Taishi Ci (太史慈) (166-206) Komandan pasukan pemerintahan otonomi Wu

Taishi Ci(太史慈), dengan panggilan lengkap Ziyi() adalah Komandan pasukan yang mengabdi pada pemerintahan otonomi Wu(東吳), setelah ia mengakui kepemimpinan Sun Ce(孙策). 
Taishi Ci(太史慈) berasal dari kota Huangxian() [bagian dari wilayah Donglai (東萊郡), propinsi Qing(青州) ]. 

Sejarah mencatat bahwa Taishi Ci(太史慈) adalah seorang berdedikasi tinggi, berprinsip kuat, dan berbudi luhur. Ia seorang yang cerdas serta berwawasan luas [berkat ketekunan dalam studi literatur], disamping kehandalannya dalam bertarung dan piawai dalam menggunakan busur panah.
Awal karir
Taishi Ci(太史慈) mengawali karirnya sebagai pejabat kecil di wilayah Donglai(東萊郡) pada usia 21 tahun.
Sekitar tahun 186, terjadi perselisihan antara kepala wilayah Donglai(東萊郡太守) dengan Pejabat tinggi pengawas propinsi Qing(青州刺史). Perselisihan tersebut berujung pada “pengaduan perkara” hingga ke pusat pemerintahan di kota Luoyang(洛陽). Untuk memenangkan perkara tersebut, Taishi Ci(太史慈) ditugaskan oleh atasannya untuk mengantarkan langsung surat “pengaduan perkara” ke kota [ibukota] Luoyang(洛陽).

Pada masa itu, sistem pemerintahan Han timur penuh dengan kebobrokan, sehingga tidak mampu melakukan penyidikan secara benar terhadap setiap masalah genting yang berasal dari wilayah - wilayah yang bernaung di bawahnya. Hal tersebut menyebabkan pemerintah pusat cenderung menyelesaikan suatu “pengaduan perkara” dengan memenangkan/memihak surat pengaduan yang diterima pertama, sehingga cenderung subyektif/ tidak adil bagi pihak pengadu yang terlambat mengirimkan surat pengaduan.

Ketika hampir tiba di gerbang ibukota, Taishi Ci(太史慈) berjumpa dengan utusan pejabat propinsi yang juga hendak menyampaikan surat “pengaduan perkara” yang sama. Sadar bahwa ia tidak mungkin menggunakan kekerasan untuk mengalahkan utusan tersebut, Taishi Ci(太史慈) lalu bersiasat dengan menyamar sebagai pejabat pemerintahan pusat untuk merebut dan merusak/ merobek surat tersebut. Saat menyadari bahwa ia telah diperdaya, utusan tersebut hendak melaporkan aksi perbuatan tersebut, namun Taishi Ci(太史慈) berhasil membujuk utusan tersebut untuk membatalkan niatnya, dan lalu melarikan diri bersama [pada masa itu, utusan yang gagal menjalankan tugas akan dijatuhi hukuman berat].

Tak lama kemudian, Taishi Ci(太史慈) melanjutkan kembali tugasnya dan berhasil menyampaikan surat “pengaduan perkara” tersebut setibanya di kota [ibukota] Luoyang(洛陽). 
Setelah menerima laporan bahwa surat pengaduan tersebut telah hilang, Pejabat tinggi pengawas propinsi Qing(青州刺史) [yang bersengketa tersebut] mengirimkan kembali surat pengaduan ke ibukota, tetapi surat pengaduan tersebut akhirnya ditolak.

Berkat keberhasilan menjalankan tugas tersebut, popularitas Taishi Ci(太史慈) tersebar luas, sehingga ia menjadi target buronan oleh Pejabat tinggi pengawas propinsi Qing(青州刺史) [yang bersengketa tersebut]. Dalam upaya lolos dari pengejaran, pada akhirnya Taishi Ci(太史慈) harus menyingkir hingga ke wilayah Liaodong(辽东半岛).

Kong Rong(孔融) [kepala wilayah otonomi khusus Beihai(北海郡相)] yang mengagumi dan simpati dengan dedikasi Taishi Ci(太史慈), kemudian mengunjungi ibu kandung dari Taishi Ci(太史慈) untuk menyampaikan rasa hormatnya, serta memberikan jaminan penuh seluruh kebutuhan pokok ibu kandung dari Taishi Ci(太史慈) selama dalam kondisi sebagai buronan pemerintah propinsi Qing(青州).

Menetap di Liaodong
Selama menetap di wilayah Liaodong(辽东半岛), Taishi Ci(太史慈) bersahabat baik dengan Bing Yuan( )[seorang cendikiawan terkenal]. 
Pada suatu ketka, Bing Yuan(邴 原) memperkenalkan Taishi Ci(太史慈) kepada Gongsun Du() [Kepala wilayah Liaodong(辽东半岛太守)], dimana Gongsun Du(公孙度) berniat menempatkan Taishi Ci(太史慈) sebagai salah seorang pejabatnya, namun karir Taishi Ci(太史慈) terhalang oleh catatan kriminal yang dimilikinya.

Pada suatu ketika, Gongsun Du(公孙度) memerintahkan penangkapan terhadap Liu Zheng(劉政). Dalam peristiwa tersebut, Liu Zheng(劉政) bersembunyi di kediaman Bing Yuan(邴 原) [Bing Yuan bersahabat baik dengan Liu Zheng]. Bing Yuan(邴 原) kuatir dengan ancaman hukuman dari Gongsun Du(公孙度), karena telah membantu menyembunyikan Liu Zheng(劉政). Pada akhirnya Bing Yuan(邴 原) meminta kesediaan Taishi Ci(太史慈) untuk mendampingi/ melindungi Liu Zheng(劉政) menyingkir ke wilayah selatan Tiongkok.

Membalas budi Kong Rong
Pada tahun 193, Taishi Ci(太史慈) kembali ke kampung halaman untuk mengunjungi ibu kandungnya. 
Pada saat yang sama, terdengar kabar Kong Rong(孔融) sedang mempertahankan kota Duchang(都昌) dari pengepungan pasukan pemberontak sorban kuning(黃巾之亂) yang dipimpin Guan Hai(管亥). Setelah menyimak nasihat dari ibunya, Taishi Ci(太史慈) segera menuju ke kota Duchang(都昌) untuk membantu Kong Rong(孔融). 

Setibanya di benteng kota Duchang(都昌) dan bergabung dengan Kong Rong(孔融), Taishi Ci(太史慈) mengajukan diri menerobos pengepungan pasukan pemberontak untuk meminta pertolongan kepada Liu Bei(劉備) yang diketahui sedang berada di kota Pingyuan(平原). Pada awalnya Kong Rong(孔融) menolak usulan tersebut dengan pertimbangan jumlah pasukan yang terbatas, namun pada akhirnya Taishi Ci(太史慈) diijinkan menjalankan siasat tersebut setelah terkumpul sejumlah kecil pasukan sukarela yang bersedia mendukung siasat tersebut. 

Pada akhirnya Taishi Ci(太史慈) berhasil menerobos kepungan pasukan pemberontak yang terperdaya oleh siasat Taishi Ci(太史慈) yang dengan sengaja menciptakan kelengahan dan menurunkan kesigapan pasukan pemberontak dengan melancarkan serangan palsu berulang kali secara sinambung selama beberapa hari.

Tak lama kemudian, Taishi Ci(太史慈) kembali ke kota Duchang(都昌) bersama dengan dukungan kekuatan 3 ribu pasukan kavaleri yang dipinjam dari Liu Bei(劉備). Berkat dukungan pasukan dari Liu Bei(劉備), pada akhirnya pasukan pemberontak harus menyerah dan mengakhiri agresi pengepungannya terhadap kota Duchang(都昌).
 
Mengabdi kepada Liu Yao
Setelah turut berpartisipasi dalam beberapa pertempuran menghadapi/ memadamkan aksi pemberontakan sorban kuning(黃巾之亂), kemudian Taishi Ci(太史慈) memutuskan untuk menuju wilayah Jiangdong(江東) setelah mendengar kabar bahwa Liu Yao(刘繇) menjabat sebagai Gubernur propinsi Yang(揚州牧). Maksud dan tujuan Taishi Ci(太史慈) ke kota Qu'e(曲阿縣) adalah dengan harapan dapat turut memberikan kontribusinya dibawah kepemimpinan Liu Yao(刘繇). Sejarah mencatat bahwa Taishi Ci(太史慈) telah mengenal Liu Yao(刘繇) sejak belia, sebab mereka berasal dari daerah yang sama.

Kehadiran Taishi Ci(太史慈) tidak disambut dengan baik meskipun beberapa pejabat daerah dan penasihat dari Liu Yao(刘繇) menghimbau agar Taishi Ci(太史慈) diberikan wewenang sebagai Komandan utama(大將軍) untuk memimpin pasukan menghadapi agresi militer/ invasi Sun Ce(孙策) yang sedang berlangsung, tetapi Liu Yao(刘繇) menolak usulan tersebut secara arogan [dengan alasan bahwa seorang mantan pidana yang diberi wewenang dan tugas penting, hanya akan menuai aib]. Sebaliknya, Liu Yao(刘繇) hanya menunjuk/ menugaskan Taishi Ci(太史慈) sebagai Perwira pasukan pengintai. 

Suatu ketika saat Taishi Ci(太史慈) dan seorang rekannya sedang mengintai di dusun Shenting (神亭), diluar dugaan ia berjumpa dengan Sun Ce(孙策) yang sedang meninjau lokasi medan bersama dengan beberapa komandan dan perwira pasukannya. Kesempatan tersebut tidak dilewatkan oleh Taishi Ci(太史慈) dengan menantang Sun Ce(孙策) dalam suatu duel sengit yang berujung seimbang. Namun akhirnya Taishi Ci(太史慈) berhasil meloloskan diri tatkala para perwira pasukan Sun Ce(孙策) turut serta dalam pertarungan dan bermaksud meringkus dirinyaSun Ce(孙策) terkesan dengan insiden tersebut dan mengagumi ketangguhan dan keberanian yang ditunjukkan oleh Taishi Ci(太史慈).

Ketika Sun Ce(孙策)  berhasil mendesak mundur Liu Yao(刘繇) hingga ke wilayah Yuzhang (豫章郡), Taishi Ci(太史慈) memutuskan untuk meninggalkan Liu Yao(刘繇) dan lalu bersama dengan pengikutnya menuju ke daerah Wuhu (), dan menerapkan strategi perang gerilya terhadap agresi pasukan Sun Ce(孙策) di daerah perbukitan dengan memperoleh dukungan (pasokan logistik) dari penduduk lokal setempat.

Antara tahun 195 hingga tahun 198, Taishi Ci(太史慈) berhasil menghimpun sejumlah besar pasukan dan pendukung, dan menjadikan kota Jin(泾) wilayah Danyang(丹陽郡) sebagai pusat pertahanan. 
Setelah gerombolan penyamun Yan Baihu(嚴白虎) berhasil ditundukkan, Sun Ce(孙策) lalu memusatkan perhatiannya terhadap Taishi Ci(太史慈) karena dianggap lebih berpotensi sebagai ancaman dibandingkan Liu Yao(刘繇).
 
Mengabdi kepada Sun Ce
Setelah melancarkan pengepungan terhadap pertahanan kota Jin(泾), pada akhirnya Taishi Ci(太史慈) harus mengakui keunggulan Sun Ce(孙策). Pada awalnya sebagai tahanan perang, Taishi Ci(太史慈) sempat tak bersedia untuk menyerah, namun pada akhirnya Sun Ce(孙策) berhasil membujuk Taishi Ci(太史慈) untuk bergabung dibawah kepimpinannya dengan penunjukan jabatan sebagai Komandan pasukan(中郎將軍).  

Tiga kontribusi
Selama mengabdi kepada Sun Ce(孙策), Taishi Ci(太史慈) telah menunjukan kesetiaan dan kontribusi terbaiknya dengan berhasil menjalankan tiga tugas penting dari Sun Ce(孙策).

Kontribusi pertama, 
Tak lama setelah wafatnya Liu Yao(刘繇), Taishi Ci(太史慈) berhasil menghimpun kembali seluruh sisa pasukan dan mantan pengikut Liu Yao(刘繇) yang tersebar di beberapa daerah di wilayah Yuzhang(豫章郡) untuk mengabdi kepada pemerintahan yang baru dibentuk Sun Ce(孙策).

Kontribusi kedua,
Terkait dengan tugas pertama, Sun Ce(孙策) menugaskan Taishi Ci(太史慈) bersiasat seakan mengunjungi anggota keluarga Liu Yao(刘繇) untuk menyampaikan duka cita pasca wafatnya Liu Yao(刘繇) sambil memantau kondisi wilayah Yuchang(豫章郡) terkini [dimana pada saat itu, otoritas wilayah tersebut diambil alih oleh Hua Xin(華歆)].

Berkat berita hasil pemantauan yang disampaikan Taishi Ci(太史慈), kemudian Sun Ce(孙策) berhasil menduduki wilayah Yuchang(豫章郡) dengan minim perlawanan, setelah menerima penyerahan dari Hua Xin(華歆).

Meskipun pada awalnya, kesetiaan Taishi Ci(太史慈) sempat diragukan oleh sejumlah besar pejabat setia dari Sun Ce(孙策), namun kedua tugas awal tersebut berhasil dituntaskan oleh Taishi Ci(太史慈) dalam kurun waktu 60 hari.

Kontribusi ketiga,
Pada suatu waktu, Liu Pan(刘磐) [Komandan pasukan, dan juga keponakan dari Liu Biao(劉 表)] memimpin agresi militer/ invasi terhadap  daerah/ kota Ai(艾縣) dan daerah/ kota Xi'an(西安縣) dan daerah sekitarnya. Menanggapi agresi/ invasi tersebut, Sun Ce(孙策) segera menunjuk dan menugaskan Taishi Ci(太史慈) sebagai Komandan pasukan(都尉) untuk memimpin pasukan dari daerah/ kota Haihun(海昏縣) untuk menghadapi pasukan Liu Pan(刘磐). Pada akhirnya Liu Pan(刘磐) harus menarik mundur pasukannya setelah sempat terlibat pertempuran dengan pasukan Taishi Ci(太史慈).

Kontribusi lain
Legenda/ sejarah telah mencatat prestasi gemilang lain yang berhasil diukir oleh Taishi Ci(太史慈) adalah ketika ia mendampingi Sun Ce(孙策) menghadapi pasukan pemberontak di daerah Mabao(麻保).
Ketika itu, kepiawaian Taishi Ci(太史慈) sebagai pemanah ulung telah teruji benar, saat ia berhasil membidik dengan jitu busur dan anak panahnya tepat sasaran menembus telapak tangan pemimpin pemberontak yang berdiri dan berpegangan di atas gerbang. Peristiwa tersebut mendapat sambutan meriah spontanitas dari seluruh pasukan, bahkan Cao Cao(曹操) secara khusus mengirimkan hadiah pujian (berupa Ginseng ("danggui" 当归) kapada Taishi Ci(太史慈) saat mendengar kisah tersebut. 

Mengabdi kepada Sun Quan
Pasca Sun Ce(孙策) wafat pada tahun 200, Taishi Ci(太史慈) melanjutkan pengabdiannya kepada Sun Quan(孫權).
Secara khusus Sun Quan(孫權) menugaskan Taishi Ci(太史慈) menempati/ mempertahankan kota Haihun(海昏縣) dan mengawasi daerah sekitar kota Jianchang(建昌縣), kota Xiangshan(象山镇) dan 6 kota kecil lain yang berbatasan langsung dengan wilayah propinsi Jing(荆州).

Akhir hayat
Taishi Ci(太史慈) wafat pada tahun 206 dalam usia 41 tahun. Tidak ada catatan resmi tentang penyebab kematiannya, dimana Sun Quan(孫權) turut berduka dan menyesali atas kematiannya.
Menurut catatan sejarah, salah seorang puteranya bernama Taishi Xiang(太史享) juga mengabdikan hidupnya kepada pemerintahan Wu(東吳) sebagai Pejabat sekertariat negara(尚書), dan kemudian ditunjuk sebagai kepala wilayah Wu(吳郡太守).


---000---

Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
Sumber: Wikipedia

Komentar