Pendahuluan
Agresi militer/invasi Sun Ce terhadap wilayah Jiangdong adalah rangkaian kampanye militer yang dipimpin Sun Ce antara tahun 195 hingga tahun 200 pada masa akhir pemerintahan Han timur. Dimana selama berlangsungnya agresi militer/invasi tersebut, Sun Ce telah berhasil menduduki hampir seluruh wilayah propinsi Yang(扬州)[disebut juga sebagai wilayah Jiangdong(江东)].Sejarah telah mencatat bahwa prestasi yang diraih Sun Ce sebanding dengan prestasi yang diraih oleh Yuan Shao(袁绍), Cao Cao(曹操) dan Liu Bei(劉備) pada masa yang sama, sehingga ia mendapat julukan ”little conqureror”(小霸王).
Latar belakang
Berawal setelah Sun Ce memakamkan Sun Jian(孫堅)[ayah kandung Sun Ce] di kota Qu’a(曲阿), kemudian Sun Ce menetap sementara di kediaman Wu Jing(吴景) [adik dari ibu kandung Sun Ce], yang pada saat itu menjabat sebagai kepala wilayah Danyang(丹楊郡太守)[dengan pusat pemerintahan daerah di kota Qu’a(曲阿)].Beberapa tahun kemudian, Sun Ce berhasil menghimpun sejumlah kecil pasukan milisi dan memperkuat pengaruh politiknya di wilayah Danyang(丹楊郡). Kondisi tersebut meresahkan Zu Lang(祖郎) [tuan tanah/ penguasa lokal asal kota Jing (泾)yang menetap di selatan Danyang(丹楊南)], sehingga memprovokasi Zu Lang untuk melancarkan penyerangan terhadap pasukan Sun Ce. Karena tidak dapat menandingi pasukan Zu Lang, Sun Ce dan pasukannya harus menyingkir dari wilayah Danyang(丹楊郡). Sejarah mencatatkan bahwa Sun Ce hampir kehilangan nyawanya dalam pertempuran tersebut.
Bergabung dengan Yuan Shu
Pada tahun 194, Sun Ce menemui Yuan Shu(袁术) di kota Shouchun(壽春) untuk menawarkan pengabdiannya. Karena kagum dengan talenta yang dimiliki Sun Ce, Yuan Shu akhirnya menerima, dan mengijinkan Sun Ce untuk memimpin pasukan yang pernah dipimpin oleh Sun Jian, serta menjanjikan posisi jabatan kepala wilayah Jiujiang(九江郡太守). Namun Yuan Shu mengingkari janji dengan memberikan jabatan tersebut kepada Chen Ji(陈玘). Hal tersebut terjadi karena timbul kekhawatiran Yuan Shu dengan ambisi Sun Ce, yang dinilai berpotensi menjadi ancaman di masa yang akan datang.Ketika Lu Kang(陆康) [Kepala wilayah Lujiang(廬江郡太守)] tidak bersedia memberi pinjaman pasokan logistik kepada Yuan Shu, Sun Ce ditugaskan untuk memimpin agresi militer/ invasi terhadap wilayah wilayah Lujiang(廬江郡), dengan imingan akan memberikan otoritas wilayah tersebut kepada Sun Ce. Namun setelah Sun Ce berhasil menundukkan Lu Kang(陆康), Yuan Shu kembali mengingkari janjinya dengan menunjuk Liu Xun (劉勛) sebagai kepala wilayah Lujiang(廬江郡太守) yang baru.
Pada sekitar tahun 194, Liu Yao(刘繇) ditunjuk secara resmi oleh pemerintah pusat Han(漢朝) sebagai gubernur propinsi Yang(揚州牧). Karena Yuan Shu telah terlebih dahulu menduduki sebagian wilayah propinsi Yang(揚州牧) dengan pusat pemerintahan di kota Shouchun(壽春), maka Liu Yao menempati kota Qu’a (曲阿) untuk dijadikan sebagai pusat pemerintahan barunya. Karena Wu Jin(吴景) dan Sun Ben(孙贲) adalah pejabat yang mengabdi kepada Yuan Shu, maka mereka dipaksa untuk meninggalkan kota Qu’a(曲阿). Pada akhirnya Wu Jian dan Sun Ben harus menyingkir ke kota Liyang(歷陽).
Untuk mengantisipasi serangan balik dari Yuan Shu, Liu Yao menempatkan Fan Neng (樊能) dan Yu Mi (于糜) untuk mempertahankan penyeberangan Hengjiang (橫江津), sedangkan Zhang Ying (張英) ditugaskan untuk mempertahankan daerah Dangli (當利).
Karena terancam oleh keberadaan Liu Yao sebagai pejabat gubernur resmi dari pemerintah pusat, maka Yuan Shu menugaskan Wu Jing dan Sun Ben memimpin agresi militer/ invasi terhadap wilayah otoritas Liu Yao, dimana agresi militer tersebut berlangsung hampir satu tahun lamanya tanpa perkembangan.
Pada saat sama, Sun Ce yang berencana meninggalkan Yuan Shu [karena ia telah dikecewakan berulang kali oleh Yuan Shu], akhirnya melihat adanya peluang tersebut, disamping menyimak petunjuk dan nasihat dari Zhu Zhi(朱治)[salah seorang mantan pengikut ayahnya yang masih setia].
Pada awal tahun 195, Sun Ce menemui Yuan Shu kembali di kota Shouchun(壽春), lalu mengajukan diri memimpin pasukan untuk memperkuat pasukan Wu Jing menghadapi pasukan Liu Yao.
Yuan Shu telah menduga bahwa Sun Ce akan meninggalkan dirinya, namun akhirnya ia mengabulkan permohonan Sun Ce, bahkan bersedia meminjamkan sekitar 1 ribu personil pasukan dan beberapa puluh ekor kuda kepada Sun Ce.
Kampanye militer ke wilayah Jiangdong(江东)
![]() |
| Map of Jiangdong |
Kekuatan pasukan Sun Ce semakin bertambah, tatkala Ling Cao(凌操), Zhou Tai (周泰) dan Jiang Qin(蔣欽) turut bergabung, sehingga seluruh kekuatan pasukannya mencapai sekitar 5 ribu prajurit.
Menduduki Niuzhu dan Moling
Sun Ce mengawali agresi militer pada tahun 195, dimana pasukan yang dipimpinnya melancarkan serangan terhadap pertahanan pasukan Liu Yao di penyeberangan Hengjiang(橫江津). Pada saat itu, pasukan Wu Jing dan Sun Ben telah bergabung dengan kesatuan pasukan Sun Ce.Pada akhirnya pasukan Sun Ce berhasil menduduki lokasi penyeberangan Hengjiang(橫江津) dan daerah/kota Dangli (當利) setelah memukul mundur pasukan Fan Neng(樊能), Yu Mi(于糜), dan Zhang Ying (張英). Setelah menyeberangi sungai Yangtze(揚子江), pasukan Sun Ce kembali memetik kemenangan dari pasukan Liu Yao, dan lalu menduduki kota Niuzhu (牛渚).
Tak lama setelah Sun Ce menduduki kota Niuzhu (牛渚), pasukan Ze Rong (笮融)[asal wilayah Xiapi(下邳郡)] dan pasukan Xue Li(薛礼) [asal wilayah Pengcheng(彭城郡)] telah tiba untuk memperkuat pertahanan pasukan Liu Yao. Pasukan Ze Rong menempati sisi selatan kota Moling(秣陵), sedangkan pasukan Xue Li menempati benteng kota Moling(秣陵).
Sun Ce segera memimpin penyerangan terlebih dahulu terhadap pasukan Ze Rong. Karena tidak dapat menahan serangan, Ze Rong akhirnya menarik mundur pasukannya.
Kemudian Sun Ce mengalihkan pasukannya menghadapi pasukan Xue Li, tetapi Xue Li segera menarik mundur pasukannya dan meninggalkan pertahanan kota Moling(秣陵).
Pada saat yang sama, Fan Neng(樊能) dan Yu Mi(于糜) memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerang dan merebut kembali kota Niuzhu(牛渚).
Mengetahui kabar tersebut, Sun Ce segera memimpin pasukannya menuju ke kota Niuzhu, dan berhasil mendesak mundur pasukan Fan Neng-Yu Mi, sehingga kota Niuzhu(牛渚) dapat diamankan.
Ketika pasukan Sun Ce melanjutkan penyerangan terhadap pasukan Ze Rong, Sun Ce terluka akibat serangan panah dalam suatu pertempuran, sehingga ia harus mundur kembali ke barak pasukan di kota Niuzhu(牛渚) untuk pemulihan lukanya.
Lalu Sun Ce memanfaatkan kondisi tersebut dengan menyebarkan berita palsu tentang kematiannya untuk memancing Ze Rong meninggalkan pertahananannya. Siasat tersebut berhasil mengecoh Ze Rong, dimana ia menugaskan Yuzi(于茲) untuk memimpin penyerangan ke barak pasukan Sun Ce. Namun pasukan Yuzi berhasil terjebak dan disergap oleh pasukan Sun Ce.
Saat mengetahui bahwa Sun Ce masih hidup, Ze Rong segera memerintahkan pasukannya untuk memperkokoh pertahanan.
Menundukkan Liu Yao dan menduduki Danyang
Sun Ce menghentikan serangan terhadap Ze Rong karena sulitnya menembus pertahanan pasukan Ze Rong, lalu Sun Ce segera mengalihkan agresi serangan pasukannya terhadap posisi pertahanan Liu Yao di kota Qu’a(曲阿).Kota Qu’a(曲阿) akhirnya terkepung setelah pasukan Sun Cen berhasil mengalahkan pasukan Liu Yao di daerah Hailing (海陵), lalu menduduki kota Hushu (湖熟) dan kota Jiang(江).
Saat Taishi Ci(太史慈) tiba di kota Qu’a dengan tujuan bergabung dengan Liu Yao, para penasihat[yang mengabdi kepada Liu Yao] mengusulkan kepada Liu Yao agar Taishi Ci ditunjuk sebagai komandan utama(大將軍) untuk memimpin seluruh pasukan menghadapi pasukan Sun Ce, namun Liu Yao menolak dengan alasan buruknya reputasi Taishi Ci.
Pada saat Sun Ce sedang melakukan patroli bersama dengan beberapa perwira/ komandan pasukannya di daerah Shenting (神亭), secara tiba-tiba Sun Ce dihadang dan ditantang duel oleh Taishi Ci(太史慈) [yang pada saat itu sedang melakukan pengintaian]. Meski duel tersebut berakhir seimbang, namun Taishi Ci melarikan diri tatkala beberapa perwira pasukan Sun Ce berupaya untuk meringkus dirinya.
Tak lama berselang, pertahanan kota Qu’a (曲阿) akhirnya jatuh ke tangan Sun Ce setelah Liu Yao menyerah kalah. Setelah sempat menyingkir sementara ke kota Dantu (丹徒縣), pada akhirnya Liu You dan seluruh pengikut setianya menyingkir ke wilayah Yuzhang(豫章郡). Ze Rong turut serta mengikuti Liu Yao, sedangkan Taishi Ci(太史慈) dan pengikutnya menyingkir ke daerah Wuhu(芜湖) setelah ia memutuskan untuk meninggalkan Liu Yao. Dalam waktu singkat Taishi Ci(太史慈) berhasil memperoleh dukungan dari penduduk setempat dan membina hubungan yang baik dengan masyarakat suku Shanyue(山越), serta berhasil menghimpun sejumlah pasukan milisi. Setelah menjadikan kota Jing(泾) sebagai basis kekuatannya, kemudian Taishi Ci mengukuhkan dirinya sendiri sebagai penguasa wilayah Danyang.
Setelah berhasil menduduki kota Qu’a (曲阿), Sun Ce lalu menerima penyerahan sejumlah besar mantan pasukan Liu Yao, setelah menyebarkan berita tentang pengampunan/ penghapusan hukuman kepada setiap mantan pengikut Liu Yao yang bersedia untuk menyerah dan bergabung dengan Sun Ce.
Tak lama kemudian, Ze Rong berhasil menyingkirkan/ membunuh Zhu Hao (朱皓), lalu merebut otoritas wilayah Yuzhang(豫章郡). Karena insiden tersebut, Liu Yao [yang saat itu berada di kota Pengze(彭泽)] segera menghimpun kekuatan pasukan dan memimpin penyerangan terhadap posisi Ze Rong di kota Nanchang(南昌) [pusat pemeerintahan wilayah Yuzhang(豫章郡)]. Serangan tersebut menyebabkan Ze Rong terdesak dan melarikan diri ke daerah perbukitan [dimana ia akhirnya tewas ditangan suku Shanyue(山越)]. Kemudian pemerintah pusat Han menunjuk Hua Xin(華歆) sebagai kepala wilayah Yuzhang(豫章郡太守) yang baru.
Pada saat yg sama, pasukan Sun Ce yang dipimpin Zhu Zhi (朱治) berhasil menduduki wilayah Wu(呉郡), setelah Xu Gong(许贡) [kepala wilayah Wu (呉郡太守)] dikalahkan dalam pertempuran. Xu Gong berhasil menyingkir ke kota Wucheng (烏程), lalu kemudian bergabung dengan Yan Baihu (嚴白虎).
Invasi terhadap wilayah Kuaji
Pada tahun 196, Sun Ce melancarkan agresi militer/ invasi terhadap wilayah Kuaji (會稽郡), meski ia sempat disarankan oleh beberapa pengikutnya untuk terlebih dahulu menundukkan Yan Baihu(嚴白虎) [pemimpin penyamun yang sangat berpengaruh di wilayah Wu(呉)]. Ketika mendengar kabar ancaman agresi militer/ invasi dari Sun Ce, Yu Fan(虞翻) menghimbau Wang Lang(王朗)[kepala wilayah Kuaji(會稽郡太守)] untuk menghindari pertempuran secara langsung menghadapi pasukan Sun Ce. Wang Lang menanggapi nasihat tersebut dengan memperkuat pertahanan pasukannya di sepanjang sungai Qiantang(钱塘江), dan mengirim utusan untuk minta bantuan pasukan kepada Yan Baihu (嚴白虎).Ketika di tengah perjalanan memimpin pasukannya menuju ke wilayah Kuaji(會稽郡), Sun Ce sempat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencari dukungan dari para relasi dan sahabat yang menetap di sekitar wilayah Wu(呉郡). Upaya Sun Ce akhirnya berhasil meyakinkan Sun Jing (孫靜)[adik bungsu dari Sun Jian/ paman Sun Ce] untuk bergabung dengan pasukan Sun Ce. Tak lama berselang, Sun Jing dan sejumlah pasukannya telah bergabung dengan pasukan Sun Ce di daerah Qiantang(钱塘).
Serangan demi serangan telah dilakukan, namun pasukan Sun Ce gagal menembus pertahanan pasukan Wang Lang di daerah Guling(牯嶺). Karena hal itu, Sun Jing mengusulkan agar Sun Ce melancarkan siasat penyerangan dari dua arah dengan mengirimkan sebagian jumlah pasukannya ke arah selatan, lalu menyeberangi sungai di daerah Zhadu(渣渡), dan kemudian menyerang pertahanan pasukan Wang Lang melalui daerah Gaoqian(高钱).
Sun Ce menyetujui usulan siasat tersebut, dan lalu mempercayakan Sun Jing memimpin sebagian kekuatan pasukan untuk melancarkan serangan melalui rute tersebut.
Sun Ce lalu memerintahkan pasukan yang tetap berada dalam barak untuk menyalakan obor dalam jumlah banyak saat malam tiba, sebagai siasat untuk mengelabui pasukan musuh bahwa seolah jumlah dan keberadaan pasukannya masih tetap sama.
Pada akhirnya siasat tersebut berhasil, dimana pasukan Wang Lang terdesak oleh karena serangan mendadak pasukan Sun Ce dari dua arah.
Dalam upaya meloloskan diri dari pengejaran, Wang Lang menugaskan Zhou Xin (周昕) memimpin pasukan untuk menahan laju pasukan Sun Ce, namun pertahanan terakhir tersebut dapat ditembus oleh serangan pasukan Sun Ce, dimana Zhou Xin gugur dalam pertempuran tersebut, sedangkan Wang Lang berhasil menyingkir ke daerah Dongye (東冶) dengan berlayar di sepanjang pesisir pantai.
Tak lama berselang, Wang Lang sempat menghimpun kembali kekuatan pasukannya melalui dukungan kepala daerah Houguan (侯官長), dan Zhang Ya (張雅) [pemimpin pemberontak lokal]. Untuk menghadapi kekuatan baru pasukan Wang Lang, Sun Ce mengirimkan pasukannya yang dipimpin Han Yan(韓晏) dan He Qi(贺齐). Meskipun Han Yan(韓晏) gugur dalam suatu pertempuran, namun akhirnya Wang Lang serta seluruh pengikutnya dapat berhasil ditundukkan.
Setelah menerima penyerahan Wang Lang dan menduduki wilayah Kuaji (會稽郡), Sun Ce lalu mengukuhkan diri sebagai kepala wilayah Kuaji (會稽郡太守) yang baru, kemudian Yu Fan (虞翻) ditugaskan kembali oleh Sun Ce sebagai pejabat asisten(功曹), dan diperlakukan secara istimewa selayaknya seorang sahabat lama.
Menundukkan Yan Baihu dan Xu Gong
Tak lama kemudian, Sun Ce melancarkan agresi militer terhadap Yan Baihu (嚴白虎). Yan Baihu sempat mengutus Yan Yu(嚴輿)[saudara kandung dari Yan Baihu] menemui dan membujuk Sun Ce untuk bermitra dengan Yan Baihu, tetapi Sun Ce menolak dan lalu mengeksekusi mati Yan Yu.Kematian Yan Yu menyebabkan jatuhnya moral pasukan Yan Baihu, sehingga pasukan Sun Ce berhasil memetik kemenangan.Pada akhirnya Yan Baihu beserta pengikutnya harus menyingkir ke kota/daerah Yuhang(餘杭縣) dan mencari perlindungan kepada Xu Zhao (許昭).
Karena Sun Ce sangat menghormati Xu Zhao, maka Sun Ce tidak melanjutkan agresi miiternya terhadap kota Yuhang(餘杭縣).
Setelah berhasil lolos dan berlindung di daerah perbukitan wilayah Wu(呉郡), Yan Baihu tetap berupaya menentang otoritas Sun Ce dengan mempengaruhi masyarakat suku Shanyue(山越) untuk terus menebarkan keresahan di wilayah Wu(呉郡).
Pada sisi lain, Xu Gong berupaya kembali merebut otoritas wilayah Wu(呉郡) dari Sun Ce dengan mengirimkan pesan kepada kepada Cao Cao(曹操)/pemerintah pusat Han(漢朝), yang berisikan himbauan untuk menahan Sun Ce dengan tudingan akan berpotensi sebagai ancaman pemerintah pusat Han(漢朝) di masa mendatang.
Namun keberuntungan tidak berpihak kepada Xu Gong, ketika patroli pasukan Sun Ce berhasil menangkap dan menggagalkan perjalanan kurir yang ditugaskan mengantarkan pesan ke kota Xuchang(許昌).
Xu Gong berhasil ditangkap tak lama kemudian, dan lalu ia divonis hukuman mati oleh Sun Ce pada tahun 200.
Memutuskan hubungan dengan Yuan Shu
Setelah Yuan Shu(袁术) mengukuhkan sendiri dirinya sebagai kaisar Zhong(仲家皇帝) pada tahun 197, hal tersebut mengundang kecaman keras dari pemerintah pusat Han(漢朝) dan para penguasa wilayah di sekitarnya.Atas titah resmi Kaisar Xian (漢獻帝) yang berkedudukan di kota Xuchang(许昌), Cao Cao(曹操) mengirimkan surat resmi kepada Sun Ce dan Lü Bu (呂布) [ketika itu berkedudukan di propinsi Xu (徐州)] untuk turut menentang regim baru pemerintahan Yuan Shu(袁术).
Sun Ce segera memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memutuskan hubungan dan meninggalkan Yuan Shu, dan lalu mengukuhkan berdirinya pemerintahan otonomi Wu timur(東吳) dengan pusat pemerintahan baru di kota Moling(秣陵). Tak lama berselang, Sun Ce mengganti nama kota Moling(秣陵) dengan sebutan Jianye(建業).
Bergabungnya Zu Lang dan Taishi Ci
Karena merasa terancam oleh terbentuknya pemerintahan otonomi Wu timur (東吳), maka Yuan Shu(袁术) “menyuap” Zu Lang(祖郎) [penguasa kecil asal kota Jing (泾)di selatan Danyang(丹楊南)] untuk menimbulkan keresahan di wilayah Danyang (丹楊郡). Menanggapi hal tersebut, Sun Ce segera mengirim pasukannya menghadapi pasukan Zu Lang(祖郎) di daerah Lingyang(陵阳), dimana pasukan Zu Lang dapat dikalahkan setelah Zu Lang tertangkap. Pada akhirnya Zu Lang dibebaskan setelah ia bersedia untuk mengabdi/ bergabung dengan Sun Ce.Pada saat yang sama, pertempuran antara pasukan Sun Ce dengan pasukan Taishi Ci(太史慈) tidak dapat dielakkan. Dengan memanfaatkan benteng alam dan dukungan penduduk setempat, Taishi Ci menerapkan strategi perang gerilya menghadapi agresi pasukan Sun Ce.
Namun pada suatu pertempuran, pasukan Sun Ce berhasil mendesak dan mengalahkan pasukan Taishi Ci, dimana pada pertempuran tersebut Taishi Ci berhasil ditangkap. Setelah dibujuk oleh Sun Ce, pada akhirnya Taishi Ci bersedia untuk bergabung/mengabdi kepada Sun Ce.
Ketika tersiar kabar kematian Liu Yao(刘繇), Taishi Ci mengajukan diri untuk menghimpun mantan pengikut dan pasukan Liu Yao(刘繇) yang terpencar keberadaannya di wilayah Yuzhang(豫章郡). Meskipun usulan tersebut sempat ditentang keras oleh pengikut setia Sun Ce, namun Sun Ce mengijinkan Taishi Ci untuk menjalankan usulan tersebut. Dalam kurun waktu 60 hari, Taishi Ci telah menepati janjinya dengan berhasil menghimpun sekitar 10 ribu mantan pengikut dan pasukan Liu Yao [termasuk juga seluruh anggota keluarga Liu Yao] untuk bergabung dengan Sun Ce.
Menduduki wilayah Lujiang
Tak lama setelah kematian Yuan Shu(袁术) pada tahun 199, Sun Ce sedang dalam perjalanan bersama dengan pasukannya menuju kota Xiakou(夏口) di wilayah Jiangxia(江夏郡) untuk melancarkan agresi militer terhadap posisi Huang Zu(黃祖).Saat di tengah perjalanan, terdengar kabar bahwa Liu Xun(刘勋)[kepala wilayah Lujiang(廬江郡太守)] sedang menghadapi ancaman kekurangan persediaan logistik, sehubungan dengan banyaknya jumlah pengungsi mantan pengikut Yuan Shu[termasuk juga seluruh anggota keluarga Yuan Shu] yang mencari tempat perlindungan ke kota Huan(皖城)[pusat pemerintahan wilayah Lujiang(廬江郡)], pasca jatuhnya kota Shaochun(壽春) ke tangan Cao Cao(曹操).
Sun Ce segera memanfaatkan kondisi tersebut untuk menduduki wilayah Lujiang(廬江郡).
Lalu Sun Ce bersiasat dengan mengirim utusan menemui Liu Xun untuk menyampaikan pesan kerjasama menduduki daerah Shangliao (上繚), karena sejak awal Sun Ce telah mengetahui bahwa Liu Xun berencana untuk menduduki daerah tersebut sejak lama. Liu Xun akhirnya terpancing dan masuk dalam perangkap Sun Ce, meskipun ia telah diperingati oleh Liu Ye(劉曄)[saat itu adalah pejabat penasihat yang mengabdi kepada Liu Xun].
Setelah Liu Xun memimpin pasukannya menuju daerah Shangliao (上繚), Sun Ce segera memimpin sebagian pasukannya melancarkan serangan/ invasi terhadap kota Huan(皖城)/ wilayah Lujiang(廬江郡), dan menugaskan Sun Ben(孙贲) dan Sun Fu(孙辅) memimpin pasukan secara terpisah untuk menghadang perjalanan kembali pasukan Liu Xun di daerah Pengze(彭泽).
Pada akhirnya Kota Huan(皖城) yang lemah pertahanan, dapat dengan mudah diduduki oleh pasukan Sun Ce.
Sun Ce segera mengevakuasi sekitar 30 ribu mantan pengikut/ pasukan Yuan Shu [termasuk juga seluruh anggota keluarga Yuan Shu] beserta sejumlah besar penduduk kota Huan(皖城) ke wilayah otonomi Wu(東吳).
Setelah mempercayakan pertahanan kota Huan(皖城) kepada Li Shu (李術), Sun Ce segera memimpin sisa pasukannya menuju daerah Pengze(彭泽) untuk memperkuat pasukan Sun Ben-Sun Fu.
Di tengah perjalanan, Liu Xun mendapat kabar bahwa kota Huan(皖城) telah diduduki oleh Sun Ce, maka ia memutuskan untuk merebut kembali kota Huan(皖城), namun ia dan pasukannya dihadang oleh pasukan Sun Ben. Karena tidak dapat menandingi pasukan Sun Ben, akhirnya pasukan Liu Xun harus menyingkir hingga ke daerah pegunungan Xisai(西塞山).
Liu Xun sempat melancarkan serangan balik setelah mendapat bantuan pasukan dari Huang Zu(黃祖)[kepala wilayah Jiangxia(江夏郡太守)]. Meski demikian, gabungan pasukan Liu Xun dan pasukan Huang Zu tidak dapat menandingi pasukan Sun Ce, sehingga Liu Xun dan sisa pengikut/ pasukannya harus menyingkir ke utara untuk mencari tempat perlindungan kepada Cao Cao(曹操).
Ketika pasukan Sun Ce sedang menghadapi pasukan Liu Xun, Huang Zu(黃祖) memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melancarkan serangan terhadap pasukan Sun Ce dengan menempatkan pasukannya di kota Shaxian(沙羡). Setelah berhasil mendesak mundur pasukan Liu Xun, Sun Ce segera memimpin pasukannya menghadapi pasukan Huang Zu.
Pada akhirnya pertempuran tersebut dimenangkan oleh Sun Ce. Dalam peristiwa tersebut, pasukan Sun Ce berhasil menangkap sekitar 2 ribu prajurit dan menyita ratusan kapal perang. Sejarah mencatat juga bahwa sejumlah anggota keluarga Liu Biao dan keluarga Huang Zu turut tertangkap ataupun gugur dalam perisitiwa tersebut.
Invasi terhadap wilayah Yuzhang dan wilayah Luling.
Setelah pasukan Sun Ce berhasil mengalahkan pasukan Huang Zu(黃祖) di kota Shaxian(沙羡), kemudian Sun Ce melanjutkan agresi militer/ invasi terhadap wilayah Yuzhang(豫章郡) dan wilayah Luling(廬陵郡).Ketika Sun Ce memimpin agresi ke wilayah Yuzhang(豫章郡), pada saat yang sama ia menugaskan Zhou Yu(周瑜) dan Sun Fu(孫輔) untuk memimpin agresi militer secara terpisah ke wilayah Luling(廬陵郡).
Berkat pemantauan Taishi Ci(太史慈) terhadap kondisi wilayah Yuzhang(豫章郡), Sun Ce lalu mengutus Yu Fan(虞翻) untuk membujuk kesediaan Hua Xin (華歆)[Kepala wilayah Yuzhang(豫章郡太守)] untuk menyerah. Pada akhirnya Hua Xin bersedia untuk menyerah dan mengabdi kepada Sun Ce.
Sun Ce kembali memetik kesuksesan serupa, setelah Zhou Yu dan Sun Fu berhasil menduduki wilayah Luling(廬陵郡), setelah mereka menerima penyerahan Tong Zhi (僮芝) [saat itu menjabat sebagai kepala wilayah Luling (廬陵郡太守)].
Agresi militer ke wilayah Guangling
Antara tahun 199 hingga awal tahun 200, Sun Ce menugaskan Zhou Zhang(周章) memimpin agresi militer/ invasi terhadap wilayah Guangling(廣陵郡) [pada saat itu, wilayah Guangling diatur dan dipertahankan oleh Chen Deng(陈登)]. Berkat strategi pertahanan yang diterapkan Chen Deng(陈登)[Kepala wilayah Guangling (廣陵郡太守)], menyebabkan pasukan Sun Ce gagal menduduki wilayah tersebut.Sun Ce wafat, Sun Quan mengambil alih otoritas Wu
Pada musim panas tahun 200, saat Sun Ce memimpin langsung pasukannya menghadapi pasukan Huang Zu(黃祖) di wilayah Jiangxia (江夏). Chen Deng(陈登)[kepala wilayah Guangling (廣陵郡太守)] memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melancarkan teror di wilayah Wu (呉郡) melalui kerja sama dengan Yan Baihu(嚴白虎). Upaya yang dilakukan Cheng Deng tersebut sebagai balasan terhadap agresi militer Sun Ce.Tak lama setelah Sun Ce kembali ke wilayah Wu(呉郡), ia berencana akan membuat perhitungan kembali terhadap Chen Deng di kota Sheyang(射陽縣), namun rencana agresi tersebut tentunda sesaat, karena pasukan Sun Ce mengalami keterbatasan pasokan logistik, sehingga Sun Ce dan pasukannya harus singgah sesaat di daerah/kota Dantu (丹徒縣) untuk menunggu hingga tiba kiriman pasokan logistik.
Ketika berada di daerah Dantu, Sun Ce diserang oleh sekelompok mantan pengikut setia Xu Gong(许贡) saat ia mengisi waktu luang dengan berburu tanpa pengawalan ketat. Akibat serangan tersebut, Sun Ce menderita luka parah dan akhirnya wafat. Sebelum wafat, ia sempat menyampaikan mandat terakhir kepada Zhou Yu(周瑜) dan Zhang Zhao(张昭) sebagai pejabat/penasihat utama yang membantu Sun Quan(孫權) meneruskan pemerintahan otonomi Wu(東吳).
Dibawah pemerintahan Sun Quan(孫權), pemerintah otonomi Wu(東吳) terus berkembang maju dan mapan hingga pada puncaknya Sun Quan(孫權) mengukuhkan berdirinya negara Wu timur(東吳国) pada tahun 222.
---000---
Sumber: Wikipedia

Komentar
Posting Komentar