Lü Meng(吕蒙), dengan nama lengkap Ziming(子明), adalah Jenderal pasukan yang mengabdi kepada pemerintah otonomi Wu.
Sejarah mencatat, pada awalnya Lü Meng hanyalah seorang perwira pasukan biasa, namun potensi dan talenta terpendam dalam dirinya semakin berkembang berkat ketekunanannya dalam studi.
Lü Meng berasal dari kota Fubei(富陂縣), bagian dari wilayah Runan (汝南郡), tetapi seluruh sanak saudaranya migrasi dan menetap di wilayah Jiangdong() sejak ia berusia belia. Tidak ada catatan resmi tentang keluarganya, namun tercatat bahwa Lü Meng telah menetap di kediaman Deng Dang(鄧當)[kakak iparnya], dimana pada saat itu Deng Dang(鄧當) adalah salah seorang perwira pasukan yang mengabdi kepada Sun Ce.
Saat berusia 15 tahun, Lü Meng memutuskan untuk bergabung dengan unit pasukan[setingkat peleton] yang dipimpin Deng Dang(鄧當) tanpa sepengetahuan ibu kandung dan keluarganya. Bahkan ia sempat turut serta dalam suatu pertempuran, saat pasukan Deng Dang(鄧當) ditugaskan menghadapi serangan dari suku Shanyue(山越).
Pada akhirnya Lü Meng mendapat teguran keras dari Deng Dang(鄧當) dan ibu kandungnya, setelah ia didapati sedang berada diantara anggota pasukan. Namun berkat keteguhan diri yang kuat, pada akhirnya Lü Meng memperoleh ijin untuk meniti karir sebagai prajurit.
Suatu ketika, karena Lü Meng sering mendapatkan intimidasi dari salah seorang rekan seniornya, hal tersebut menyulut perkelahian yang menyebabkan salah seorang rekan senior tersebut tewas ditangan Lü Meng.
Dalam upaya untuk menyelamatkan diri dari hukuman, Lü Meng sempat bersembunyi di kediaman Zheng Chang(鄭長), dan lalu mencari perlindungan kepada Yuan Xiong(袁雄)[salah seorang Komandan pasukan setara dengan Kolonel (校尉)].
Berkat pertolongan dari Yuan Xiong(袁雄), dan investigasi langsung yang dilakukan oleh Sun Ce, pada akhirnya Lü Meng memperoleh pengampunan dan bebas dari hukuman.
Sun Ce lalu menunjuk Lü Meng sebagai salah seorang dari ajudannya, karena terkesan dengan talenta terpendam yang dimiliki.
Pasca Den Dang(鄧當) wafat, kemudian Lü Meng direkomendasikan oleh Zhang Zhao() sebagai komandan pasukan dengan jabatan setara Mayor(別部司馬), untuk menggantikan posisi Deng Dang(鄧當).
Pasca Sun Ce wafat pada tahun 200, Sun Quan mengambil alih kepemimpinan pemerintahan otonomi Wu().
Tak lama berselang, Sun Quan memutuskan untuk merombak struktur kekuatan pasukan Wu untuk meningkatkan efisien anggaran pertahanan dengan melebur beberapa pasukan yang lemah untuk dijadikan menjadi satu divisi pasukan yang lebih besar.
Ketika mengetahui kabar tersebut, Lü Meng segera berinisiatif mengumpulkan dana untuk memperbaharui seluruh persenjataan dan penampilan pasukannya. Upaya tersebut berhasil membuat Sun Quan terkesan saat inspeksi langsung ke barisan pasukan Lü Meng, sehingga Sun Quan menggabungkan beberapa unit pasukan lain yang dinilai lemah, untuk kemudian ditambahkan dalam unit kesatuan pasukan Lü Meng.
Ketika Sun Quan menggelar kampanye militer ke wilayah Danyang (丹楊), Lü Meng turut memberikan kontribusinya, saat Sun Quan berhasil menaklukkan wilayah tersebut. Atas jasa dan prestasinya, Lü Meng memperoleh promosi jabatan sebagai “Komandan pasukan penakluk daerah utara” (Commandant Who Pacifies the North" (平北都尉)), dan ditunjuk sebagai kepala daerah(長) untuk daerah Guangde(廣德縣).
Pada musim semi tahun 208, ketika Sun Quan menggelar kampanye militer ke wilayah Jiangxia(江夏郡)<bagian wilayah dari propinsi Jing>, yang saat itu dijaga oleh Huang Zu (salah seorang jenderal pasukan andalan Liu Biao). Lü Meng turut serta dalam kampanye tersebut,dan ditugaskan sebagai komandan kapal/armada perang pasukan Wu (untuk pertempuran sungai). Saat berlangsungnya pertempuran, sebagian kecil dari pasukan Wu yang dipimpin oleh Ling Tong dan Dong Xi berhasil merusak dua buah “Mengchong”(atap pelindung pada kapal perang yang terbuat dari kulit), sehingga pasukan yang dipimpin oleh Lü Meng dapat menghancurkan kapal/armada perang pasukan Huang Zu. Dalam pertempuran tersebut, Chen Jiu(陳就)<salah seorang komandan pasukan Huang Zu> tewas ditangan Lü Meng. Karena kejadian tersebut, Huang Zu berniat melarikan diri dari medan perang, namun akhirnya ia tertangkap. Peristiwa tersebut dikenal dengan sebutan pertempuran Jiangxia (the battle of Jiangxia).
Paska tertangkapnya Huang Zu, maka wilayah Jiangxia mutlak menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Sun Quan. Atas jasa dan kontribusinya dalam pertempuran di Jiangxia, Sun Quan menunjuk Lü Meng sebagai Jenderal pasukan pertahanan dalam negeri (General of the household (橫野中郎將)).
Pada penghujung tahun 208, Lü Meng turut menyumbangkan kontribusinya dalam pertempuran ChiBi (the battle of ChiBi) dan pertempuran Jiangling (the battle of Jiangling).
Paska Cao Cao mengalami kekalahan telak dalam pertempuran ChiBi, Saat Cao Cao mundur kembali ke Xuchang(ibukota) dengan menempatkan sebagian pasukannya (yang dipimpin oleh Cao Ren) untuk mempertahankan wilayah Nan(南郡)(bagian wilayah dari propinsi Jing), Zhou Yu (panglima tertinggi pasukan Wu) melakukan serangan balik dan pengepungan terhadap pasukan Cao Ren yang bertahan di kota Jiangling(江陵)(pusat pemerintahan untuk wilayah Nan(南郡)). Pada saat yang sama, Xi Su(襲肅)(salah seorang komandan pasukan yang berasal dari propinsi Yi(益州))bersama dengan pasukannya tiba di barak pasukan Wu dengan tujuan untuk menjadi bagian dari pasukan Wu. Hal tersebut disambut baik oleh Sun Quan. Zhou Yu sempat mengusulkan kepada Sun Quan untuk menempatkan pasukan Xi Su sebagai bagian dari pasukan Lü Meng, namun usulan tersebut ditolak oleh Lü Meng dengan alasan bahwa ia menghargai niat dan ketulusan dari Xi Su yang telah bersedia menempuh perjalanan jauh untuk bergabung dengan pasukan Wu. Pada akhirnya Sun Quan setuju dengan pendapat Lü Meng, dan lalu menunjuk Xi Su sebagai komandan atas pasukannya sendiri.
Saat berlangsungnya pertempuran Jiangling, Zhou Yu menugaskan Gan Ning untuk memimpin pasukan menyerang pos pertahanan pasukan Cao Ren yang berada di daerah Yiling (夷陵). Upaya Gan Ning untuk menduduki daerah tersebut tidaklah mudah, bahkan mengalami desakan hebat akibat serangan balik dari pasukan Cao Ren. Situasi tersebut sempat menjadi dilema, karena Zhou Yu kuatir akan lemahnya pertahanan pada barak pasukannya, jika ia mengirim bantuan pasukan ke Yiling. Namun Lü Meng berhasil meyakinan Zhou Yu dan Cheng Pu bahwa Ling Tong dan pasukannya mampu mempertahankan barak pasukan untuk sementara waktu (diperkirakan selama 10 hari), sehingga Zhou Yu memiliki kesempatan memimpin bantuan pasukan ke Yiling untuk memperkuat pasukan Gan Ning. Prediksi dan analisa Lü Meng tidak meleset, karena pada akhirnya Gan Ning dan pasukannya dapat diselamatkan setelah bantuan pasukan yang dipimpin langsung oleh Zhou Yu berhasil memukul mundur pasukan Cao Ren.
Meskipun Cao Ren tidak menyiakan kesempatan untuk menyerang barak pertahanan pasukan Wu (yang hanya dipertahankan oleh pasukan Ling Tong), namun upaya tersebut tidak memberikan hasil yang diharapkan.
Sebelum pasukan Wu menuju ke daerah Yiling (untuk menolong Gan Ning dan sisa pasukannya) Lü Meng juga meyakinkan Zhou Yu untuk mengirim sekelompok kecil pasukan yang ditugaskan membuat rintangan (berupa tumpukan pohon yang ditumbangkan) di sepanjang jalan yang akan digunakan sebagai jalur mundur oleh pasukan Cao Ren. Prediksi Lü Meng kembali tepat, dimana sisa pasukan Cao Ren yang melarikan diri (menuju balik ke kota Jiangling) mengalami kesulitan besar saat melalui jalur tersebut, sehingga pasukan Wu yang melakukan pengejaran (terhadap sisa pasukan Cao Ren yang mundur) berhasil menyita 300 ekor kuda yang ditinggal pergi oleh sisa pasukan Cao Ren (yang memutuskan untuk menuju ke kota Jiangling dengan berjalan kaki). Rentetan keberhasilan tersebut berhasil meningkatkan moral dan semangat tempur pasukan Wu. Momen tersebut tidak disia-siakan, Zhou Yu untuk segera memimpin seluruh pasukannya menyeberangi sungai Yangtze, dan lalu mendirikan barak pasukannya tak jauh dari barisan pertahanan pasukan Cao Ren. Setelah melakukan agresi serangan dan pengepungan terhadap kota Jiangling, pada akhirnya Cao Ren memutuskan untuk menarik mundur seluruh pasukannya, dan meninggalkan kota Jiangling. Paska mundurnya pasukan Cao Ren, maka wilayah Nan dan sebagian dari propinsi Jing mutlak menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Sun Quan.
Atas jasa dan kontribusinya dalam pertempuran Jiangling, Lü Meng memperoleh promosi jabatan setara Letnan jenderal(偏將軍), dan lalu ditunjuk langsung oleh Sun Quan sebagai kepala daerah(令) Xunyang (尋陽縣).
Sejak lama Sun Quan telah melihat potensi terpendam dalam diri Lü Meng, sehingga pada suatu ketika Sun Quan sempat memberi semangat dan saran kepada Lü Meng untuk mengembangkan potensi dalam dirinya dengan membaca aneka literatur dan meneruskan pendidikan formalnya. Saran yang disampaikan langsung oleh Sun Quan mendapatkan perhatian khusus oleh Lü Meng, dan hal tersebut menjadi motivasi bagi Lü Meng untuk melanjutkan pendidikan dan meningkatkan pengetahuannya dengan tekun dan penuh semangat. Secara berkala dan seiring dengan waktu, tingkat pengetahuan dan kebijaksanaan yang ada dalam dirinya semakin bertambah dan berkembang.
Pada tahun 210, Ketika Lu Su sedang menuju ke daerah Lukou (陸口)untuk memulai tugas barunya sebagai Komandan pasukan garis depan, menggantikan posisi Zhou Yu ( yang wafat karena sakit yang dideritanya), Lu Su memutuskan untuk singgah sejenak ke barak pasukan Lü Meng (dengan tujuan untuk bertemu dan bertukar pikiran dengan Lü Meng ). Pada awalnya, Lu Su sempat memandang “sebelah mata” terhadap status Lü Meng saat itu, namun salah seorang kerabat dekatnya sempat menyarankan kepada Lu Su untuk meluangkan sedikit waktu menemui Lü Meng, karena kebetulan barak/ lokasi dinasnya yang searah dengan perjalanan menuju ke Lukou (陸口). Saran tersebut disampaikan karena berkaitan dengan tersebarnya kabar kepopuleran Lü Meng (karena pengetahuan dan kebijaksanaan yang dimiliki Lü Meng telah tersebar luas seiring dengan perjalanan waktu). Pada saat mereka bertemu dan berdiskusi, Lü Meng sempat memberikan tiga usulan strategi kepada Lu Su perihal bagaimana menghadapi Guan Yu. Namun akhirnya Lu Su hanya menyimpan usulan dan nasihat tersebut secara pribadi demi untuk menghormati dan menghargai petunjuk dan niat yang sudah diberikan oleh Lü Meng.
Sekitar tahun 213, Cao Cao menugaskan Xie Qi(謝奇) untuk menempatkan pasukannya di kota Huancheng(皖城), dan lalu pasukannya tersebar(mendirikan banyak pos pertahanan) hingga ke daerah QiChun (蕲春). Karena Xie Qi sering menugaskan pasukannya untuk membuat keonaran di sepanjang perbatasan wilayah otonomi Wu, Sun Quan lalu menugaskan Lü Meng untuk mengatasi hal tersebut. Setibanya di perbatasan, Lü Meng segera mengirimkan peringatan dan meminta kesediaan Xie Qi untuk menyerah. Karena Xie Qi tidak mengindahkan peringatan tersebut sekian kali, pada akhinya Lü Meng mengerahkan pasukannya untuk menyerang posisi Xie Qi dan pasukannya. Dalam sebuah pertempuran, pasukan Lü Meng berhasil mengalahkan pasukan Xie Qi. Saat pasukan Xie Qi mundur melarikan diri, dua orang perwira bawahannya bernama Sun Zicai (孫子才) dan Song Hao (宋豪) menyerahkan diri kepada Lü Meng. Peristiwa pertempuran tersebut dikenal dengan nama pertempuran Huan (the battle of Huan), yang merupakan awal peristiwa pertempuran di daerah Ruxu (the battle of Ruxu).
Tak lama berselang paska mundurnya pasukan Xie Qi, pada tahun 214 Cao Cao mengerahkan pasukannya menuju ke daerah Ruxu(濡須), dan berhasil menangkap Gongsun Yang (salah seorang komandan pasukan Wu) pada awal kampanye tersebut. Karena peristiwa tersebut, Sun Quan memutuskan untuk memimpin langsung pasukannya menuju ke Ruxu dengan didampingi oleh Lü Meng. Setibanya di daerah RuXu, Lü Meng segera mempersiapkan lini pertahanan dengan armada/kapal perang serta pembangunan dermaga (atas perintah dari Sun Quan). Strategi pertahanan dengan membangun dermaga terbukti efektif membendung serangan armada/kapal perang Cao Cao, bahkan salah satu armada perang Cao Cao mengalami kerusakan parah saat berseteru dengan armada pasukan Wu yang dipimpin oleh Xu Sheng. Pada peristiwa tersebut salah seorang jenderal pasukan Cao Cao bernama Sun Guan 孫觀 terluka parah dan akhirnya gugur. Pada saat armada perang Sun Quan melakukan serangan balik, akhirnya Cao Cao memutuskan untuk menarik mundur seluruh pasukannya dari Ruxu ( setelah menyadari bahwa armada /kapal perang Sun Quan jauh lebih unggul dan berpengalaman).
Paska kekalahannya dalam pertempuran Ruxu pada tahun 214, Cao Cao menunjuk Zhu Guang (朱光) sebagai pejabat administrasi/kepala daerah (太守) wilayah Lujiang(廬江郡) dengan menempati pos pertahanan di daerah Huan (皖)(kota Huancheng 皖城). Zhu Guang berupaya menghimpun kekuatan pasukannya dengan memanfaatkan potensi alam daerah Huan (menggarap lahan pertanian), serta terus memantau keadaan dan situasi wilayah Wu (dengan bekerja sama dengan gerombolan penyamun asal Poyang 鄱陽).
Aktifitas Zhu Guang telah diketahui oleh Lü Meng, sehingga ia segera memperingatkan ancaman tersebut kepada Sun Quan. Sun Quan segera menanggapi nasihat Lü Meng (untuk terlebih dahulu menyerang wilayah Lujiang, dan lalu menduduki wilayah tersebut) dengan memutuskan untuk memimpin langsung kampanye militer terhadap wilayah Lujiang. Sebelum kampanye militer terhadap wilayah Lujiang dimulai, beberapa orang jenderal pasukan Wu sepakat memberikan usul kepada Sun Quan untuk membangun bukit buatan kecil sebagai strategi untuk melakukan penyerangan terhadap pertahanan pasukan Zhu Guang, namun usulan tersebut disanggah oleh Lü Meng. Berkat nasihat dan strategi pertempuran yang diusulkan oleh Lü Meng, pada akhirnya Sun Quan berhasil menduduki wilayah Lujiang setelah pasukan Wu (yang dipimpin oleh Gan Ning dan Lü Meng) berhasil mengalahkan pasukan Zhu Guang. Zhu Guang berhasil ditangkap dalam peristiwa tersebut, sedangkan bantuan pasukan yang dipimpin oleh Zhang Liao (yang baru mencapai daerah Jiashi 夾石)terpaksa harus kembali ke Hefei (setelah mendengar kabar jatuhnya wilayah Lujiang ke tangan Sun Quan). Untuk jasa dan kontribusinya memenangkan pertempuran, serta menduduki wilayah Lujiang, Sun Quan menunjuk Lü Meng sebagai pejabat administrasi/kepala daerah wilayah Lujiang, serta hadiah berupa pembagian pendapatan pajak daerah Xunyang (尋陽).
Sekembalinya Lü Meng ke kediaman dinasnya di Xunyang, tak lama kemudian Sun Quan menugaskan Lü Meng untuk memberantas gerombolan penyamun yang telah menimbulkan keresahan dan kekacauan di daerah Luling (廬陵).Pada awalnya, banyak pejabat daerah dan komandan pasukan asal daerah sekitar Luling (廬陵) yang telah berupaya mengatasi aksi para penyamun tersebut, namun upaya mereka selalu gagal sehingga Sun Quan memutuskan untuk mengirim Lü Meng untuk mengatasi masalah tersebut. Setelah melalui beberapa pertempuran, pada akhirnya gerombolan penyamun dapat diamankan oleh Lü Meng setelah tewas terbunuhnya pemimpin pemberontak. Sisa anggota pemberontak yang menyerah lalu dibebaskan dengan syarat mereka kembali menjalani kehidupan normal sebagai rakyat sipil.
Pada tahun 212 Liu Bei menggelar kampanye militer ke wilayah barat/ propinsi Yi, dimana Guan Yu (salah seorang jenderal andalan Liu Bei) ditunjuk sebagai gubernur, sekaligus penjaga wilayah propinsi Jing selama Liu Bei memimpin langsung kampanye militer tersebut. Pada tahun 215 Liu Zhang (gubernur propinsi Yi) takluk dan menyerah, sehingga sejak saat itu propinsi Yi mutlak jatuh ke dalam kekuasaan Liu Bei. Ketika mengetahui berita tersebut, Sun Quan mengutus Lu Su untuk menemui Liu Bei dengan tujuan meminta kembali wilayah propinsi Jing (yang dipinjamkan kepada Liu Bei pada tahun 209), namun upaya tersebut gagal, sehingga Sun Quan menugaskan Lü Meng memimpin pasukannya untuk menduduki tiga wilayah di selatan propinsi Jing (antara lain: wilayah Changsha 長沙, Lingling 零陵, dan Guiyang 桂陽). Langkah awal yang dilakukan oleh Lü Meng untuk menduduki ketiga wilayah tersebut adalah dengan mengirimkan surat ancaman kepada masing-masing kepala daerah ketiga wilayah tersebut yang berisikan himbauan untuk menyerah dan tunduk kepada pemerintahan otonomi Wu. Dari antara ketiga wilayah tersebut, hanya wilayah Lingling (yang dijaga oleh Hao Pu 郝普) yang menolak untuk menyerah.
Setelah mengetahui invasi wilayah yang dilakukan oleh Sun Quan, Liu Bei segera memimpin sendiri pasukannya menuju ke propinsi Jing. Setibanya Liu Bei di kota Gong'an (公安), Guan Yu dan pasukannya ditugaskan untuk merebut kembali wilayah yang telah berhasil diduduki oleh pasukan Wu, namun Sun Quan mengirim 10 ribu pasukan yang dikomando oleh Lu Su da Gan Ning untuk menghadang iringan pasukan Guan Yu di daerah Yiyang, serta mengirim pesan kepada Lü Meng untuk melepas wilayah Lingling (yang masih belum berhasil diduduki sepenuhnya oleh Lü Meng ), dan segera menuju ke daerah Yiyang untuk memperkuat pasukan Lu Su dan Gan Ning.
Sebelum menerima pesan dari Sun Quan, Lü Meng menyempatkan diri bertemu dengan Deng Xuanzhi (鄧玄之)saat dalam perjalanan bersama dengan pasukannya menuju ke wilayah Lingling (paska menduduki wilayah Changsha). Dalam upaya untuk menduduki wilayah Lingling, Lü Meng berencana memperalat Deng Xuanzhi 鄧玄之 (salah seorang sahabat lama dari Hao Pu 郝普)untuk menyampaikan berita palsu kepada Hao Pu. Berita palsu yang disampaikan tersebut mengabarkan bahwa Liu Bei sedang dalam pertempuran panjang dan terkepung oleh pasukan Cao Cao di Hanzhong, hal serupa juga dialami oleh Guan Yu dan pasukannya di wilayah Nan.
Ketika pesan dari Sun Quan tiba (Sun Quan memberi perintah kepada Lü Meng untuk melepas kota Lingling, karena segera harus menuju ke daerah Yiyang untuk memperkuat pasukan Lu Su), Lü Meng segera mengumpulkan seluruh komandan pasukannya untuk segera merencanakan penyerangan ke kota Lingling dalam waktu segera (pada saat itu Lü Meng dengan sengaja tidak memberitahukan isi pesan dari Sun Quan kepada seluruh pengikutnya).
Hao Pu terperdaya oleh berita palsu tersebut (setelah Deng Xuanzhi bertemu dengan Hao Pu, dan lalu menyampaikan berita palsu tersebut). Hao Pu kuatir bahwa pasukannya tak akan berdaya menahan serangan pasukan Lü Meng dalam kondisi wllayah yang terisolir. Pada akhinya Hao Pu bersedia untuk bertemu dengan Lü Meng dan menyerah.
Sebelum memimpin pasukan menuju ke daerah Yiyang (sesuai dengan perintah Sun Quan), Lü Meng mendelegasikan wewenang kepada Sun He (孫河)untuk menjaga ketiga wilayah yang telah diduduki tersebut.
Meski pada akhirnya wilayah Lingling dikembalikan kepada Liu Bei (merupakan bagian dari kesepakatan perbatasan wilayah yang baru antara Liu Bei dengan Sun Quan di sepanjang aliran sungai Xiang), atas jasa dan kontribusinya, Lü Meng memperoleh anugerah dari Sun Quan berupa hak milik pribadi atas daerah Xunyang (尋陽) dan daerah Yangxin(陽新).
Ketika Sun Quan menggelar kembali kampanye militer untuk menduduki kota Hefei pada tahun 215, Lü Meng turut serta kembali sebagai salah seorang dari komandan pasukan yang mendampingi Sun Quan ke Hefei. Karena gagal menerobos tembok pertahanan kota, serta sebagian besar pasukan terjangkit oleh wabah penyakit, hal tersebut sebagai salah satu penyebab kekalahan Sun Quan dalam pertempuran tersebut (bahkan Sun Quan hampir tertangkap saat harus menarik mundur pasukannya dan bertahan dari serangan balik pasukan Cao Cao yang dipimpin oleh Zhang Liao), peristiwa tersebut dikenal dengan pertempuran Xiayou Ford.
Pada tahun 217, Cao Cao memimpin langsung penyerangan kembali terhadap barisan pertahanan pasukan Wu di daerah Ruxu(濡須).Sun Quan yang saat itu memimpin langsung seluruh pasukannya untuk bertahan, menunjuk Lü Meng sebagai komandan pengawas seluruh pasukan Wu. Lü Meng menempatkan ribuan pasukan pemanah di sepanjang dermaga (yang telah dibangun sejak tahun 213 lalu), dan memberi perintah kepada seluruh pasukan tersebut untuk menghujani ribuan anak panah kepada setiap armada perang pasukan Cao Cao yang mencoba untuk mendekat. Tak hanya cukup dengan memperkokoh pertahanan, Lü Meng juga mengirim pasukannya menyerang barak pasukan garis depan Cao Cao yang baru tiba (dimana pasukan Cao Cao belum siap membentuk formasi bertahan ataupun menyerang), sehingga kondisi tersebut menyebabkan Cao Cao harus menarik mundur seluruh pasukannya dari daerah Ruxu.
Atas kesuksesan tersebut, Sun Quan menganugerahkan gelar “jenderal yang seperkasa harimau” (General of Tiger's Might 虎威將軍) kepada Lü Meng, serta ditunjuk sebagai “pelindung kiri pasukan” (Left Protector of the Army 左護軍).
Paska wafatnya Lu Su pada tahun 217, Lü Meng ditunjuk oleh Sun Quan sebagai komandan pasukan garis depan di daerah Lukou (陸口)(dimana merupakan daerah perbatasan dengan wilayah kekuasaan Liu Bei yang dijaga oleh jenderal Guan Yu). Lü Meng juga ditunjuk sebagai pejabat administrasi/kepala daerah (太守) wilayah Hanchang(漢昌 郡) dan hak kepemilikan pribadi atas daerah Xiajun (下 雋), Liuyang (劉陽), Hanchang dan Zhouling (州 陵).
Lü Meng menyadari bahwa gencatan senjata dan perdamaian sementara antara Liu Bei dengan Sun Quan tidak akan berlangsung lama. Lü Meng juga menilai Guan Yu memiliki ambisi dan niat untuk menduduki wilayah Sun Quan dalam waktu cepat atau lambat, sehingga ia harus siap menghadapi Guan Yu yang memiliki pasukan tangguh, serta menempati lokasi yang strategis di hulu sungai Yangtze. Setibanya di tempat dinas baru di Lukou (陸口), Lü Meng berupaya tetap mempertahankan hubungan bilateral yang baik dengan Guan Yu.
Sebelum wafat, dan ketika masih menjabat sebagai komandan pasukan garis depan, Lu Su selalu berupaya untuk menjadi penengah dan menjaga hubungan bilateral antara Sun Quan dengan Liu Bei. Ketika Guan Yu ditunjuk sebagai gubernur propinsi Jing (pada saat Liu Bei sedang memimpin langsung kampanye militer ke propinsi Yi), Lü Meng sempat mengirimkan surat rahasia tertuju kepada Sun Quan yang berisikan usulan dan strategi untuk menyerang posisi Guan Yu. Hal tersebut disampaikan oleh Lü Meng, karena sejak awal ia telah menilai Guan Yu sebagai ancaman masa depan yang lebih serius daripada Cao Cao. Meskipun Sun Quan menyetujui usulan tersebut, namun rencana tersebut seringkali tertunda oleh beberapa pertempuran/kampanye militer antara Sun Quan dengan Cao Cao.
Pada tahun 219, Guan Yu memimpin pasukan menyerang kota Fancheng, yang saat itu sedang dijaga/pertahankan oleh Cao Ren (salah seorang jenderal yang diandalkan oleh Cao Cao). Sebelum menuju ke kota Fancheng, Guan Yu menugaskan Shi Ren dan Mi Fang, beserta sebagian besar pasukan pendukung untuk menjaga wilayah Nan(南郡)dengan menempati pos pertahanan di kota Gong'an (公安).Ketika Lü Meng mendengar kabar tersebut, ia menuliskan surat rahasia kepada Sun Quan yang berisikan kabar tersebut, serta mengusulkan siasat untuk menyerang dan menduduki wilayah Nan (yang hanya dijaga oleh Shi Ren dan Mi Fang). Dalam suratnya, Lü Meng memberi saran agar Sun Quan menyetujui permohonan ijin cutinya untuk maksud menjalani pengobatan di kota Jianye(建業). Hal tersebut dilakukan dengan harapan berita tersebut sampai dan diketahui oleh Guan Yu, sehingga ia tidak kuatir untuk mengumpulkan seluruh kekuatan pasukannya (termasuk pasukan pendukung yang berada di kota Jiangling dan kota Gong'an) menuju ke kota Fancheng. Tujuan utama dari Siasat Lü Meng tersebut adalah agar Guan Yu lengah, sehingga ia hanya meninggalkan sedikit kekuatan pasukan untuk menjaga wilayah Nan/ propinsi Jing.
Prediksi Lü Meng tidak meleset, karena pada akhirnya Guan Yu menghimpun hampir seluruh kekuatan pasukannya (dan dengan hanya menugaskan sedikit jumlah pasukan untuk menjaga wilayah Nan) untuk melakukan pengepungan terhadap kota Fancheng. Hal tersebut dilakukan Guan Yu paska ia berhasil menghadang pasukan bantuan yang dikirim oleh Cao Cao (dimana dalam peristiwa tersebut, Guan Yu berhasil menahan Yu Jin dan eksekusi mati Pang De). Pengepungan terhadap kota Fancheng berlangsung selama beberapa bulan, sehingga menyebabkan persediaan makanan pasukan Guan Yu menipis. Untuk memenuhi persediaan makanan, pasukan Guan Yu menduduki beberapa lumbung pangan milik otoritas pemerintahan Wu/Sun Quan, sehingga hal tersebut menjadi salah satu alasan kuat bagi Sun Quan (selain pesan rahasia yang disampaikan oleh Cao Cao, yang berisikan perjanjian dan ajakan kerja sama untuk mengalahkan Guan Yu) untuk menduduki wilayah Nan.
Paska menerima perintah dari Sun Quan untuk melakukan invasi terhadap wilayah Nan, Lü Meng segera menuju ke Xunyang (尋陽) dan segera memerintahkan pasukan elit untuk menyusup (berlayar melalui sungai Xiang) ke wilayah Nan dengan menyamar sebagai pedagang. Di sepanjang perjalanan(tepi sungai Xian), pasukan elit Lü Meng berhasil melumpuhkan dan menduduki seluruh menara jaga (yang dibangun atas perintah Guan Yu) tanpa menimbulkan “kegaduhan”, sehingga serangan mendadak tersebut berhasil tanpa sepengetahuan Guan Yu.
Lewat bujukan Yu Fan (salah seorang pejabat yang mengabdi kepada Sun Quan), pada akhirnya Shi Ren bersedia menyerah, disusul dengan penyerahan diri dari Mi Fang, yang cemas dan takut dengan ancaman hukuman dari Guan Yu, karena dituding telah lalai menjalankan tugasnya (kelalaian Mi Fang sempat menyebabkan terputusnya pasokan makanan dan logistik pasukan Guan Yu yang masih berada di garis depan).
Saat setelah Lü Meng menguasai wilayah Nan, ia berhasil menarik simpatik baik dari rakyat/penduduk setempat karena telah memperlakukan mereka dengan baik (termasuk seluruh keluarga pasukan Guan Yu), diantaranya adalah dengan membagikan makanan dan pakaian hangat kepada penduduk yang miskin, serta obat-obatan kepada yang sakit. Untuk menghindari adanya tindakan kesewenangan dan perlakuan tidak baik dari para pasukannya terhadap rakyat/penduduk setempat, Lü Meng memberlakukan hukuman tegas kepada siapapun yang diketahui telah melanggar perintahnya (perintah larangan kepada seluruh anggota pasukannya untuk tidak berkelakuan buruk terhadap penduduk setempat). Komitmen dan konsisten Lü Meng terhadap peraturan terbukti saat ia dengan tegas menjatuhkan hukuman eksekusi kepada salah seorang dari anggota pasukannya yang terbukti telah merampas harta milik dari salah seorang penduduk, dan hal tersebut telah menjadi shock terapi bagi seluruh pasukan (sejak kejadian tersebut, tidak ada seorangpun dari pasukan Lü Meng yang berani melanggar larangan).
Sikap Lü Meng dengan menarik simpatik baik dari penduduk setempat (dengan berkelakuan baik terhadap mereka) merupakan salah satu siasat untuk menjatuhkan moral pasukan Guan Yu (Lü Meng berharap berita tersebut dapat tersebar luas hingga terdengar oleh seluruh anggota pasukan Guan Yu).
Berita tentang keberhasilan pasukan Wu (yang dikomando oleh Lü Meng) menduduki wilayah Nan merupakan salah satu penyebab jatuhnya moral pasukan Guan Yu, paska kekalahan menghadapi serangan balik pasukan Cao Cao (yang dipimpin oleh Xu Huang dan Cao Ren). Setibanya kembali ke wilayah Nan, Guan Yu mengirim beberapa orang utusan untuk bertemu dengan Lü Meng. Ketika tiba di kota Jiangling, Lü Meng semakin antusias menjalankan siasatnya dengan mengajak para utusan tersebut keliling kota untuk meninjau kondisi penduduk (terutama kondisi keluarga dari pasukan Guan Yu). Lewat kabar yang dibocorkan oleh beberapa orang utusan (setibanya mereka kembali ke barak pasukan) Kondisi moral pasukan Guan Yu semakin jatuh setelah mengetahui bahwa Lü Meng telah memperlakukan keluarga mereka dengan sangat baik, sehingga hal tersebut menyebabkan perpecahan dalam tubuh pasukan. Tak lama berselang, Lü Meng mengirim pasukan untuk melakukan serangan dan pengejaran terhadap sisa pasukan Guan Yu yang masih bertahan. Sadar dengan kondisi yang dihadapi, Guan Yu bersama dengan sisa pasukannya menyingkir ke daerah Maicheng(麥城).Namun pada akhirnya, hampir seluruh anggota pasukan yang tersisa menyatakan menyerah ketika mereka berada di distrik Zhang(漳鄉). Untuk mengantisipasi lolosnya Guan Yu, Sun Quan menugaskan Zhu Ran dan Pan Zhang untuk melakukan penghadangan pada saat Guan Yu dan sisa pengikut setianya berupaya untuk meloloskan diri, hingga pada akhirnya mereka tertangkap dalam suatu penyergapan, dan lalu dieksekusi mati. Sejak saat itu, propinsi Jing mutlak menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Sun Quan.
Atas jasa dan kontribusinya dalam merebut kembali propinsi Jing, Sun Quan menunjuk Lü Meng sebagai pejabat administrasi/kepala daerah(太守) wilayah Nan, dan anugerah gelar "Marquis of Chanling" (孱陵侯), serta hadiah 100 ribu koin emas dan 500 jin emas, tetapi Lü Meng tidak dapat menghadiri seluruh event tersebut karena kondisi kesehatannya terganggu, bahkan ia tidak dapat menghadiri perjamuan mewah yang diadakan oleh Sun Quan dalam rangka merayakan keberhasilannya merebut kembali propinsi Jing.
Lü Meng wafat di kota Gong'an pada usia 42 tahun (tahun 220) akibat sakit yang dideritanya, dan Sun Quan sangat berduka atas kematiannya. Ketika Lü Meng terbaring lemah akibat sakit, berbagai upaya telah dilakukan oleh Sun Quan demi kesembuhannya, salah satunya adalah dengan sayembara hadiah 1000jin emas bagi siapapun yang dapat memberikan kesembuhan kepada Lü Meng. Atas permintaan terakhir, Lü Meng menginginkan upacara pemakaman sederhana setelah wafatnya, dan menghimbau kepada anggota keluarganya untuk mengumpulkan seluruh barang berharga (termasuk hadiah pemberian dari Sun Quan), dan lalu dikembalikan kepada Sun Quan.
Sejarah mencatat, pada awalnya Lü Meng hanyalah seorang perwira pasukan biasa, namun potensi dan talenta terpendam dalam dirinya semakin berkembang berkat ketekunanannya dalam studi.
Lü Meng berasal dari kota Fubei(富陂縣), bagian dari wilayah Runan (汝南郡), tetapi seluruh sanak saudaranya migrasi dan menetap di wilayah Jiangdong() sejak ia berusia belia. Tidak ada catatan resmi tentang keluarganya, namun tercatat bahwa Lü Meng telah menetap di kediaman Deng Dang(鄧當)[kakak iparnya], dimana pada saat itu Deng Dang(鄧當) adalah salah seorang perwira pasukan yang mengabdi kepada Sun Ce.
Saat berusia 15 tahun, Lü Meng memutuskan untuk bergabung dengan unit pasukan[setingkat peleton] yang dipimpin Deng Dang(鄧當) tanpa sepengetahuan ibu kandung dan keluarganya. Bahkan ia sempat turut serta dalam suatu pertempuran, saat pasukan Deng Dang(鄧當) ditugaskan menghadapi serangan dari suku Shanyue(山越).
Pada akhirnya Lü Meng mendapat teguran keras dari Deng Dang(鄧當) dan ibu kandungnya, setelah ia didapati sedang berada diantara anggota pasukan. Namun berkat keteguhan diri yang kuat, pada akhirnya Lü Meng memperoleh ijin untuk meniti karir sebagai prajurit.
Suatu ketika, karena Lü Meng sering mendapatkan intimidasi dari salah seorang rekan seniornya, hal tersebut menyulut perkelahian yang menyebabkan salah seorang rekan senior tersebut tewas ditangan Lü Meng.
Dalam upaya untuk menyelamatkan diri dari hukuman, Lü Meng sempat bersembunyi di kediaman Zheng Chang(鄭長), dan lalu mencari perlindungan kepada Yuan Xiong(袁雄)[salah seorang Komandan pasukan setara dengan Kolonel (校尉)].
Berkat pertolongan dari Yuan Xiong(袁雄), dan investigasi langsung yang dilakukan oleh Sun Ce, pada akhirnya Lü Meng memperoleh pengampunan dan bebas dari hukuman.
Sun Ce lalu menunjuk Lü Meng sebagai salah seorang dari ajudannya, karena terkesan dengan talenta terpendam yang dimiliki.
Pasca Den Dang(鄧當) wafat, kemudian Lü Meng direkomendasikan oleh Zhang Zhao() sebagai komandan pasukan dengan jabatan setara Mayor(別部司馬), untuk menggantikan posisi Deng Dang(鄧當).
Pasca Sun Ce wafat pada tahun 200, Sun Quan mengambil alih kepemimpinan pemerintahan otonomi Wu().
Tak lama berselang, Sun Quan memutuskan untuk merombak struktur kekuatan pasukan Wu untuk meningkatkan efisien anggaran pertahanan dengan melebur beberapa pasukan yang lemah untuk dijadikan menjadi satu divisi pasukan yang lebih besar.
Ketika mengetahui kabar tersebut, Lü Meng segera berinisiatif mengumpulkan dana untuk memperbaharui seluruh persenjataan dan penampilan pasukannya. Upaya tersebut berhasil membuat Sun Quan terkesan saat inspeksi langsung ke barisan pasukan Lü Meng, sehingga Sun Quan menggabungkan beberapa unit pasukan lain yang dinilai lemah, untuk kemudian ditambahkan dalam unit kesatuan pasukan Lü Meng.
Ketika Sun Quan menggelar kampanye militer ke wilayah Danyang (丹楊), Lü Meng turut memberikan kontribusinya, saat Sun Quan berhasil menaklukkan wilayah tersebut. Atas jasa dan prestasinya, Lü Meng memperoleh promosi jabatan sebagai “Komandan pasukan penakluk daerah utara” (Commandant Who Pacifies the North" (平北都尉)), dan ditunjuk sebagai kepala daerah(長) untuk daerah Guangde(廣德縣).
Pada musim semi tahun 208, ketika Sun Quan menggelar kampanye militer ke wilayah Jiangxia(江夏郡)<bagian wilayah dari propinsi Jing>, yang saat itu dijaga oleh Huang Zu (salah seorang jenderal pasukan andalan Liu Biao). Lü Meng turut serta dalam kampanye tersebut,dan ditugaskan sebagai komandan kapal/armada perang pasukan Wu (untuk pertempuran sungai). Saat berlangsungnya pertempuran, sebagian kecil dari pasukan Wu yang dipimpin oleh Ling Tong dan Dong Xi berhasil merusak dua buah “Mengchong”(atap pelindung pada kapal perang yang terbuat dari kulit), sehingga pasukan yang dipimpin oleh Lü Meng dapat menghancurkan kapal/armada perang pasukan Huang Zu. Dalam pertempuran tersebut, Chen Jiu(陳就)<salah seorang komandan pasukan Huang Zu> tewas ditangan Lü Meng. Karena kejadian tersebut, Huang Zu berniat melarikan diri dari medan perang, namun akhirnya ia tertangkap. Peristiwa tersebut dikenal dengan sebutan pertempuran Jiangxia (the battle of Jiangxia).
Paska tertangkapnya Huang Zu, maka wilayah Jiangxia mutlak menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Sun Quan. Atas jasa dan kontribusinya dalam pertempuran di Jiangxia, Sun Quan menunjuk Lü Meng sebagai Jenderal pasukan pertahanan dalam negeri (General of the household (橫野中郎將)).
Pada penghujung tahun 208, Lü Meng turut menyumbangkan kontribusinya dalam pertempuran ChiBi (the battle of ChiBi) dan pertempuran Jiangling (the battle of Jiangling).
Paska Cao Cao mengalami kekalahan telak dalam pertempuran ChiBi, Saat Cao Cao mundur kembali ke Xuchang(ibukota) dengan menempatkan sebagian pasukannya (yang dipimpin oleh Cao Ren) untuk mempertahankan wilayah Nan(南郡)(bagian wilayah dari propinsi Jing), Zhou Yu (panglima tertinggi pasukan Wu) melakukan serangan balik dan pengepungan terhadap pasukan Cao Ren yang bertahan di kota Jiangling(江陵)(pusat pemerintahan untuk wilayah Nan(南郡)). Pada saat yang sama, Xi Su(襲肅)(salah seorang komandan pasukan yang berasal dari propinsi Yi(益州))bersama dengan pasukannya tiba di barak pasukan Wu dengan tujuan untuk menjadi bagian dari pasukan Wu. Hal tersebut disambut baik oleh Sun Quan. Zhou Yu sempat mengusulkan kepada Sun Quan untuk menempatkan pasukan Xi Su sebagai bagian dari pasukan Lü Meng, namun usulan tersebut ditolak oleh Lü Meng dengan alasan bahwa ia menghargai niat dan ketulusan dari Xi Su yang telah bersedia menempuh perjalanan jauh untuk bergabung dengan pasukan Wu. Pada akhirnya Sun Quan setuju dengan pendapat Lü Meng, dan lalu menunjuk Xi Su sebagai komandan atas pasukannya sendiri.
Saat berlangsungnya pertempuran Jiangling, Zhou Yu menugaskan Gan Ning untuk memimpin pasukan menyerang pos pertahanan pasukan Cao Ren yang berada di daerah Yiling (夷陵). Upaya Gan Ning untuk menduduki daerah tersebut tidaklah mudah, bahkan mengalami desakan hebat akibat serangan balik dari pasukan Cao Ren. Situasi tersebut sempat menjadi dilema, karena Zhou Yu kuatir akan lemahnya pertahanan pada barak pasukannya, jika ia mengirim bantuan pasukan ke Yiling. Namun Lü Meng berhasil meyakinan Zhou Yu dan Cheng Pu bahwa Ling Tong dan pasukannya mampu mempertahankan barak pasukan untuk sementara waktu (diperkirakan selama 10 hari), sehingga Zhou Yu memiliki kesempatan memimpin bantuan pasukan ke Yiling untuk memperkuat pasukan Gan Ning. Prediksi dan analisa Lü Meng tidak meleset, karena pada akhirnya Gan Ning dan pasukannya dapat diselamatkan setelah bantuan pasukan yang dipimpin langsung oleh Zhou Yu berhasil memukul mundur pasukan Cao Ren.
Meskipun Cao Ren tidak menyiakan kesempatan untuk menyerang barak pertahanan pasukan Wu (yang hanya dipertahankan oleh pasukan Ling Tong), namun upaya tersebut tidak memberikan hasil yang diharapkan.
Sebelum pasukan Wu menuju ke daerah Yiling (untuk menolong Gan Ning dan sisa pasukannya) Lü Meng juga meyakinkan Zhou Yu untuk mengirim sekelompok kecil pasukan yang ditugaskan membuat rintangan (berupa tumpukan pohon yang ditumbangkan) di sepanjang jalan yang akan digunakan sebagai jalur mundur oleh pasukan Cao Ren. Prediksi Lü Meng kembali tepat, dimana sisa pasukan Cao Ren yang melarikan diri (menuju balik ke kota Jiangling) mengalami kesulitan besar saat melalui jalur tersebut, sehingga pasukan Wu yang melakukan pengejaran (terhadap sisa pasukan Cao Ren yang mundur) berhasil menyita 300 ekor kuda yang ditinggal pergi oleh sisa pasukan Cao Ren (yang memutuskan untuk menuju ke kota Jiangling dengan berjalan kaki). Rentetan keberhasilan tersebut berhasil meningkatkan moral dan semangat tempur pasukan Wu. Momen tersebut tidak disia-siakan, Zhou Yu untuk segera memimpin seluruh pasukannya menyeberangi sungai Yangtze, dan lalu mendirikan barak pasukannya tak jauh dari barisan pertahanan pasukan Cao Ren. Setelah melakukan agresi serangan dan pengepungan terhadap kota Jiangling, pada akhirnya Cao Ren memutuskan untuk menarik mundur seluruh pasukannya, dan meninggalkan kota Jiangling. Paska mundurnya pasukan Cao Ren, maka wilayah Nan dan sebagian dari propinsi Jing mutlak menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Sun Quan.
Atas jasa dan kontribusinya dalam pertempuran Jiangling, Lü Meng memperoleh promosi jabatan setara Letnan jenderal(偏將軍), dan lalu ditunjuk langsung oleh Sun Quan sebagai kepala daerah(令) Xunyang (尋陽縣).
Sejak lama Sun Quan telah melihat potensi terpendam dalam diri Lü Meng, sehingga pada suatu ketika Sun Quan sempat memberi semangat dan saran kepada Lü Meng untuk mengembangkan potensi dalam dirinya dengan membaca aneka literatur dan meneruskan pendidikan formalnya. Saran yang disampaikan langsung oleh Sun Quan mendapatkan perhatian khusus oleh Lü Meng, dan hal tersebut menjadi motivasi bagi Lü Meng untuk melanjutkan pendidikan dan meningkatkan pengetahuannya dengan tekun dan penuh semangat. Secara berkala dan seiring dengan waktu, tingkat pengetahuan dan kebijaksanaan yang ada dalam dirinya semakin bertambah dan berkembang.
Pada tahun 210, Ketika Lu Su sedang menuju ke daerah Lukou (陸口)untuk memulai tugas barunya sebagai Komandan pasukan garis depan, menggantikan posisi Zhou Yu ( yang wafat karena sakit yang dideritanya), Lu Su memutuskan untuk singgah sejenak ke barak pasukan Lü Meng (dengan tujuan untuk bertemu dan bertukar pikiran dengan Lü Meng ). Pada awalnya, Lu Su sempat memandang “sebelah mata” terhadap status Lü Meng saat itu, namun salah seorang kerabat dekatnya sempat menyarankan kepada Lu Su untuk meluangkan sedikit waktu menemui Lü Meng, karena kebetulan barak/ lokasi dinasnya yang searah dengan perjalanan menuju ke Lukou (陸口). Saran tersebut disampaikan karena berkaitan dengan tersebarnya kabar kepopuleran Lü Meng (karena pengetahuan dan kebijaksanaan yang dimiliki Lü Meng telah tersebar luas seiring dengan perjalanan waktu). Pada saat mereka bertemu dan berdiskusi, Lü Meng sempat memberikan tiga usulan strategi kepada Lu Su perihal bagaimana menghadapi Guan Yu. Namun akhirnya Lu Su hanya menyimpan usulan dan nasihat tersebut secara pribadi demi untuk menghormati dan menghargai petunjuk dan niat yang sudah diberikan oleh Lü Meng.
Sekitar tahun 213, Cao Cao menugaskan Xie Qi(謝奇) untuk menempatkan pasukannya di kota Huancheng(皖城), dan lalu pasukannya tersebar(mendirikan banyak pos pertahanan) hingga ke daerah QiChun (蕲春). Karena Xie Qi sering menugaskan pasukannya untuk membuat keonaran di sepanjang perbatasan wilayah otonomi Wu, Sun Quan lalu menugaskan Lü Meng untuk mengatasi hal tersebut. Setibanya di perbatasan, Lü Meng segera mengirimkan peringatan dan meminta kesediaan Xie Qi untuk menyerah. Karena Xie Qi tidak mengindahkan peringatan tersebut sekian kali, pada akhinya Lü Meng mengerahkan pasukannya untuk menyerang posisi Xie Qi dan pasukannya. Dalam sebuah pertempuran, pasukan Lü Meng berhasil mengalahkan pasukan Xie Qi. Saat pasukan Xie Qi mundur melarikan diri, dua orang perwira bawahannya bernama Sun Zicai (孫子才) dan Song Hao (宋豪) menyerahkan diri kepada Lü Meng. Peristiwa pertempuran tersebut dikenal dengan nama pertempuran Huan (the battle of Huan), yang merupakan awal peristiwa pertempuran di daerah Ruxu (the battle of Ruxu).
Tak lama berselang paska mundurnya pasukan Xie Qi, pada tahun 214 Cao Cao mengerahkan pasukannya menuju ke daerah Ruxu(濡須), dan berhasil menangkap Gongsun Yang (salah seorang komandan pasukan Wu) pada awal kampanye tersebut. Karena peristiwa tersebut, Sun Quan memutuskan untuk memimpin langsung pasukannya menuju ke Ruxu dengan didampingi oleh Lü Meng. Setibanya di daerah RuXu, Lü Meng segera mempersiapkan lini pertahanan dengan armada/kapal perang serta pembangunan dermaga (atas perintah dari Sun Quan). Strategi pertahanan dengan membangun dermaga terbukti efektif membendung serangan armada/kapal perang Cao Cao, bahkan salah satu armada perang Cao Cao mengalami kerusakan parah saat berseteru dengan armada pasukan Wu yang dipimpin oleh Xu Sheng. Pada peristiwa tersebut salah seorang jenderal pasukan Cao Cao bernama Sun Guan 孫觀 terluka parah dan akhirnya gugur. Pada saat armada perang Sun Quan melakukan serangan balik, akhirnya Cao Cao memutuskan untuk menarik mundur seluruh pasukannya dari Ruxu ( setelah menyadari bahwa armada /kapal perang Sun Quan jauh lebih unggul dan berpengalaman).
Paska kekalahannya dalam pertempuran Ruxu pada tahun 214, Cao Cao menunjuk Zhu Guang (朱光) sebagai pejabat administrasi/kepala daerah (太守) wilayah Lujiang(廬江郡) dengan menempati pos pertahanan di daerah Huan (皖)(kota Huancheng 皖城). Zhu Guang berupaya menghimpun kekuatan pasukannya dengan memanfaatkan potensi alam daerah Huan (menggarap lahan pertanian), serta terus memantau keadaan dan situasi wilayah Wu (dengan bekerja sama dengan gerombolan penyamun asal Poyang 鄱陽).
Aktifitas Zhu Guang telah diketahui oleh Lü Meng, sehingga ia segera memperingatkan ancaman tersebut kepada Sun Quan. Sun Quan segera menanggapi nasihat Lü Meng (untuk terlebih dahulu menyerang wilayah Lujiang, dan lalu menduduki wilayah tersebut) dengan memutuskan untuk memimpin langsung kampanye militer terhadap wilayah Lujiang. Sebelum kampanye militer terhadap wilayah Lujiang dimulai, beberapa orang jenderal pasukan Wu sepakat memberikan usul kepada Sun Quan untuk membangun bukit buatan kecil sebagai strategi untuk melakukan penyerangan terhadap pertahanan pasukan Zhu Guang, namun usulan tersebut disanggah oleh Lü Meng. Berkat nasihat dan strategi pertempuran yang diusulkan oleh Lü Meng, pada akhirnya Sun Quan berhasil menduduki wilayah Lujiang setelah pasukan Wu (yang dipimpin oleh Gan Ning dan Lü Meng) berhasil mengalahkan pasukan Zhu Guang. Zhu Guang berhasil ditangkap dalam peristiwa tersebut, sedangkan bantuan pasukan yang dipimpin oleh Zhang Liao (yang baru mencapai daerah Jiashi 夾石)terpaksa harus kembali ke Hefei (setelah mendengar kabar jatuhnya wilayah Lujiang ke tangan Sun Quan). Untuk jasa dan kontribusinya memenangkan pertempuran, serta menduduki wilayah Lujiang, Sun Quan menunjuk Lü Meng sebagai pejabat administrasi/kepala daerah wilayah Lujiang, serta hadiah berupa pembagian pendapatan pajak daerah Xunyang (尋陽).
Sekembalinya Lü Meng ke kediaman dinasnya di Xunyang, tak lama kemudian Sun Quan menugaskan Lü Meng untuk memberantas gerombolan penyamun yang telah menimbulkan keresahan dan kekacauan di daerah Luling (廬陵).Pada awalnya, banyak pejabat daerah dan komandan pasukan asal daerah sekitar Luling (廬陵) yang telah berupaya mengatasi aksi para penyamun tersebut, namun upaya mereka selalu gagal sehingga Sun Quan memutuskan untuk mengirim Lü Meng untuk mengatasi masalah tersebut. Setelah melalui beberapa pertempuran, pada akhirnya gerombolan penyamun dapat diamankan oleh Lü Meng setelah tewas terbunuhnya pemimpin pemberontak. Sisa anggota pemberontak yang menyerah lalu dibebaskan dengan syarat mereka kembali menjalani kehidupan normal sebagai rakyat sipil.
Pada tahun 212 Liu Bei menggelar kampanye militer ke wilayah barat/ propinsi Yi, dimana Guan Yu (salah seorang jenderal andalan Liu Bei) ditunjuk sebagai gubernur, sekaligus penjaga wilayah propinsi Jing selama Liu Bei memimpin langsung kampanye militer tersebut. Pada tahun 215 Liu Zhang (gubernur propinsi Yi) takluk dan menyerah, sehingga sejak saat itu propinsi Yi mutlak jatuh ke dalam kekuasaan Liu Bei. Ketika mengetahui berita tersebut, Sun Quan mengutus Lu Su untuk menemui Liu Bei dengan tujuan meminta kembali wilayah propinsi Jing (yang dipinjamkan kepada Liu Bei pada tahun 209), namun upaya tersebut gagal, sehingga Sun Quan menugaskan Lü Meng memimpin pasukannya untuk menduduki tiga wilayah di selatan propinsi Jing (antara lain: wilayah Changsha 長沙, Lingling 零陵, dan Guiyang 桂陽). Langkah awal yang dilakukan oleh Lü Meng untuk menduduki ketiga wilayah tersebut adalah dengan mengirimkan surat ancaman kepada masing-masing kepala daerah ketiga wilayah tersebut yang berisikan himbauan untuk menyerah dan tunduk kepada pemerintahan otonomi Wu. Dari antara ketiga wilayah tersebut, hanya wilayah Lingling (yang dijaga oleh Hao Pu 郝普) yang menolak untuk menyerah.
Setelah mengetahui invasi wilayah yang dilakukan oleh Sun Quan, Liu Bei segera memimpin sendiri pasukannya menuju ke propinsi Jing. Setibanya Liu Bei di kota Gong'an (公安), Guan Yu dan pasukannya ditugaskan untuk merebut kembali wilayah yang telah berhasil diduduki oleh pasukan Wu, namun Sun Quan mengirim 10 ribu pasukan yang dikomando oleh Lu Su da Gan Ning untuk menghadang iringan pasukan Guan Yu di daerah Yiyang, serta mengirim pesan kepada Lü Meng untuk melepas wilayah Lingling (yang masih belum berhasil diduduki sepenuhnya oleh Lü Meng ), dan segera menuju ke daerah Yiyang untuk memperkuat pasukan Lu Su dan Gan Ning.
Sebelum menerima pesan dari Sun Quan, Lü Meng menyempatkan diri bertemu dengan Deng Xuanzhi (鄧玄之)saat dalam perjalanan bersama dengan pasukannya menuju ke wilayah Lingling (paska menduduki wilayah Changsha). Dalam upaya untuk menduduki wilayah Lingling, Lü Meng berencana memperalat Deng Xuanzhi 鄧玄之 (salah seorang sahabat lama dari Hao Pu 郝普)untuk menyampaikan berita palsu kepada Hao Pu. Berita palsu yang disampaikan tersebut mengabarkan bahwa Liu Bei sedang dalam pertempuran panjang dan terkepung oleh pasukan Cao Cao di Hanzhong, hal serupa juga dialami oleh Guan Yu dan pasukannya di wilayah Nan.
Ketika pesan dari Sun Quan tiba (Sun Quan memberi perintah kepada Lü Meng untuk melepas kota Lingling, karena segera harus menuju ke daerah Yiyang untuk memperkuat pasukan Lu Su), Lü Meng segera mengumpulkan seluruh komandan pasukannya untuk segera merencanakan penyerangan ke kota Lingling dalam waktu segera (pada saat itu Lü Meng dengan sengaja tidak memberitahukan isi pesan dari Sun Quan kepada seluruh pengikutnya).
Hao Pu terperdaya oleh berita palsu tersebut (setelah Deng Xuanzhi bertemu dengan Hao Pu, dan lalu menyampaikan berita palsu tersebut). Hao Pu kuatir bahwa pasukannya tak akan berdaya menahan serangan pasukan Lü Meng dalam kondisi wllayah yang terisolir. Pada akhinya Hao Pu bersedia untuk bertemu dengan Lü Meng dan menyerah.
Sebelum memimpin pasukan menuju ke daerah Yiyang (sesuai dengan perintah Sun Quan), Lü Meng mendelegasikan wewenang kepada Sun He (孫河)untuk menjaga ketiga wilayah yang telah diduduki tersebut.
Meski pada akhirnya wilayah Lingling dikembalikan kepada Liu Bei (merupakan bagian dari kesepakatan perbatasan wilayah yang baru antara Liu Bei dengan Sun Quan di sepanjang aliran sungai Xiang), atas jasa dan kontribusinya, Lü Meng memperoleh anugerah dari Sun Quan berupa hak milik pribadi atas daerah Xunyang (尋陽) dan daerah Yangxin(陽新).
Ketika Sun Quan menggelar kembali kampanye militer untuk menduduki kota Hefei pada tahun 215, Lü Meng turut serta kembali sebagai salah seorang dari komandan pasukan yang mendampingi Sun Quan ke Hefei. Karena gagal menerobos tembok pertahanan kota, serta sebagian besar pasukan terjangkit oleh wabah penyakit, hal tersebut sebagai salah satu penyebab kekalahan Sun Quan dalam pertempuran tersebut (bahkan Sun Quan hampir tertangkap saat harus menarik mundur pasukannya dan bertahan dari serangan balik pasukan Cao Cao yang dipimpin oleh Zhang Liao), peristiwa tersebut dikenal dengan pertempuran Xiayou Ford.
Pada tahun 217, Cao Cao memimpin langsung penyerangan kembali terhadap barisan pertahanan pasukan Wu di daerah Ruxu(濡須).Sun Quan yang saat itu memimpin langsung seluruh pasukannya untuk bertahan, menunjuk Lü Meng sebagai komandan pengawas seluruh pasukan Wu. Lü Meng menempatkan ribuan pasukan pemanah di sepanjang dermaga (yang telah dibangun sejak tahun 213 lalu), dan memberi perintah kepada seluruh pasukan tersebut untuk menghujani ribuan anak panah kepada setiap armada perang pasukan Cao Cao yang mencoba untuk mendekat. Tak hanya cukup dengan memperkokoh pertahanan, Lü Meng juga mengirim pasukannya menyerang barak pasukan garis depan Cao Cao yang baru tiba (dimana pasukan Cao Cao belum siap membentuk formasi bertahan ataupun menyerang), sehingga kondisi tersebut menyebabkan Cao Cao harus menarik mundur seluruh pasukannya dari daerah Ruxu.
Atas kesuksesan tersebut, Sun Quan menganugerahkan gelar “jenderal yang seperkasa harimau” (General of Tiger's Might 虎威將軍) kepada Lü Meng, serta ditunjuk sebagai “pelindung kiri pasukan” (Left Protector of the Army 左護軍).
Paska wafatnya Lu Su pada tahun 217, Lü Meng ditunjuk oleh Sun Quan sebagai komandan pasukan garis depan di daerah Lukou (陸口)(dimana merupakan daerah perbatasan dengan wilayah kekuasaan Liu Bei yang dijaga oleh jenderal Guan Yu). Lü Meng juga ditunjuk sebagai pejabat administrasi/kepala daerah (太守) wilayah Hanchang(漢昌 郡) dan hak kepemilikan pribadi atas daerah Xiajun (下 雋), Liuyang (劉陽), Hanchang dan Zhouling (州 陵).
Lü Meng menyadari bahwa gencatan senjata dan perdamaian sementara antara Liu Bei dengan Sun Quan tidak akan berlangsung lama. Lü Meng juga menilai Guan Yu memiliki ambisi dan niat untuk menduduki wilayah Sun Quan dalam waktu cepat atau lambat, sehingga ia harus siap menghadapi Guan Yu yang memiliki pasukan tangguh, serta menempati lokasi yang strategis di hulu sungai Yangtze. Setibanya di tempat dinas baru di Lukou (陸口), Lü Meng berupaya tetap mempertahankan hubungan bilateral yang baik dengan Guan Yu.
Sebelum wafat, dan ketika masih menjabat sebagai komandan pasukan garis depan, Lu Su selalu berupaya untuk menjadi penengah dan menjaga hubungan bilateral antara Sun Quan dengan Liu Bei. Ketika Guan Yu ditunjuk sebagai gubernur propinsi Jing (pada saat Liu Bei sedang memimpin langsung kampanye militer ke propinsi Yi), Lü Meng sempat mengirimkan surat rahasia tertuju kepada Sun Quan yang berisikan usulan dan strategi untuk menyerang posisi Guan Yu. Hal tersebut disampaikan oleh Lü Meng, karena sejak awal ia telah menilai Guan Yu sebagai ancaman masa depan yang lebih serius daripada Cao Cao. Meskipun Sun Quan menyetujui usulan tersebut, namun rencana tersebut seringkali tertunda oleh beberapa pertempuran/kampanye militer antara Sun Quan dengan Cao Cao.
Pada tahun 219, Guan Yu memimpin pasukan menyerang kota Fancheng, yang saat itu sedang dijaga/pertahankan oleh Cao Ren (salah seorang jenderal yang diandalkan oleh Cao Cao). Sebelum menuju ke kota Fancheng, Guan Yu menugaskan Shi Ren dan Mi Fang, beserta sebagian besar pasukan pendukung untuk menjaga wilayah Nan(南郡)dengan menempati pos pertahanan di kota Gong'an (公安).Ketika Lü Meng mendengar kabar tersebut, ia menuliskan surat rahasia kepada Sun Quan yang berisikan kabar tersebut, serta mengusulkan siasat untuk menyerang dan menduduki wilayah Nan (yang hanya dijaga oleh Shi Ren dan Mi Fang). Dalam suratnya, Lü Meng memberi saran agar Sun Quan menyetujui permohonan ijin cutinya untuk maksud menjalani pengobatan di kota Jianye(建業). Hal tersebut dilakukan dengan harapan berita tersebut sampai dan diketahui oleh Guan Yu, sehingga ia tidak kuatir untuk mengumpulkan seluruh kekuatan pasukannya (termasuk pasukan pendukung yang berada di kota Jiangling dan kota Gong'an) menuju ke kota Fancheng. Tujuan utama dari Siasat Lü Meng tersebut adalah agar Guan Yu lengah, sehingga ia hanya meninggalkan sedikit kekuatan pasukan untuk menjaga wilayah Nan/ propinsi Jing.
Prediksi Lü Meng tidak meleset, karena pada akhirnya Guan Yu menghimpun hampir seluruh kekuatan pasukannya (dan dengan hanya menugaskan sedikit jumlah pasukan untuk menjaga wilayah Nan) untuk melakukan pengepungan terhadap kota Fancheng. Hal tersebut dilakukan Guan Yu paska ia berhasil menghadang pasukan bantuan yang dikirim oleh Cao Cao (dimana dalam peristiwa tersebut, Guan Yu berhasil menahan Yu Jin dan eksekusi mati Pang De). Pengepungan terhadap kota Fancheng berlangsung selama beberapa bulan, sehingga menyebabkan persediaan makanan pasukan Guan Yu menipis. Untuk memenuhi persediaan makanan, pasukan Guan Yu menduduki beberapa lumbung pangan milik otoritas pemerintahan Wu/Sun Quan, sehingga hal tersebut menjadi salah satu alasan kuat bagi Sun Quan (selain pesan rahasia yang disampaikan oleh Cao Cao, yang berisikan perjanjian dan ajakan kerja sama untuk mengalahkan Guan Yu) untuk menduduki wilayah Nan.
Paska menerima perintah dari Sun Quan untuk melakukan invasi terhadap wilayah Nan, Lü Meng segera menuju ke Xunyang (尋陽) dan segera memerintahkan pasukan elit untuk menyusup (berlayar melalui sungai Xiang) ke wilayah Nan dengan menyamar sebagai pedagang. Di sepanjang perjalanan(tepi sungai Xian), pasukan elit Lü Meng berhasil melumpuhkan dan menduduki seluruh menara jaga (yang dibangun atas perintah Guan Yu) tanpa menimbulkan “kegaduhan”, sehingga serangan mendadak tersebut berhasil tanpa sepengetahuan Guan Yu.
Lewat bujukan Yu Fan (salah seorang pejabat yang mengabdi kepada Sun Quan), pada akhirnya Shi Ren bersedia menyerah, disusul dengan penyerahan diri dari Mi Fang, yang cemas dan takut dengan ancaman hukuman dari Guan Yu, karena dituding telah lalai menjalankan tugasnya (kelalaian Mi Fang sempat menyebabkan terputusnya pasokan makanan dan logistik pasukan Guan Yu yang masih berada di garis depan).
Saat setelah Lü Meng menguasai wilayah Nan, ia berhasil menarik simpatik baik dari rakyat/penduduk setempat karena telah memperlakukan mereka dengan baik (termasuk seluruh keluarga pasukan Guan Yu), diantaranya adalah dengan membagikan makanan dan pakaian hangat kepada penduduk yang miskin, serta obat-obatan kepada yang sakit. Untuk menghindari adanya tindakan kesewenangan dan perlakuan tidak baik dari para pasukannya terhadap rakyat/penduduk setempat, Lü Meng memberlakukan hukuman tegas kepada siapapun yang diketahui telah melanggar perintahnya (perintah larangan kepada seluruh anggota pasukannya untuk tidak berkelakuan buruk terhadap penduduk setempat). Komitmen dan konsisten Lü Meng terhadap peraturan terbukti saat ia dengan tegas menjatuhkan hukuman eksekusi kepada salah seorang dari anggota pasukannya yang terbukti telah merampas harta milik dari salah seorang penduduk, dan hal tersebut telah menjadi shock terapi bagi seluruh pasukan (sejak kejadian tersebut, tidak ada seorangpun dari pasukan Lü Meng yang berani melanggar larangan).
Sikap Lü Meng dengan menarik simpatik baik dari penduduk setempat (dengan berkelakuan baik terhadap mereka) merupakan salah satu siasat untuk menjatuhkan moral pasukan Guan Yu (Lü Meng berharap berita tersebut dapat tersebar luas hingga terdengar oleh seluruh anggota pasukan Guan Yu).
Berita tentang keberhasilan pasukan Wu (yang dikomando oleh Lü Meng) menduduki wilayah Nan merupakan salah satu penyebab jatuhnya moral pasukan Guan Yu, paska kekalahan menghadapi serangan balik pasukan Cao Cao (yang dipimpin oleh Xu Huang dan Cao Ren). Setibanya kembali ke wilayah Nan, Guan Yu mengirim beberapa orang utusan untuk bertemu dengan Lü Meng. Ketika tiba di kota Jiangling, Lü Meng semakin antusias menjalankan siasatnya dengan mengajak para utusan tersebut keliling kota untuk meninjau kondisi penduduk (terutama kondisi keluarga dari pasukan Guan Yu). Lewat kabar yang dibocorkan oleh beberapa orang utusan (setibanya mereka kembali ke barak pasukan) Kondisi moral pasukan Guan Yu semakin jatuh setelah mengetahui bahwa Lü Meng telah memperlakukan keluarga mereka dengan sangat baik, sehingga hal tersebut menyebabkan perpecahan dalam tubuh pasukan. Tak lama berselang, Lü Meng mengirim pasukan untuk melakukan serangan dan pengejaran terhadap sisa pasukan Guan Yu yang masih bertahan. Sadar dengan kondisi yang dihadapi, Guan Yu bersama dengan sisa pasukannya menyingkir ke daerah Maicheng(麥城).Namun pada akhirnya, hampir seluruh anggota pasukan yang tersisa menyatakan menyerah ketika mereka berada di distrik Zhang(漳鄉). Untuk mengantisipasi lolosnya Guan Yu, Sun Quan menugaskan Zhu Ran dan Pan Zhang untuk melakukan penghadangan pada saat Guan Yu dan sisa pengikut setianya berupaya untuk meloloskan diri, hingga pada akhirnya mereka tertangkap dalam suatu penyergapan, dan lalu dieksekusi mati. Sejak saat itu, propinsi Jing mutlak menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Sun Quan.
Atas jasa dan kontribusinya dalam merebut kembali propinsi Jing, Sun Quan menunjuk Lü Meng sebagai pejabat administrasi/kepala daerah(太守) wilayah Nan, dan anugerah gelar "Marquis of Chanling" (孱陵侯), serta hadiah 100 ribu koin emas dan 500 jin emas, tetapi Lü Meng tidak dapat menghadiri seluruh event tersebut karena kondisi kesehatannya terganggu, bahkan ia tidak dapat menghadiri perjamuan mewah yang diadakan oleh Sun Quan dalam rangka merayakan keberhasilannya merebut kembali propinsi Jing.
Lü Meng wafat di kota Gong'an pada usia 42 tahun (tahun 220) akibat sakit yang dideritanya, dan Sun Quan sangat berduka atas kematiannya. Ketika Lü Meng terbaring lemah akibat sakit, berbagai upaya telah dilakukan oleh Sun Quan demi kesembuhannya, salah satunya adalah dengan sayembara hadiah 1000jin emas bagi siapapun yang dapat memberikan kesembuhan kepada Lü Meng. Atas permintaan terakhir, Lü Meng menginginkan upacara pemakaman sederhana setelah wafatnya, dan menghimbau kepada anggota keluarganya untuk mengumpulkan seluruh barang berharga (termasuk hadiah pemberian dari Sun Quan), dan lalu dikembalikan kepada Sun Quan.
---000---
Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
Sumber: Wikipedia

Komentar
Posting Komentar