Xu Huang (徐晃)(…- 227) Komandan pasukan pemerintahan Han timur

Riwayat awal
Xu Huang(徐晃), dengan nama panggilan Gongming(公明), adalah salah seorang dari komandan pasukan reputasi terbaik yang mengabdi pada pemerintah pusat Han timur(後漢) [sejak masa kekuasaan Dong Zhuo(董卓)], berlanjut hingga masa pemerintahan negara Cao Wei
(曹魏国) [masa awal pemerintahan Cao Rui(曹叡)].
Tercatat bahwa Xu Huang berasal dari kota Yang(楊縣), bagian dari wilayah Hedong(河東郡)
Awal karir
Pada awal karirnya, Xu Huang sempat menjabat sebagai pejabat kecil wilayah Hedong(河東郡), namun ia memutuskan untuk berhenti dan lalu bergabung dengan gerombolan penyamun Baibo (白波賊) yang dipimpin oleh Yang Feng(楊奉), dimana Yang Feng(楊奉) memutuskan untuk tunduk dan mengabdi kepada Dong Zhuo(董卓) [maka secara langsung seluruh anggota gerombolan bergabung dengan kesatuan pasukan pemerintah pusat Han timur(後漢)].
Mengabdi kepada Dong Zhuo - Li Jue 
Ketika Dong Zhuo berkuasa dalam pemerintahan pusat sebagai perdana menteri pada awal tahun 190, Xu Huang ditunjuk sebagai komandan pasukan kavaleri(騎都尉). Pasukan yang dipimpinnya merupakan bagian dari divisi pasukan yang dipimpin Yang Feng. Sebelum kematian Dong Zhuo, pasukan Yang Feng sempat ditugaskan untuk mengatasi aksi dari sisa-sisa gerombolan pemberontak sorban kuning yang masih meresahkan di beberapa daerah kecil.
Pasca kematian Dong Zhuo pada tahun 192, Li Jue dan Guo Si mengendalikan penuh wewenang pemerintahan pusat Han timur setelah berhasil memperdaya Lü Bu(呂布) dan menduduki Chang'an(长安) [ibukota]. Sehingga secara tidak langsung Xu Huang menjadi bagian dari kesatuan pasukan Li Jue, sejak Yang Feng berada langsung di bawah komando Li Jue.
Namun pada tahun 195, terjadi perseteruan antara Li Jue dengan Guo Si. sehingga Xu Huang meyakinkan  Yang Feng untuk meninggalkan Li Jue, dan kemudian mengawal kaisar Xian meninggalkan kota Chang’an untuk menuju kembali ke kota Luoyang.
Ketika terjadi perseteruan antara Yang Feng dengan Dong Cheng, dimana Yang Feng sempat mengirim pesan minta bantuan kepada Cao Cao dalam upaya untuk menghadapi pasukan Dong Cheng.
Setibanya Cao Cao di Luoyang pada awal tahun 196, tak lama berselang, kaisar Xian pindah menetap ke kota Xuchang, setelah ia bersedia menerima perlindungan dari Cao Cao. Pada awalnya Xu Huang sempat memberikan saran kepada Yang Feng untuk bergabung dengan Cao Cao, namun Yang Feng memutuskan untuk menolak saran tersebut.
Ketika terjadi perseteruan antara Cao Cao dengan Yang Feng pada akhir tahun 196, Xu Huang memutuskan untuk membelot ke kubu pasukan Cao Cao. Pada perseteruan tersebut, pasukan Yang Feng harus menyerah kalah dari pasukan Cao Cao.
Mengabdi kepada Cao Cao
Pada awal karirnya sebagai bagian dari pasukan Cao Cao, Xu Huang ditugaskan memimpin pasukan untuk mengatasi pemberontak di distrik Juan () dan distrik  Yuanwu (原武). Berkat keberhasilannya menjalankan tugas tersebut, Xu Huang dipromosikan jabatannya setingkat dengan Mayor Jenderal(裨將軍).
Ketika terjadi perseteruan antara Cao Cao dengan Lü Bu dalam pertempuran Xiapi , Xu Huang mengukir prestasi kembali dengan berhasil mengalahkan Sui Gu(眭固) dan Shi Huan(史渙) [2 orang perwira andalan Lü Bu] dalam pertempuran di daerah Henei(河內), dimana tercatat bahwa Sui Gu(眭固) gugur di tengah pertempuran.         
Ketika Yuan Shao melancarkan agresi militer terhadap pertahanan Cao Cao pada tahun 200, Xu Huang turut serta sebagai salah seorang komandan pasukan Cao Cao dalam pertempuran di daerah Boma(白馬dan daerah penyeberangan Yan(延津). Dalam pertempuran tersebut, pasukan yang dipimpin Xu Huang berhasil menyergap pasukan Yuan Shao yang dipimpin Wen Chou dan Liu Bei [ketika itu, pasukan Liu Bei sempat bergabung dengan kesatuan pasukan Yuan Shao]. Tercatat bahwa Wen Chou gugur dalam pertempuran tersebut. Berkat prestasi tersebut, Xu Huang mendapat promosi jabatan setingkat dengan Letnan Jenderal(偏將軍)
Tak lama kemudian, Xu Huang ditugaskan mendampingi Cao Hong untuk memadamkan aksi pemberontak Zhu Bi(祝臂) di Yinjiang(氵隱 疆). Tugas tersebut berhasil dijalankan dengan baik.   
Dalam upaya untuk memutus distribusi logistik dari pasukan Yuan Shao, Cao Cao menugaskan Xu Huang dan Shi Huan memimpin pasukan untuk menyerang dan menduduki salah satu gudang logistik milik Yuan Shao di distrik Gushi (故市). Atas keberhasilannya dalam tugas tersebut, Xu Huang memperoleh gelar kehormatan "Marquis of a Chief Village" (都亭侯).
Paska wafatnya Yuan Shao pada tahun 202, Xu Huang juga turut serta dalam setiap pertempuran yang digelar oleh Cao Cao dalam upaya untuk mengakhiri sisa kekuasaan dari keluarga Yuan (Yuan Tan, Yuan Shang dan Yuan Xi). Salah satu prestasi yang sempat diukir oleh Xu Huang adalah ketika ia berhasil menduduki kota Yiyang(易阳) tanpa melalui pertempuran. Keberhasilan tersebut karena Xu Huang berhasil membujuk Han Fan (韓範)(salah seorang pengikut setia dari Yuan Shao, yang mempertahankan kota Yiyang) untuk menyerah tanpa perlawanan. Han Fan bersedia menyerah karena Xu Huang telah memberikan jaminan (atas persetujuan dan janji dari Cao Cao) yang tidak akan melakukan pembantaian terhadap seluruh pasukan beserta seluruh penduduk kota yang menyerah.
Xu Huang turut serta mendampingi Cao Cao saat menyerang posisi Yuan Tan di kota Nanpi(南皮pada tahun 205. Pengepungan terhadap kota Nanpi merupakan bagian dari pertempuran Nanpi (battle of Nanpi), dimana Yuan Tan tewas terbunuh dalam peristiwa tersebut . Tak lama berselang, Xu Huang turut memberikan kontribusinya kembali saat turut memadamkan pemberontakkan yang terjadi di wilayah Pingyuan(平原郡).
Hal serupa juga terjadi, dimana Xu Huang turut memberikan kontribusi untuk keberhasilan Cao Cao memenangkan pertempuran menghadapi pasukan Yuan Shang dan Yuan Xi, yang didukung oleh suku Wuhuan dalam pertempuran di White wolf mountain (battle of white wolf mountain) pada tahun 207. Atas prestasi tersebut, Xu Huang memperoleh promosi: "General Who Sweeps Across the Wilderness" (橫野將軍).
Paska Cao Cao mengalami kekalahan terburuknya dalam pertempuran di Chibi (battle of Chibi / red cliffs) pada tahun 208,Cao Cao menugaskan Xu Huang untuk mendampingi Cao Ren menjaga kota Jiangling(江陵)dalam upaya untuk mempertahankan propinsi Jing dari serangan balik pasukan Wu. Pada saat Zhou Yu (panglima perang pasukan Wu) memimpin sebagian besar pasukannya menuju ke kota Yiling(夷陵)untuk memperkuat pasukan Ganning (yang sedang bertahan dari kepungan pasukan kavaleri Cao Ren). Karena kondisi tersebut, Ling Tong dan pasukannya(yang berjumlah sedikit) harus berupaya mempertahankan barak pertahanan pasukan Wu di garis belakang. Dalam kesempatan tersebut, Xu Huang dan Cao Ren memimpin pasukannya menyerang barak pertahanan pasukan Wu yang sedang dipertahankan oleh Ling Tong, namun upaya tersebut tidak membawakan hasil (bahkan tidak menyebabkan kerusakan berarti pada barak pertahanan pasukan Wu). Karena tidak sepadannya kekuatan pasukan disertai semakin bertambahnya jumlah pasukan yang gugur dan terluka, pada akhirnya Cao Ren dan Xu Huang memutuskan untuk tarik mundur seluruh pasukannya kembali ke kota Xuchang, dan meninggalkan pertahanan mereka di kota Jiangling. Persitiwa tersebut dikenal dengan pertempuran Jiangling (battle of Jiangling).
Pada tahun 210, setelah berhasil memadamkan pemberontakkan yang dilakukan oleh Shang Yao (商曜) di Taiyuan (太原), Xu Huang dan pasukannya turut serta dalam kampanye militer ke wilayah Hanzhong yang digelar oleh Cao Cao. Namun rencana kampanye miiter tersebut terhambat oleh serangan pasukan koalisi Guanzhong yang dipimpin Ma Chao dan Han Sui di gerbang Tong.
Saat berlangsungnya pertempuran menghadapi pasukan koalisi Guanzhong, Xu Huang menemukan adanya kelonggaran pertahanan di daerah penyeberangan Puban(浦阪津), sehingga Xu Huang mengusulkan serta meminta ijin kepada Cao Cao untuk memimpin pasukan pelopor menyeberangi sungai kuning dengan melalui penyeberangan Puban(浦阪津) untuk membuka rute baru mengitari gerbang Tong melalui sisi barat sungai kuning. Cao Cao menyetujui gagasan tersebut, dan menugaskan Zhu Ling untuk mendampingi Xu Huang menjalani misi tersebut.
Pasukan Xu Huang dan Zhu Ling segera mendirikan pos pertahanan tak lama setelah mereka menyeberangi sungai kuning melalui penyeberangan Puban(浦阪津), namun keberadaan mereka diketahui oleh Liang Xing [salah seorang komandan pasukan koalisi Guanzhong], sehingga Liang Xing dan pasukannya segera menyerang posisi pasukan Xu Huang dan Zhu Ling, namun serangan dari pasukan Liang Xing dapat dipukul mundur, sehingga pasukan Xu Huang dan Zhu Ling dapat melanjutkan pendirian barak pertahanan sambil menunggu kedatangan pasukan utama Cao Cao. 
Karena rencana dan siasat dari Xu Huang diketahui oleh Ma Chao, sehingga hal tersebut sempat memberikan dampak buruk kepada seluruh pasukan Cao Cao saat berupaya menyeberangi sungai kuning.
Pasca Cao Cao memenangkan pertempuran di gerbang Tong, Cao Cao menugaskan Xu Huang dan Xiahou Yuan memimpin sebagian kecil pasukan untuk memadamkan aksi pemberontakkan dari suku Di di daerah Yumi (隃麋) daerah sekitar sungai Qian ().
Setelah Cao Cao tiba kembali ke kota Ye pada tahun 212, Cao Cao menugaskan Xu Huang dan Xiahou Yuan untuk meredakan pemberontakkan yang dipimpin oleh Liang Xing (salah seorang mantan komandan pasukan koalisi Ma Chao dan Han Sui) di kota  Fucheng () dan distrik Xiayang (夏陽). Dalam aksi penumpasan pemberontak tersebut, Liang Xing tewas terbunuh dan pada akhirnya seluruh sisa pengikutnya menyerahkan diri.  
Pada tahun 215, saat sedang dalam perjalanan menuju ke wilayah Hanzhong (kampanye militer yang digelar oleh Cao Cao untuk menduduki wilayah Hanzhong), Cao Cao menugaskan Xu Huang memimpin sebagian kecil pasukan untuk menenteramkan suku Di di sekitar daerah Du () dan daerah Chouyi (仇夷), serta meredam serangan pasukan pemberontak yang dipimpin oleh Zhang Shun (張順) dan Chen Fu (陳福). Untuk seluruh jasa dan prestasinya, Xu Huang dipromosikan jabatannya dengan gelar: “jenderal yang menumpaskan pemberontak”( General Who Suppresses Rebels) (平寇將軍).
Paska keberhasilan Cao Cao menduduki wilayah Hanzhong, Xu Huang ditugaskan untuk mempertahankan wilayah Hanzhong dari serangan pasukan Liu Bei. Ketika itu, Xu Huang berada di bawah kepemimpinan Xiahou Yuan (sebagai komandan tertinggi pasukan yang menjaga wilayah Hanzhong). Salah satu prestasi Xu Huang saat mempertahankan wilayah Hanzhong adalah saat ia berhasil membendung serangan pasukan Liu Bei yang dipimpin oleh Chen Shi. Pada peristiwa tersebut, pasukan Chen Shi berupaya memotong jalur pendistribusian logistik pasukan Cao Cao yang akan menuju ke kota Hanzhong. Keberhasilan dari Xu Huang sempat mendapatkan pujian langsung dari Cao Cao.
Pertempuran Fancheng
Pertempuran Fancheng (battle of Fancheng) pada tahun 219 merupakan prestasi terbaik yang pernah diukir oleh Xu Huang sepanjang masa karirnya, hal tersebut karena ia berhasil membalikkan kondisi terdesak menjadi kondisi kemenangan dengan memimpin pasukannya memukul mundur pasukan Guan Yu. Berkat jasanya, kota Fancheng()dan kota Xiangyang(襄陽) dapat terbebas dari kepungan pasukan Guan Yu (terkepung selama kurang lebih 5 bulan), serta mengamankan ibukota Xuchang dari ancaman serangan Guan Yu selanjutnya (Cao Cao hampir memutuskan untuk memindahkan pusat pemerintahannya, jika Guan Yu berhasil menduduki kota Fancheng).
Kemenangan Xu Huang berawal ketika ia dan pasukannya ditugaskan sebagai pasukan bala bantuan kedua yang dikirim dari Xuchang(ibukota) untuk memperkuat pertahanan kota Fancheng (yang sedang dipertahankan oleh Cao Ren) dan kota Xiangyang (yang sedang dipertahankan oleh Lü Chang (呂常)). Pada saat itu, kota Fancheng sedang dikepung oleh pasukan Guan Yu.
Setelah mengetahui bahwa sebagian besar dari pasukannya belum terlatih dan berpengalaman, Xu Huang memutuskan untuk tidak menghadapi pasukan Guan Yu secara langsung, melainkan menempatkan pasukannya (dengan mendirikan barak pertahanan) di sisi belakang barak pasukan Guan Yu. Agar pasukannya dapat leluasa menuju ke medan pertempuran, Xu Huang bersiasat dengan menugaskan Xu Shang (徐商) dan Lü Jian (呂建) memimpin sebagian kecil dari pasukannya menuju ke Yancheng(偃城) dengan maksud seakan hendak menyerang gudang penyimpanan logistik milik pasukan Guan Yu. Siasat dari Xu Huang berhasil memperdaya Guan Yu (dengan segera mengirimkan pasukannya dalam jumlah besar menuju ke Yancheng). Xu Huang tidak menyiakan kesempatan, ketika kondisi barak pasukan Guan Yu sedang alami lemah pertahanan. Pada akhirnya, pasukan Xu Huang berhasil merusak sebagian besar barak pasukan Guan Yu. 
Sadar telah diperdaya, Guan Yu segera memimpin sendiri 5 ribu pasukan kavaleri untuk menghadapi pasukan Xu Huang. Karena kalah jumlah, pada akhirnya pasukan Guan Yu mengalami kerusakan yang parah, sehingga harus mundur.
Keberhasilan Xu Huang menyelamatkan kota Fancheng mendapatkan pujian dan penghargaan dari Cao Cao secara langsung.

Masa pemerintahan Cao Pi

Setelah Cao Pi secara resmi meneruskan posisi Cao Cao (paska Cao Cao wafat) pada tahun 220, Cao Pi lalu menganugerahkan jabatan istimewa kepada Xu Huang dengan posisi “Jenderal pasukan kanan” (右將軍) dan gelar kehormatan "Marquis of Lu District" (鄉侯).
Paska Cao Pi mendirikan negara Cao Wei (setelah melakukan kudeta terhadap kaisar Xian), Cao Pi kembali menganugerahkan gelar kehormatan kepada Xu Huang sebagai "Marquis of Yang" (楊侯).
Tak lama berselang, Xu Huang dan Xiahou Shang ditugaskan memimpin pasukan untuk menyerang dan menduduki kota Shangyong (上庸) (bagian dari wilayah kekuasaan Liu Bei). Tugas tersebut berhasil dengan baik dijalankan. Paska keberhasilannya menduduki kota Shangyong, Xu Huang ditugaskan untuk menjaga kota Yangping (陽平), dan lalu menerima anugerah gelar kehormatan sebagai "Marquis of Yangping" (陽平侯).

Masa pemerintahan Cao Rui

Ketika Cao Rui bertahta pasca wafatnya Cao Pi pada tahun 226, Xu Huang dan pasukannya berhasil menpertahankan kota Xiangyang dari upaya serangan yang dilakukan oleh pasukan negara Dong Wu yang dipimpin oleh Zhuge Jin.

Akhir hayat

Beberapa saat pasca keberhasilannya mematahkan ekspansi militer dari negara Wu, kondisi kesehatan Xu Huang mulai memburuk dan pada akhirnya ia wafat pada tahun 227. Menjelang ajalnya tiba, Xu Huang menyampaikan pesan terakhir agar upacara pemakamannya dilakukan dengan cara yang sederhana. Atas jasa dan kontribusinya kepada negara Wei, Xu Huang memperoleh anugerah kehormatan dengan gelar "Marquis Zhuang" (壯侯).

---000---
Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
Sumber: Wikipedia

Komentar