Yue Jin (乐进) (...- 218) Komandan pasukan pemerintahan Han timur

Yue Jin(乐进), dengan nama lengkap Wenqian (文谦), adalah salah seorang Jenderal pasukan yang diandalkan oleh Cao Cao karena keberanian dan ketangguhannya dalam bertarung (meskipun berperawakan tubuh yang pendek), sehingga ia sering ditugaskan oleh Cao Cao sebagai komandan pasukan pelopor/garis depan. 
Tercatat bahwa Yue Jin berasal dari wilayah Yangping (陽平郡)
Pada awal karirnya, Yue Jin adalah pejabat administrasi yang mengawasi persediaan logistik pasukan Cao Cao.

Ketika Cao Cao bergabung dengan koalisi anti Dong Zhuo, Yue Jin ditugaskan merekrut prajurit baru untuk menambah kekuatan pasukan Cao Cao. Karena berjasa merekrut 1 ribu prajurit baru dalam waktu singkat, maka ia ditunjuk oleh Cao Cao sebagai komandan pasukan (陷陣都尉) dengan jabatan setara dengan Mayor(司馬).
Pada tahun 194, ketika Cao Cao memimpin pasukan menyerang posisi LuBu dengan tujuan untuk merebut kembali propinsi Yan (yang berhasil diduduki LuBu pada saat Cao Cao sedang memimpin kampanye militer menyerang propinsi Xu). Ketika itu, Yue Jin dan Cao Hong ditugaskan sebagai komandan pasukan garis depan.
Yue Jin kembali bertugas sebagai komandan pasukan garis depan ketika terjadi pertempuran antara pasukan Cao Cao dengan pasukan Zhang Chao di daerah Yongqiu (雍丘), dan berlanjut pada pertempuran menghadapi pasukan Qiao Rui di distrik Ku (苦縣). Atas kontribusinya dalam kedua pertempuran tersebut, Yue Jin mendapat anugerah gelar "Marquis of Guangchang Village" (廣昌亭侯).
Yue Jin turut mendampingi Cao Cao dalam pertempuran Wancheng (battle of Wancheng), walaupun ketika itu Cao Cao mengalami kekalahan saat berseteru dengan Zhang Xiu. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diharapkan, Cao Cao lalu mengirim utusan untuk menjalin persekutuan dengan Zhang Xiu (pada akhirnya Zhang Xiu bersedia menerima tawaran dari Cao Cao, setelah ia mendapat nasihat dari Jia Xu). Siasat tersebut dilakukan oleh Cao Cao karena pada saat yang sama ia harus mengalihkan kekuatan pasukannya untuk menghadapi pasukan LuBu di propinsi Xu (ketika Liu Bei meminta bantuan kepada Cao Cao untuk mempertahankan kota Xiaopei 小沛).
Pada saat Cao Cao memimpin langsung pengepungan terhadap LuBu dan pasukannya di kota Xiapi (pertempuran Xiapi/ battle of Xiapi), Yue Jin memberikan kontribusinya dengan mengalahkan barisan pasukan LuBu yang berada di luar benteng pertahanan kota Xiapi.
Paska kematian LuBu, Yue Jin ditugaskan untuk menjaga daerah perbatasan pada saat kondisi ketegangan antara Cao Cao dengan Yuan Shao semakin memuncak.
Legenda mencatat bahwa ketegangan antara Yuan Shao dengan Cao Cao telah terjadi sejak tahun 197 hingga tahun 199 (sebelum terjadinya pertempuran Guandu), kondisi tersebut sempat menyebabkan Zhang Yang (张杨)<kepala daerah dari salah satu wilayah di propinsi Bing> menjadi bimbang untuk memutuskan kepada siapa ia harus berpihak/bersekutu ( Cao Cao ataukah Yuan Shao).
Ketika Zhang Yang menugaskan Yang Chao(杨丑)<salah seorang jenderal pasukannya> memimpin pasukan untuk menolong LuBu (yang pada saat itu sedang bertahan dari kepungan pasukan Cao Cao), tugas tersebut ditolak oleh Yang Chao. Karena hal tersebut, Yang Chao dituding sebagai pembangkang sehingga timbul ketegangan yang berujung pada tewasnya Zhang Yang(dibunuh oleh Yang Chao). Yang Chao yang sejak awal telah memihak kepada Cao Cao, akhirnya memutuskan untuk bergabung ke kubu Cao Cao.
Ketika Yang Chao sedang dalam perjalanan(melarikan diri) untuk bergabung dengan Cao Cao (sambil membawa penggalan kepala Zhang Yang), Sui Gu (眭固)(salah seorang jenderal pasukan Zhang Yang yang lain) segera memimpin pengejaran dan penghadangan perjalanan Yang Chao. Pada akhirnya, Yang Chao tewas terbunuh dalam penghadangan tersebut. Setelah Yue Jin mendengar berita kejadian tersebut, ia lalu segera memimpin pasukannya untuk menghadang pasukan Sui Gu yang sedang dalam perjalanan ke wilayah utara untuk bergabung dengan Yuan Shao. Pada aksi penghadangan tersebut, Sui Gu tewas terbunuh, dan Yue Jin lalu mengambil alih kepemimpinan sisa pasukan Sui Gu yang menyerah.
Tak lama kemudian, Yue Jin dan gabungan pasukan barunya menuju ke propinsi Xu untuk bergabung kembali dengan pasukan utama Cao Cao yang sedang dalam perjalanan untuk menyerang posisi Liu Bei. Pada akhirnya propinsi Xu dapat diduduki kembali oleh Cao Cao setelah pasukan Liu Bei berhasil ditundukkan (Liu Bei dan sisa pengikutnya menyingkir ke utara untuk mencari perlindungan kepada Yuan Shao, sedangkan Guan Yu berhasil tertangkap). Untuk seluruh jasa dan kontribusinya tersebut, Yue Jin memperoleh promosi jabatan setingat Kolonel (討寇校尉).    
Pada masa awal pertempuran di Guandu (battle of Guandu) berlangsung, Yue Jin berhasil merekrut beberapa ribu prajurit baru untuk menambah jumlah pasukan yang dipimpinnya bersama dengan Yu Jin  <mereka berkemah di sekitar daerah Yan Ford (延津)>. Sebelum pasukan utama yang dipimpin langsung oleh Cao Cao tiba di garis depan, pasukan yang dipimpin oleh Yue Jin dan Yu Jin (yang berjumlah sekitar 5000 prajurit) berhasil menyerang banyak barak pasukan Yuan Shao di sepanjang daerah pesisir sungai Kuning, bahkan pasukan mereka mampu menjangkau dan menyerang beberapa barak pasukan Yuan Shao yang berada disekitar daerah Huojia (獲嘉)<berlokasi di seberang sungai kuning). Berkat aksi yang dilakukan oleh pasukan yang dipimpin Yue Jin dan Yu Jin, hampir sebanyak 30 barak pasukan Yuan Shao mengalami kerusakan (terbakar), disertai dengan banyaknya jumlah prajurit Yuan shao yang tewas, dan hampir 20 orang perwira/komandan pasukan berhasil ditangkap < 2 perwira tinggi dari antara 20 perwira tersebut yang berhasil ditangkap, bernama He Mao(何茂) dan Wang Mo (王摩)> 
Ketika Cao Cao memimpin langsung serangan ke gudang logistik milik pasukan Yuan Shao di daerah Wuchao(), Yue Jin turut serta mendampingi Cao Cao sebagai komandan pasukan garis depan. Chunyu Qiong (淳于) (jenderal/komandan pasukan yang ditugaskan oleh Yuan Shao untuk menjaga Wuchao) berupaya mempertahankan Wuchao dengan jumlah pasukan yang besar, namun ia dan pasukannya berhasil dikalahkan oleh pasukan yang dipimpin oleh Yue Jin. Dalam peristiwa tersebut, Cunyu Qiong berhasil ditangkap dan akhirnya dieksekusi mati.
Ketika Cao Cao menggelar kampanye militer ke utara untuk mengakhiri sisa kekuatan keluarga Yuan, pasukan Cao Cao sempat mengalami kondisi yang sulit saat menghadapi pasukan Yuan Shang dalam pertempuran Liyang (the Battle of Liyang (黎陽)). Namun setelah pasukan Yue Jin berhasil mengalahkan pasukan Yan Jing (salah seorang jenderal pasukan andalan dari Yuan Shang), hal tersebut menciutkan moral tempur Yuan bersaudara, sehingga mereka memutuskan untuk menarik mundur pasukannya, dan lalu meninggalkan medan pertempuran. Atas prestasi tersebut, Yue Jin memperoleh promosi jabatan sebagai “Jenderal pasukan gerilya”(游擊將軍).
Pada saat Cao Cao sedang memimpin pengepungan terhadap Yuan Tan dan pasukannya yang sedang bertahan di kota Nanpi (peristiwa pertempuran Nanpi/ the battle of Nanpi). Karena kekokohan pertahanan pasukan Yuan Tan, hal tersebut menyebabkan banyaknya jumlah pasukan elit kavaleri milik Cao Cao yang gugur (pasukan elit kavaleri tersebut bernama: pasukan harimau dan macan tutul/ the Tiger and Leopard Cavalry (虎豹騎)). Untuk mencegah jatuhnya korban pasukan lebih banyak, Yue Jin dan pasukannya berhasil menerobos tembok benteng pertahanan dengan memanjat, dan lalu berhasil membuka gerbang benteng pertahanan di sisi timur, sehingga hal tersebut menyebabkan kekalahan pasukan Yuan Tan. Dalam pertempuran tersebut, Yuan Tan tewas terbunuh.
Atas seluruh jasa dan kontribusinya selama kampanye militer ke wilayah utara, Yue Jin memperoleh anugerah dari kaisar Xian (berdasarkan pesan resmi dari Cao Cao) berupa promosi jabatan sebagai Jenderal pasukan penenteram” (折衝將軍) pada tahun 206.
Pada saat Gao Gan (penguasa propinsi Bing, dan juga salah seorang keponakan dari Yuan Shao) memimpin kembali pemberontakan, Yue Jin ditugaskan memimpin pasukan untuk meredakan pemberontakan tersebut. Karena terdesak dalam pertempuran, Gao Gan dan pasukannya lalu mundur dan bertahan di daerah Hu Pass(壺關).Walaupun pasukan Yue Jin lebih unggul, namun Yue Jin mengalami kesulitan menerobos pertahanan pasukan Gao Gan. Pada akhirnya pasukan Gao Gan dapat ditundukkan setelah tiba bantuan pasukan yang dipimpin langsung oleh Cao Cao. Paska kekalahan Gao Gan, seluruh wilayah propinsi Bing jatuh dalam kekuasaan Cao Cao. Gao Gan tewas dihadang oleh pasukan Cao Cao (yang sedang melakukan pengejaran)saat menuju ke propinsi Jing dalam upaya untuk mencari perlindungan
Tak lama berselang, Yue Jin ditugaskan bersama dengan Zhang He dan Li Dian memimpin pasukan pelopor(pasukan garis depan) untuk menghadapi gerombolan penyamun yang dipimpin oleh Guan Cheng (管承). Pada akhirnya Guan Cheng dan pengikutnya berhasil ditundukkan.
Karena wilayah di selatan masih belum berhasil dikuasai sepenuhnya oleh Cao Cao, Yue Jin ditugaskan oleh Cao Cao untuk menempati pos pertahanan di daerah Yangdi (陽翟).
Pada tahun 208, Yue Jin ditugaskan untuk menjaga pertahanan kota Xiangyang saat Cao Cao dan sisa pasukan lainnya mundur kembali menuju ke ibukota XuChang, paska kekalahan telak menghadapii aliansi Sun Quan dan Liu Bei dalam pertempuran ChiBi (the battle of ChiBi). Ketika itu, kota Xiangyang merupakan gudang penyimpanan logistik untuk beberapa pos/barak pertahanan pasukan Cao Cao, salah satunya adalah pos pertahanan di kota Jiangling yang sedang dipertahankan oleh Cao Ren. Ketika Zhou Yu (panglima perang yang mendapat mandat dari Sun Quan) memimpin serangan balik terhadap kota Jiangling, dan pada saat yang sama, Guan Yu (salah seorang jenderal pasukan yang mengabdi kepada Liu Bei) berupaya untuk memutus rute pendistribusian logistik dari Xiangyang ke Jiangling, namun upaya tersebut dapat digagalkan oleh Yue Jin setelah pasukan yang dipimpinnya berhasil memukul mundur Guan Yu dan pasukannya. Hal serupa terulang, dimana Yue Jin dan pasukannya berhasil kembali memukul mundur Guan Yu dan pasukannya yang sedang berupaya membendung aliran sungai yang melalui kota Xiangyang.
Ketika Cao Ren sedang berupaya mempertahankan kota Jiangling, Yue Jin dan pasukannya sempat memetik kemenangan dalam beberapa pertempuran dengan pasukan Liu Bei di sepanjang daerah antara kota Xiangyang menuju ke kota Jiangling, serta berhasil mendesak Du Pu (杜普) dan Liang Da (梁大) <dua komandan pasukan yang dipercaya oleh Liu Bei untuk menjaga daerah Linju (臨沮) and Jingyang (旌陽)>  untuk menyerah kalah. Namun sangat disayangkan, seluruh kontribusi tersebut tidak dapat menahan keputusan Cao Cao untuk menarik mundur seluruh pasukannya, dan lalu melepaskan propinsi Jing ke tangan Sun Quan.
Tak lama setelah meraih kemenangan dalam pertempuran Jiangling pada tahun 208, Sun Quan memimpin sendiri penyerangan terhadap daerah Hefei. Untuk membendung serangan tersebut, Yue Jin ditugaskan kembali bersama beberapa jenderal pasukan lainnya untuk memimpin pasukan menuju ke Hefei. Saat mendengar kabar bahwa Cao Cao akan memimpin langsung pasukannya untuk mempertahankan Hefei, Sun Quan lalu memutuskan untuk menarik mundur seluruh pasukannya kembali ke Jiandong. Paska mundurnya pasukan Sun Quan, Cao Cao menunjuk Yue Jin beserta Zhang Liao dan Li Dian untuk menjaga daerah Hefei dengan kekuatan 7 ribu pasukan.
Ketika pasukan yang dipimpin oleh Xiahou Dun tidak dapat menahan laju pergerakan pasukan Sun Quan ( bertujuan untuk menyerang daerah Hefei untuk kedua kali), Cao Cao menugaskan Xue Ti (薛悌) dan pasukan tambahan menuju ke Hefei < Xue Ti diutus untuk membawakan pesan tertulis yang ditujukan kepada ketiga jenderal yang menjaga pertahanan Hefei>. Pada saat pasukan Sun Quan tiba dan mengepung benteng pertahanan Hefei, lewat isi perintah yang tertulis dalam pesan tersebut, Cao Cao menugaskan Yue Jin dan Xue Ti untuk memimpin pasukan mempertahankan benteng kota, sedangkan Zhang Liao dan Li Dian ditugaskan memimpin 800 prajurit pilihan untuk menghadapi pasukan Sun Quan di luar tembok benteng pertahanan.
Setelah melalui awal pertempuran yang sengit, pada akhirnya Sun Quan harus menerima kekalahan telak dengan menarik mundur kembali sisa pasukannya. Kekalahan Sun Quan disebabkan karena pasukannya terserang dahsyat oleh wabah penyakit (sehingga Sun Quan kehilangan banyak jumlah pasukan), disertai kegagalan pasukannya menerobos dinding benteng pertahanan kota Hefei.
Ketika Sun Quan dan sisa pasukannya (diperkirakan hanya berjumlah sekitar 1000 prajurit) harus mundur hingga di sisi utara daerah Xiaoyao Ford (逍遥津), Zhang Liao tidak menunda kesempatan tersebut untuk melakukan pengejaran dan serangan balik dengan pasukan kavaleri <dimana Sun Quan hampir terbunuh dalam serangan balik tersebut, namun berhasil lolos dan selamat berkat pertolongan dari salah seorang jenderalnya yang bernama Lin Tong>. Pertempuran tersebut dikenal dengan nama pertempuran Xiaoyao Ford.
Berkat jasa dan kontribusinya mempertahankan daerah Hefei, Cao Cao menganugerahkan kehormatan kepada Yue jin sebagai “jenderal pasukan kanan"(General of the Right) (右將軍).
 Yue Jin wafat pada tahun 218. Tidak ada catatan resmi penyebab kematiannya. Atas jasanya, ia memperoleh anugerah gelar "Marquis Wei" (威侯).

---000---

Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
Sumber: Wikipedia

Komentar