Kampanye militer anti Yuan Shu (197-198)

Latar belakang

Ketika Dong Zhuo(董卓) berkuasa dengan penuh kelaliman pada tahun 190, Yuan Shu(袁术) memutuskan untuk meninggalkan kota Luyang(魯陽)[ibukota pemerintahan Han timur(漢朝)], lalu bergabung dengan koalisi anti Dong Zhuo/ koalisi Guandong(關東聯軍) yang dipimpin oleh Yuan Shao(袁紹).

Yuan Shu's journey



Kemudian Yuan Shu menempati kota Luyang(魯陽) wilayah Nanyang(南陽郡) sebagai pusat komando pasukannya, dimana kesatuan pasukannya diperkuat oleh pasukan Sun Jian(孫堅).

Sepak terjang dan prestasi pasukan Sun Jian sangat berpengaruh dan memberikan kontribusi terbaik dalam setiap pertempuran menghadapi pasukan Dong Zhuo, sehingga secara tidak langsung mendongkrak kredibilitas dan kekuatan politik Yuan Shu.
Hal tersebut ditandai dengan luasnya otoritas wilayah Yuan Shu, mencakup wilayah Nanyang(南陽郡) hingga wilayah propinsi Yu(豫州) yang berkedudukan di kota Yang().

Namun sebagai Gubernur()/ penguasa wiayah, Yuan Shu memiliki gaya hidup mewah dan sewenang menjalankan pemerintahannya, sehingga memicu banyak penolakkan dan pemberontakkan dari sejumlah daerah otoritasnya. 
Hal tersebut menyebabkan ia harus menyingkir dan menduduki wilayah Chenliu(陳留郡) di propinsi Yan(兗州)[merupakan otoritas wilayah Cao Cao(曹操)] pada musim semi tahun 193.
Akibat dari penyerobotan lahan tersebut, memicu konflik antara Yuan Shu dengan Cao Cao(曹操).

Setelah terlibat pertempuran selama beberapa bulan, pada akhirnya Yuan Shu harus mengakui keunggulan Cao Cao, dimana ia dan seluruh pengikutnya harus menyingkir ke wilayah Jiujiang(九江郡) di propinsi Yang().

Tak lama berselang, Yuan Shu berhasil menduduki kota Shouchun(壽春)[pusat pemerintahan wilayah Jiujiang(九江郡)/Huainan(淮南)] dan menjadikannya sebagai pusat pemerintahannya yang baru, setelah pasukan yang dipimpinnya berhasil menembus pertahanan pasukan Chen Wen(陳溫)[pejabat resmi/ kepala wilayah Jiujiang(九江郡太守) yang berhasil dilengserkan].

Sejak bergabungnya Sun Ce(孙策) dalam kesatuan pasukannya pada tahun 194, otoritas wilayah Yuan Shu semakin luas hingga menduduki hampir seluruh lokasi strategis di wilayah Jiangdong(江东) dalam kurun waktu 2 tahun.
Namun gaya hidupnya yang mewah serta kesewenangan dalam menjalankan pemerintahan, akhirnya sebagai penyebab utama dirinya kembali terpuruk seiring dengan waktu.   

Kampanye anti Yuan Shu

Pada awal tahun 197, dengan memanfaatkan segel kerajaan yang dimilikinya, Yuan Shu(袁术) mengukuhkan dirinya sendiri sebagai kaisar Zhong(仲) dengan pusat pemerintahan di kota Shouchun(壽春). Pengukuhan tersebut menuai banyak reaksi keras dari sejumlah penguasa daerah, dan pemerintah pusat Han(漢朝) yang dikendalikan oleh Cao Cao(曹操) di kota Xuchang(许昌). 

Atas nama kaisar Xian(獻帝), Cao Cao(曹操) mengirimkan surat/ dekrit kerajaan kepada Lü Bu(呂布) untuk mendukung kampanye anti pemerintahan baru yang didirikan oleh Yuan Shu(袁术). Kemudian Lü Bu(呂布) memanfaatkan kondisi tersebut untuk berdamai dengan Cao Cao(曹操) melalui surat balasan yang memuat pernyataan dukungan dan kesetiaannya kepada kaisar Xian(獻帝)/ Cao Cao(曹操).


Konflik dengan Lü Bu

Tak lama kemudian, tiba hari pernikahan tersebut. Yuan Shu mengutus Han Yin(韓胤)[salah seorang pejabatnya] menjemput mempelai wanita [putri kandung Lü Bu(呂布)] untuk diboyong menuju ke kota Shouchun(壽春).

Setelah menyimak saran dari Chen Gui(陳珪)[salah seorang dari penasihatnya], Lü Bu(呂布) segera membatalkan pernikahan. Kemudian ia memerintahkan sejumlah pasukan untuk mengejar dan menghadang iringan pengantin yang sedang menuju ke kota Shouchun(壽春). Han Yin(韓胤) ditangkap, dan lalu dikirim ke kota Xuchang(许昌) sebagai tahanan.

Karena merasa terhina oleh peristiwa tersebut, maka Yuan Shu mengirim pesan kepada Han Xian(韓暹) dan Yang Feng(楊奉)[sekutu dari Yuan Shu] untuk bekerja sama menghadapi Lü Bu(呂布), dan kemudian menugaskan Zhang Xun(張勳) memimpin pasukan untuk melancarkan agresi militer terhadap pertahanan Lü Bu(呂布) di kota Xiapi(下邳).   

Berkat petunjuk Chen Gui(陳珪), Lü Bu(呂布) berhasil membujuk Han Xian(韓暹) dan Yang Feng(楊奉) untuk berpihak balik kepadanya. Pada akhirnya gabungan pasukan Lü Bu(呂布), Han Xian(韓暹) dan Yang Feng(楊奉) berhasil meraih kemenangan di Xiapi(下邳) dan memukul mundur pasukan Zhang Xun(張勳). Qiao Rui(橋蕤)[salah seorang komandan pasukan Yuan Shu] tertangkap dalam pertempuran tersebut, serta banyak jumlah pasukan Yuan Shu yang gugur.

Tak lama kemudian, gabungan pasukan Lü Bu(呂布), Han Xian(韓暹) dan Yang Feng(楊奉) melancarkan serangan balik terhadap posisi Yuan Shu. Mereka melakukan penjarahan di sejumlah daerah sepanjang rute perjalanan menuju ke kota Shouchun(壽春).

Setibanya di daerah/kota Zhongli (鍾離) dengan meraup banyak hasil jarahan, akhirnya Lü Bu(呂布) dan sekutunya memutuskan untuk menarik mundur seluruh pasukan mereka. Pada saat pasukan yang dipimpin langsung oleh Yuan Shu tiba di tepi sungai Huai(淮河), gabungan pasukan Lü Bu(呂布) dan sekutunya telah tiba di seberang sungai dan kembali menuju ke daerah asal mereka masing-masing. 
    

Kerja sama kembali dengan Lü Bu

Pada akhir tahun 197 hingga awal tahun 198, Cao Cao(曹操) dan Liu Bei(劉備) melancarkan agresi militer dan pengepungan terhadap pertahanan Lü Bu(呂布) dan pasukannya di kota Xiapi(下邳).
Dalam kondisi terdesak, Lü Bu(呂布) mengirim pesan kepada Yuan Shu untuk meminta bantuan pasukan.
Akhirnya Yuan Shu bersedia mengirimkan sejumlah 1 ribu pasukan kavaleri, namun bantuan pasukan tersebut terlambat tiba dan gagal, karena pasukan Cao Cao telah berhasil menduduki kota Xiapi(下邳), dimana Lü Bu(呂布) tertangkap dan dieksekusi mati oleh Cao Cao(曹操). Peristiwa tersebut dikenal juga dengan kisah pertempuran Xiapi(下邳之戰)      

Masa akhir otoritas Yuan Shu

Pada saat yang sama [awal tahun 198], setelah Sun Ce(孙策) mengukuhkan pemerintahan otonomi barunya yang berpusat di wilayah Wu(吳郡), ia akhirnya memutuskan hubungan dengan Yuan Shu sebagai bentuk dukungan kepada dekrit Cao Cao(曹操)[atas nama kaisar Xian(獻帝)]. 

Kondisi tersebut menyebabkan Yuan Shu harus kehilangan otoritas beberapa wilayah [seluruh wilayah tersebut telah beralih menjadi bagian dari wilayah otoritas Sun Ce], sehingga Yuan Shu “menyuap” Zu Lang(祖郎) untuk melancarkan aksi pemberontakkan di wilayah Danyang (丹楊郡) [salah satu wilayah otoritas Sun Ce(孙策)]. 

Setelah melalui pertempuran, pada akhirnya pasukan Sun Ce(孙策) berhasil meredam aksi pemberontakkan tersebut, bahkan Zu Lang(祖郎) bersedia menyerah dan mengabdi kepada Sun Ce(孙策).

Karena penerimaan pajak yang berkurang dan semakin menipisnya persediaan harta, maka timbul masalah internal pemerintahan Yuan Shu. Satu demi satu dari pengikut dan sekutunya mulai meninggalkan dirinya, bahkan Yuan Shu tidak memiliki daya dan anggaran yang cukup untuk meredam gejolak dan aksi pemberontakan di sejumlah daerah otoritasnya. 
Dengan penuh putus asa, akhirnya Yuan Shu memutuskan untuk menyerah kepada Cao Cao(曹操) dan mencari perlindungan kepada dua mantan pengikutnya, Lei Bo(雷薄) dan Chen Lan(陳蘭), namun kehadirannya ditolak. 

Dengan menjaminkan segel kerajaan, pada akhirnya Yuan Shao(袁紹) bersedia memberikan perlindungan kepada Yuan Shu. Kemudian Yuan Tan(袁谭) ditugaskan untuk menyambut kedatangan Yuan Shu di wilayah propinsi Qing(靑州).

Namun Yuan Shu gagal tiba ke wilayah otoritas Yuan Shao setelah perjalanannya dihadang oleh pasukan Liu Bei(劉備) dan pasukan Zhu Ling(朱靈)[salah seorang komandan pasukan yang mengabdi kepada Cao Cao], sehingga konvoi rombongan Yuan Shu harus kembali ke kota Shouchun(壽春). 

Akhir kisah

Pada tahun 199, Yuan Shu wafat di kota Shouchun(壽春) karena sakit yang dideritanya, lalu Yuan Yin(袁胤)[sepupu dari Yuan Shu] mengambil alih sementara kepemimpinan, namun tak lama kemudian ia menyerahkan otoritas wilayah Jiujiang(九江郡)/Huainan(淮南) kepada Cao Cao(曹操). 
Kemudian Yuan Yin(袁胤) beserta seluruh anggota keluarga Yuan Shu, dan seluruh mantan pengikut setia Yuan Shu menyingkir ke kota Huan(皖城), wilayah Lujiang(廬江郡) untuk mencari perlindungan kepada Liu Xun (劉勛). 
Pada akhirnya seluruh anggota keluarga Yuan Shu, dan seluruh mantan pengikut setia Yuan Shu diterima oleh Sun Ce(孙策) setelah wilayah Lujiang(廬江郡) menjadi bagian dari otoritas pemerintahan otonomi Wu(東吳). 
     
---000---

Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
sumber: Wikipedia


Komentar