Zhang Liao(張遼), atau dengan nama panggilan Wenyuan (文远), adalah salah seorang dari Jenderal pasukan terhandal yang mengabdi pada pemerintahan pusat Han timur, hingga berlanjut pada masa awal pemerintahan negara Cao Wei.
Zhang Liao(張遼) berasal dari daerah/kota Mayi (馬邑縣), bagian dari wilayah Yanmen(鴈門). ia mengawali kariernya sebagai pejabat daerah di wilayah Yanmen(鴈門), dan kemudian direkrut oleh Ding Yuan [Pejabat pengawas provinsi Bing] dalam kesatuan pasukannya, karena Zhang Liao memiliki
keahlian bertarung.
Ketika He Jin hendak mengakhiri dominasi para kasim
istana, Ding Yuan menugaskan Zhang Liao memimpin sebagian pasukannya menuju ke
ibukota Luoyang untuk membantu He Jin. Untuk menambah
jumlah pasukan, He Jin lalu menugaskan Zhang Liao untuk merekrut pasukan baru
di wilayah Hebei, namun He Jin telah tewas terbunuh saat Zhang Liao kembali ke
ibukota beserta dengan 1000 personil pasukan baru.
Zhang Liao dan pasukannya menjadi bagian dari pasukan
Dong Zhuo, Ketika kekuasaan pemerintahan pusat diambil alih oleh Dong Zhuo
(termasuk juga seluruh komando pasukan istana dan ibukota yang dahulu dipimpin
oleh He Jin). Setelah Dong Zhuo tewas oleh Lu Bu, Zhang Liao ditunjuk oleh Lu
Bu sebagai komandan pasukan kavaleri(騎都尉).
Ketika LuBu dikalahkan oleh Li Jue dan Guo Si sehingga harus
menyingkir dari Ibukota dan mencari perlindungan kepada Yuan Shao, Zhang Liao
turut serta mendampingi Lu Bu hingga keberhasilan Lu Bu memaksa Liu Bei untuk
menyerahkan kota Xiapi pada tahun 196. Namun ketika Lu Bu berhasil ditangkap
dan eksekusi mati oleh Cao Cao (paska kekalahan Lu Bu dalam pertempuran Xiapi
pada tahun 198), Zhang Liao lalu menyerah kepada Cao Cao. Zhang Liao lalu
ditunjuk oleh Cao Cao sebagai jenderal (中郎將).
Paska kemenangan Cao Cao di
pertempuran Guandu. Pada awal tahun 201, Zhang Liao dan Xiahou Yuan ditugaskan oleh
Cao Cao untuk menduduki wilayah Dong (東海郡) yang pada saat
itu dijaga oleh penguasa lokal/tuan tanah bernama Chang Xi (昌豨). Karena pertempuran dengan pasukan Chang Xi berlangsung hampir satu bulan
lamanya, sehingga kondisi tersebut menyebabkan Zhang Liao dan Xiahao Yuan harus
menarik mundur pasukannya, karena telah menipisnya perbekalan logistik. Saat
akan menarik mundur pasukannya, Zhang Liao berniat untuk membujuk Chang Xi
untuk tunduk dan menyerah kepada pemerintah pusat dan mengabdi kepada Cao Cao,
dan upaya tersebut berhasil meskipun Zhang Liao mendapatkan teguran dari Cao
Cao karena hal tersebut.
Pada tahun 202, Zhang Liao mendampingi Cao Cao saat
dalam kampanye militer menghadapi Yuan Tan dan Yuan Shang di Liyang (黎陽),dan lalu
mendapat promosi jabatan sebagai Jenderal pertahanan barisan tengah(中堅將軍)atas kontribusinya dalam pertempuran tersebut. Namun
pada pertengahan tahun 203, pasukan Zhang Liao turut gagal memberikan
kontribusi kemenangan Cao Cao untuk menduduki kota Ye(鄴) yang saat itu dipertahankan oleh Yuan Shang. Pada tahun
yang sama (setelah Cao Cao kembali ke Xuchang), Zhang Liao dan Yue Jin
ditugaskan kembali oleh Cao Cao untuk menduduki daerah Yin'an (陰安), dan lalu mengevakuasi seluruh penduduknya ke sisi selatan dari sungai
kuning.
Pada awal tahun 204, Zhang Liao
kembali mendampingi Cao Cao menyerang Yuan Shang di kota Ye. Lewat serangan
tersebut, pada akhirnya Cao Cao berhasil mengalahkan Yuan Shang, dan lalu
menduduki kota Ye. Tak lama berselang, Zhang Liao berhasil membujuk para
pemimpin gerombolan penyamun Heishan di daerah Zhao(趙) dan Changshan(常山) untuk menyerah kepada pemerintah pusat
(tunduk kepada Cao Cao).
Masih dalam kampanye militer yang
digelar oleh Cao Cao untuk mengakhiri sisa kekuatan keluarga Yuan. Zhang Liao
kembali mendampingi Cao Cao saat menyerang Yuan Tan yang saat itu bertahan di
kota Nanpi (南皮). Setelah Yuan
Tan berhasil dikalahkan (disertai dengan jatuhnya kota Nanpi ke tangan Cao
Cao), Zhang Liao memimpin pasukannya menuju ke kota Haibin (海濵) untuk mengatasi kekacauan yang
ditimbulkan oleh gerombolan penyamun yang dipimpin oleh Liu Yi (柳毅), asal wilayah Liaodong.
Berkat keberhasilan mengatasi gerombolan penyamun tersebut, Cao Cao
menganugerahkan penghargaan langsung kepada Zhang Liao, dengan gelar “jenderal pemberantas
penyamun” (盪寇將軍).
Pada
tahun 206 terjadi pemberontakan di wilayah Jiangxia(江夏郡),sehingga Cao Cao menugaskan Zhang Liao memimimpin
pasukan untuk meredakan peristiwa tersebut. Dalam waktu yang singkat, Zhang
Liang dan pasukannya berhasil mengatasi pemberontakan tersebut. Atas jasanya,
Zhang Liao dianugerahi gelar "Marquis of
a Chief Village" (都亭侯)
Pada
tahun 207, Zhang Liao kembali mendampingi Cao Cao mengejar Yuan Shang dan Yuan
Xi yang saat itu mencari perlindungan kepada suku Wuhuan. Pada saat Cao
Cao sedang akan menyerang posisi Yuan Shang di kota Liucheng (柳城), daerah Liaoning, Zhang Liao sempat mengingatkan Cao Cao bahwa lokasi
yang akan mereka tuju akan sangat jauh jaraknya dari kota Xuchang, sehingga dikuatirkan
kota Xuchang akan sangat mudah untuk diserang oleh Liu Bei (yang saat itu
berada di kota Xinye dan mendapatkan perlindungan dari Liu Biao), namun Cao Cao
tidak menanggapi peringatan dari Zhang Liao karena yakin bahwa Liu Bei tidak
akan menjadi ancaman saat itu. Hal tersebut didukung dengan informasi dari
mata-mata bahwa popularitas Liu Bei di propinsi Jing sempat meresahkan Liu
Biao, sehingga sangat kecil kemungkinan Liu Biao akan memberikan dukungan lebih
kepada Liu Bei. Analisa dari Cao Cao tidaklah meleset, karena kota Xuchang
tidak mendapatkan serangan dari Liu Bei ataupun Liu Biao sepanjang kampanye
militer terhadap Yuan Shang dan Yuan Xi (yang didukung oleh suku Wuhuan). Pada
saat pertempuran White Wolf Mountain (白狼山), Zhang Liao berhasil memimpin pasukannya
mengalahkan pasukan suku Wuhuan. Dalam pertempuran tersebut, Tadun(蹋顿)(kepala suku
Wuhuan) tewas terbunuh, sehingga peristiwa tersebut sempat membuat Cao Cao
terkesan dengan ketangguhan dan talenta yang dimiliki Zhang Liao.
Pada
tahun 208, Zhang Liao dan pasukannya ditugaskan untuk menempati pos pertahanan
di kota Changshe (長社)karena pada saat yang sama, Cao Cao sedang
mempersiapkan pasukannya yang lain untuk menyerang propinsi Jingzhou. Ketika pasukan
Zhang Liao sedang menunggu penempatan tugas selanjutnya, sekelompok kecil dari pasukannya
mencoba untuk melakukan pemberontakkan namun Zhang Liao berhasil mengatasi
pemberontakan tersebut dengan cepat dan sigap.
Paska kekalahan Cao Cao dalam pertempuran ChiBi pada tahun 209, terjadi
pemberontakan di kota Lu(六縣) yang
dipimpin oleh Chen Lan (陈兰) dan Mei Cheng (梅成). Untuk meredam pemberontakan tersebut, Cao Cao mengirimkan dua divisi
pasukan. Divisi pasukan pertama dipimpin oleh Yujin dan Zang Ba yang ditugaskan
untuk menghadapi pasukan pemberontak yang dipimpin oleh Mei Cheng. Divisi
pasukan kedua dipimpin oleh Zhang Liao, Zhang He dan Niu Gai (牛蓋) yang ditugaskan untuk menghadapi pasukan
Chen Lan. Di tengah pertempuran, Mei Cheng mencoba bersiasat dengan seolah
menyerah sehingga hal tersebut menyebabkan Yujin dan Zang Ba menarik mundur
pasukan meninggalkan medan perang. Namun setelah mengetahui mundurnya pasukan
Yujin dan Zang Ba, Mei Cheng kembali memimpin pasukannya untuk bergabung dengan
pasukan Chen Lan, lalu bertahan di gunung Tianzhu (memanfaatkan kondisi alam
untuk bertahan). Meskipun sempat mendapat nasihat dan peringatan dari bawahannya,
tetapi Zhang Liao tetap berupaya melakukan penyerangan di tengah medan yang
berbahaya. Pada akhirnya pasukan pemberontak dapat dikalahkan dengan disertai
tewasnya Chen Lan dan Mei Cheng. Untuk keberhasilan tersebut, Cao Cao
menganugerahkan penghargaan dan hadiah kepada Zhang Liao atas keberaniannya
dalam pertempuran.
Sejak kekalahan Cao Cao dalam
pertempuran ChiBi pada tahun 209, Cao Cao menugaskan Yue Jin, Li Dian dan Zhang
Liao untuk menjaga kota Hefei (合肥) dari kemungkinan ancaman serangan pasukan pemerintahan otonomi Wu (Sun
Quan).
Pada tahun 214, sebelum Cao Cao
memimpin langsung kampanye militer ke wilayah Hanzhong, Cao Cao menugaskan Xue
Ti (薛悌) untuk menyampaikan surat yang ditujukan
kepada tiga jenderal (Yue Jin, Li Dian, dan Zhang Liao) yang sedang menjaga
kota Hefei. Pada amplop surat, tertulis pesan untuk membaca isi surat tersebut
jika kota Hefei dalam kondisi diserang oleh musuh. Prediksi dari Cao Cao tidak
meleset, karena tak lama kemudian Sun Quan dan pasukannya tiba dalam jumlah
yang besar dengan tujuan untuk menduduki kota Hefei. Sebelum pasukan Wu
melancarkan serangan, Xue Ti dan ketiga jenderal lalu membuka segel surat. Lewat
isi surat tersebut Cao Cao menginstruksikan kepada Xue Ti untuk tidak terlibat
dalam pertempuran, sedangkan Zhang Liao dan Li Dian dtugaskan memimpin pasukan untuk
menyambut pasukan Wu di luar benteng kota, karena Yue Jin mendapat tugas untuk
mempertahankan benteng kota. Akhirnya, hasil dari pertempuran tersebut, Sun
Quan harus menarik mundur pasukannya. Penyebab kekalahan Sun Quan karena moral
pasukannya “jatuh” oleh akibat(pengaruh dari) ketangguhan dan keperkasaan Zhang
Liao saat memimpin pasukannya menerobos barisan pasukan Wu yang berjumlah lebih
besar. Legenda mencatat bahwa pertempuran tersebut dikenal dengan sebutan pertempuran Xiaoyao Ford, karena Sun
Quan dan pasukannya dikalahkan oleh serangan balik pasukan Zhang Liao di daerah
Xiayao Ford(逍遙津). Bahkan dalam pertempuran tersebut,
Sun Quan hampir tertangkap pada saat mundur dari medan perang. Atas kontribusi
dan ketangguhannya mempertahankan kota Hefei, Cao Cao menganugerahkan penghargaan
kepada Zhang Liao dengan gelar Jenderal penakluk wilayah timur/General Who
Attacks the East (征東將軍).
Pada tahun 216, Zhang Liao dtugaskan untuk menjaga kota Juchao (居巢).
Setelah merenung pada
kejadian pertempuran Xiayou Ford, Cao Cao lalu menambah jumlah pasukan untuk
berada dibawah komando pasukan Zhang Liao.
Pada tahun 219, ketika Cao Ren sedang berupaya
mempertahankan kota Fan (樊) dari
kepungan pasukan Guan Yu, Zhang Liao sempat memimpin pasukan dari Juchao untuk
membantu perkuat pertahanan Cao Ren, namun pasukan Guan Yu telah berhasil
dipukul mundur oleh bantuan pasukan yang dipimpin oleh Xu Huang sebelum pasukan
Zhang Liao tiba. Karena hal tersebut, Zhang Liao lalu segera memimpin
pasukannya untuk bergabung kembali dengan pasukan Cao Cao (yang sedang ditarik
mundur dari wilayah Hanzhong) di distrik Mobei (摩陂). Tak lama berselang, Cao Cao menugaskan Zhang Liao
untuk menempati pos pertahanan di kota Chen (陳郡).
Paska Cao Cao wafat pada tahun 220, Cao Pi (penerus
posisi dan kekuasaan Cao Cao) lalu menunjuk Zhang Liao sebagai Jenderal pasukan
pelopor(前將軍) dan gelar kehormatan "Marquis
of a Chief District" (都鄉侯). Untuk mempertahankan kota Hefei dari
serangan pasukan Wu, Zhang Liao kembali ditugaskan untuk menjaga kota Hefei. Setelah Cao
Pi mengukuhkan diri sebagai kaisar dengan mendirikan negara Cao-Wei, Zhang Liao
lalu mendapat anugerah penghargaan kembali dari Cao Pi dengan gelar "Marquis of Jinyang" (晉陽侯).
Zhang Liao sempat ditugaskan ke distrik Yongqiu (雍丘) pada
tahun 211, paska Sun Quan menyatakan pemerintahan Wu sebagai bagian dari
wilayah negara Cao-Wei. Ketika menempati tugas baru di Yongqiu, kondisi
kesehatan Zhang Liao mulai memburuk, sehingga Cao Pi turut mencemaskan keadaan
Zhang Liao (bahkan Cao Pi menugaskan sekelompok anggota dari satuan huben (虎賁) <salah satu satuan dari
pengawal istana> untuk bertugas sebagai kurir yang secara
rutin berkala melaporkan perkembangan kesehatan Zhang Liao ke istana. Ketika
mengetahui kondisi kesehatan Zhang Liao telah berangsur pulih, Cao Pi mengunjungi
Zhang Liao secara langsung di Yongqiu.
Pada akhir tahun 222, ketika Sun Quan
menyatakan pemisahan pemerintahan Wu dari bagian Negara Cao-Wei, Cao Pi lalu
menugaskan Cao Xiu, Zhang Liao dan Zang Ba memimpin pasukan dan armada laut(kapal
perang) menuju ke daerah Hailing (海陵) untuk melintasi sungai Yang tse agar dapat menyerang daerah Dongkou (洞口) < wilayah
negara Dong-Wu>. Sun Quan menunjukkan kecemasannya (akibat
trauma masa lalu di pertempuran Xiayou ford), ketika mendengar kabar bahwa Zhang
Liao adalah salah seorang komandan dari pasukan Wei yang datang menyerang.
Untuk mempertahankan darah
Dongkou, Sun Quan menugaskan Lü
Fan sebagai komandan pasukan dan armada laut.
Namun akibat serangan badai yang ganas, hampir separuh kekuatan pasukan mengalami
rusak parah, sehingga pasukan Lü
Fan harus menerima kekalahan dari pasukan Cao Xie pada awal pertempuran. Namun keberuntungan
masih berpihak pada pasukan Wu, ketika pasukan pendukung yang dipimpin oleh He
Qi(贺齐)tiba memperkuat pasukan yang dipimpin Lü Fan ,
sehingga kesempatan tersebut tidak dilewatkan oleh Xu Sheng(徐盛) dan Sun Shao(孙韶) [dua jenderal yang ditugaskan bersama Lü Fan mempertahankan daerah Dongkou] untuk memperkuat kembali barisan pertahanan
dan melancarkan serangan balik. Hal tersebut menyebabkan seluruh pasukan Wei
harus mundur kembali ke Luoyang. Legenda mencatat bahwa peristiwa tersebut
dikenal dengan nama: pertempuran Dongkou.
Pertempuran Dongkou adalah merupakan
pertempuran terakhir untuk Zhang Liao, karena tak lama kemudian kondisi
kesehatannya kembali memburuk hingga akhirnya Zhang Liao wafat di distrik Jiangdu (江都) pada
usia 53 tahun.
Ketika Cao Pi mendengar kabar
wafatnya Zhang Liao, ia turut berkabung. Atas jasa dan kontribusinya kepada negara,
Cao Pi menganugerahkan kepada Zhang Liao gelar kehormatan "Marquis Gang" (剛侯).
---000---
Sumber: Wikipedia

Komentar
Posting Komentar