Huang Gai (黃蓋) (145–210) Komandan pasukan pemerintahan otonomi Wu


Huang Gai(黃蓋), dengan nama lengkap 
Gongfu (公覆), adalah salah seorang Komandan pasukan yang mengabdi kepada pemerintahan otonimi Wu(東吳) sejak masa kepemimpinan Sun Jian(孫堅), lalu kepada Sun Ce(孙策), hingga kemudian berlanjut kepada Sun Quan(孫權).
Sejarah telah mencatat bahwa Huang Gai(黃蓋) adalah kontributor utama kemenangan koalisi Sun Quan - Liu Bei atas invasi militer Cao Cao dalam pertempuran ChiBi
Huang Gai(黃蓋) berasal dari kota Quanling(泉陵縣), wilayah Lingling(零陵郡), merupakan keturunan langsung dari Huang Zilian(黃子廉) [pada masanya menjabat sebagai kepala wilayah Nanyang (南陽郡太守). Huang Gai telah yatim piatu sejak usia belia, dan hidup dalam kemiskinan sejak kakeknya memutuskan untuk memulai kehidupan baru dengan menetap di wilayah Lingling(零陵郡) beserta dengan seluruh anggota keluarganya.

Hidup dalam kekurangan tidaklah mematahkan harapan dan ambisi Huang Gai(黃蓋) untuk maju. Dengan bekerja keras, tekun belajar (terutama mempelajari seni dan strategi perang secara otodidak) adalah upaya yang dilakukan untuk mengembangkan dirinya.

Awal karir

Pada awal karirnya saat usia muda, Huang Gai(黃蓋) sempat menjabat sebagai pejabat kecil pada kantor pemerintahan di salah satu daerah dari wilayah Lingling(零陵郡). Huang Gai sempat dicalonkan sebagai salah seorang xiaolian (孝廉)[pejabat negara berprestasi dan kredibilitas terbaik dari suatu wilayah] karena prestasinya, bahkan ia memperoleh kesempatan sebagai salah seorang asisten pejabat khusus membantu salah seorang Sāngōng (三公) [Tiga Menteri utama di pemerintah pusat].

Mendampingi Sun Jian

Ketika terjadi pemberontakan sorban kuning(黃巾之亂) pada tahun 180, Huang Gai(黃蓋) terpanggil untuk turut bergabung dengan pasukan milisi pendukung pemerintah pusat yang dipimpin Sun Jian(孫堅)

Huang Gai(黃蓋) tetap mendampingi Sun Jian(孫堅) dengan jabatan sebagai Komandan pasukan setara dengan Mayor(別部司馬), ketika Sun Jian(孫堅) ditunjuk sebagai kepala wilayah Changsha(長沙郡太守).
Ketika Dong Zhuo(董卓) mengendalikan jalannya pemerintahan pusat Han(漢朝) dengan penuh kelaliman pada awal tahun 190, Sun Jian(孫堅) bergabung dengan koalisi Guandong(關東聯軍) dibawah pimpinan Yuan Shu(袁术). 
Huang Gai(黃蓋) turut mendampingi Sun Jian(孫堅) dalam setiap pertempuran menghadapi pasukan Dong Zhuo(董卓) hingga pada akhirnya Sun Jian(孫堅) berhasil menduduki kota Luoyang(洛陽) yang sebagian besar telah runtuh pasca Dong Zhuo(董卓) memindahkan pusat pemerintahan Han(漢朝) ke kota Chang'an(長安).

Pasca kematian Dong Zhuo(董卓), timbul perpecahan dalam koalisi Guandong(關東聯軍), dimana terjadi perseteruan antar anggota koalisi yang saling memperebutkan / memperluas wilayah kekuasaan. Dalam kondisi tersebut, terjadi perseteruan antara Yuan Shu(袁术) dengan Liu Biao(劉表) sehubungan dengan sengketa wilayah kekuasaan, yang berujung pada keputusan Yuan Shu(袁术) menugaskan pasukan Sun Jian(孫堅) untuk melancarkan agresi militer terhadap daerah otoritas Liu Biao(劉表) berlokasi tidak jauh dari kota Xiangyang(襄陽) pada tahun 191. 
Sebagai bagian dari kesatuan pasukan, Huang Gai(黃蓋) turut mendampingi Sun Jian(孫堅) dalam pertempuran tersebut [dikenal juga dengan peristiwa pertempuran Xiangyang(襄陽之戰)], dimana pada akhirnya Liu Biao(劉表) berhasil mempertahankan wilayahnya setelah Sun Jian(孫堅) gugur dalam pertempuran tersebut.

Mendampingi Sun Ce

Ketika Sun Ce(孙策) [putera sulung dari Sun Jian(孫堅)] mengambil alih kepemimpinan pasukan Sun Jian(孫堅) [meski harus tetap sebagai bawahan dari Yuan Shu(袁术)], Huang Gai(黃蓋) dan para perwira senior lain [yang pernah mendampingi Sun Jian(孫堅)] memutuskan untuk mendampingi Sun Ce(孙策) dalam upaya menduduki wilayah Jiangdong(江东) yang berlangsung sejak tahun 195 hingga tahun 200.

Pada akhirnya Sun Ce(孙策) berhasil menduduki wilayah Jiangdong(江东), dan lalu mengukuhkan berdirinya pemerintahan otonomi Wu(東吳) yang berpusat di kota Jianye(建業), setelah menyatakan pemisahan dari otoritas Yuan Shu(袁术) pada sekitar tahun 197. 

Mengabdi kepada Sun Quan 

Pasca wafatnya Sun Ce(孙策) pada tahun 200, kemudian Sun Quan(孫權) mengambil alih otoritas pemerintahan otonomi Wu(東吳).  Huang Gai(黃蓋) tetap melanjutkan pengabdiannya bersama dengan pejabat senior/ veteran lainnya, seperti: Zhou Yu(周瑜), Zhang Zhao(张昭), Cheng Pu(程普), Han Dang(韩当) dan lainnya.

Kontribusi pada awal pemerintahan Wu

Sebagai pemerintahan otonomi yang baru terbentuk, kondisi kestabilan keamanan dalam wilayah pemerintahan otonomi Wu(東吳) masih labil oleh adanya gangguan keamanan dari agresi suku minoritas Shanyue(山越) dan aksi penguasa daerah kecil yang berupaya untuk memberontak [memisahkan diri dari pemerintahan otonomi Wu(東吳)], sehingga Sun Quan(孫權) meningkatkan pengawasan terhadap sejumlah daerah dan wilayah otoritasnya yang dianggap berpotensi menimbulkan keresahan.

Salah satu pelaksanaan pengawasan tersebut adalah dengan menugaskan Huang Gai(黃蓋) mengawasi kinerja pejabat daerah di kota Shicheng(石城縣). Dalam penugasan tersebut, Huang Gai(黃蓋) menemukan adanya penyelewengan dan kelalaian tugas oleh dua pejabat daerah tersebut.
Sebagai siasat untuk menimbulkan efek jera / peringatan kepada pejabat lain, Huang Gai(黃蓋) menjatuhkan vonis hukuman mati kepada dua pejabat tersebut di tengah perjamuan yang sengaja diadakan. 

Atas prestasi tersebut, Huang Gai(黃蓋) mendapat promosi jabatan sebagai Kepala wilayah(太守) untuk mengawasi daerah Chungu(春穀縣) dan Xunyang(尋陽縣), serta 7 daerah/kota lain.
Tak lama kemudian, Huang Gai(黃蓋) juga ditunjuk sebagai Komandan pasukan wilayah Danyang (丹楊郡都尉). Selama menjabat sebagai kepala daerah, Huang Gai(黃蓋) kerap kali membagikan sebagian persediaan pangan kepada penduduk miskin [sebagian besar berasal dari suku Shanyue(山越)], dimana upaya tersebut dilakukan sebagai cara untuk mengurangi keresahan oleh akibat ulah onar asal suku Shanyue(山越).   

Kontribusi utama dalam pertempuran Chibi 

Pada penghujung tahun 208, Cao Cao(曹操) menggelar kampanye militer terbesarnya untuk menduduki seluruh wilayah di selatan Tiongkok, sehingga ancaman tersebut berujung pada kesepakatan Sun Quan(孫權) berkoalisi dengan Liu Bei(劉備) untuk menghadapi agresi militer Cao Cao(曹操).
Saat akan berlangsungnya pertempuran di daerah Chibi(赤壁), Cao Cao(曹操) memanfaatkan rantai besar untuk mengikat/mengaitkan seluruh armada/ kapal perangnya sebagai cara mengatasi “mabuk laut” yang dihadapi pasukannya. Hal tersebut diketahui oleh Huang Gai(黃蓋) [melalui pengamatan dari pasukan pengintai], sehingga ia mengusulkan kepada Zhou Yu(周瑜) untuk menggunakan “serangan api” sebagai cara untuk melumpuhkan armada perang Cao Cao(曹操).
Sebagai siasat untuk keberhasilan "serangan api" tersebut, Huang Gai(黃蓋) mengajukan diri sebagai sukarelawan untuk memimpin penyerangan awal dengan 10 mengchong(蒙衝) dan doujian(鬬艦)[mengchong(蒙衝) dan doujian(鬬艦) adalah sebutan untuk kapal perang pada masa itu] dengan tipuan seakan pasukan yang dipimpinnya hendak menyerah/ membelot ke kubu pasukan Cao Cao(曹操).
Pada awalnya, sempat timbul kecurigaan Cao Cao(曹操) saat mempelajari surat dari Huang Gai(黃蓋) [yang berisikan pernyataan penyerahan dan rencana pembelotan pasukan yang dipimpinnya], namun Cao Cao(曹操) telah terlambat untuk antisipasi karena 10 mengchong(蒙衝) dan doujian(鬬艦) yang dipimpin oleh Huang Gai(黃蓋) [yang telah penuh dengan berbagai bahan yang mudah terbakar] telah berlayar dengan kecepatan penuh mendekati jajaran kapal perang Cao Cao(曹操).

Kerusakan parah pada jajaran armada/ kapal perang Cao Cao(曹操) tak dapat terelak, ketika 10 mengchong(蒙衝) dan doujian(鬬艦) [yang telah terlebih dahulu terbakar] berhasil menghantam sasaran dengan telak. Kobaran api dengan cepat melahap dan membesar karena kencangnya hembusan angin pada penghujung tahun 208. 
Sebelum 10 mengchong(蒙衝) dan doujian(鬬艦) tersebut menghantam sasaran, Huang Gai(黃蓋) beserta sejumlah pasukannya yang selamat berhasil meloloskan diri dengan menggunakan zouge(走舸) [sejenis perahu kecil].

Akibat peristiwa tersebut, sebagian besar kapal perang Cao Cao(曹操) mengalami kerusakan parah, serta jatuh korban pasukan dalam jumlah yang besar. 
Karena tidak dapat menahan lebih lanjut serangan gabungan pasukan Sun Quan(孫權) [yang dipimpin oleh Zhou Yu(周瑜)] dan pasukan Liu Bei(劉備), pada akhirnya Cao Cao(曹操) harus menyerah dan menarik mundur seluruh pasukannya dari daerah Wulin(烏林) [daerah Wulin(烏林) terletak berseberangan dengan daerah Chibi(赤壁) yang terpisahkan oleh sungai Yangtse(长江)].

Atas jasa dan prestasinya dalam pertempuran di Chibi(赤壁之戰), Huang Gai(黃蓋) dipromosikan jabatannya setara dengan Jenderal(武鋒中郎將).

Kontribusi meredam pemberontakan di Wuling

Pada saat terjadi pemberontakan dari salah satu suku minoritas di wilayah Wuling(武陵郡), Huang Gai(黃蓋) ditugaskan untuk menumpas aksi pemberontakan tersebut.
Ketika benteng pertahanan kota terkepung oleh sejumlah besar pasukan pemberontak, Huang Gai(黃蓋) yang berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan [pasukan pemberontak berjumlah lebih besar dibanding jumlah pasukannya], lalu memberi perintah kepada pasukan jaga untuk membuka gerbang kota. Tujuannya adalah untuk memecah kekuatan pasukan musuh dengan memanfaatkan kondisi /tata letak bangunan dalam kota sebagai siasat untuk melancarkan penyergapan. 
Berkat siasat tersebut, pasukan yang dipimpin Huang Gai(黃蓋) berhasil melumpuhkan ratusan jumlah pasukan pemberontak dalam satu serangan. 

Siasat tersebut terus diterapkan selama beberapa bulan dengan menjadikan kepala suku sebagai target sasaran, dan memberikan pengampunan kepada setiap anggota pasukan pemberontak yang menyerah. Pada akhirnya pemberontakan di wilayah Wuling(武陵郡) berhasil dipadamkan setelah Huang Gai(黃蓋) menerima penyerahan kalah dari Kepala suku minoritas [pemimpin pemberontak]  pada tahun 209.

Tak lama berselang, terjadi keresahan oleh ulah sejumlah besar penyamun di kota kota Yiyang(益陽縣) [bagian dari wilayah Changsha(長沙郡)]. Sebagai tanggapan, Huang Gai(黃蓋) memimpin sejumlah pasukan untuk membantu penumpasan terhadap aksi para penyamun tersebut.
Atas jasa dan kontribusinya, Huang Gai(黃蓋) memperoleh promosi jabatan setara Letnan Jenderal (偏將軍). 

Akhir riwayat

Huang Gai(黃蓋) wafat di wilayah Wuling(武陵郡) pada tahun 210. Tidak ada catatan resmi penyebab kematiannya, kemungkinan besar ia wafat karena sakit yang dideritanya. 
Atas , Sun Quan(孫權) menganugerahkan gelar kehormatan/ Marquis "Guānnèi"(關內侯) atas jasa dan pengabdian Huang Gai(黃蓋) semasa hidupnya. Gelar kehormatan tersebut diterima secara resmi oleh Huang Bing(黃柄) [salah seorang putera kandung dari Huang Gai(黃蓋)].

---000---

Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
Sumber: Wikipedia


Komentar