyadari kehadiran pasukan Cao Cao tersebut, kedua Yuan bersaudara serta Tadun dan pemimpin suku Wuhuan lainnya segera memimpin pasukan mereka untuk menghadapi pasukan Cao Cao di daerah bukit Bailang (白狼山).

Walaupun dengan jumlah pasukan yang lebih sedikit, pada akhirnya Cao Cao berhasil memenangkan pertempuran tersebut setelah barisan depan pasukan suku Wuhuan berhasil dikalahkan oleh barisan depan pasukan Cao Cao yang dipimpin oleh Zhang Liao (張遼). Hal tersebut karena kejelian Cao Cao mengamati ketidak teraturan formasi barisan pasukan Wuhuan [karena tidak siap menyambut kehadiran pasukan Cao Cao yang tiba secara mendadak/ tak terduga].
Akibat kekalahan dalam pertempuran singkat tersebut, hampir sekitar 200 ribu pasukan Wuhuan menyerah setelah tertangkapnya Tadun [tertangkap oleh pasukan yang dipimpin Cao Chun], sedangkan kedua Yuan bersaudara dan pemimpin suku Wuhuan lain, serta sisa pasukan Wuhuan segera menyingkir menuju wilayah Liaodong (遼東郡) untuk mencari perlindungan kepada Gongsun Kang (公孫 康).
Seluruh rentetan peristiwa tersebut dikenal juga dengan peristiwa pertempuran di bukit Bailang / the battle of whitewolf mountain (白狼山之戰).

Cao Cao memutuskan untuk tidak melanjutkan agresi terhadap kedua Yuan bersaudara yang mencari perlindungan kepada Gongsun Kang (公孫 康) di wilayah Liaodong (遼東郡). Namun berkat pengaruh dan kekuatan politik yang dimilikinya, pada akhirnya Cao Cao menerima kiriman paket dari Gongsun Kang (公孫 康) berupa persembahan penggalan kepala kedua Yuan bersaudara sebagai bukti kesetiaannya kepada pemerintahan pusat Han [Cao Cao].
Sejak saat itu, Cao Cao mutlak menguasai hampir seluruh wilayah di utara Tiongkok.

---000---

Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
Sumber: wikipedia

Komentar