Dengan nama panggilan Wenze(文则), adalah salah seorang dari komandan pasukan yang paling diandalkan oleh Cao Cao.
Tercatat bahwa Yu Jin berasal dari kota Juping(鉅平縣), bagian dari wilayah Taishan(泰山郡).
Tercatat bahwa Yu Jin berasal dari kota Juping(鉅平縣), bagian dari wilayah Taishan(泰山郡).
Ketika terjadi pemberontakan sorban kuning pada awal tahun 180, Yu Jin secara sukarela bergabung dengan pasukan pemerintahan Han timur, dimana ia bertugas sebagai salah seorang perwira setara Kapten dalam divisi pasukan yang dipimpin oleh Bao Xin.
Berkat jasa dan kontribusinya memadamkan pemberontak sorban kuning, maka Bao Xin memperoleh promosi jabatan setara dengan Walikota unuk daerah istimewa Jibei, dimana daerah Jibei merupakan bagian dari wilayah provinsi Yan.
Ketika Liu Dai menjabat sebagai Gubernur provinsi Yan, maka seluruh tugas dan wewenang Bao Xin berada dibawah koordinasi dan pengawasan Liu Dai, dimana secara tidak langsung pasukan yang berada dibawah pimpinan Yu Jin merupakan bagian dari kesatuan kekuatan pasukan yang dimiliki Liu Dai.
Berkat jasa dan kontribusinya memadamkan pemberontak sorban kuning, maka Bao Xin memperoleh promosi jabatan setara dengan Walikota unuk daerah istimewa Jibei, dimana daerah Jibei merupakan bagian dari wilayah provinsi Yan.
Ketika Liu Dai menjabat sebagai Gubernur provinsi Yan, maka seluruh tugas dan wewenang Bao Xin berada dibawah koordinasi dan pengawasan Liu Dai, dimana secara tidak langsung pasukan yang berada dibawah pimpinan Yu Jin merupakan bagian dari kesatuan kekuatan pasukan yang dimiliki Liu Dai.
Pasca tewasnya Liu Dai saat memimpin penyerangan terhadap sisa gerombolan pemberontak sorban kuning, Cao Cao kemudian mengambil alih wewenang kekuasaan atas provinsi Yan sebagai gubernur yang baru pada tahun 192.
Tak lama berselang, Yu Jin mengajukan diri secara sukarela sebagai bagian dari pasukan yang dipimpin Wang Lang. Setelah menilai kelebihan dan potensi yang dimiliki oleh Yu Jin, Wang Lang lalu merekomendasikan Yu Jin kepada Cao Cao. Atas rekomendasi tersebut, Cao Cao menunjuk Yu Jin sebagai salah seorang komandan pasukan garis depan dengan jabatan setingkat mayor(司馬), saat Cao Cao menggelar agresi militer untuk menduduki daerah Guangwei(廣威), bagian dari wilayah provinsi Xu. Setelah daerah Guangwei(廣威) berhasil diduduki, Cao Cao kemudian menganugerahkan gelar kehormatan setara Komandan Xiànzhèn(陷陣都尉) kepada Yu Jin.
Saat terjadi perseteruan antara Cao Cao dengan Lü Bu (karena memperebutkan propinsi Yan) antara tahun 194-195, Yu Jin kembali mengukir prestasi dengan berhasil merusak barak pasukan milik Lü Bu yang berada di selatan sisi kota Puyang, serta mengalahkan pasukan Lü Bu yang dipimpin oleh Gao Ya (高雅) di Xuchang (須昌).Pasukan yang dipimpin oleh Yu Jin juga berhasil menyerang dan menduduki benteng pertahanan pasukan Lü Bu yang berada di daerah Shouzhang(壽張), daerah Dingtao(定陶), dan daerah Lihu (離狐).
Yu Jin juga turut memberikan kontribusi saat Cao Cao berhasil menduduki daerah Yongqiu(雍丘) setelah pasukannya berhasil menundukkan pasukan Zhang Chao dalam suatu pertempuran.
Pada tahun 196, Yu Jin dan pasukannya mendapat tugas untuk meredam sisa pemberontak sorban kuning yang dipimpin oleh Liu Pi dan Huang Shao (黃邵) di daerah Banliang(版梁). Ketika pasukan pemberontak yang dipimpin oleh Huang Shao mencoba untuk menyerang barak pasukan Cao Cao pada saat malam hari, serangan tersebut dapat diantisipasi oleh pasukan Yu Jin . Atas prestasi tersebut, Yu Jin memperoleh anugerah dari Cao Cao berupa promosi jabatan setingkat Kolonel (平虜校尉)
Pada tahun 197, Yu Jin dan pasukannya turut serta dalam pertempuran menghadapi pasukan Yuan Shao yang dipimpin oleh Qiao Rui di kota Ku (苦縣).Pada akhirnya pertempuran dimenangkan oleh pasukan Cao Cao, dimana Qiao Rui tewas dalam pertempuran tersebut bersama dengan 4 perwira pasukan lainnya.
Pada tahun yang sama, ketika terjadi pertempuran di Wancheng (pertempuran Wancheng/battle of Wancheng) dimana Cao Cao mengalami kekalahan karena serangan mendadak oleh Zhang Xiu. Pada saat sebagian besar pasukan Cao Cao harus menyingkir ke kota Wuyin (舞陰),hanya pasukan Yujin yang masih tertinggal di barisan akhir dengan tetap memberikan perlawanan sengit terhadap pasukan Zhang Xiu (yang berupaya melakukan pengejaran terhadap pasukan utama Cao Cao). Setelah yakin bahwa pasukan Zhang Xiu telah menghentikan pengejaran, Yu Jin memimpin sisa pasukannya menyusul ke kota Wuyin untuk bergabung kembali dengan pasukan utama Cao Cao. Di tengah perjalanan, pasukan Yu Jin bertemu dengan sekelompok rakyat sipil yang terluka, ketika mengetahui bahwa divisi pasukan Qingzhou (mantan gerombolan sorban kuning yang telah menjadi salah satu bagian dari pasukan Cao Cao) telah melakukan perampasan dan penganiayaan terhadap mereka, Yu Jin (dengan penuh amarah) segera menghadang konvoi pasukan Qingzhou, dan lalu memberi hukuman atas perbuatan mereka. Setibanya Yu Jin dan pasukannya di Wuyin, Yu Jin segera mengkoordinasi persiapan pertahanan kota (dengan tujuan untuk mengantisipasi serangan mendadak oleh pasukan Zhang Xiu) tanpa melapor terlebih dahulu kedatangan pasukannya kepada Cao Cao. Berkat pengabdiannya yang tulus dan penuh dedikasi, serta loyalitas yang tinggi, pada akhirnya Yu Jin mendapatkan pujian dan penghargaan dari Cao Cao, meskipun telah melanggar aturan yang berlaku, serta laporan (palsu) tentang kesewenangannya terhadap divisi pasukan Qingzhou. Kebijaksanaan Cao Cao telah melihat kebenaran. Atas kontribusinya dalam pertempuran Wancheng, Yu Jin memperoleh penghargaan gelar "Marquis of Yishou Village" (益壽亭侯).
Pada tahun 198, Yu Jin turut serta juga dengan sejumlah kampanye militer yang digelar oleh Cao Cao, antara lain: ketika kembali menghadapi pasukan Zhang Xiu di daerah Rang (穰縣), lalu menyusul kemudian pengepungan terhadap pasukan Lü Bu di kota Xiapi (the battle of Xiapi). Paska kematian Lü Bu pada tahun 199, Yu Jin kembali memberikan kontribusi kemenangan untuk Cao Cao saat ia ditugaskan mendampingi Shi Huan (史渙) dan Cao Ren untuk memimpin pasukan menghadapi pasukan Sui Gu di daerah Shequan (射犬).
Pada tahun 200, saat awal pertempuran antara Cao Cao dengan Yuan Shao di daerah Guandu(官渡), Yu Jin mengajukan diri secara sukarela sebagai komandan pasukan pelopor. Cao Cao yang terkesan dengan keberaniannya, lalu menugaskan Yu Jin dengan kekuatan 2 ribu pasukan untuk menempati pos pertahanan di lokasi perlintasan Yan (延津).
Ketika Cao Cao memimpin langsung penyerangan terhadap Liu Bei di propinsi Xu (paska Liu Bei menyingkirkan Che Zhou (車冑)(Gubernur propinsi Xu yang baru ditunjuk oleh Cao Cao), dan lalu menduduki kembali kota Xiapi), Yuan Shao sempat mengirimkan pasukan untuk menyerang pos pertahanan pasukan Yu Jin di perlintasan Yan(延津), namun serangan tersebut dapat dibendung oleh Yu Jin dengan baik. Tak lama berselang, Yu Jin dan Yue Jin memimpin kekuatan 5 ribu pasukan melakukan penyerangan terhadap banyak barak pertahanan pasukan Yuan Shao yang berada di sepanjang tepi aliran sungai kuning hingga ke daerah Ji (汲)dan daerah Huojia(獲嘉).Agresi pasukan mereka telah menyebabkan kerusakan parah sekitar 30 barak pasukan dengan disertai korban ribuan jumlah pasukan Yuan Shao yang tertawan ataupun gugur. Yu Jin dan Yue Jin juga telah berhasil menawan sekitar 20 orang perwira pasukan Yuan Shao( termasuk 2 jenderal pasukan Yuan Shao yang bernama He Mao (何茂) dan Wang Mo (王摩))
Untuk mempertahankan daerah Yuanwu (原武)dari serangan pasukan Yuan Shao, Cao Cao lalu menugaskan Yu Jin dan pasukannya untuk menempati pos pertahanan tersebut. Prestasi lain yang berhasil diukir oleh Yu Jin adalah dengan berhasil menduduki pos pertahanan pasukan Yuan Shao yang berada di daerah perlintasan Dushi(杜氏津). Atas jasa tersebut, Yu Jin mendapatkan promosi jabatan setara mayor jenderal (裨将军), dan ia lalu dipindah tugaskan ke Guandu untuk mendampingi Cao Cao.
Ketika berlangsungnya pertempuran Guandu, ketangguhan Yu Jin kembali teruji saat pasukan pemanah Yuan Shao menyerang barak pasukan Cao Cao dengan hujan panah(ketika itu, pasukan pemanah Yuan Shao mendirikan menara panggung diatas timbunan tanah yang membentuk bukit kecil, lalu para pemanah mnggunakan menara tersebut sebagai tempat untuk menembakkan ratusan anak panah ke arah pasukan Cao Cao). Serangan hujan panah tersebut menyebabkan banyak jatuh korban dalam pasukan Cao Cao, sehingga hal tersebut menjatuhkan mental tempur hampir seluruh pasukan. Namun hal tersebut tidak meluluhkan mental dan keberanian Yu Jin untuk tetap bertahan dan terus memberikan serangan balasan terhadap pasukan Yuan Shao. Berkat ketangguhan dan keberanian yang telah menjadi teladan untuk seluruh pasukan selama pertempuran di Guandu, Yu Jin memperoleh penghargaan dari Cao Cao berupa promosi jabatan setara Letnan Jenderal(偏將軍). Promosi tersebut diberikan sebagai bentuk hadiah dan penghargaan paska kemenangan Cao Cao dalam pertempuran Guandu.
Paska Cao Cao berhasil menduduki propinsi Ji pada tahun 206, tak lama berselang, Chang Xi (昌豨)<salah seorang mantan jenderal pasukan yang setia kepada Yuan Shao> memimpin pemberontakkan. Chang Xi dan pasukannya sempat menyerah kepada Cao Cao paska kekalahan dalam suatu pertempuran pada tahun 201. Karena aksi pemberontakkan tersebut, Yu Jin lalu ditugaskan(oleh Cao Cao) untuk memimpin pasukan menghadapi Chang Xi. Setelah sempat dikepung oleh pasukan Yu Jin, pada akhirnya Chang Xi menyerah. Walaupun Chang Xi telah membina persahabatan yang cukup baik dengan Yu Jin, namun demi kedisiplinan, loyalitas, dan menjaga kredilibilitas dalam menjalankan tugas negara, pada akhirnya Yu Jin menjatuhkan (dengan berat hati) hukuman mati kepada Chang Xi. Untuk kontribusi dan jasa yang telah diberikan, Cao Cao menganugerahkan penghargaan kepada Yu Jin dengan promosi jabatan dan gelar kehormatan "General of Tiger's Might" (虎威將軍).
Paska kekalahan Cao Cao dalam pertempuran ChiBi, Chen Lan dan Mei Cheng (梅成) memimpin aksi pemberontakkan di daerah Lu(六縣)pada tahun 209. Untuk meredam aksi tersebut, Cao Cao mengirim 2 divisi pasukan, dimana pada divisi pasukan pertama dipimpin oleh Yu Jin dan Zang Ba untuk menhadapi pasukan pemberontak yang dipimpin oleh Mei Cheng, sedangkan Zhang Liao dan Zhang He, serta dibantu oleh Niu Gai (牛蓋) ditugaskan memimpin divisi pasukan kedua untuk menghadapi pasukan pemberontak yang dipimpin oleh Chen Lan.
Pada awal pertempuran, Mei Cheng sempat bersiasat dengan seakan menyerah ketika pasukan yang dipimpin Yu Jin dan Zang Ba tiba. Karena penyerahan tersebut, Yu Jin dan Zang Ba akhirnya menarik mundur pasukannya meninggalkan daerah Lu. Namun tak lama kemudian, Mei Cheng menghimpun kembali pasukannya dan lalu bergabung dengan pasukan Chen Lan menghadapi pasukan yang dipimpin oleh Zhang Liao, Zhang He, dan Niu Gai. Pada akhirnya pasukan pemberontak dapat dikalahkan dengan disertai tewasnya kedua pemimpin pemberontak. Atas kontribusinya meredam aksi pemberontak, Yu Jin memperoleh penambahan jumlah pendapatan dan tunjangan atas jabatannya/karir. Tak lama kemudian, Yu Jin memperoleh promosi jabatan dari Cao Cao dengan posisi sebagai “jenderal pasukan kiri” (General of the Left 左將軍).
Catatan karir militer dari Yu Jin sempat tercoreng, karena kegagalannya saat menjalankan tugas dalam pertempuran Fancheng. Kejadian tersebut berawal ketika Guan Yu (salah seorang jenderal andalan Liu Bei yang ditugaskan untuk menjaga wilayah propinsi Jing) memimpin penyerangan dan pengepungan terhadap kota Fancheng(樊)yang saat itu sedang dipertahankan oleh Cao Ren pada tahun 219. Untuk memperkuat pertahanan kota Fancheng, Cao Cao menugaskan Yu Jin dan Pang De untuk memimpin 7 divisi pasukan bantuan menuju ke kota Fan, namun hampir seluruh pasukan tersebut mengalami kerusakan parah akibat cuaca buruk (air bah sungai Han). Ketika Yu Jin dan sisa pasukannya berupaya menyelamatkan diri ke dataran yang lebih tinggi, mereka diserang oleh pasukan yang dipimpin oleh Guan Yu, sehingga kejadian tersebut menyebabkan Yu Jin harus menyerah dan menjadi tawanan, sedangkan Pang De tewas di hukum mati oleh Guan Yu karena ia tidak bersedia untuk menyerah. Berita kehancuran pasukan Yu Jin dan penyerahan dirinya mendapatkan reaksi keras dari Cao Cao.
Demi untuk mempertahankan kota Fancheng, pada akhirnya Cao Cao mengirim kembali pasukan bantuan kedua yang dipimpin oleh Xu Huang.
Paska kematian Guan Yu (setelah Guan Yu berhasil didesak mundur oleh gabungan pasukan Xu Huang dan Cao Ren, lalu kemudian menderita kekalahan telak dari pasukan Wu yang dipimpin oleh Lu Meng), Yu Jin dibebaskan sebagai tawanan, lalu dipindahkan ke wilayah Wu, dan diperlakukan layaknya seorang tamu kehormatan oleh Sun Quan. Namun selama berada di wilayah Wu, Yu Jin sering mendapat ejekan dan dipermalukan oleh Yu Fan (虞翻)(salah seorang pejabat yang mengabdi kepada Sun Quan).
Setelah Cao Pi meneruskan kekuasaan Cao Cao (paska wafatnya Cao Cao) pada tahun 220, dan mendirikan negara Cao Wei pada tahun 221, Sun Quan lalu membuat perdamaian dengan Cao Pi dan menyatakan seluruh wilayah pemerintahan otonomi yg dikuasainya adalah bagian dari wilayah negara Cao Wei. Salah satu wujud niat baik yang dilakukan Sun Quan pada saat itu adalah dengan mengirim balik Yu Jin kembali ke negara Cao Wei.
Walaupun Cao Pi telah memberikan pengampunan, bahkan telah mengembalikan posisi jabatan kepada Yu Jin dengan gelar "Jenderal yang mendamaikan perbatasan”(General Who Pacifies the Borders 安遠將軍), namun Yu Jin tidak dapat menahan penyesalan diri yang mendalam karena kegagalannya dalam pertempuran di Fancheng (pada saat ia bertemu dan menghadap Cao Pi).
Tak lama berselang, Cao Pi menugaskan Yu Jin sebagai duta utusannya ke pemerintah Wu. Namun sebelum menuju ke wilayah Jiandong, Cao Pi memberi perintah kepada Yu Jin untuk mengunjungi makam Cao Cao terlebih dahulu di Gaoling (高陵)(salah satu sudut daerah di kota Ye).
Paska kunjungannya ke makam Cao Cao, Yu Jin jatuh sakit dan akhirnya wafat pada tahun 221. Sebagai penghargaan terakhir, Cao Pi menganugerahkan Yu Jin dengan gelar "Marquis Li" ( 历侯).
Rumor beredar bahwa kematian Yu Jin adalah bagian siasat yang dilakukan oleh Cao Pi untuk menghukum sekaligus menyingkirkan Yu Jin secara tidak langsung. Cao Pi dengan sengaja memerintahkan pembangunan makam Cao Cao lengkap dengan lukisan kejadian pertempuran di Fancheng (dimana menceritakan kehancuran 7 divisi pasukan pemerintah akibat banjir sungai Han, yang disertai dengan gugurnya Pang De dan penyerahan diri Yu Jin kepada Guan Yu). Cao Pi yakin bahwa lukisan tersebut merupakan cara ampuh untuk menjatuhkan moral dan mental dari Yu Jin (yang saat itu sedang mengalami kondisi tekanan mental berat). Cara tersebut dilakukan oleh Cao Pi karena ia tidak ingin kehilangan pamornya sebagai kaisar, ketika ia menjatuhkan hukuman kepada seorang jenderal veteran (Yu Jin dipertimbangkan sebagai salah seorang jenderal veteran yang telah banyak memberikan jasa dan kontribusi selama masa kepemimpinan Cao Cao).
Tak lama berselang, Yu Jin mengajukan diri secara sukarela sebagai bagian dari pasukan yang dipimpin Wang Lang. Setelah menilai kelebihan dan potensi yang dimiliki oleh Yu Jin, Wang Lang lalu merekomendasikan Yu Jin kepada Cao Cao. Atas rekomendasi tersebut, Cao Cao menunjuk Yu Jin sebagai salah seorang komandan pasukan garis depan dengan jabatan setingkat mayor(司馬), saat Cao Cao menggelar agresi militer untuk menduduki daerah Guangwei(廣威), bagian dari wilayah provinsi Xu. Setelah daerah Guangwei(廣威) berhasil diduduki, Cao Cao kemudian menganugerahkan gelar kehormatan setara Komandan Xiànzhèn(陷陣都尉) kepada Yu Jin.
Saat terjadi perseteruan antara Cao Cao dengan Lü Bu (karena memperebutkan propinsi Yan) antara tahun 194-195, Yu Jin kembali mengukir prestasi dengan berhasil merusak barak pasukan milik Lü Bu yang berada di selatan sisi kota Puyang, serta mengalahkan pasukan Lü Bu yang dipimpin oleh Gao Ya (高雅) di Xuchang (須昌).Pasukan yang dipimpin oleh Yu Jin juga berhasil menyerang dan menduduki benteng pertahanan pasukan Lü Bu yang berada di daerah Shouzhang(壽張), daerah Dingtao(定陶), dan daerah Lihu (離狐).
Yu Jin juga turut memberikan kontribusi saat Cao Cao berhasil menduduki daerah Yongqiu(雍丘) setelah pasukannya berhasil menundukkan pasukan Zhang Chao dalam suatu pertempuran.
Pada tahun 196, Yu Jin dan pasukannya mendapat tugas untuk meredam sisa pemberontak sorban kuning yang dipimpin oleh Liu Pi dan Huang Shao (黃邵) di daerah Banliang(版梁). Ketika pasukan pemberontak yang dipimpin oleh Huang Shao mencoba untuk menyerang barak pasukan Cao Cao pada saat malam hari, serangan tersebut dapat diantisipasi oleh pasukan Yu Jin . Atas prestasi tersebut, Yu Jin memperoleh anugerah dari Cao Cao berupa promosi jabatan setingkat Kolonel (平虜校尉)
Pada tahun 197, Yu Jin dan pasukannya turut serta dalam pertempuran menghadapi pasukan Yuan Shao yang dipimpin oleh Qiao Rui di kota Ku (苦縣).Pada akhirnya pertempuran dimenangkan oleh pasukan Cao Cao, dimana Qiao Rui tewas dalam pertempuran tersebut bersama dengan 4 perwira pasukan lainnya.
Pada tahun yang sama, ketika terjadi pertempuran di Wancheng (pertempuran Wancheng/battle of Wancheng) dimana Cao Cao mengalami kekalahan karena serangan mendadak oleh Zhang Xiu. Pada saat sebagian besar pasukan Cao Cao harus menyingkir ke kota Wuyin (舞陰),hanya pasukan Yujin yang masih tertinggal di barisan akhir dengan tetap memberikan perlawanan sengit terhadap pasukan Zhang Xiu (yang berupaya melakukan pengejaran terhadap pasukan utama Cao Cao). Setelah yakin bahwa pasukan Zhang Xiu telah menghentikan pengejaran, Yu Jin memimpin sisa pasukannya menyusul ke kota Wuyin untuk bergabung kembali dengan pasukan utama Cao Cao. Di tengah perjalanan, pasukan Yu Jin bertemu dengan sekelompok rakyat sipil yang terluka, ketika mengetahui bahwa divisi pasukan Qingzhou (mantan gerombolan sorban kuning yang telah menjadi salah satu bagian dari pasukan Cao Cao) telah melakukan perampasan dan penganiayaan terhadap mereka, Yu Jin (dengan penuh amarah) segera menghadang konvoi pasukan Qingzhou, dan lalu memberi hukuman atas perbuatan mereka. Setibanya Yu Jin dan pasukannya di Wuyin, Yu Jin segera mengkoordinasi persiapan pertahanan kota (dengan tujuan untuk mengantisipasi serangan mendadak oleh pasukan Zhang Xiu) tanpa melapor terlebih dahulu kedatangan pasukannya kepada Cao Cao. Berkat pengabdiannya yang tulus dan penuh dedikasi, serta loyalitas yang tinggi, pada akhirnya Yu Jin mendapatkan pujian dan penghargaan dari Cao Cao, meskipun telah melanggar aturan yang berlaku, serta laporan (palsu) tentang kesewenangannya terhadap divisi pasukan Qingzhou. Kebijaksanaan Cao Cao telah melihat kebenaran. Atas kontribusinya dalam pertempuran Wancheng, Yu Jin memperoleh penghargaan gelar "Marquis of Yishou Village" (益壽亭侯).
Pada tahun 198, Yu Jin turut serta juga dengan sejumlah kampanye militer yang digelar oleh Cao Cao, antara lain: ketika kembali menghadapi pasukan Zhang Xiu di daerah Rang (穰縣), lalu menyusul kemudian pengepungan terhadap pasukan Lü Bu di kota Xiapi (the battle of Xiapi). Paska kematian Lü Bu pada tahun 199, Yu Jin kembali memberikan kontribusi kemenangan untuk Cao Cao saat ia ditugaskan mendampingi Shi Huan (史渙) dan Cao Ren untuk memimpin pasukan menghadapi pasukan Sui Gu di daerah Shequan (射犬).
Pada tahun 200, saat awal pertempuran antara Cao Cao dengan Yuan Shao di daerah Guandu(官渡), Yu Jin mengajukan diri secara sukarela sebagai komandan pasukan pelopor. Cao Cao yang terkesan dengan keberaniannya, lalu menugaskan Yu Jin dengan kekuatan 2 ribu pasukan untuk menempati pos pertahanan di lokasi perlintasan Yan (延津).
Ketika Cao Cao memimpin langsung penyerangan terhadap Liu Bei di propinsi Xu (paska Liu Bei menyingkirkan Che Zhou (車冑)(Gubernur propinsi Xu yang baru ditunjuk oleh Cao Cao), dan lalu menduduki kembali kota Xiapi), Yuan Shao sempat mengirimkan pasukan untuk menyerang pos pertahanan pasukan Yu Jin di perlintasan Yan(延津), namun serangan tersebut dapat dibendung oleh Yu Jin dengan baik. Tak lama berselang, Yu Jin dan Yue Jin memimpin kekuatan 5 ribu pasukan melakukan penyerangan terhadap banyak barak pertahanan pasukan Yuan Shao yang berada di sepanjang tepi aliran sungai kuning hingga ke daerah Ji (汲)dan daerah Huojia(獲嘉).Agresi pasukan mereka telah menyebabkan kerusakan parah sekitar 30 barak pasukan dengan disertai korban ribuan jumlah pasukan Yuan Shao yang tertawan ataupun gugur. Yu Jin dan Yue Jin juga telah berhasil menawan sekitar 20 orang perwira pasukan Yuan Shao( termasuk 2 jenderal pasukan Yuan Shao yang bernama He Mao (何茂) dan Wang Mo (王摩))
Untuk mempertahankan daerah Yuanwu (原武)dari serangan pasukan Yuan Shao, Cao Cao lalu menugaskan Yu Jin dan pasukannya untuk menempati pos pertahanan tersebut. Prestasi lain yang berhasil diukir oleh Yu Jin adalah dengan berhasil menduduki pos pertahanan pasukan Yuan Shao yang berada di daerah perlintasan Dushi(杜氏津). Atas jasa tersebut, Yu Jin mendapatkan promosi jabatan setara mayor jenderal (裨将军), dan ia lalu dipindah tugaskan ke Guandu untuk mendampingi Cao Cao.
Ketika berlangsungnya pertempuran Guandu, ketangguhan Yu Jin kembali teruji saat pasukan pemanah Yuan Shao menyerang barak pasukan Cao Cao dengan hujan panah(ketika itu, pasukan pemanah Yuan Shao mendirikan menara panggung diatas timbunan tanah yang membentuk bukit kecil, lalu para pemanah mnggunakan menara tersebut sebagai tempat untuk menembakkan ratusan anak panah ke arah pasukan Cao Cao). Serangan hujan panah tersebut menyebabkan banyak jatuh korban dalam pasukan Cao Cao, sehingga hal tersebut menjatuhkan mental tempur hampir seluruh pasukan. Namun hal tersebut tidak meluluhkan mental dan keberanian Yu Jin untuk tetap bertahan dan terus memberikan serangan balasan terhadap pasukan Yuan Shao. Berkat ketangguhan dan keberanian yang telah menjadi teladan untuk seluruh pasukan selama pertempuran di Guandu, Yu Jin memperoleh penghargaan dari Cao Cao berupa promosi jabatan setara Letnan Jenderal(偏將軍). Promosi tersebut diberikan sebagai bentuk hadiah dan penghargaan paska kemenangan Cao Cao dalam pertempuran Guandu.
Paska Cao Cao berhasil menduduki propinsi Ji pada tahun 206, tak lama berselang, Chang Xi (昌豨)<salah seorang mantan jenderal pasukan yang setia kepada Yuan Shao> memimpin pemberontakkan. Chang Xi dan pasukannya sempat menyerah kepada Cao Cao paska kekalahan dalam suatu pertempuran pada tahun 201. Karena aksi pemberontakkan tersebut, Yu Jin lalu ditugaskan(oleh Cao Cao) untuk memimpin pasukan menghadapi Chang Xi. Setelah sempat dikepung oleh pasukan Yu Jin, pada akhirnya Chang Xi menyerah. Walaupun Chang Xi telah membina persahabatan yang cukup baik dengan Yu Jin, namun demi kedisiplinan, loyalitas, dan menjaga kredilibilitas dalam menjalankan tugas negara, pada akhirnya Yu Jin menjatuhkan (dengan berat hati) hukuman mati kepada Chang Xi. Untuk kontribusi dan jasa yang telah diberikan, Cao Cao menganugerahkan penghargaan kepada Yu Jin dengan promosi jabatan dan gelar kehormatan "General of Tiger's Might" (虎威將軍).
Paska kekalahan Cao Cao dalam pertempuran ChiBi, Chen Lan dan Mei Cheng (梅成) memimpin aksi pemberontakkan di daerah Lu(六縣)pada tahun 209. Untuk meredam aksi tersebut, Cao Cao mengirim 2 divisi pasukan, dimana pada divisi pasukan pertama dipimpin oleh Yu Jin dan Zang Ba untuk menhadapi pasukan pemberontak yang dipimpin oleh Mei Cheng, sedangkan Zhang Liao dan Zhang He, serta dibantu oleh Niu Gai (牛蓋) ditugaskan memimpin divisi pasukan kedua untuk menghadapi pasukan pemberontak yang dipimpin oleh Chen Lan.
Pada awal pertempuran, Mei Cheng sempat bersiasat dengan seakan menyerah ketika pasukan yang dipimpin Yu Jin dan Zang Ba tiba. Karena penyerahan tersebut, Yu Jin dan Zang Ba akhirnya menarik mundur pasukannya meninggalkan daerah Lu. Namun tak lama kemudian, Mei Cheng menghimpun kembali pasukannya dan lalu bergabung dengan pasukan Chen Lan menghadapi pasukan yang dipimpin oleh Zhang Liao, Zhang He, dan Niu Gai. Pada akhirnya pasukan pemberontak dapat dikalahkan dengan disertai tewasnya kedua pemimpin pemberontak. Atas kontribusinya meredam aksi pemberontak, Yu Jin memperoleh penambahan jumlah pendapatan dan tunjangan atas jabatannya/karir. Tak lama kemudian, Yu Jin memperoleh promosi jabatan dari Cao Cao dengan posisi sebagai “jenderal pasukan kiri” (General of the Left 左將軍).
Catatan karir militer dari Yu Jin sempat tercoreng, karena kegagalannya saat menjalankan tugas dalam pertempuran Fancheng. Kejadian tersebut berawal ketika Guan Yu (salah seorang jenderal andalan Liu Bei yang ditugaskan untuk menjaga wilayah propinsi Jing) memimpin penyerangan dan pengepungan terhadap kota Fancheng(樊)yang saat itu sedang dipertahankan oleh Cao Ren pada tahun 219. Untuk memperkuat pertahanan kota Fancheng, Cao Cao menugaskan Yu Jin dan Pang De untuk memimpin 7 divisi pasukan bantuan menuju ke kota Fan, namun hampir seluruh pasukan tersebut mengalami kerusakan parah akibat cuaca buruk (air bah sungai Han). Ketika Yu Jin dan sisa pasukannya berupaya menyelamatkan diri ke dataran yang lebih tinggi, mereka diserang oleh pasukan yang dipimpin oleh Guan Yu, sehingga kejadian tersebut menyebabkan Yu Jin harus menyerah dan menjadi tawanan, sedangkan Pang De tewas di hukum mati oleh Guan Yu karena ia tidak bersedia untuk menyerah. Berita kehancuran pasukan Yu Jin dan penyerahan dirinya mendapatkan reaksi keras dari Cao Cao.
Demi untuk mempertahankan kota Fancheng, pada akhirnya Cao Cao mengirim kembali pasukan bantuan kedua yang dipimpin oleh Xu Huang.
Paska kematian Guan Yu (setelah Guan Yu berhasil didesak mundur oleh gabungan pasukan Xu Huang dan Cao Ren, lalu kemudian menderita kekalahan telak dari pasukan Wu yang dipimpin oleh Lu Meng), Yu Jin dibebaskan sebagai tawanan, lalu dipindahkan ke wilayah Wu, dan diperlakukan layaknya seorang tamu kehormatan oleh Sun Quan. Namun selama berada di wilayah Wu, Yu Jin sering mendapat ejekan dan dipermalukan oleh Yu Fan (虞翻)(salah seorang pejabat yang mengabdi kepada Sun Quan).
Setelah Cao Pi meneruskan kekuasaan Cao Cao (paska wafatnya Cao Cao) pada tahun 220, dan mendirikan negara Cao Wei pada tahun 221, Sun Quan lalu membuat perdamaian dengan Cao Pi dan menyatakan seluruh wilayah pemerintahan otonomi yg dikuasainya adalah bagian dari wilayah negara Cao Wei. Salah satu wujud niat baik yang dilakukan Sun Quan pada saat itu adalah dengan mengirim balik Yu Jin kembali ke negara Cao Wei.
Walaupun Cao Pi telah memberikan pengampunan, bahkan telah mengembalikan posisi jabatan kepada Yu Jin dengan gelar "Jenderal yang mendamaikan perbatasan”(General Who Pacifies the Borders 安遠將軍), namun Yu Jin tidak dapat menahan penyesalan diri yang mendalam karena kegagalannya dalam pertempuran di Fancheng (pada saat ia bertemu dan menghadap Cao Pi).
Tak lama berselang, Cao Pi menugaskan Yu Jin sebagai duta utusannya ke pemerintah Wu. Namun sebelum menuju ke wilayah Jiandong, Cao Pi memberi perintah kepada Yu Jin untuk mengunjungi makam Cao Cao terlebih dahulu di Gaoling (高陵)(salah satu sudut daerah di kota Ye).
Paska kunjungannya ke makam Cao Cao, Yu Jin jatuh sakit dan akhirnya wafat pada tahun 221. Sebagai penghargaan terakhir, Cao Pi menganugerahkan Yu Jin dengan gelar "Marquis Li" ( 历侯).
Rumor beredar bahwa kematian Yu Jin adalah bagian siasat yang dilakukan oleh Cao Pi untuk menghukum sekaligus menyingkirkan Yu Jin secara tidak langsung. Cao Pi dengan sengaja memerintahkan pembangunan makam Cao Cao lengkap dengan lukisan kejadian pertempuran di Fancheng (dimana menceritakan kehancuran 7 divisi pasukan pemerintah akibat banjir sungai Han, yang disertai dengan gugurnya Pang De dan penyerahan diri Yu Jin kepada Guan Yu). Cao Pi yakin bahwa lukisan tersebut merupakan cara ampuh untuk menjatuhkan moral dan mental dari Yu Jin (yang saat itu sedang mengalami kondisi tekanan mental berat). Cara tersebut dilakukan oleh Cao Pi karena ia tidak ingin kehilangan pamornya sebagai kaisar, ketika ia menjatuhkan hukuman kepada seorang jenderal veteran (Yu Jin dipertimbangkan sebagai salah seorang jenderal veteran yang telah banyak memberikan jasa dan kontribusi selama masa kepemimpinan Cao Cao).
---000---
Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
Sumber: Wikipedia

Komentar
Posting Komentar