Zhang Liao (張遼) (169–222) Jenderal pasukan negara Cao Wei

Zhang Liao(張遼), atau dengan nama panggilan Wenyuan (文远), adalah salah seorang dari Jenderal pasukan terhandal yang mengabdi pada pemerintahan pusat Han timur, hingga berlanjut pada masa awal pemerintahan negara Cao Wei.
Zhang Liao(張遼) berasal dari daerah/kota Mayi (馬邑縣), bagian dari wilayah Yanmen(鴈門). ia mengawali kariernya sebagai pejabat daerah di wilayah Yanmen(鴈門), dan kemudian direkrut oleh Ding Yuan [Pejabat pengawas provinsi Bing] dalam kesatuan pasukannya, karena Zhang Liao memiliki keahlian bertarung.
Ketika He Jin hendak mengakhiri dominasi para kasim istana, Ding Yuan menugaskan Zhang Liao memimpin sebagian pasukannya menuju ke ibukota Luoyang untuk membantu He Jin. Untuk menambah jumlah pasukan, He Jin lalu menugaskan Zhang Liao untuk merekrut pasukan baru di wilayah Hebei, namun He Jin telah tewas terbunuh saat Zhang Liao kembali ke ibukota beserta dengan 1000 personil pasukan baru.
Zhang Liao dan pasukannya menjadi bagian dari pasukan Dong Zhuo, Ketika kekuasaan pemerintahan pusat diambil alih oleh Dong Zhuo (termasuk juga seluruh komando pasukan istana dan ibukota yang dahulu dipimpin oleh He Jin). Setelah Dong Zhuo tewas oleh Lu Bu, Zhang Liao ditunjuk oleh Lu Bu sebagai komandan pasukan kavaleri(騎都尉).
Ketika LuBu dikalahkan oleh Li Jue dan Guo Si sehingga harus menyingkir dari Ibukota dan mencari perlindungan kepada Yuan Shao, Zhang Liao turut serta mendampingi Lu Bu hingga keberhasilan Lu Bu memaksa Liu Bei untuk menyerahkan kota Xiapi pada tahun 196. Namun ketika Lu Bu berhasil ditangkap dan eksekusi mati oleh Cao Cao (paska kekalahan Lu Bu dalam pertempuran Xiapi pada tahun 198), Zhang Liao lalu menyerah kepada Cao Cao. Zhang Liao lalu ditunjuk oleh Cao Cao sebagai jenderal (中郎將).
Paska kemenangan Cao Cao di pertempuran Guandu. Pada awal tahun 201, Zhang Liao dan Xiahou Yuan ditugaskan oleh Cao Cao untuk menduduki wilayah Dong (東海郡) yang pada saat itu dijaga oleh penguasa lokal/tuan tanah bernama Chang Xi (昌豨). Karena pertempuran dengan pasukan Chang Xi berlangsung hampir satu bulan lamanya, sehingga kondisi tersebut menyebabkan Zhang Liao dan Xiahao Yuan harus menarik mundur pasukannya, karena telah menipisnya perbekalan logistik. Saat akan menarik mundur pasukannya, Zhang Liao berniat untuk membujuk Chang Xi untuk tunduk dan menyerah kepada pemerintah pusat dan mengabdi kepada Cao Cao, dan upaya tersebut berhasil meskipun Zhang Liao mendapatkan teguran dari Cao Cao karena hal tersebut.  

Pada tahun 202, Zhang Liao mendampingi Cao Cao saat dalam kampanye militer menghadapi Yuan Tan dan Yuan Shang di Liyang (黎陽),dan lalu mendapat promosi jabatan sebagai Jenderal pertahanan barisan tengah(中堅將軍)atas kontribusinya dalam pertempuran tersebut. Namun pada pertengahan tahun 203, pasukan Zhang Liao turut gagal memberikan kontribusi kemenangan Cao Cao untuk menduduki kota Ye() yang saat itu dipertahankan oleh Yuan Shang. Pada tahun yang sama (setelah Cao Cao kembali ke Xuchang), Zhang Liao dan Yue Jin ditugaskan kembali oleh Cao Cao untuk menduduki daerah Yin'an (陰安), dan lalu mengevakuasi seluruh penduduknya ke sisi selatan dari sungai kuning.

Pada awal tahun 204, Zhang Liao kembali mendampingi Cao Cao menyerang Yuan Shang di kota Ye. Lewat serangan tersebut, pada akhirnya Cao Cao berhasil mengalahkan Yuan Shang, dan lalu menduduki kota Ye. Tak lama berselang, Zhang Liao berhasil membujuk para pemimpin gerombolan penyamun Heishan di daerah Zhao() dan Changshan(常山) untuk menyerah kepada pemerintah pusat (tunduk kepada Cao Cao).

Masih dalam kampanye militer yang digelar oleh Cao Cao untuk mengakhiri sisa kekuatan keluarga Yuan. Zhang Liao kembali mendampingi Cao Cao saat menyerang Yuan Tan yang saat itu bertahan di kota Nanpi (南皮). Setelah Yuan Tan berhasil dikalahkan (disertai dengan jatuhnya kota Nanpi ke tangan Cao Cao), Zhang Liao memimpin pasukannya menuju ke kota Haibin (海濵) untuk mengatasi kekacauan yang ditimbulkan oleh gerombolan penyamun yang dipimpin oleh Liu Yi (柳毅), asal wilayah Liaodong. Berkat keberhasilan mengatasi gerombolan penyamun tersebut, Cao Cao menganugerahkan penghargaan langsung kepada Zhang Liao, dengan gelar “jenderal pemberantas penyamun” (盪寇將軍).

Pada tahun 206 terjadi pemberontakan di wilayah Jiangxia(江夏郡),sehingga Cao Cao menugaskan Zhang Liao memimimpin pasukan untuk meredakan peristiwa tersebut. Dalam waktu yang singkat, Zhang Liang dan pasukannya berhasil mengatasi pemberontakan tersebut. Atas jasanya, Zhang Liao dianugerahi gelar "Marquis of a Chief Village" (都亭侯)

Pada tahun 207, Zhang Liao kembali mendampingi Cao Cao mengejar Yuan Shang dan Yuan Xi yang saat itu mencari perlindungan kepada suku Wuhuan. Pada saat Cao Cao sedang akan menyerang posisi Yuan Shang di kota Liucheng (柳城), daerah Liaoning, Zhang Liao sempat mengingatkan Cao Cao bahwa lokasi yang akan mereka tuju akan sangat jauh jaraknya dari kota Xuchang, sehingga dikuatirkan kota Xuchang akan sangat mudah untuk diserang oleh Liu Bei (yang saat itu berada di kota Xinye dan mendapatkan perlindungan dari Liu Biao), namun Cao Cao tidak menanggapi peringatan dari Zhang Liao karena yakin bahwa Liu Bei tidak akan menjadi ancaman saat itu. Hal tersebut didukung dengan informasi dari mata-mata bahwa popularitas Liu Bei di propinsi Jing sempat meresahkan Liu Biao, sehingga sangat kecil kemungkinan Liu Biao akan memberikan dukungan lebih kepada Liu Bei. Analisa dari Cao Cao tidaklah meleset, karena kota Xuchang tidak mendapatkan serangan dari Liu Bei ataupun Liu Biao sepanjang kampanye militer terhadap Yuan Shang dan Yuan Xi (yang didukung oleh suku Wuhuan). Pada saat pertempuran White Wolf Mountain (白狼山), Zhang Liao berhasil memimpin pasukannya mengalahkan pasukan suku Wuhuan. Dalam pertempuran tersebut, Tadun(蹋顿)(kepala suku Wuhuan) tewas terbunuh, sehingga peristiwa tersebut sempat membuat Cao Cao terkesan dengan ketangguhan dan talenta yang dimiliki Zhang Liao.     

Pada tahun 208, Zhang Liao dan pasukannya ditugaskan untuk menempati pos pertahanan di kota Changshe (長社)karena pada saat yang sama, Cao Cao sedang mempersiapkan pasukannya yang lain untuk menyerang propinsi Jingzhou. Ketika pasukan Zhang Liao sedang menunggu penempatan tugas selanjutnya, sekelompok kecil dari pasukannya mencoba untuk melakukan pemberontakkan namun Zhang Liao berhasil mengatasi pemberontakan tersebut dengan cepat dan sigap.

Paska kekalahan Cao Cao dalam pertempuran ChiBi pada tahun 209, terjadi pemberontakan di kota Lu(六縣) yang dipimpin oleh Chen Lan (陈兰) dan Mei Cheng (梅成). Untuk meredam pemberontakan tersebut, Cao Cao mengirimkan dua divisi pasukan. Divisi pasukan pertama dipimpin oleh Yujin dan Zang Ba yang ditugaskan untuk menghadapi pasukan pemberontak yang dipimpin oleh Mei Cheng. Divisi pasukan kedua dipimpin oleh Zhang Liao, Zhang He dan Niu Gai (牛蓋) yang ditugaskan untuk menghadapi pasukan Chen Lan. Di tengah pertempuran, Mei Cheng mencoba bersiasat dengan seolah menyerah sehingga hal tersebut menyebabkan Yujin dan Zang Ba menarik mundur pasukan meninggalkan medan perang. Namun setelah mengetahui mundurnya pasukan Yujin dan Zang Ba, Mei Cheng kembali memimpin pasukannya untuk bergabung dengan pasukan Chen Lan, lalu bertahan di gunung Tianzhu (memanfaatkan kondisi alam untuk bertahan). Meskipun sempat mendapat nasihat dan peringatan dari bawahannya, tetapi Zhang Liao tetap berupaya melakukan penyerangan di tengah medan yang berbahaya. Pada akhirnya pasukan pemberontak dapat dikalahkan dengan disertai tewasnya Chen Lan dan Mei Cheng. Untuk keberhasilan tersebut, Cao Cao menganugerahkan penghargaan dan hadiah kepada Zhang Liao atas keberaniannya dalam pertempuran.

Sejak kekalahan Cao Cao dalam pertempuran ChiBi pada tahun 209, Cao Cao menugaskan Yue Jin, Li Dian dan Zhang Liao untuk menjaga kota Hefei (合肥) dari kemungkinan ancaman serangan pasukan pemerintahan otonomi Wu (Sun Quan).

Pada tahun 214, sebelum Cao Cao memimpin langsung kampanye militer ke wilayah Hanzhong, Cao Cao menugaskan Xue Ti (薛悌) untuk menyampaikan surat yang ditujukan kepada tiga jenderal (Yue Jin, Li Dian, dan Zhang Liao) yang sedang menjaga kota Hefei. Pada amplop surat, tertulis pesan untuk membaca isi surat tersebut jika kota Hefei dalam kondisi diserang oleh musuh. Prediksi dari Cao Cao tidak meleset, karena tak lama kemudian Sun Quan dan pasukannya tiba dalam jumlah yang besar dengan tujuan untuk menduduki kota Hefei. Sebelum pasukan Wu melancarkan serangan, Xue Ti dan ketiga jenderal lalu membuka segel surat. Lewat isi surat tersebut Cao Cao menginstruksikan kepada Xue Ti untuk tidak terlibat dalam pertempuran, sedangkan Zhang Liao dan Li Dian dtugaskan memimpin pasukan untuk menyambut pasukan Wu di luar benteng kota, karena Yue Jin mendapat tugas untuk mempertahankan benteng kota. Akhirnya, hasil dari pertempuran tersebut, Sun Quan harus menarik mundur pasukannya. Penyebab kekalahan Sun Quan karena moral pasukannya “jatuh” oleh akibat(pengaruh dari) ketangguhan dan keperkasaan Zhang Liao saat memimpin pasukannya menerobos barisan pasukan Wu yang berjumlah lebih besar. Legenda mencatat bahwa pertempuran tersebut dikenal dengan sebutan pertempuran Xiaoyao Ford, karena Sun Quan dan pasukannya dikalahkan oleh serangan balik pasukan Zhang Liao di daerah Xiayao Ford(逍遙津). Bahkan dalam pertempuran tersebut, Sun Quan hampir tertangkap pada saat mundur dari medan perang. Atas kontribusi dan ketangguhannya mempertahankan kota Hefei, Cao Cao menganugerahkan penghargaan kepada Zhang Liao dengan gelar Jenderal penakluk wilayah timur/General Who Attacks the East (征東將軍).        
Pada tahun 216, Zhang Liao dtugaskan untuk menjaga kota Juchao (巢). Setelah merenung pada kejadian pertempuran Xiayou Ford, Cao Cao lalu menambah jumlah pasukan untuk berada dibawah komando pasukan Zhang Liao.
 Pada tahun 219, ketika Cao Ren sedang berupaya mempertahankan kota Fan () dari kepungan pasukan Guan Yu, Zhang Liao sempat memimpin pasukan dari Juchao untuk membantu perkuat pertahanan Cao Ren, namun pasukan Guan Yu telah berhasil dipukul mundur oleh bantuan pasukan yang dipimpin oleh Xu Huang sebelum pasukan Zhang Liao tiba. Karena hal tersebut, Zhang Liao lalu segera memimpin pasukannya untuk bergabung kembali dengan pasukan Cao Cao (yang sedang ditarik mundur dari wilayah Hanzhong) di distrik Mobei (摩陂). Tak lama berselang, Cao Cao menugaskan Zhang Liao untuk menempati pos pertahanan di kota Chen (陳郡).
Paska Cao Cao wafat pada tahun 220, Cao Pi (penerus posisi dan kekuasaan Cao Cao) lalu menunjuk Zhang Liao sebagai Jenderal pasukan pelopor(前將軍) dan gelar kehormatan "Marquis of a Chief District" (鄉侯). Untuk mempertahankan kota Hefei dari serangan pasukan Wu, Zhang Liao kembali ditugaskan untuk menjaga kota Hefei. Setelah Cao Pi mengukuhkan diri sebagai kaisar dengan mendirikan negara Cao-Wei, Zhang Liao lalu mendapat anugerah penghargaan kembali dari Cao Pi dengan gelar "Marquis of Jinyang" (晉陽侯).
Zhang Liao sempat ditugaskan ke distrik Yongqiu (雍丘) pada tahun 211, paska Sun Quan menyatakan pemerintahan Wu sebagai bagian dari wilayah negara Cao-Wei. Ketika menempati tugas baru di Yongqiu, kondisi kesehatan Zhang Liao mulai memburuk, sehingga Cao Pi turut mencemaskan keadaan Zhang Liao (bahkan Cao Pi menugaskan sekelompok anggota dari satuan huben (虎賁) <salah satu satuan dari pengawal istana> untuk bertugas sebagai kurir yang secara rutin berkala melaporkan perkembangan kesehatan Zhang Liao ke istana. Ketika mengetahui kondisi kesehatan Zhang Liao telah berangsur pulih, Cao Pi mengunjungi Zhang Liao secara langsung di Yongqiu.
Pada akhir tahun 222, ketika Sun Quan menyatakan pemisahan pemerintahan Wu dari bagian Negara Cao-Wei, Cao Pi lalu menugaskan Cao Xiu, Zhang Liao dan Zang Ba memimpin pasukan dan armada laut(kapal perang) menuju ke daerah Hailing (海陵) untuk melintasi sungai Yang tse agar dapat menyerang daerah Dongkou (洞口) < wilayah negara Dong-Wu>. Sun Quan menunjukkan kecemasannya (akibat trauma masa lalu di pertempuran Xiayou ford), ketika mendengar kabar bahwa Zhang Liao adalah salah seorang komandan dari pasukan Wei yang datang menyerang.
Untuk mempertahankan darah Dongkou, Sun Quan menugaskan Lü Fan sebagai komandan pasukan dan armada laut. Namun akibat serangan badai yang ganas, hampir separuh kekuatan pasukan mengalami rusak parah, sehingga pasukan Lü Fan harus menerima kekalahan dari pasukan Cao Xie pada awal pertempuran. Namun keberuntungan masih berpihak pada pasukan Wu, ketika pasukan pendukung yang dipimpin oleh He Qi(贺齐)tiba memperkuat pasukan yang dipimpin Lü Fan , sehingga kesempatan tersebut tidak dilewatkan oleh Xu Sheng(徐盛) dan Sun Shao(孙韶) [dua jenderal yang ditugaskan bersama Lü Fan mempertahankan daerah Dongkou] untuk memperkuat kembali barisan pertahanan dan melancarkan serangan balik. Hal tersebut menyebabkan seluruh pasukan Wei harus mundur kembali ke Luoyang. Legenda mencatat bahwa peristiwa tersebut dikenal dengan nama: pertempuran Dongkou.  
Pertempuran Dongkou adalah merupakan pertempuran terakhir untuk Zhang Liao, karena tak lama kemudian kondisi kesehatannya kembali memburuk hingga akhirnya Zhang Liao wafat di distrik Jiangdu (江都) pada usia 53 tahun.
Ketika Cao Pi mendengar kabar wafatnya Zhang Liao, ia turut berkabung. Atas jasa dan kontribusinya kepada negara, Cao Pi menganugerahkan kepada Zhang Liao gelar kehormatan "Marquis Gang" (剛侯).

---000---

Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
Sumber: Wikipedia

Komentar