Pertempuran Guandu (官渡之戰) (200 M)

Pendahuluan

Pertempuran di Guandu 官渡 adalah salah satu pertempuran tersohor pada akhir masa pemerintahan Han timur antara Yuan Shao  dengan Cao Cao 曹操, karena pertempuran tersebut merupakan penentu peta kekuasaan pasca berakhirnya dominasi kekuasaan Dong Zhuo 董卓.

Latar belakang

Berawal ketika Yuan Shao berhasil mengambil alih otoritas provinsi Ji 冀州 dari Han Fu 韓馥, dan kemudian menduduki provinsi You 幽州 setelah menundukkan Gongsun Zan 孙瓒 dalam pertempuran Jieqiao  dan pertempuran Yijing 易京, serta berhasil meredam aksi gerombolan Heishan 黑山賊 yang dipimpin Zhang Yan 張燕.
Walau sempat tampil sebagai panglima pasukan yang dominan dengan otoritas wilayah yang terluas (mencakup propinsi Ji 冀, You 幽 , Qing 靑, dan Bing 并), namun Yuan Shao harus kehilangan kesempatan emas, setelah Cao Cao 曹操 berhasil terlebih dahulu meraih posisi sebagai pelindung resmi Kaisar Xian 獻帝 pada tahun 196. 
Popularitas dan kekuatan politik Cao Cao semakin kuat setelah Kaisar Xian diboyong ke kota Xuchang 許昌, wilayah Henan 河南 (semula merupakan wilayah di bawah otoritas Cao Cao), sehingga hal tersebut memperuncing perselisihan antara Yuan Shao dengan Cao Cao.

Awal agresi militer Yuan Shao

Pada penghujung tahun 199, Yuan Shao menyatakan kondisi perang terhadap Cao Cao. Yuan Shao menetapkan keputusan tersebut dengan maksud tujuan menduduki kota Xuchang 許昌, meski keputusan tesebut sempat dicegah oleh dua Pejabat penasihat militer (Tian Feng 田豐 dan Ju Shou 沮授).
Namun invasi militer yang dilancarkan Yuan Shao tersebut telah diantisipasi oleh Cao Cao dengan membangun pertahanan di daerah Guandu dan beberapa lokasi strategis yang terhubung langsung ke kota Xuchang, antara lain dengan menugaskan Liu Yan 劉延 untuk memimpin pertahanan di daerah Boma 白馬, kemudian menugaskan Yu Jin 于禁 untuk memimpin petahanan di penyeberangan Yan 延津, serta menugaskan Xiahou Dun 夏侯惇 untuk memimpin pertahanan di penyeberangan Meng 孟津., dan Zang Ba 臧霸 ditugaskan memimpin sejumlah pasukan bermanufer di wilayah provinsi Qing untuk mengantisipasi akan adanya kedatangan bantuan pasukan yang dipimpin Yuan Tan 袁譚  (putra sulung dari Yuan Shao). Sedangkan Cheng Yu 程昱 (salah satu dari Pejabat penasihat militer terbaik yang diandalkan oleh Cao Cao) mengkoordinir pendistribusian logistik pasukan dari kota Juancheng 鄄城.  

Yuan Shao melepas momentum emas

Meskipun Yuan Shao memiliki kekuatan pasukan yang lebih besar dibanding Cao Cao, tetapi Yuan Shao bukan kriteria seorang pemimpin yang cakap, sehingga ia kerap kali harus kehilangan momentum emas untuk memenangkan pertempuran.
Salah satu momentum tersebut adalah ketika ia tidak sepenuhnya menanggapi petunjuk Tian Feng untuk melancarkan serangan secara masif terhadap pertahanan Cao Cao, tatkala Cao Cao mengalihkan sebagian kekuatan pasukannya untuk merebut kembali otoritas provinsi Xu 徐州 dari tangan Liu Bei 劉備. 
Kesempatan emas tersebut terlewatkan hanya karena Yuan Shang 袁尚 (putra kesayangannya) sedang sakit, sehingga Yuan Shao hanya melancarkan serangan skala kecil terhadap pertahanan Cao Cao di penyeberangan Yan 延津. Serangan tersebut pada akhinya berhasil dengan mudah dipatahkan oleh pertahanan pasukan yang dipimpin Yu Jin. 
Liu Bei yang menderita kekalahan telak menghadapi agresi Cao Cao, pada akhirnya mencari perlindungan kepada Yuan Shao.
Pertempuran Boma 白馬之戰
Yuan Shao melanjutkan agresinya pada tahun 200 dengan melancakan serangan masif terhadap kota Liyang 黎陽. Setelah berhasil menduduki pertahanan kota Liyang dengan mudah, lalu ia menugaskan Yan Liang 顏良 memimpin pasukan pelopor untuk menduduki daerah Boma 白馬 yang terletak di sisi seberang sungai kuning 黄河. Ju Shou sempat menasihati Yuan Shao untuk tidak menunjuk Yan Liang sebagai komandan pasukan pelopor, namun nasihat tersebut tidak ditanggapi oleh Yuan Shao.
Pada awal pertempuran, pasukan Yan Liang sempat unggul atas pasukan Cao Cao yang dipimpin Liu Yan 劉延, kondisi tersebut telah diprediksi sebelumnya oleh Xun Yu 荀彧 (Salah seorang ahli strategi yang mengabdi Cao Cao), yang lalu segera mengirimkan pesan kepada Cao Cao mengirimkan sejumlah pasukan ke penyeberangan Yan 延津 untuk mengalihkan perhatian Yuan Shao, sehingga bantuan pasukan yang dipimipin Zhang Liao 張遼 dan Guan Yu  dapat leluasa memperkuat pertahanan pasukan Liu Yan. 
Pada saat itu Guan Yu adalah tahanan perang, pasca Cao Cao berhasil mengambil alih otoritas kota Xiapi 下邳 - propinsi Xu 徐州 dari tangan Liu Bei. Cao Cao yang mengenal potensi Guan Yu, lalu mengikut sertakan ia dalam kesatuan pasukan khusus yang dipimpin Zhang Liao.
Berkat siasat Xun Yu, pada akhirnya pasukan yang dipimpin Yan Liang dapat dikalahkan. Legenda mencatat bahwa Yan Liang gugur ditangan Guan Yu dalam pertempuran, sehingga peristiwa itu sempat menyebabkan ketegangan sesaat antara Yuan Shao dengan Liu Bei.
Kontribusi Liu Bei
Tak lama berselang, Yuan Shao lalu menggerakkan seluruh kekuatan pasukannya menyeberangi sungai kuning (黄河) dan menduduki daerah penyeberangan Yan 延津. Karena kondisi yang kurang menguntungkan, Cao Cao akhirnya memutuskan untuk menarik mundur lini pertahanannya ke daerah Guandu (官渡).
Yuan Shao segera menugaskan Wen Chow 文醜 dan Liu Bei untuk memimpin pengejaran dengan kekuatan 6 ribu pasukan kavaleri. Cao Cao yang telah mengantisipasi hal tersebut, lalu memberi perintah kepada pasukannya untuk memasang jebakan dengan meninggalkan sejumlah besar peralatan dan barang berharga (seperti kuda, senjata, dan sebagainya) di tengah perjalanan. Ketika sebagian besar pasukan Wen Chow dan Liu Bei berhasil terjebak/ terlena oleh umpan jebakan tersebut, lalu sejumlah pasukan elit kavaleri ditugaskan oleh Cao Cao untuk melakukan penyergapan secara mendadak. Akibat penyergapan tersebut, sebagian besar pasukan Wen Chow - Liu Bei tercerai berai, bahkan Wen Chou turut gugur dalam pertempuran tersebut, sedangkan Liu Bei harus menarik mundur sisa pasukan.
Kondisi moral tempur pasukan Yuan Shao mulai merosot setelah kehilangan 2 oang jenderal andalannya pada awal pertempuran. Menanggapi kondisi tersebut, Ju Shou kembali memberikan nasihat kepada Yuan Shao untuk mengulur waktu /ritme pertempuran sebagai strategi menghadapi pasukan Cao Cao yang memiliki moral tempur tinggi, tetapi memiliki keterbatasan persediaan logistik dibandingkan dengan yang dimiliki Yuan Shao. 
Ju Shou berpendapat bahwa Yuan Shao masih memiliki kesempatan untuk memenangkan pertempuran, dengan melakukan penyerangan secara masif ketika moral tempur pasukan Cao Cao melemah karena kehabisan persediaan logistik. Namun Yun Shao kembali tidak hiraukan nasihat tersebut, bahkan ia memberi perintah kepada seluruh pasukannya untuk terus bergerak ke arah selatan, dan membangun barak pertahanan pasukan di daerah Yangwu 陽武 (sisi utara dari daerah Guandu) untuk mendesak posisi Cao Cao.
Berbagai upaya telah dilakukan Yuan Shao untuk menembus pertahanan pasukan Cao Cao di Guandu. Salah satunya adalah dengan mengerahkan beberapa *menara tempur saat melakukan serangan ke benteng pertahanan pasukan Cao Cao, namun upaya serangan tersebut dapat dibendung oleh pasukan Cao Cao dengan bantuan *katapul. Upaya lain yang dilakukan oleh pasukan Yuan Shao adalah dengan menggali terowongan bawah tanah untuk menembus tembok pertahanan pasukan Cao Cao, namun upaya tersebut berhasil digagalkan juga oleh pertahanan pasukan Cao Cao.
Menara tempur: menara semi permanen, terbuat dari susunan balok kayu untuk menempatkan pasukan pemanah, agar dapat berlindung sekaligus menyerang pasukan musuh yang berada di balik tembok pertahanan kota.
Katapul: mesin perang yang berfungsi untuk melontarkan batu ukuran besar ke arah pasukan musuh yang berlokasi jauh. Tujuan sebagai pemecah formasi/barisan pasukan musuh, sekaligus untuk menjatuhkan moral tempur.
Yuan Shao menugaskan kembali Liu Bei memimpin pasukan untuk memperkuat pasukan pemberontak yang dipimpin Liu Pi 劉辟 di daerah Yinjiang  (sekitar 20 li sisi selatan kota Xuchang), namun serangan gabungan kedua pasukan tersebut dapat dibendung oleh Cao Ren 曹仁 (jenderal yang ditugaskan Cao Cao untuk mempertahankan (ibukota) Xuchang). Liu Pi gugur dalam pertempuran tersebut, sedangkan Liu Bei harus menarik mundur pasukannya kembali ke Yangwu.
Yuan Shao sempat menugaskan Han Meng 韓猛 untuk memimpin sejumlah pasukan melancarkan serangan langsung ke kota Xu Chang, namun agresi penyerangan tersebut dapat dibendung kembali oleh pertahanan pasukan Cao Ren di daerah sekitar gunung Jiluo 雞洛山. Sejak kegagalan kedua serangan tersebut, Yuan Shao tidak mengirimkan kembali pasukan untuk melakukan serangan terpisah secara langsung ke pusat wilayah otoritas Cao Cao.   

Strategi memutus rantai pasokan logistik musuh

Karena jalannya pertempuran berlangsung lama dan melelahkan, sehingga kondisi tersebut menyebabkan dilema bagi Cao Cao. Banyak pasukan Cao Cao yang sudah mulai menyerah dan membelot ke pihak Yuan Shao.
Cao Cao sadar bahwa ia tidak boleh menarik mundur kembali lini pertahanan pasukannya, karena Yuan Shao terus berupaya menggerakkan pasukannya mendekati kota Xuchang. Namun di sisi lain, ia tidak dapat mempertahankan kekuatan pasukannya lebih lama karena semakin menipisnya persediaan logistik.
Xun Yu 荀彧 yang telah memprediksi kondisi tersebut, lalu mengirimkan kembali pesan kepada Cao Cao yang berisi siasat baru, serta petunjuk keberadaaan lokasi penyimpanan logistik pasukan Yuan Shao yang berada di daerah Gushi 故市 yang dipertahankan oleh Han Meng 韓猛.
Berdasarkan petunjuk tersebut, Cao Cao segera menugaskan Xu Huang 徐晃 dan Shi Huan 史渙 memimpin sejumlah pasukan kavaleri untuk menyerang dan memusnahkan lokasi penyimpanan logistik pasukan Yuan Shao tersebut.
Karena tidak dapat membendung serangan pasukan Xu Huang - Shi Huan, maka pertahanan daerah Gushi akhinya jatuh. Akibat musnahnya persediaan logistik di daerah Gushi 故市, maka Yuan Shao harus mendatangkan  kembali pasokan logistik baru dari daerah Hebei (河北), wilayah propinsi Ji(冀州), dengan menugaskan Chunyu Qiong 淳于 memimpin sejumlah pasukan untuk melakukan pengawalan hingga ke daerah Wuchao 烏巢.   

Pengkhianatan Xu You

Faktor keberuntungan kembali perpihak kepada Cao Cao, tatkala Xu You 許攸 (salah seoerang ahli strategi/penasihat militer yang mengabdi kepada Yuan Shao) memutuskan untuk berpihak kepada Cao Cao.
Hal itu karena kekecewaan Xu You kepada Yuan Shao yang tidak menghargai kontribusi pengabdiannya, disamping rasa cemas, dan ketidak nyamanan oleh ancaman perundungan Shen Pei 審配 (salah seorang pejabat militer, pengikut setia yang paling diandalkan oleh Yuan Shao).
Niat dan keputusan Xu You tersebut akhirnya mendapatkan tanggapan baik dari Cao Cao.
Xu You yang mengetahui lokasi baru penyimpanan logistik pasukan Yuan Shao, lalu membocorkan hal tersebut, sehingga Cao Cao segera memutuskan untuk memimpin langsung serangan ke daerah Wuchao 烏巢, setelah mendelegasikan pertahanan daerah Guandu kepada Cao Hong曹洪.

Kejatuhan Wuchao

Pada awalnya, Ju Shou sempat memperingatkan Yuan Shao untuk memperkuat pertahanan di Wuchao, dengan menyarankan Yuan Shao untuk menugaskan Jiang Yiqu 蔣義渠 memimpin bantuan pasukan memperkuat pertahanan di Wuchou yang dipimpin oleh Chunyu Qiong 淳于, namun Yuan Shao tidak menanggapi usulan tersebut.
Ketika terdengar kabar bahwa Cao Cao melakukan serangan mendadak ke Wuchao 烏巢, Yuan Shao segera menugaskan Zhang He 张郃 dan Gao Lan 高覽 memimpin bantuan pasukan untuk memperkuat pertahanan pasukan Chunyu Qiong, namun Cao Cao telah antisipasi hal tersebut dengan menugaskan sejumlah pasukannya untuk melakukan penghadangan. 
Pada akhirnya Cao Cao berhasil menduduki daerah Wuchao烏巢 dan memusnahkan seluruh penyimpanan logistik pasukan Yuan Shao. Dalam pertempuran tersebut, Chunyu Qiong 淳于 berhasil tertangkap, dan lalu dijatuhi hukuman mati. 
Setelah mendengar kabar kejatuhan Wuchao, pada akhirnya pasukan yang dipimpin Zhang He  dan Gao Lan 高覽 menyerah kepada Cao Cao.

Akhir pertempuran

Cao Cao segera melanjutkan serangan terhadap pertahanan Yuan Shao di daerah Yangwu 陽武, tak lama setelah menduduki Wuchao. Dalam kondisi moral pasukan yang sudah runtuh, maka hal itu menyebabkan perpecahan dalam pasukan Yuan Shao. Sebagian besar pasukan memutuskan untuk menyerah kepada Cao Cao, meskipun tidak sedikit dari mereka yang akhirnya dijatuhi hukuman mati.
Pada akhirnya Yuan Shao beserta sisa pasukan harus mundur, dan bertahan di daerah Cangting 倉亭 (berlokasi di sisi selatan sungai kuning 黄河). Akibat dari kekalahan tersebut, maka sebagian besar wilayah di propinsi Ji 冀州 menyatakan pemisahan dari otoritas Yuan Shao, dan lalu menyatakan penyatuan kembali dengan otoritas pemerintah pusat Han yang berkedudukan di kota Xuchang.
Sejak kekalahan Yuan Shao dalam pertempuran di Guandu, maka popularitas dan kekuatan politik Cao Cao dalam pemerintahan pusat Han semakin kuat.
Tak lama kemudian, Cao Cao berhasil memperoleh persetujuan dari Kaisar Xian untuk melancarkan kampanye militer penyatuan seluruh wilayah utara Tiongkok beberapa tahun kemudian.
---000---
Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
Sumber: Wikipedia

Komentar