Zhang He(张郃), dengan nama lengkap Junyi(儁乂) berasal dari kota Mao(鄚縣),wilayah Hejian(河閒國), adalah salah seorang Jenderal pasukan terhandal pada akhir masa pemerintahan Han timur(後漢) hingga pada awal masa pemerintahan tiga negara(三国时期).
Sejarah mencatat bahwa Zhang He adalah salah satu komandan pasukan yang paling diandalkan oleh Cao Cao(曹操). Berkat kepiawaian dan ketangguhannya, maka ia cukup disegani oleh kawan ataupun lawan, bahkan kredibilitas Zhang He sebagai komandan pasukan sangat diwaspadai oleh Liu Bei(劉備) ataupun Zhuge Liang(諸葛亮).
Awal karir - mengabdi kepada Han Fu
Pada sekitar tahun 180, Zhang He bergabung sebagai sukarelawan pasukan pemerintah pusat Han timur(後漢) untuk turut dalam penumpasan pemberontakan sorban kuning(黃巾之亂), dimana Zhang He ditempatkan pada kesatuan pasukan Han Fu(韓馥) [Pejabat pengawas provinsi Ji(冀州刺史)] dengan posisi sebagai sebagai pemimpin pasukan setara Mayor(司馬).
Mengabdi kepada Yuan Shao
Setelah
Han Fu(韓馥) menyerahkan wilayah kekuasaannya kepada Yuan Shao(袁绍), maka sejak saat itu Zhang He dan seluruh pasukannya berada dibawah satu kesatuan pasukan Yuan Shao(袁绍). Tak lama berselang, Zhang He memperoleh promosi kenaikkan
jabatan setingkat Kolonel(校尉).
Zhang He turut memberikan kontribusi bagi kemenangan Yuan Shao(袁绍) atas Gongsun Zan (公孙瓒) dalam pertempuran Yijing pada tahun 199, sehingga ia memperoleh promosi jabatan setara dengan jenderal(寧國中郎將).
Dalam pertempuran Guandu
Ketika Yuan Shao menggelar agresi - kampanye militer terhadap Cao Cao pada tahun 200, Zhang He kerap memberikan petunjuk agar Yuan Shao menghindari bertempur secara langsung dengan pasukan Cao Cao yang sangat terlatih, namun Yuan Shao terlalu angkuh untuk menyimak petunjuk tersebut.
Saat
terdengar kabar bahwa Cao Cao akan menyerang gudang logistik pasukan Yuan Shao di daerah Wuchow(烏巢), Zhang He mendesak Yuan Shao untuk segera mengirimkan bantuan pasukan memperkuat pertahanan pasukan Chunyu Qiong(淳于琼) di Wuchow(烏巢). Namun Yuan Shao lebih memilih siasat dan petunjuk Guo Tu(郭圖), dengan menugaskan Zhang He dan Gao Lan untuk memimpin serangan terhadap barak pertahanan Cao Cao.
Prediksi
Guo Tu(郭圖) meleset, dimana pasukan Cao Cao telah berhasil terlebih dahulu menduduki daerah Wuchow(烏巢) sebelum serangan pasukan Zhang He - Gao Lan(高覽) terhadap barak pertahanan Cao Cao, sehingga Yuan Shao harus menelan kekalahan telak dalam pertempuran di Guandu.
Mengabdi kepada Cao Cao
Setelah mendengar kabar jatuhnya pertahanan di Wuchow(烏巢), maka Zhang He dan Gao Lan(高覽) memutuskan untuk menyerah kepada Cao Cao.
Cao Cao menerima penyerahan Zhang He dengan gembira, dan lalu Cao Cao merekomendasikan promosi jabatan setara dengan Letnan Jenderal(偏將軍) dan serta gelar kehormatan "Daoting"(都亭侯) kepada Zhang He,
Tercatat bahwa Zhang He turut serta mendampingi Cao Cao dalam kampanye militer penyatuan seluruh wilayah utara Tiongkok antara tahun 200
hingga tahun 207.
Pada tahun 206, Zhang He turut memberikan kontribusi dalam operasi penumpasan gerombolan penyamun yang dipimpin oleh Guan Cheng(管承) di wilayah Donglai(東萊郡).
Pada tahun 209, Zhang He dan Niu Gai(牛蓋) ditugaskan mendampingi Zhang Liao memimpin penumpasan aksi pemberontakan yang dipimpin oleh Chen Lan(陈兰) dan Mei
Cheng (梅成) di kota Lu (六縣). Dimana aksi pemberontakkan tersebut akhirnya berhasil dipadamkan.
Pertempuran Tongguan
Zhang He turut serta
dalam konvoi pasukan yang ditugaskan Cao Cao untuk menduduki wilayah Hanzhong(漢中郡) pada tahun 211, dimana
konvoi pasukan mendapatkan serangan dari koalisi pasukan Guanzhong yang
dipimpin oleh Ma Chao(馬超) dan Han Sui(韓遂) di Gerbang Tong/ Tongguan(潼关).
Tak lama setelah koalisi pasukan Guanzhong
berhasil tercerai berai oleh serangan mendadak pasukan pemerintah pusat Han timur(後漢军队) pada akhir tahun 211, Zhang He
ditugaskan memimpin pasukan untuk menyerang pertahanan Yang Qiu(杨秋) [Salah anggota koalisi Guanzhong yang
sedang berlindung/bertahan di kota Anding(安定郡)].
Kontribusi mempertahankan ketentraman Guanzhong pasca pertempuran Tongguan
Setelah berhasil menerima penyerahan Yang Qiu(杨秋) pada
tahun 212, kemudian Zhang He ditugaskan mendampingi Xiahou Yuan(夏侯渊)
untuk mengepung pertahanan Liang Xing(梁兴)[juga adalah salah anggota koalisi Guanzhong yang bertahan di Fucheng(父城)]. Pada akhirnya Liang Xing(梁兴) berhasil dikalahkan. Tercatat bahwa Liang
Xing gugur dalam pertempuran tersebut.
Pada tahun 213, Zhang He ditugaskan kembali mendampingi Xiahou Yuan(夏侯渊)
menumpas aksi pemberontakan suku Di (氐) di daerah Qian(汧縣), dimana aksi pemberontakan tersebut akhirnya dapat dipadamkan.
Tercatat bahwa pada sekitar tahun 214, Zhang He turut memberikan kontribusinya dalam menghalau agresi pasukan Ma Chao(馬超) yang berupaya menduduki kembali wilayah provinsi Liang(涼州) lewat dukungan yang diberikan oleh Zhang Lu(张鲁)[penguasa wilayah Hanzhong(漢中郡太守)] dan suku minoritas setempat. Telah tercatat bahwa seluruh upaya Ma Chao(馬超) tersebut dapat digagalkan sehingga Ma Chao(馬超) harus tersingkir dan bernaung kepada Zhang Lu(张鲁).
Pada tahun 215, Cao Cao kembali menugaskan pasukan yang dipimpin Xiahou Yuan(夏侯渊) - Zhang He(张郃) untuk menduduki daerah Fuhan(枹罕), yang dipertahankan oleh Song Jian (宋建)[salah seorang kepala suku Qiang(河首平漢王)]. Setelah pengepungan sekitar satu bulan, pada akhirnya Xiahou Yuan(夏侯渊) menerima penyerahan dari Song Jian(宋建).
Kampanye militer terhadap wilayah Hanzhong
Pada tahun yang sama
(tahun 215), Cao Cao melancarkan kampanye militernya terhadap wilayah Hanzhong(漢中郡), dimana Cao Cao menugaskan
Zhang He memimpin pasukan barisan depan untuk melakukan penyisiran sepanjang perjalanan menuju wilayah Hanzhong(漢中郡) melalui gerbang San(散關), dan melancarkan agresi terhadap pasukan suku minoritas Di(氐) dibawah pimpinan Dou Mao (竇茂) yang berupaya menghalangi manuver pasukan pemerintah pusat Han(後漢军队).
Setelah menerima penyerahan dari Zhang Lu(张鲁), kemudian Cao Cao menunjuk Xiahou Yuan(夏侯渊) sebagai Panglima pertahanan(大都督), dan menugaskan Zhang
He, dan beberapa komandan pasukan untuk mempertahankan wilayah Hanzhong(漢中郡).
Kampanye militer Liu Bei terhadap wilayah Hanzhong
Tak lama berselang, Zhang He memimpin sejumlah pasukan menduduki daerah Badong (巴東) dan memindahkan hampir seluruh
penduduknya ke wilayah Hanzhong(漢中郡). Aksi Zhang He tersebut mendapat respon keras dari Liu Bei dengan menugaskan Zhang Fei memimpin sejumlah pasukan menuju daerah Badong (巴東).
Setelah sempat melalui pertempuran selama hampir tiga puluh hari, pada akhirnya Zhang He menelan kekalahan dari Zhang Fei dengan harus kembali ke Nanzheng(南鄭) [pusat pemerintahan wilayah Hanzhong(漢中郡)] dengan berjalan kaki.
Pada tahun 218, Liu Bei menggelar kampanye
militer terhadap wilayah Hanzhong dengan menempatkan pasukannya di gerbang Yangping(陽平), dan kemudian menugaskan sejulah pasukan untuk melancarkan serangan terhadap pos pertahanan Zhang
He di daerah Guangshi(廣石) pada malam hari, namun upaya serangan tersebut dapat dibendung dengan baik oleh pertahanan pasukan Zhang He.
Pertempuran di bukit Dingjun
Ketika kamp pertahanan pasukan Zhang He yang berlokasi di lembah Zouma(走馬谷) terdesak berat oleh serangan pasukan Liu Bei, Xiahou Yuan夏侯渊) segera mengirim sebagian jumlah pasukannya
untuk memperkuat pertahanan Zhang He. Upaya yang dilakukan Xiahou Yuan(夏侯渊) tersebut telah melemahkan kekuatan pasukannya, sehingga pertahanan pasukan Xiahou Yuan(夏侯渊) dengan mudah dikalahkan oleh serangan pasukan Liu Bei dibawah pimpinan Huang Zhong(黄忠). Tercatat bahwa Xiahou Yuan夏侯渊) turut gugur bersama dengan pasukannya dalam peristiwa tersebut.
Manuver mundur ke Chenchang
Pasca gugurnya Xiahou Yuan(夏侯渊), Zhang He berinisiatif mengumpulkan kembali sisa pasukannya yang sempat terpecah, dan kemudian menarik mundur pasukan tersebut ke seberang sungai Han(汉水) sebagai lokasi terbaik untuk bertahan sambil menunggu kedatangan bantuan pasukan dari pusat.
Guo Huai(郭淮) dan para perwira pasukan lain sepakat untuk memohon kepada pemerintah pusat
agar Zhang He ditunjuk sebagai komandan pasukan yang baru menggantikan Xiahou
Yuan, Permohonan tersebut dikabulkan oleh Cao Cao, tatkala ia tiba di kota Chang'an(长安) untuk memimpin langsung bantuan pasukan yang akan memperkuat pertahanan wilayah Hanzhong(漢中郡).
Pada akhirnya Cao Cao(曹操) memerintahkan penarikan mundur seluruh pasukannya dan melepas pertahanan wilayah Hanzhong(漢中郡) pada tahun 219, sehingga sejak saat itu wilayah Hanzhong(漢中郡) mutlak menjadi bagian dari otoritas wilayah kekeuasaan Liu Bei.
Menangapi perintah dari Cao Cao tersebut, Zhang He segera menarik mundur sisa pasukannya menuju kota Chenchang(陳倉), dimana ia ditugaskan untuk mempertahankan kota tersebut sebaagi antisipasi terhadap ancaman invasi lanjutan dari Liu Bei.
Masa pemerintahan Cao Pi
Setelah wafatnya Cao Cao(曹操) pada awal tahun 220, kemudian Cao Pi(曹丕) mengukuhkan berdirinya pemerintahan negara Cao Wei pada akhir tahun 220.
Tak laam berselang, Zhang He memperoleh promosi jabatan sebagai Jenderal kiri(左將軍), serta gelar kehormatan "Mao"(鄚侯) dari Cao Pi(曹丕),
Pada
tahun 221, Cao Pi menugaskan Zhang He untuk mendampingi Cao Zhen(曹真) memimpin penumpasan pemberontak kelompok Lushui dan suku Qiang di
sekitar wilayah Anding(安定郡).
Kampanye militer Cao Pi terhadap tiga wilayah Wu
Pada tahun 223, Zhang He kembali ditugaskan oleh Cao Pi(曹丕) untuk mendampingi Cao Zhen(曹真) dalam memimpin agresi militer terhadap kota Jiangling(江陵县) yang dipertahankan oleh Zhu Ran(朱然).
Agesi tersebut merupakan sikap dan tanggapan politik Cao Pi(曹丕) terhadap keputusan Sun Quan(孫權) memisahkan otoritas wilayahnya dari bagian negara Cao Wei(曹魏国) [dimana Sun Quan(孫權) secara resmi mengukuhkan berdirinya pemerintahan negara Dong Wu(東吳国)]
Pada awal pertempuran, pasukan negara Wei(曹魏军) sempat unggul setelah pasukan Zhang He(張郃) berhasil memukul mundur bantuan pasukan Wu(東吳军) yang dipimpin Sun Sheng(孫盛), serta berhasil mengepung pertahanan kota Jiangling(江陵) setelah pasukan Zhang He(張郃) berhasil membangun“jembatan ponton/apung”( 浮桥) yang dimanfaatkan sebagai akses menuju kota Jiangling(江陵) dari salah satu pulau yang berada di tengah sungai Yangtse(长江).
Namun pada akhirnya Cao Zhen(曹真) memerintahkan penarikan mundur seluruh sisa pasukannya oleh akibat serangan wabah penyakit dalam kesatuan pasukannya.
Masa pemerintahan Cao Rui
Setelah wafatnya Cao Pi wafat pada tahun 226, maka Cao Rui(曹叡) terpilih sebagai penerus resmi tahta negara Cao Wei(曹魏国). Kemudian Cao Rui(曹叡) menunjuk Zhang
He sebagai Komandan pertahanan yang menjaga perbatasan wilayah
dengan negara Dong-Wu東吳国 di provinsi Jing(荆州). Tak lama berselang, pasukan negara Wei
yang dipimpin Sima Yi dan Zhang He berhasil memukul mundur agresi pasukan negara Wu yang
dipimpin oleh Liu E (劉阿) di daerah Qikou (祁口).
Pertempuran Jieting
Pada tahun
228, ketika Zhuge Liang()[perdana menteri negara Shu(蜀漢)] memulai kampanye militer
pertamanya terhadap wilayah negara Wei, sehingga pasukan Zhang He ditugaskan ke regional Guanzhong(关中) untuk memperkuat pertahanan
pasukan Wei.
Pada saat itu Zhang He berhasil meraih kesuksesan besar dalam pertempuran di daerah Jieting,
dimana pasukannya berhasil mengalahkan pasukan negara Shu yang dipimpin oleh
Ma Su{马谡), setelah memutus jalur distribusi logistik pasukan negara Shu.
Akibat
propaganda yang dilakukan oleh Zhuge Liang dalam kampanye militer pertamanya,
hal tersebut menyebabkan negara Wei harus kehilangan tiga wilayah administrasi
(antara lain: Nan'an(南安), Tianshui (天水), dan Anding(安定)), namun berkat serangan balik
dari pasukan Zhang He, ketiga wilayah tersebut berhasil direbut kembali dari
negara Shu. Atas jasa dan keberhasilan tersebut, Cao Rui menaikkan nilai upah pendapatan
berkala yang diterima oleh Zhang He.
Tak lama berselang, Sima Yi berencana akan
menggelar kampanye militer terhadap wilayah negara Wu dengan melalui jalur
sungai (melalui sungai Han yang terhubung dengan sungai Yang tse). Untuk
mendukung kampanye militer tersebut, Cao Rui menugaskan Zhang He beserta
pasukannya menuju kembali ke propinsi Jing untuk mendukung rencana Sima Yi.
Namun karena pasukan yang dipimpin oleh Zhang He tiba di propinsi Jing
bertepatan saat musim dingin, kondisi tersebut tidak memungkinkan bagi pasukan
Zhang He untuk melalui jalur sungai dengan menggunakan kapal perang bermuatan
besar, sehingga rencana kampanye tersebut harus ditunda, dan Zhang He beserta
pasukannya harus kembali ke pos pertahanan di Fangcheng
(方城).
Pada akhir tahun 228, Zhuge Liang kembali melancarkan
kampanye militernya yang ke-dua terhadap wilayah negara Wei. Ketika pasukan
negara Shu (yang dipimpin langsung oleh Zhuge Liang) mengepung kota Chencang (陳倉),yang saat itu sedang dipertahankan oleh
Hao Zhao, Zhang He dipanggil untuk menghadap Cao Rui di kota Henan(河南) untuk mendiskusikan strategi menghadapi
invasi dari negara Shu. Akhirnya Cao Rui menugaskan Zhang He memimpin 30 ribu pasukan untuk
menyerang balik/menghadapi pasukan negara Shu di Chencang. Namun Zhang He tidak
memimpin pasukannya menuju ke Chencang, melainkan ke distrik Nanzheng(南鄭) untuk mencegat pasukan negara Shu. Hal
tersebut dilakukan oleh Zhang He karena ia yakin bahwa sebelum pasukannya tiba
di Chencang, pasukan negara Shu akan sudah kehabisan persediaan logistik, dan
lalu akan mundur sejenak ke Nanzheng. Prediksi dari Zhang He tidak meleset,
karena pada akhirnya pasukan Shu harus menunda kampanye militernya, dengan
mundur kembali ke Hanzhong. Berkat jasanya, Zhang He dipromosikan jabatannya
oeh Cao Rui sebagai “Jenderal pasukan kavaleri dan kereta perang penyerang
daerah barat”(征西車騎將軍).
![]() |
| Death oh Zhang He in the battle of mount Qi |
Pada saat Zhuge Liang menggelar kampanye
militer ke-empat pada tahun 231, Cao Rui menugaskan Sima Yi sebagai komandan
pasukan, dan menunjuk Zhang He sebagai wakil komandan untuk menghadapi serangan
pasukan negara Shu. Ketika pasukan Zhang He tiba di distrik Lueyang (略陽), Zhuge Liang lalu memberi
perintah kepada pasukannya untuk mundur menuju ke pegunungan Qi (Mount Qi).
Pada awalnya, Zhang He tidak ingin memimpin pasukannya untuk melakukan
pengejaran terhadap mundurnya pasukan negara Shu, namun Sima Yi bersikeras
menugaskan Zhang He dan pasukannya untuk melakukan pengejaran tersebut. Pada
akhirnya pasukan Zhang He jatuh dalam penyergapan pasukan Shu di daerah Mumen Trail (木門道),distrik
Qinzhou. Dalam penyergapan tersebut, Zhang He tewas
akibat serangan anak panah. Peristiwa tersebut merupakan bagian dari pertempuran di pegunungan Qi (battle of
mount Qi).
Cao Rui turut berduka
setelah mendengar kabar gugurnya Zhang He, dan lalu ia menganugerahkan gelar
kehormatan terakhir "Marquis Zhuang" (壯侯) atas seluruh jasa dan kontribusinya.
---000---
Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
Sumber: Wikipedia


Komentar
Posting Komentar