Pendahuluan
Pertempuran di Guandu 官渡 adalah
salah satu pertempuran tersohor pada akhir masa pemerintahan Han timur antara Yuan Shao 袁绍 dengan Cao Cao 曹操, karena pertempuran tersebut merupakan penentu peta kekuasaan pasca berakhirnya dominasi kekuasaan Dong Zhuo 董卓.
Latar belakang
Berawal ketika Yuan Shao berhasil
mengambil alih otoritas provinsi Ji 冀州 dari Han Fu
韓馥, dan kemudian menduduki provinsi You 幽州 setelah menundukkan Gongsun Zan 公孙瓒 dalam pertempuran Jieqiao 界桥 dan pertempuran Yijing 易京, serta berhasil
meredam aksi gerombolan Heishan
黑山賊 yang
dipimpin Zhang Yan 張燕.
Walau sempat tampil sebagai
panglima pasukan yang dominan dengan otoritas wilayah yang terluas (mencakup propinsi Ji 冀, You 幽 , Qing 靑, dan Bing 并), namun Yuan Shao harus
kehilangan kesempatan emas, setelah Cao Cao 曹操 berhasil terlebih dahulu meraih posisi sebagai pelindung resmi Kaisar Xian 獻帝 pada tahun 196.
Popularitas dan kekuatan politik Cao Cao semakin kuat setelah Kaisar Xian diboyong ke kota Xuchang 許昌, wilayah Henan 河南 (semula merupakan wilayah di bawah otoritas Cao Cao), sehingga hal tersebut memperuncing perselisihan antara Yuan
Shao dengan Cao Cao.
Awal agresi militer Yuan Shao
Pada penghujung tahun
199, Yuan Shao menyatakan kondisi perang terhadap Cao Cao. Yuan Shao menetapkan keputusan tersebut dengan maksud tujuan menduduki kota Xuchang
許昌, meski keputusan tesebut sempat dicegah oleh dua Pejabat penasihat militer (Tian Feng 田豐 dan
Ju Shou 沮授).
Namun invasi militer yang dilancarkan Yuan Shao tersebut telah diantisipasi oleh Cao Cao dengan membangun pertahanan di daerah Guandu dan beberapa lokasi strategis yang terhubung langsung ke kota Xuchang, antara lain dengan menugaskan Liu Yan 劉延 untuk memimpin pertahanan di daerah Boma 白馬, kemudian menugaskan Yu Jin 于禁 untuk memimpin petahanan di penyeberangan Yan 延津, serta menugaskan Xiahou Dun 夏侯惇 untuk memimpin pertahanan di penyeberangan Meng 孟津., dan Zang Ba 臧霸 ditugaskan memimpin sejumlah pasukan bermanufer di wilayah provinsi Qing untuk mengantisipasi akan adanya kedatangan bantuan pasukan yang dipimpin Yuan Tan 袁譚 (putra sulung dari Yuan Shao). Sedangkan Cheng Yu 程昱 (salah satu dari Pejabat penasihat militer terbaik yang diandalkan oleh Cao Cao) mengkoordinir pendistribusian logistik pasukan dari kota Juancheng 鄄城.
Yuan Shao melepas momentum emas
Meskipun Yuan Shao memiliki kekuatan pasukan yang lebih besar dibanding Cao Cao, tetapi Yuan Shao bukan kriteria seorang pemimpin yang cakap, sehingga ia kerap kali harus kehilangan momentum emas untuk memenangkan pertempuran.
Salah satu momentum tersebut adalah ketika ia tidak sepenuhnya menanggapi petunjuk Tian Feng untuk melancarkan serangan secara masif terhadap pertahanan Cao Cao, tatkala Cao Cao mengalihkan sebagian kekuatan pasukannya untuk merebut kembali otoritas provinsi Xu 徐州 dari tangan Liu Bei 劉備.
Kesempatan emas tersebut terlewatkan hanya karena Yuan Shang 袁尚 (putra kesayangannya) sedang sakit, sehingga Yuan Shao hanya melancarkan serangan skala kecil terhadap pertahanan Cao Cao di penyeberangan Yan 延津. Serangan tersebut pada akhinya berhasil dengan mudah dipatahkan oleh pertahanan pasukan yang dipimpin Yu Jin.
Liu Bei yang menderita kekalahan telak menghadapi agresi Cao Cao, pada akhirnya mencari perlindungan kepada Yuan Shao.
Pertempuran Boma 白馬之戰
Yuan Shao melanjutkan
agresinya pada tahun 200 dengan melancakan serangan masif terhadap kota Liyang 黎陽. Setelah berhasil menduduki pertahanan kota Liyang dengan mudah, lalu ia menugaskan Yan Liang 顏良 memimpin pasukan pelopor untuk
menduduki daerah Boma 白馬 yang terletak di sisi seberang sungai
kuning 黄河.
Ju Shou sempat
menasihati Yuan Shao untuk tidak menunjuk Yan Liang sebagai komandan pasukan
pelopor, namun nasihat tersebut tidak ditanggapi oleh Yuan Shao.
Pada awal
pertempuran, pasukan Yan Liang sempat unggul atas pasukan Cao Cao yang dipimpin Liu Yan 劉延, kondisi tersebut telah diprediksi sebelumnya oleh Xun Yu 荀彧 (Salah seorang ahli strategi yang mengabdi Cao Cao), yang lalu segera mengirimkan pesan kepada Cao Cao mengirimkan sejumlah pasukan ke penyeberangan Yan 延津 untuk mengalihkan perhatian Yuan
Shao, sehingga bantuan pasukan yang dipimipin Zhang Liao 張遼 dan Guan Yu 關羽 dapat leluasa memperkuat pertahanan pasukan Liu Yan.
Pada saat itu Guan Yu adalah tahanan perang, pasca Cao Cao berhasil mengambil alih otoritas kota Xiapi 下邳 - propinsi Xu 徐州 dari tangan Liu Bei. Cao Cao yang mengenal potensi Guan Yu, lalu mengikut sertakan ia dalam kesatuan pasukan khusus yang dipimpin Zhang Liao.
Berkat siasat Xun Yu, pada akhirnya pasukan yang dipimpin Yan
Liang dapat dikalahkan. Legenda mencatat bahwa Yan Liang gugur ditangan Guan Yu
dalam pertempuran, sehingga peristiwa itu sempat menyebabkan ketegangan sesaat antara Yuan Shao dengan Liu Bei.
Kontribusi Liu Bei
Tak lama berselang, Yuan Shao lalu
menggerakkan seluruh kekuatan pasukannya menyeberangi sungai kuning (黄河) dan menduduki daerah penyeberangan Yan 延津. Karena kondisi yang kurang menguntungkan, Cao Cao akhirnya memutuskan
untuk menarik mundur lini pertahanannya ke daerah Guandu (官渡).
Yuan Shao segera menugaskan Wen Chow
文醜 dan Liu
Bei untuk memimpin pengejaran dengan kekuatan 6 ribu pasukan kavaleri. Cao Cao
yang telah mengantisipasi hal tersebut, lalu memberi perintah kepada pasukannya
untuk memasang jebakan dengan meninggalkan sejumlah besar peralatan dan barang
berharga (seperti kuda, senjata, dan sebagainya) di tengah perjalanan. Ketika sebagian besar pasukan Wen Chow dan
Liu Bei berhasil terjebak/ terlena oleh umpan jebakan tersebut, lalu sejumlah pasukan elit kavaleri ditugaskan oleh Cao Cao untuk melakukan penyergapan secara mendadak. Akibat penyergapan tersebut, sebagian besar pasukan Wen Chow - Liu Bei tercerai berai, bahkan Wen Chou turut gugur dalam pertempuran tersebut, sedangkan Liu Bei harus menarik mundur sisa pasukan.
Kondisi moral tempur pasukan Yuan Shao mulai merosot
setelah kehilangan 2 oang jenderal andalannya pada awal pertempuran. Menanggapi kondisi
tersebut, Ju Shou kembali memberikan nasihat kepada
Yuan Shao untuk mengulur
waktu /ritme pertempuran sebagai strategi menghadapi pasukan Cao Cao yang memiliki moral tempur
tinggi, tetapi memiliki keterbatasan persediaan logistik dibandingkan dengan yang dimiliki
Yuan Shao.
Ju Shou berpendapat bahwa Yuan Shao masih memiliki kesempatan untuk
memenangkan pertempuran, dengan melakukan penyerangan secara masif ketika moral
tempur pasukan Cao Cao melemah karena kehabisan persediaan logistik. Namun Yun
Shao kembali tidak hiraukan nasihat tersebut, bahkan ia memberi perintah kepada
seluruh pasukannya untuk terus bergerak ke arah selatan, dan membangun barak
pertahanan pasukan di daerah Yangwu
陽武 (sisi utara dari
daerah Guandu) untuk
mendesak posisi Cao Cao.
Berbagai upaya telah dilakukan Yuan
Shao untuk menembus pertahanan pasukan Cao Cao di Guandu. Salah satunya adalah
dengan mengerahkan beberapa *menara tempur
saat melakukan serangan ke benteng pertahanan pasukan Cao Cao, namun upaya
serangan tersebut dapat dibendung oleh pasukan Cao Cao dengan bantuan *katapul. Upaya lain yang dilakukan oleh
pasukan Yuan Shao adalah dengan menggali terowongan bawah tanah untuk menembus
tembok pertahanan pasukan Cao Cao, namun upaya tersebut berhasil digagalkan juga
oleh pertahanan pasukan Cao Cao.
Menara tempur:
menara semi permanen, terbuat dari susunan balok kayu untuk menempatkan pasukan
pemanah, agar dapat berlindung sekaligus menyerang pasukan musuh yang berada di
balik tembok pertahanan kota.
Katapul:
mesin perang yang berfungsi untuk melontarkan batu ukuran besar ke arah pasukan
musuh yang berlokasi jauh. Tujuan sebagai pemecah formasi/barisan pasukan
musuh, sekaligus untuk menjatuhkan moral tempur.
Yuan Shao menugaskan kembali Liu Bei memimpin pasukan untuk memperkuat pasukan pemberontak yang
dipimpin Liu Pi 劉辟 di
daerah Yinjiang 㶏疆 (sekitar 20 li sisi selatan kota
Xuchang), namun serangan gabungan kedua pasukan tersebut dapat dibendung
oleh Cao Ren 曹仁 (jenderal yang ditugaskan Cao Cao untuk
mempertahankan (ibukota) Xuchang). Liu Pi gugur dalam pertempuran tersebut,
sedangkan Liu Bei harus menarik mundur pasukannya kembali ke Yangwu.
Yuan Shao sempat menugaskan Han
Meng 韓猛 untuk memimpin sejumlah pasukan melancarkan serangan langsung ke kota Xu Chang, namun agresi penyerangan tersebut dapat dibendung kembali oleh pertahanan pasukan Cao Ren di daerah
sekitar gunung Jiluo
雞洛山. Sejak kegagalan
kedua serangan tersebut, Yuan Shao tidak mengirimkan kembali pasukan untuk melakukan
serangan terpisah secara langsung ke pusat wilayah otoritas Cao Cao.
Strategi memutus rantai pasokan logistik musuh
Karena jalannya pertempuran berlangsung
lama dan melelahkan, sehingga kondisi tersebut menyebabkan dilema bagi Cao Cao.
Banyak pasukan Cao Cao yang sudah mulai menyerah dan membelot ke pihak Yuan
Shao.
Cao Cao sadar bahwa ia tidak boleh menarik mundur kembali lini
pertahanan pasukannya, karena Yuan Shao terus berupaya menggerakkan pasukannya
mendekati kota Xuchang. Namun di sisi lain, ia tidak dapat mempertahankan
kekuatan pasukannya lebih lama karena semakin menipisnya persediaan logistik.
Xun Yu 荀彧 yang
telah memprediksi kondisi tersebut, lalu mengirimkan kembali pesan kepada Cao Cao
yang berisi siasat baru, serta petunjuk keberadaaan lokasi penyimpanan logistik
pasukan Yuan Shao yang berada di daerah Gushi 故市 yang dipertahankan oleh Han Meng 韓猛.
Berdasarkan petunjuk tersebut, Cao Cao segera menugaskan Xu Huang 徐晃 dan Shi Huan 史渙 memimpin sejumlah pasukan kavaleri
untuk menyerang dan memusnahkan lokasi penyimpanan logistik pasukan Yuan Shao tersebut.
Karena tidak dapat membendung serangan pasukan Xu Huang - Shi Huan, maka pertahanan daerah Gushi akhinya jatuh. Akibat musnahnya persediaan logistik
di daerah Gushi 故市, maka Yuan
Shao harus mendatangkan kembali pasokan
logistik baru dari daerah Hebei (河北), wilayah propinsi Ji(冀州), dengan menugaskan Chunyu Qiong 淳于琼 memimpin sejumlah pasukan untuk melakukan pengawalan hingga ke daerah Wuchao 烏巢.
Pengkhianatan Xu You
Faktor keberuntungan kembali perpihak kepada Cao Cao, tatkala Xu You 許攸 (salah seoerang ahli
strategi/penasihat militer yang mengabdi kepada Yuan Shao) memutuskan untuk berpihak kepada Cao Cao.
Hal itu karena kekecewaan Xu You kepada
Yuan Shao yang tidak menghargai kontribusi pengabdiannya, disamping rasa cemas, dan ketidak nyamanan oleh ancaman perundungan Shen
Pei 審配 (salah seorang pejabat militer, pengikut setia yang paling diandalkan oleh Yuan Shao).
Niat dan keputusan Xu You tersebut akhirnya mendapatkan tanggapan baik dari Cao Cao.
Xu You yang mengetahui lokasi baru penyimpanan logistik pasukan Yuan
Shao, lalu membocorkan hal tersebut, sehingga Cao Cao segera memutuskan untuk memimpin langsung serangan ke daerah Wuchao 烏巢, setelah mendelegasikan pertahanan daerah Guandu kepada Cao Hong曹洪.
Kejatuhan Wuchao
Pada awalnya, Ju Shou sempat memperingatkan Yuan Shao untuk memperkuat pertahanan di Wuchao, dengan menyarankan Yuan Shao untuk menugaskan Jiang Yiqu 蔣義渠 memimpin
bantuan pasukan memperkuat pertahanan di Wuchou yang dipimpin oleh Chunyu Qiong 淳于琼, namun Yuan Shao tidak menanggapi
usulan tersebut.
Ketika terdengar kabar bahwa Cao Cao melakukan serangan mendadak ke Wuchao 烏巢, Yuan Shao segera menugaskan Zhang He 张郃 dan Gao Lan 高覽 memimpin bantuan pasukan
untuk memperkuat pertahanan pasukan Chunyu Qiong, namun Cao Cao telah antisipasi hal
tersebut dengan menugaskan sejumlah pasukannya untuk melakukan penghadangan.
Pada akhirnya Cao Cao berhasil menduduki daerah Wuchao烏巢 dan memusnahkan seluruh penyimpanan logistik pasukan Yuan
Shao. Dalam pertempuran tersebut, Chunyu Qiong 淳于琼 berhasil tertangkap, dan lalu dijatuhi hukuman mati.
Setelah mendengar kabar kejatuhan Wuchao, pada akhirnya pasukan yang dipimpin Zhang He 张郃 dan Gao
Lan 高覽 menyerah kepada Cao Cao.
Akhir pertempuran
Cao Cao segera melanjutkan serangan terhadap pertahanan Yuan Shao di daerah Yangwu 陽武, tak lama setelah menduduki Wuchao. Dalam kondisi moral pasukan yang
sudah runtuh, maka hal itu menyebabkan perpecahan dalam pasukan Yuan Shao. Sebagian besar pasukan memutuskan untuk menyerah kepada Cao Cao, meskipun tidak sedikit dari mereka yang akhirnya dijatuhi hukuman mati.
Pada akhirnya Yuan Shao beserta sisa pasukan harus
mundur, dan bertahan di daerah Cangting 倉亭 (berlokasi di sisi selatan
sungai kuning 黄河). Akibat dari kekalahan tersebut, maka sebagian besar wilayah di propinsi Ji 冀州 menyatakan pemisahan dari otoritas Yuan Shao, dan lalu menyatakan penyatuan kembali dengan
otoritas pemerintah pusat Han yang berkedudukan di kota Xuchang.
Sejak kekalahan Yuan Shao dalam
pertempuran di Guandu, maka popularitas dan kekuatan politik Cao Cao dalam pemerintahan pusat Han semakin kuat.
Tak lama kemudian, Cao Cao berhasil memperoleh persetujuan dari Kaisar Xian untuk melancarkan kampanye militer penyatuan seluruh wilayah utara Tiongkok
beberapa tahun kemudian.
---000---
Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
Sumber: Wikipedia

Komentar
Posting Komentar