Wei Yan (魏延) (... - 234) Jenderal pasukan negara Shu Han

Riwayat awal
Dengan nama panggilan Wenchang(文長), adalah Jenderal pasukan yang mengabdi pada pemerintahan negara Shu Han(蜀漢国).
Wei Yan(魏延) berasal dari wilayah Yiyang(義陽郡), provinsi Jing(荊州). Tak ada catatan kapan tahun kelahiran Wei Yan(魏延). 

Sejarah mencatat bahwa Wei Yan(魏延) cukup cakap dan cerdas sebagai Komandan pasukan. Ia cukup disegani karena ia memperlakukan seluruh bawahan dan pengikutnya dengan baik, tetapi sikap arogan dan keangkuhannya cenderung tidak disukai oleh beberapa pejabat tinggi negara Shu(蜀漢国).
Tercatat bahwa Yang Yi (杨仪) adalah salah seorang pejabat tinggi negara yang kerap terlibat dalam perselisihan pribadi dengan Wei Yan(魏延), dan hal tersebut sering menimbulkan kekuatiran Zhuge Liang(諸葛亮).  
Awal karir
Wei Yan(魏延) mengawali karirnya sebagai perwira menengah pasukan infantri dibawah langsung komando Liu Bei(劉備) [yang pada saat itu menjabat sebagai Gubernur provinsi Jing (荊州牧)].

Ketika Liu Bei(劉備) menggelar kampanye militer untuk menduduki provinsi Yi(益州) pada tahun 213, Wei Yan turut serta dalam kampanye militer tersebut. Berkat prestasi yang dicapai selama pertempuran, Wei Yan memperoleh promosi sebagai Komandan pasukan setara dengan Jenderal (牙門將軍). 
Wei Yan(魏延) turut memberikan kontribusi ketika Liu Bei(劉備) menggelar kampanye militer ke wilayah Hanzhong(漢中郡) pada tahun 217.

Mengawasi Hanzhong
Setelah wilayah Hanzhong(漢中郡) berhasil diduduki, secara tak diduga Liu Bei menunjuk Wei Yan sebagai Kepala wilayah Hanzhong(漢中郡太守) dengan gelar kehormatan “Jenderal yang mempertahankan wilayah utara”(鎮北將軍). 
Penunjukkan tersebut sempat menjatuhkan pamor Zhang Fei(張飛), yang sempat dicalonkan sebagai kandidat untuk menjabat posisi tersebut sejak awal. 
Liu Bei menilai bahwa Wei Yan(魏延) memiliki potensi lebih baik dibandingkan Zhang Fei(張飛).

Penilaian Liu Bei terhadap Wei Yan(魏延) terbukti tepat, dimana Wei Yan berhasil meningkatkan pertahanan wilayah Hanzhong dengan menerapkan strategi pertahanan “gerbang ganda” [strategi pertahanan yang diterapkan berdasarkan metode kuno Zhou Yi(周易) / 
Yijing (易經)]. 

Strategi pertahanan double gates adalah pertahanan yang dibangun dengan menempatkan/ mendirikan banyak pos pertahanan di sepanjang perbatasan wilayah Hanzhong(漢中郡), dimana seluruh pos pertahanan tersebut terhubung satu sama lain hingga ke benteng pertahanan kota Hanzhong(漢中)/ Nanzheng(南鄭). Strategi pertahanan tersebut terbukti efektif menahan serangan pasukan musuh, bahkan strategi tersebut masih tetap digunakan oleh Zhuge Liang dan beberapa komandan pasukan penerusnya dalam upaya mempertahankan wilayah Hanzhong dari agresi serangan pasukan Wei.

Setelah Liu Bei wafat, kemudian Liu Shan(劉禪) naik tahta pada tahun 223, tak lama kemudian Liu Shan(劉禪) menganugerahkan gelar bangsawan"Marquis of a Chief Village" (都亭侯) kepada Wei Yan(魏延). 

Kontribusi dalam ekspedisi militer ke utara
Pada tahun 228, Wei Yan(魏延) turut serta dalam ekspedisi/ kampanye militer yang digelar Zhuge Liang(諸葛亮) ke wilayah negara Cao Wei(曹魏国). Pada saat itu ia bertugas sebagai Komandan pasukan khusus perdana menteri (丞相司馬), serta ditunjuk sebagai pejabat tinggi pengawas wilayah provinsi Liang(涼州刺史).

Ketika Zhuge Liang(諸葛亮) menyusun rencana strategi untuk kampanye militer pertama ke utara, Wei Yan(魏延) sempat mengusulkan kepada Zhuge Liang(諸葛亮) untuk mengadopsi strategi perang yang pernah diterapkan oleh Han Xin(韩信)[Jenderal pasukan legendaris pada era awal pemerintahan Han Barat] dengan mengajukan diri sebagai komandan pasukan pelopor yang memimpin 10 ribu pasukan secara terpisah untuk menyerang dan menduduki kota Chang’an(長安) melalui rute lembah Ziwu (子午谷), dan kemudian akan bergabung kembali dengan pasukan utama yang dipimpin oleh Zhuge Liang(諸葛亮) di daerah sekitar Tongguan(潼關).

Wei Yan(魏延) sangat yakin akan dengan mudah menduduki kota Chang’an(長安), sebab ia telah mempelajari bahwa pertahanan kota Chang’an(長安) dalam kondisi lemah karena berada dibawah komando Xiahou Mao(夏侯楙)[memiliki reputasi sebagai komandan pasukan yang tidak cakap].
Namun usulan tersebut ditolak oleh Zhuge Liang(諸葛亮), karena usulan tersebut dinilai terlalu gegabah dan beresiko tinggi.

Ketika rencana strategi dari Wei Yan(魏延) tersebut bocor dan sampai kepada Cao Rui(曹叡)[Kaisar/ Pewaris resmi tahta negara Cao Wei(明皇帝)], Cao Rui(曹叡) segera membebas tugaskan Xiahou Mao(夏侯楙) dari jabatannya, dan lalu segera menuju ke kota Chang’an(長安) untuk memimpin langsung pertahanan menghadapi agresi militer negara Shu(蜀漢国) yang dimotori oleh Zhuge Liang(諸葛亮).

Kekecewaan Wei Yan(魏延) bertambah setelah Zhuge Liang(諸葛亮) menunjuk Ma Su(馬謖) sebagai Komandan pasukan pelopor(前將軍) untuk mengamankan daerah Jieting(街亭).
Pada akhirnya Zhuge Liang(諸葛亮) harus menerima berita kekalahan  pasukan Ma Su(馬謖) menghadapi pasukan Wei(曹魏军队) yang dipimpin Zhang He(張郃) dalam pertempuran di Jieting(街亭之戰). 
Zhuge Liang(諸葛亮) mengakui bahwa kekalahan di Jieting(街亭) adalah karena ia telah salah memilih dan menempatkan Komandan pasukan pelopor(前將軍) yang tepat.
Akibat kekalahan tersebut, Zhuge Liang(諸葛亮) harus mengakhiri ekspedisi/ kampanye militer pertamanya dan menarik mundur seluruh pasukan Shu(蜀漢军队) kembali ke wilayah Hanzhong(漢中郡).  

Pada akhir tahun 228, Wei Yan(魏延) sempat kembali mengusulkan rencana penyerangan langsung ke kota Chang’an(長安) ketika Zhuge Liang(諸葛亮) melancarkan ekspedisi/ kampanye militer kedua, tetapi usulan tersebut kembali ditolak karena Zhuge Liang(諸葛亮) telah membidik kota Chencang(陳倉) sebagai target serangan.
Wei Yan(魏延) kembali menelan kekecewaan karena merasa tidak dapat mengoptimalkan kontribusinya selama berada di bawah kepemimpinan Zhuge Liang(諸葛亮). 
Pada akhirnya ekspedisi/ kampanye militer kedua tersebut kembali kandas karena melesetnya prediksi Zhuge Liang(諸葛亮) terhadap pertahanan kota Chencang(陳倉), serta karena masalah keterbatasan logistik dalam pasukan Shu(蜀漢军队). 

Prestasi pertama yang berhasil diraih Wei Yan(魏延) selama ekspedisi/ kampanye militer Zhuge Liang(諸葛亮) ke utara adalah ketika ia dan Wu Yi(吴懿) serta sejumlah pasukan kavaleri menyusup ke wilayah negara Cao Wei(曹魏国) dengan tujuan memperoleh pasokan senjata dan kuda [transaksi barter dengan hasil tenun sutera asal Nanzhong(南中)] dari suku minoritas Qiang(羌族), disamping upaya provokasi melibatkan suku minoritas Qiang(羌族) untuk menciptakan keresahan dalam wilayah negara Cao Wei(曹魏国) sebagai siasat untuk mengalihkan perhatian.
Saat dalam perjalanan kembali menuju wilayah Hanzhong(漢中郡), pasukan Wei Yan berhasil mengalahkan pasukan Guo Huai (郭淮) dan Fei Yao (費曜) di daerah Yangxi (陽谿), serta berhasil menghambat iringan pasukan Zhang He (张郃) yang hendak melancarkan agresi balasan ke wilayah Hanzhong(漢中郡). 
Berkat kondisi cuaca yang amat buruk, pada akhirnya Cao Rui(曹叡) membatalkan serangan balasan terhadap posisi pasukan Shu di wilayah Hanzhong. Atas jasa dan prestasi tersebut, Wei Yan memperoleh promosi jabatan “Jenderal senior pasukan penyerang barat”(前軍師征西大將軍), serta gelar bangsawan "Marquis of Nanzheng" (南鄭侯).

Prestasi lain yang diukir Wei Yan(魏延) selama kampanye militer ke utara adalah saat memimpin pasukan bersama dengan Wu Ban (吳班), dan Gao Xiang(高翔) untuk membendung serangan pasukan Wei(曹魏军队) yang dipimpin langsung oleh Sima Yi(司馬懿) di luar tembok pertahananan kota Lu/ Lucheng(鹵城). Dalam pertempuran tersebut, pasukan Wei(曹魏军队) berhasil dipukul mundur dengan menderita banyak kerugian.

Pertempuran di Wuzhang plains
Pada tahun 234, Zhuge Liang(諸葛亮) melancarkan kembali kampanye militer ke-lima [terakhir] ke wilayah negara Cao Wei(曹魏国), dimana pada saat itu Wei Yan(魏延) bertugas sebagai komandan pasukan pelopor(前將軍).
Ketika manuver pasukan Shu tertahan di daerah Wuzhang Yuan(五丈原), kondisi kesehatan Zhuge Liang(諸葛亮) mulai memburuk. 
Ketika menyadari bahwa ajalnya akan tiba, Zhuge Liang(諸葛亮) segera menyusun siasat penarikan mundur seluruh pasukannya kembali ke wilayah Hanzhong(漢中郡) secara teratur dan rahasia, agar tidak menimbulkan kecurigaan Sima Yi(司馬懿).

Dalam pesan terakhirnya, Zhuge Liang(諸葛亮) menugaskan Yang Yi(杨仪) dan Fei Yi(费祎) untuk memimpin penarikan mundur seluruh pasukan, sedangkan Jiang Wei(姜維)dan Wei Yan(魏延) ditugaskan memimpin pasukan barisan belakang untuk menahan pengejaran pasukan Wei(曹魏军队).
Zhuge Liang(諸葛亮) telah memprediksi bahwa Wei Yan(魏延) akan menolak perintah mundur tersebut, sehingga dalam pesan terakhirnya Zhuge Liang(諸葛亮) mengijinkan mereka untuk meninggalkan Wei Yan(魏延) dan seluruh pengikutnya, jika kondisi tersebut terjadi sesuai dengan prediksi.

Insiden Wuzhang plains
Sejak awal Yang Yi(杨仪) telah memiliki perselisihan pribadi dengan Wei Yan(魏延), sehingga Yang Yi(杨仪) menyebarkan kabar angin bahwa Wei Yan(魏延) berniat memberontak dan membelot ke pihak negara Cao Wei(曹魏国). Hal tersebut dilakukan karena Yang Yi(杨仪) kuatir bahwa kelak Wei Yan(魏延) memiliki peluang besar untuk mengambil alih kepemimpinan seluruh pasukan Shu(蜀漢军队), setelah Zhuge Liang(諸葛亮) wafat.

Zhuge Liang akhirnya wafat di Wuzhang Yuan(五丈原) pada awal musim gugur tahun 234.
Sesuai dengan pesan terakhirnya, berita kematiannya tetap dirahasiakan dengan tujuan agar tidak diketahui oleh musuh.
Pada saat itu, Wei Yan(魏延) dan Jiang Wei(姜維) masih berada di medan pertempuran barisan terdepan, sehingga Fei Yi(费祎) segera menuju ke barisan terdepan untuk menyampaikan berita kematian Zhuge Liang(諸葛亮) serta perintah penarikan mundur seluruh pasukan Shu(蜀漢军队).
Prediksi dari Zhuge Liang(諸葛亮) menjadi kenyataan, dimana Wei Yan(魏延) menolak untuk menarik mundur pasukannya dari garis depan, disamping karena ia tidak bersedia berada di bawah komando Yang Yi(杨仪).

Fei Yi(费祎) tetap mendampingi Wei Yan(魏延) di barisan terdepan, meskipun barisan belakang pasukan Shu(蜀漢军队) sudah mulai mengosongkan barak utama pasukan.
Setelah menerima pesan penolakan tertulis dari Wei Yan(魏延) tertuju kepada Yang Yi(杨仪), pada akhirnya Fei Yi(费祎) memutuskan untuk meninggalkan Wei Yan(魏延) dan menyusul iringan pasukan Shu(蜀漢军队) yang mundur.

Kemudian Wei Yan(魏延) berubah pikiran dan kuatir dengan akibat dari perbuatannya, sehingga ia segera mengejar untuk menahan perjalanan Fei Yi(费祎), namun upaya tersebut terlambat.
Wei Yan(魏延) terkejut dan murka ketika mengetahui bahwa seluruh pasukan Shu(蜀漢军队) telah dalam perjalanan mundur kembali menuju ke wilayah Hanzhong(漢中郡)

Wei Yan(魏延) segera memimpin sejumlah pasukan kavaleri untuk menghadang iringan pasukan Shu(蜀漢军队) yang sedang menuju kembali ke Hanzhong(漢中郡) dengan tujuan untuk merebut kepemimpinan seluruh kekuatan pasukan dari tangan Yang Yi(杨仪), dan melanjutkan kembali kampanye militer.
Salah satu upaya penghadangan yang dilakukan Wei Yan(魏延) adalah dengan memberi perintah kepada pasukannya untuk menutup jalur Zhàndào(棧道)[Gallery roads].

Sebagai tanggapan aksi penghadangan yang dilakukan Wei Yan(魏延), Yang Yi(杨仪) menugaskan Wang Ping(王平) untuk menghalau penghadangan pasukan Wei Yan(魏延) tersebut. Berkat upaya dan siasat Wang Ping(王平), maka timbul sikap pro dan kontra dalam pasukan Wei Yan(魏延) sehingga sejumlah besar prajurit dalam pasukan Wei Yan(魏延) memutuskan untuk menyerah dan berbalik pihak.

Akhir hayat
Saat menyadari bahwa dirinya telah ditinggal oleh pasukannya, kemudian Wei Yan(魏延) serta sejumlah pengikut setianya segera melarikan diri. Yang Yi(杨仪) segera memanfaatkan momen tersebut dengan menugaskan Ma Dai(馬岱) memimpin sejumlah pasukan untuk melakukan pengejaran.
Pada akhirnya Wei Yan(魏延) tewas ditangan Ma Dai(馬岱) saat dalam pengejaran tersebut.

Sebelum terjadinya insiden tersebut, Wei Yan(魏延) dan juga Yang Yi(杨仪) sempat mengirimkan surat yang ditujukan kepada pemerintah pusat negara Shu(蜀漢国) di kota Chengdu(成都), dimana mereka saling menuding dan menjelaskan duduk perkara perselisihan mereka dengan versi yang berbeda dalam isi kedua surat.

Ketika kedua surat tersebut diterima pada saat yang sama oleh Liu Shan(劉禪) [Kaisar/ Pewaris resmi tahta negara Shu(孝懷皇帝)], Jiang Wan(蒋琬) dan Dong Yun(董允) segera diminta pendapat tentang isi kedua surat tersebut. 
Setelah mempelajari, pada akhirnya Jiang Wan(蒋琬) dan Dong Yun(董允) sependapat dengan isi surat dari Yang Yi(杨仪), dan mencurigai adanya niat tersembunyi Wei Yan(魏延) dibalik aksinya. 
Jiang Wan(蒋琬) serta sejumlah pasukan pengawal kerajaan segera menuju ke wilayah utara untuk mencegah terjadinya perseteruan lebih lanjut antara pasukan Wei Yan(魏延) dengan pasukan Yang Yi(杨仪). Namun pada akhirnya Jiang Wan(蒋琬) membatalkan perjalanannya setelah menerima kabar kematian Wei Yan(魏延).


---000---

Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
Sumber: Wikipedia

Komentar