Cao Zhen (曹真) (... - 231) Panglima pasukan negara Cao Wei

Riwayat awal
Cao Zhen(曹真) dengan panggilan Zidan(子丹), adalah Jenderal yang mengabdi kepada pemerintah negara Cao Wei(曹魏国), dimana ia adalah salah seorang keponakan dari Cao Cao(曹操) yang telah diasuh selayaknya putra sendiri. 

Cao Zhen(曹真) adalah putra kandung dari Cao Shao(曹邵)[salah seorang sepupu dari Cao Cao(曹操)] yang mendampingi Cao Cao(曹操) selama bergabung dengan koalisi anti Dong Zhuo
Dong Zhuo(董卓) pada awal tahun 190.
Sejak Cao Shao(曹邵) gugur, maka Cao Cao(曹操) mengambil alih kewajiban dan tanggung jawab mengasuh Cao Zhen(曹真) [yang masih belia pada saat itu]. 

Catatan sejarah lain menuliskan bahwa nama sesunguhnya dari Cao Shao(曹邵) adalah Qin Shao(秦召), dimana ia adalah salah seorang sahabat lama dari Cao Cao(曹操) yang telah memberikan bantuan, bahkan mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan Cao Cao(曹操) dari pengejaran pasukan pemberontak sorban kuning(黃巾之亂) pada sekitar tahun 185.
Karena hal itu, maka Cao Cao(曹操) mengasuh Cao Zhen(曹真) sebagai putra angkat dan mengasuhnya/ mendidiknya seperti putra kandung sendiri.

Cao Zhen tumbuh dewasa bersama dengan Cao Pi(曹丕) dan Cao Xiu(曹休), dimana mereka mengenyam pendidikan formal bersama dengan Wu Zhi (吴质), Liu Zhen (刘桢), Xu Gan (徐干), Ying Yang (应玚), dan Chen Lin (陈琳). Meski demikian, Cao Zhen(曹真) melewati masa kecil dengan penuh kegetiran karena kerap dirundung oleh teman-teman sebayanya oleh sebab kelemahan fisik yang dimilikinya.
Karena tidak mampu menahan kebencian akibat perundungan, maka suatu ketika terjadilah perkelahian antara dirinya dengan Wu Zhi(吴质).
Sikap mental positif dalam diri Cao Zhen semakin tumbuh setelah ia membina persahabatan dengan  Cao Zun(曹遵) dan Zhu Zan(硃赞).

Awal karir
Walaupun Cao Zhen(曹真) memiliki keterbatasan kondisi fisik, namun kondisi tersebut tidak menjadi halangan untuk berlatih dan menempa kemampuannya, hingga pada akhirnya ia bergabung dengan divisi pasukan elit kavaleri harimau - macan tutul(虎豹騎) [salah satu pasukan andalan Cao Cao(曹操)]. Sejarah telah mencatat bahwa Cao Zhen(曹真) sangat handal dalam menggunakan busur panah.

Kontribusi mempertahankan Hanzhong 
Ketika Liu Bei(劉備) melancarkan invasi militer terhadap wilayah Hanzhong(漢中郡) pada tahun 219, Cao Zhen(曹真) dan Xu Huang(徐晃) ditugaskan untuk menduduki kembali gerbang Yangping(阳平关), pasca gugurnya Xiahou Yuan(夏侯渊) dalam pertempuran di bukit Dingjun(定军山之战).

Cao Zhen(曹真) berupaya menggerakkan pasukannya untuk memukul mundur pasukan Liu Bei(劉備) yang dipimpin Gao Xiang(高翔), tetapi upaya tersebut tidak berjalan dengan baik, karena pasukan musuh cenderung pasif dan selalu menghindari pertempuran langsung [strategi pertahanan yang diterapkan oleh pasukan Liu Bei(劉備) setelah mereka berhasil menduduki lokasi strategis].

Ketika Cao Cao(曹操) memimpin langsung bantuan pasukan untuk memperkuat sisa pasukan Zhang He(張郃) yang terkepung oleh pasukan Liu Bei(劉備), pada saat yang sama pasukan yang dipimpin Cao Zhen(曹真) tiba di wilayah Wudu(武都) untuk menyelamatkan sisa pasukan Cao Hong(曹洪) yang terdesak. Pada akhirnya mereka berhasil lolos dari pengepungan dan kemudian mundur teratur hingga ke kota Chencang(陈仓).

Masa pemerintahan Cao Pi
Cao Pi(曹丕) mengukuhkan berdirinya negara Cao-Wei (曹魏国) pada akhir tahun 220, tak lama setelah wafatnya Cao Cao(曹操). Tak lama berselang, Cao Zhen(曹真) ditunjuk sebagai Panglima regional barat(镇西将军) yang bertanggung jawab penuh atas pertahanan seluruh wilayah di provinsi Yong(雍州) dan provinsi Liang(凉州). 

Kampanye militer Cao Pi terhadap tiga wilayah Wu(曹丕伐吴)
Pada tahun 222, Cao Pi(曹丕) menugaskan Cao Zhen(曹真) sebagai Panglima pasukan (上军大将军) untuk memimpin agresi militer/ invasi terhadap kota Jiangling(江陵) [pusat pemerintahan wilayah Nan(南郡), provinsi Jing], yang dipertahankan oleh  Zhu Ran(朱然) dengan kekuatan hanya sekitar 5 ribu pasukan Wu(東吳军队).
Agresi militer tersebut merupakan tanggapan Cao Pi(曹丕) terhadap pernyataan dari Sun Quan(孫權) yang secara resmi mengukuhkan berdirinya pemerintahan negara Dong Wu (東吳国).

Pertempuran Jiangling
Dalam agresi militer/ invasi tersebut, Cao Zhen(曹真) diperbantu oleh Zhang He(張郃), Xu Huang(徐晃) dan Xiahou Shang(夏侯尚), dimana sejumlah besar pasukan Cao Zhen(曹真) bergerak dari kota Xiangyang(襄陽) dan kota Fan(樊城) menuju kota Jiangling(江陵) dengan melalui rute darat dan sungai.

Pada awal pertempuran, pasukan Cao Zhen(曹真) sempat memetik kemenangan setelah Zhang He(張郃) berhasil memukul mundur bantuan pasukan Wu(東吳军队) yang dipimpin Sun Sheng(孫盛). Bahkan kota Jiangling(江陵) akhirnya terkepung setelah Zhang He(張郃) menggunakan “jembatan ponton/apung”( 浮桥) sebagai akses menuju kota Jiangling(江陵) dari sisi selatan sungai Yangtse(长江).
Namun bantuan pasukan Wu(東吳军队) dibawah komando Pan Zhang(潘璋) berhasil memutus jalur jembatan ponton/apung”( 浮桥) tersebut dengan "serangan api".

Pada akhirnya Cao Zhen(曹真) harus mengakhiri pengepungan setelah sebagian besar jumlah pasukannya terserang wabah penyakit.
Sebagai konsekuensi dari kegagalan agresi tersebut, Cao Zhen(曹真) menerima sanksi penurunan jabatan.

Mendampingi Cao Rui
Pada tahun 226, Cao Pi(曹丕) wafat akibat sakit yang dideritanya. 
Sebelum wafat, Cao Pi(曹丕) sempat menyampaikan amanat dan mandat terakhirnya kepada  Cao Zhen(曹真), Sima Yi(司馬懿) dan Chen Qun(陳群) untuk mendampingi Cao Rui(曹叡)[pewaris tahta negara Cao Wei] menjalankan roda pemerintahan.

Ekspedisi militer pertama Zhuge Liang
Cao Zhen(曹真) ditunjuk sebagai Panglima besar(大将军), tak lama setelah Cao Rui(曹叡) naik tahta pada tahun 227.

Pada musim semi tahun 228, Zhuge Liang (諸葛亮) [Perdana menteri negara Shu Han (蜀漢丞相)] menggelar ekspedisi - kampanye militer pertama ke wilayah negara Cao-Wei(曹魏国) dengan menugaskan Zhao Yun(趙雲) dan Deng Zhi(邓芝) untuk memimpin agresi militer terhadap kota Mei(郿) melalui lembah Xie/ Xiegu(斜谷).

Menanggapi agresi tersebut, Cao Zhen(曹真) segera memimpin sejumlah besar pasukannya dari kota Chang'an(長安) untuk menghadang manufer pasukan Zhao Yun(趙雲) - Deng Zhi(邓芝), dimana pasukan Cao Zhen(曹真) berhasil dengan mudah memukul mundur pasukan Zhao Yun(趙雲) - Deng Zhi(邓芝) di lembah Ji/ Jigu(箕谷).

Menyadari bahwa pasukan Zhao Yun(趙雲) - Deng Zhi(邓芝) hanyalah sebagai pengalih, Cao Zhen(曹真) segera memberi perintah untuk menghentikan pengejaran, dan lalu segera mengerahkan pasukannya menuju wilayah Longyou(隴右) untuk meredam aksi pemberontakan [yang dipicu oleh kampanye militer yang digelar oleh Zhuge Liang (諸葛亮).

Ekspedisi militer kedua Zhuge Liang
Saat evaluasi kegagalan kampanye militer Zhuge Liang(諸葛亮), Cao Zhen(曹真) memprediksikan bahwa kota Chencang(陈仓) akan menjadi target agresi Zhuge Liang(諸葛亮) selanjutnya.

Pada saat yang sama, Cao Rui(曹叡) menitahkan pengiriman/ pemusatan sebagian besar kekuatan pasukan Wei ke seluruh lokasi strategis sekitar kota Hefei(合肥) sebagai antisipasi agresi militer lanjutan dari Sun Quan(孫權)/ negara Dong Wu(東吳国) pasca pertempuran di Shiting(石亭之战).

Menyadari bahwa pertahanan di regional barat sedang kekurangan jumlah pasukan, pada akhirnya Cao Zhen(曹真) menempatkan Hao Zhao(郝昭) diperbantu Wang Sheng(王生) untuk mempertahankan kota Chencang (陈仓) dengan kekuatan sekitar 1 ribu pasukan. Suatu jumlah yang sangat riskan dan resiko tinggi untuk mempertahankan satu kota, tetapi Cao Zhen(曹真) memiliki keyakinan penuh pada kredibilitas Hao Zhao(郝昭) sebagai komandan pasukan.

Meskipun Cao Zhen(曹真) tidak dapat memprediksi waktu pelaksanaan agresi dari Zhuge Liang(諸葛亮) terhadap pertahanan kota Chencang(陈仓), tetapi persiapan Cao Zhen(曹真) dengan menempatkan Hao Zhao(郝昭) sebagai komandan pertahanan kota Chencang(陈仓) tidak mengecewakan, tatkala Zhuge Liang(諸葛亮) akhirnya harus kembali menyerah dan mengakhiri agresi militer terhadap kota Chencang(陈仓) setelah sempat melancarkan pengepungan selama sebulan.

Kontribusi dalam agresi balasan terhadap Shu
Pada tahun 230, Cao Zhen(曹真) dipanggil ke ibukota Luoyang(洛陽) untuk menerima pelantikan jabatan baru sebagai Menteri pertahanan negara(衛尉) oleh Cao Rui(曹叡).

Pada kesempatan tersebut, Cao Zhen(曹真) mengajukan usulan dan rencana agresi balik terhadap negara Shu-Han(蜀漢国), dengan membidik wilayah Hanzhong(漢中郡) sebagai target invasi.

Cao Rui(曹叡) menyetujui usulan rencana tersebut, dan kemudian menurunkan titah resmi untuk menjalankan rencana tersebut pada tahun yang sama.

Pasukan Wei(曹魏国军队) yang dikirim ke wilayah Hanzhong(漢中郡) terbagi menjadi dua divisi, dimana divisi pertama dipimpin langsung oleh Cao Zhen(曹真) akan bergerak dari kota Chang'an(長安) menuju langsung ke kota Nanzheng(南郑) [pusat pemerintahan wilayah Hanzhong(漢中郡)] melalui jalur Ziwu / Ziwu Dào(子午道).

Sedangkan Sima Yi(司馬懿) ditugaskan memimpin divisi pasukan kedua yang bergerak dari Wancheng(宛城) menuju kota Nanzheng(南郑) dengan melalui rute aliran sungai Han(汉江).

Namun rencana kampanye militer/invasi tersebut kandas karena cuaca buruk/ hujan badai selama sebulan penuh yang menyebabkan terputusnya akses menuju wilayah Hanzhong(漢中郡), sehingga Cao Rui(曹叡) menurunkan titah resmi pembatalan kampanye tersebut setelah manufer pasukan Wei tertahan selama lebih dari 3 minggu.

Akhir hayat
Saat di tengah perjalanan kembali menuju ibukota Luoyang, kesehatan Cao Zhen(曹真) mulai memburuk.

Pada musim semi tahun 231, Zhuge Liang(諸葛亮) menggerakkan kembali sejumlah besar pasukan Shu(蜀漢国军队) ke otoritas wilayah negara Cao Wei(曹魏国) untuk mengepung daerah Qishan(祁山) sebagai langkah awal untuk menduduki wilayah Longyou(隴右). 

Dengan berbekal pengalaman dari agresi militer yang pernah dilancarkan Zhuge Liang(諸葛亮) beberapa tahun sebelumnya, Cao Zhen(曹真) telah menempatkan hampir seluruh kekuatan pasukan Wei(曹魏国军队) di benteng pertahanan kota Chang’an(長安), dimana ia hanya menempatkan sejumlah pasukan dibawah komando Jia Si(賈嗣) dan Wei Ping(魏平) untuk mempertahankan daerah Qishan(祁山), serta menempatkan Dai Ling(戴陵) dan Fei Yao(費曜) untuk mempertahankan  wilayah Tianshui(天水郡).  

Strategi pertahanan tersebut diatur demikian, sebab Cao Zhen(曹真) menduga bahwa agresi militer Zhuge Liang(諸葛亮) terhadap daerah Qishan(祁山) hanyalah siasat untuk mengalihkan perhatian. 
Pada awal musim panas tahun 231, kondisi kesehatan Cao Zhen(曹真) semakin memburuk, sehingga Cao Rui(曹叡) menugaskan Sima Yi(司馬懿) untuk mengambil alih tugas dan wewenang Cao Zhen(曹真) sebagai panglima tertinggi di regional barat. 

Cao Zhen(曹真) wafat menjelang berlalunya musim panas tahun 231. Atas seluruh jasa dan pengabdiannya, kemudian Cao Rui(曹叡) menganugerahkan gelar kehormatan Marquis Yuan(元侯).

Semasa hidupnya Cao Zhen(曹真) dikenal sebagai seorang yang dermawan. Ia juga menjadi panutan dan dihormati dalam kesatuan pasukannya karena ia tidak segan turun tangan langsung dan bekerja bersama dengan para prajurit, meskipun berstatus sebagai panglima besar.

Catatan keluarga
Cao Shuang(曹爽) adalah salah seorang putra kandung dari Cao Zhen(曹真) yang  juga mengabdi kepada pemerintahan negara Cao-Wei(曹魏国), dimana kelak ia dipercaya dan ditunjuk oleh Cao Rui(曹叡) sebagai Waliraja(摄政王) untuk mendampingi Cao Fang(曹芳)[pewaris tahta negara Cao Wei(曹魏国)].Tetapi sejarah mencatat bahwa Cao Shuang(曹爽) telah menoreh tinta hitam dalam perjalanan karir politiknya dengan merencanakan kudeta terhadap Cao Fang(曹芳).


---000---

Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
Sumber: Wikipedia



Komentar