Yue Jin(乐进), dengan nama lengkap Wenqian (文谦), adalah salah
seorang Jenderal pasukan yang diandalkan oleh Cao Cao karena keberanian dan
ketangguhannya dalam bertarung (meskipun berperawakan tubuh yang pendek), sehingga ia sering
ditugaskan oleh Cao Cao sebagai komandan pasukan pelopor/garis depan.
Tercatat bahwa Yue Jin berasal dari wilayah Yangping (陽平郡).
Pada awal karirnya, Yue Jin adalah pejabat administrasi yang mengawasi persediaan logistik pasukan Cao Cao.
Ketika Cao Cao bergabung dengan koalisi anti Dong Zhuo, Yue Jin ditugaskan merekrut prajurit baru untuk menambah
kekuatan pasukan Cao Cao. Karena berjasa merekrut 1 ribu prajurit baru dalam
waktu singkat, maka ia ditunjuk oleh Cao Cao sebagai komandan pasukan (陷陣都尉)
dengan jabatan setara dengan Mayor(司馬).
Pada tahun 194, ketika Cao Cao memimpin
pasukan menyerang posisi LuBu dengan tujuan untuk merebut kembali propinsi Yan
(yang berhasil diduduki LuBu pada saat Cao Cao sedang memimpin kampanye militer
menyerang propinsi Xu). Ketika itu, Yue Jin dan Cao Hong ditugaskan sebagai
komandan pasukan garis depan.
Yue Jin kembali bertugas sebagai komandan
pasukan garis depan ketika terjadi pertempuran antara pasukan Cao Cao dengan
pasukan Zhang
Chao di daerah Yongqiu (雍丘), dan berlanjut pada pertempuran menghadapi
pasukan Qiao
Rui di distrik Ku (苦縣). Atas kontribusinya dalam kedua
pertempuran tersebut, Yue Jin mendapat anugerah gelar "Marquis
of Guangchang Village" (廣昌亭侯).
Yue Jin turut
mendampingi Cao Cao dalam pertempuran
Wancheng (battle of Wancheng), walaupun ketika itu Cao Cao mengalami
kekalahan saat berseteru dengan Zhang Xiu. Untuk mengantisipasi hal yang tidak
diharapkan, Cao Cao lalu mengirim utusan untuk menjalin persekutuan dengan
Zhang Xiu (pada akhirnya Zhang Xiu bersedia menerima tawaran
dari Cao Cao, setelah ia mendapat nasihat dari Jia Xu). Siasat tersebut dilakukan oleh Cao Cao karena pada saat yang sama ia
harus mengalihkan kekuatan pasukannya untuk menghadapi pasukan LuBu di propinsi
Xu (ketika Liu Bei meminta bantuan kepada Cao Cao untuk mempertahankan kota
Xiaopei 小沛).
Pada saat Cao Cao
memimpin langsung pengepungan terhadap LuBu dan pasukannya di kota Xiapi (pertempuran Xiapi/ battle of Xiapi),
Yue Jin memberikan kontribusinya dengan mengalahkan barisan pasukan LuBu yang berada
di luar benteng pertahanan kota Xiapi.
Paska kematian LuBu, Yue
Jin ditugaskan untuk menjaga daerah perbatasan pada saat kondisi ketegangan
antara Cao Cao dengan Yuan Shao semakin memuncak.
Legenda mencatat bahwa
ketegangan antara Yuan Shao dengan Cao Cao telah terjadi sejak tahun 197 hingga
tahun 199 (sebelum terjadinya pertempuran Guandu), kondisi tersebut sempat menyebabkan
Zhang Yang (张杨)<kepala daerah dari salah satu wilayah di propinsi Bing> menjadi bimbang untuk memutuskan kepada siapa ia harus berpihak/bersekutu
( Cao Cao ataukah Yuan Shao).
Ketika Zhang Yang menugaskan Yang Chao(杨丑)<salah seorang jenderal pasukannya> memimpin pasukan untuk menolong LuBu (yang pada saat itu sedang bertahan
dari kepungan pasukan Cao Cao), tugas tersebut ditolak oleh Yang Chao. Karena
hal tersebut, Yang Chao dituding sebagai pembangkang sehingga timbul ketegangan
yang berujung pada tewasnya Zhang Yang(dibunuh oleh Yang Chao). Yang Chao yang
sejak awal telah memihak kepada Cao Cao, akhirnya memutuskan untuk bergabung ke
kubu Cao Cao.
Ketika Yang Chao sedang
dalam perjalanan(melarikan diri) untuk bergabung dengan Cao Cao (sambil membawa
penggalan kepala Zhang Yang), Sui Gu (眭固)(salah seorang jenderal pasukan Zhang Yang yang lain) segera memimpin pengejaran dan penghadangan perjalanan Yang Chao. Pada
akhirnya, Yang Chao tewas terbunuh dalam penghadangan tersebut. Setelah Yue Jin
mendengar berita kejadian tersebut, ia lalu segera memimpin pasukannya untuk
menghadang pasukan Sui Gu yang sedang dalam perjalanan ke wilayah utara untuk
bergabung dengan Yuan Shao. Pada aksi penghadangan tersebut, Sui Gu tewas
terbunuh, dan Yue Jin lalu mengambil alih kepemimpinan sisa pasukan Sui Gu yang
menyerah.
Tak lama kemudian, Yue
Jin dan gabungan pasukan barunya menuju ke propinsi Xu untuk bergabung kembali dengan
pasukan utama Cao Cao yang sedang dalam perjalanan untuk menyerang posisi Liu
Bei. Pada akhirnya propinsi Xu dapat diduduki kembali oleh Cao Cao setelah pasukan
Liu Bei berhasil ditundukkan (Liu Bei dan sisa pengikutnya menyingkir ke utara
untuk mencari perlindungan kepada Yuan Shao, sedangkan Guan Yu berhasil
tertangkap). Untuk seluruh jasa dan kontribusinya tersebut, Yue Jin memperoleh promosi
jabatan setingat Kolonel (討寇校尉).
Pada masa awal
pertempuran di Guandu (battle of Guandu) berlangsung, Yue Jin berhasil merekrut
beberapa ribu prajurit baru untuk menambah jumlah pasukan yang dipimpinnya
bersama dengan Yu Jin <mereka berkemah di sekitar
daerah Yan Ford (延津)>. Sebelum pasukan utama yang dipimpin langsung oleh Cao Cao tiba di garis
depan, pasukan yang dipimpin oleh Yue Jin dan Yu Jin (yang berjumlah sekitar 5000
prajurit) berhasil menyerang banyak barak pasukan Yuan Shao di sepanjang daerah
pesisir sungai Kuning, bahkan pasukan mereka mampu menjangkau dan menyerang
beberapa barak pasukan Yuan Shao yang berada disekitar daerah Huojia
(獲嘉)<berlokasi
di seberang sungai kuning). Berkat
aksi yang dilakukan oleh pasukan yang dipimpin Yue Jin dan Yu Jin, hampir
sebanyak 30 barak pasukan Yuan Shao mengalami kerusakan (terbakar), disertai
dengan banyaknya jumlah prajurit Yuan shao yang tewas, dan hampir 20 orang
perwira/komandan pasukan berhasil ditangkap < 2 perwira tinggi dari antara 20
perwira tersebut yang berhasil ditangkap, bernama He Mao(何茂) dan Wang Mo (王摩)>
Ketika Cao Cao memimpin
langsung serangan ke gudang logistik milik pasukan Yuan Shao di daerah Wuchao(烏巢),
Yue Jin turut serta mendampingi Cao Cao
sebagai komandan pasukan garis depan. Chunyu Qiong (淳于琼) (jenderal/komandan pasukan yang ditugaskan oleh Yuan
Shao untuk menjaga Wuchao) berupaya mempertahankan Wuchao dengan jumlah pasukan
yang besar, namun ia dan pasukannya berhasil dikalahkan oleh pasukan yang
dipimpin oleh Yue Jin. Dalam peristiwa tersebut, Cunyu Qiong berhasil ditangkap
dan akhirnya dieksekusi mati.
Ketika Cao Cao menggelar
kampanye militer ke utara untuk mengakhiri sisa kekuatan keluarga Yuan, pasukan
Cao Cao sempat mengalami kondisi yang sulit saat menghadapi pasukan Yuan Shang
dalam pertempuran Liyang (the Battle of Liyang (黎陽)). Namun setelah pasukan Yue Jin berhasil
mengalahkan pasukan Yan Jing (salah seorang jenderal pasukan andalan dari Yuan
Shang), hal tersebut menciutkan moral tempur Yuan bersaudara, sehingga mereka
memutuskan untuk menarik mundur pasukannya, dan lalu meninggalkan medan
pertempuran. Atas prestasi tersebut, Yue Jin memperoleh promosi jabatan sebagai
“Jenderal pasukan gerilya”(游擊將軍).
Pada saat Cao Cao sedang
memimpin pengepungan terhadap Yuan Tan dan pasukannya yang sedang bertahan di
kota Nanpi (peristiwa pertempuran Nanpi/ the battle of Nanpi). Karena kekokohan
pertahanan pasukan Yuan Tan, hal tersebut menyebabkan banyaknya jumlah pasukan
elit kavaleri milik Cao Cao yang gugur (pasukan elit
kavaleri tersebut bernama: pasukan harimau dan macan tutul/ the Tiger and Leopard Cavalry (虎豹騎)). Untuk mencegah jatuhnya korban
pasukan lebih banyak, Yue Jin dan pasukannya berhasil menerobos tembok benteng
pertahanan dengan memanjat, dan lalu berhasil membuka gerbang benteng
pertahanan di sisi timur, sehingga hal tersebut menyebabkan kekalahan pasukan
Yuan Tan. Dalam pertempuran tersebut, Yuan Tan tewas terbunuh.
Atas seluruh jasa dan
kontribusinya selama kampanye militer ke wilayah utara, Yue Jin memperoleh
anugerah dari kaisar Xian (berdasarkan pesan resmi dari Cao Cao) berupa promosi
jabatan sebagai Jenderal pasukan penenteram” (折衝將軍)
pada tahun 206.
Pada saat Gao Gan (penguasa propinsi Bing, dan juga salah seorang keponakan
dari Yuan Shao) memimpin kembali pemberontakan, Yue Jin ditugaskan
memimpin pasukan untuk meredakan pemberontakan tersebut. Karena terdesak dalam
pertempuran, Gao Gan dan pasukannya lalu mundur dan bertahan di daerah Hu Pass(壺關).Walaupun
pasukan Yue Jin lebih unggul, namun Yue Jin mengalami kesulitan menerobos
pertahanan pasukan Gao Gan. Pada akhirnya pasukan Gao Gan dapat ditundukkan
setelah tiba bantuan pasukan yang dipimpin langsung oleh Cao Cao. Paska
kekalahan Gao Gan, seluruh wilayah propinsi Bing jatuh dalam kekuasaan Cao Cao.
Gao Gan tewas dihadang oleh pasukan Cao Cao (yang sedang melakukan pengejaran)saat
menuju ke propinsi Jing dalam upaya untuk mencari perlindungan.
Tak lama berselang, Yue Jin ditugaskan
bersama dengan Zhang He dan Li Dian memimpin pasukan pelopor(pasukan garis
depan) untuk menghadapi gerombolan penyamun yang dipimpin oleh Guan
Cheng (管承). Pada akhirnya Guan Cheng dan pengikutnya berhasil
ditundukkan.
Karena
wilayah di selatan masih belum berhasil dikuasai sepenuhnya oleh Cao Cao, Yue
Jin ditugaskan oleh Cao Cao untuk menempati pos pertahanan di daerah Yangdi
(陽翟).
Pada tahun 208, Yue Jin ditugaskan untuk
menjaga pertahanan kota Xiangyang saat Cao Cao dan sisa pasukan lainnya mundur
kembali menuju ke ibukota XuChang, paska kekalahan telak menghadapii aliansi
Sun Quan dan Liu Bei dalam pertempuran ChiBi (the battle of ChiBi). Ketika itu,
kota Xiangyang merupakan gudang penyimpanan logistik untuk beberapa pos/barak
pertahanan pasukan Cao Cao, salah satunya adalah pos pertahanan di kota
Jiangling yang sedang dipertahankan oleh Cao Ren. Ketika Zhou Yu (panglima
perang yang mendapat mandat dari Sun Quan) memimpin serangan balik terhadap
kota Jiangling, dan pada saat yang sama, Guan Yu (salah seorang jenderal
pasukan yang mengabdi kepada Liu Bei) berupaya untuk memutus rute
pendistribusian logistik dari Xiangyang ke Jiangling, namun upaya tersebut
dapat digagalkan oleh Yue Jin setelah pasukan yang dipimpinnya berhasil memukul
mundur Guan Yu dan pasukannya. Hal serupa terulang, dimana Yue Jin dan
pasukannya berhasil kembali memukul mundur Guan Yu dan pasukannya yang sedang
berupaya membendung aliran sungai yang melalui kota Xiangyang.
Ketika Cao Ren sedang berupaya
mempertahankan kota Jiangling, Yue Jin dan pasukannya sempat memetik kemenangan
dalam beberapa pertempuran dengan pasukan Liu Bei di sepanjang daerah antara
kota Xiangyang menuju ke kota Jiangling, serta berhasil mendesak Du Pu (杜普)
dan Liang
Da (梁大) <dua komandan
pasukan yang dipercaya oleh Liu Bei untuk menjaga daerah Linju (臨沮) and Jingyang (旌陽)> untuk
menyerah kalah. Namun sangat disayangkan, seluruh kontribusi tersebut tidak
dapat menahan keputusan Cao Cao untuk menarik mundur seluruh pasukannya, dan
lalu melepaskan propinsi Jing ke tangan Sun Quan.
Tak lama setelah meraih kemenangan dalam
pertempuran Jiangling pada tahun 208, Sun Quan memimpin sendiri penyerangan
terhadap daerah Hefei. Untuk membendung serangan tersebut, Yue Jin ditugaskan
kembali bersama beberapa jenderal pasukan lainnya untuk memimpin pasukan menuju
ke Hefei. Saat mendengar kabar bahwa Cao Cao akan memimpin langsung pasukannya
untuk mempertahankan Hefei, Sun Quan lalu memutuskan untuk menarik mundur
seluruh pasukannya kembali ke Jiandong. Paska mundurnya pasukan Sun Quan, Cao
Cao menunjuk Yue Jin beserta Zhang Liao dan Li Dian untuk menjaga daerah Hefei
dengan kekuatan 7 ribu pasukan.
Ketika pasukan yang dipimpin oleh Xiahou
Dun tidak dapat menahan laju pergerakan pasukan Sun Quan ( bertujuan untuk menyerang
daerah Hefei untuk kedua kali), Cao Cao menugaskan Xue Ti
(薛悌) dan pasukan tambahan menuju ke Hefei < Xue Ti diutus untuk membawakan pesan
tertulis yang ditujukan kepada ketiga jenderal yang menjaga pertahanan
Hefei>. Pada saat pasukan Sun Quan tiba dan
mengepung benteng pertahanan Hefei, lewat isi perintah yang tertulis dalam
pesan tersebut, Cao Cao menugaskan Yue Jin dan Xue Ti untuk memimpin pasukan
mempertahankan benteng kota, sedangkan Zhang Liao dan Li Dian ditugaskan
memimpin 800 prajurit pilihan untuk menghadapi pasukan Sun Quan di luar tembok benteng
pertahanan.
Setelah
melalui awal pertempuran yang sengit, pada akhirnya Sun Quan harus menerima
kekalahan telak dengan menarik mundur kembali sisa pasukannya. Kekalahan Sun
Quan disebabkan karena pasukannya terserang dahsyat oleh wabah penyakit
(sehingga Sun Quan kehilangan banyak jumlah pasukan), disertai kegagalan
pasukannya menerobos dinding benteng pertahanan kota Hefei.
Ketika Sun
Quan dan sisa pasukannya (diperkirakan hanya berjumlah sekitar 1000 prajurit) harus
mundur hingga di sisi utara daerah Xiaoyao Ford
(逍遥津), Zhang Liao tidak menunda kesempatan tersebut untuk
melakukan pengejaran dan serangan balik dengan pasukan kavaleri <dimana Sun Quan hampir terbunuh dalam
serangan balik tersebut, namun berhasil lolos dan selamat berkat pertolongan
dari salah seorang jenderalnya yang bernama Lin Tong>. Pertempuran tersebut dikenal dengan nama pertempuran Xiaoyao Ford.
Berkat
jasa dan kontribusinya mempertahankan daerah Hefei, Cao Cao menganugerahkan
kehormatan kepada Yue jin sebagai “jenderal pasukan kanan"(General of the Right) (右將軍).
Yue Jin
wafat pada tahun 218. Tidak ada catatan resmi penyebab kematiannya. Atas
jasanya, ia memperoleh anugerah gelar "Marquis Wei"
(威侯).
---000---
Sumber: Wikipedia

Komentar
Posting Komentar