Pemberontakan sorban kuning ( 黃巾之亂)(184 -205)

The yellow turban rebellion

Latar belakang

Setelah berlangsungnya pemerintahan Han timur(後漢) sejak tahun 25 Masehi, seiring dengan waktu masa keemasan dari dinasti Han timur(後漢) mulai memudar. Praktek korupsi di antara kalangan para pejabat semakin marak sehingga berdampak pada kesejahteraan hidup rakyat.

Kondisi semakin memburuk sejak Kaisar Huan(桓帝)[masa pemerintahan antara tahun 146 hingga tahun 168] memberikan kewenangan khusus kepada pejabat pelayan istana [mayoritas adalah para kasim istana] untuk turut campur dalam urusan pemerintahan, dimana kondisi tersebut berlanjut hingga masa pemerintahan Kaisar Ling(靈帝)[masa pemerintahan antara tahun 168 hingga tahun 189], sehingga para pejabat pelayan istana/ para kasim istana semakin dominan dalam pemerintah pusat.
Kesewenangan para kasim istana dalam pemerintahan semakin menambah terpuruknya pemerintahan Han timur(後漢) yang berujung pada penderitaan rakyat kecil.

Musibah alam petanda awal kejatuhan Han timur

Berawal ketika meluasnya serangan hama yang merusak sebagian besar lahan pertanian di wilayah utara Tiongkok, sehingga menyebabkan rakyat [sebagian besar adalah petani] harus mengalami kerugian dan kehilangan penghasilan di tengah tingginya pungutan pajak oleh pemerintah pusat Han untuk membangun infrastruktur jalur sutera ke barat.

Krisis perekonomian yang berkepanjangan tersebut menyebabkan banyak para petani rela menjual lahan pertanian mereka kepada tuan tanah setempat, dan lalu beralih profesi sebagai buruh tani, ataupun sebagai serdadu bayaran [yang mengabdi pada tuan tanah setempat]. Bahkan tidak sedikit dari jumlah mereka yang bermigrasi ke wilayah selatan Tiongkok untuk mencari kehidupan baru yang lebih layak.

Keadaan tersebut berlangsung terjadi sepanjang tahun 170 an, dimana pemerintah pusat Han [dibawah masa pemerintahan Kaisar Ling (靈帝)] berada dalam kondisi terburuk dengan menjamurnya budaya korupsi, nepotisme dan pengaruh politik 10 kasim istana (十常侍)[yang turut campur dalam urusan pemerintahan demi kepentingan pribadi].

Penderitaan rakyat semakin bertambah saat bencana meluapnya sungai Huang (黄河), dimana pemerintah pusat tidak dapat memberikan bantuan penuh kepada rakyat karena defisit anggaran biaya. Seluruh hal tersebut menjadi alasan Zhang Jue (張角) [pemimpin ajaran Tàipíng Dào (太平道)] untuk menuding pemerintahan pusat Han sebagai penyebab penderitaan rakyat, dan lalu menghasut seluruh pengikutnya bahwa kaisar adalah musuh rakyat, karena telah kehilangan mandat/kuasa dari Langit (Sang Pencipta).

Pengaruh ajaran Tàipíng Dào (太平道)

Sejak tahun 179, Zhang Jue telah mengutus seluruh pengikutnya untuk menyebarkan ajaran spiritual yang dinamakan “jalan perdamaian” [the way of great peace (Tàipíng Dào 太平道)] ke sejumlah wilayah dan propinsi dengan tujuan menghimpun sebanyak mungkin jumlah pengikut untuk menentang/ memberontak terhadap pemerintah pusat Han.

Dalam waktu singkat, ajaran Taoping Dao (太平道) telah tersebar hingga 8 propinsi di wilayah Tiongkok [mencakup propinsi Qing (靑州), propinsi Xu (徐州), propinsi You (幽州), propinsi Ji (冀州), propinsi Yan (兗州), dan propinsi Yu (豫州), propinsi Yang (扬州), hingga propinsi Jing (荆州)], dan merambah hampir seluruh lapisan sosial masyarakat [dari kalangan rakyat kecil /petani hingga pejabat tinggi di pemerintah pusat]. Sejarah mencatat bahwa ajaran Taoping Dao (太平道) telah berhasil menghimpun jumlah sekitar 350 ribu pengikut aktif [dibagi menjadi 36 divisi] dalam waktu singkat tanpa menimbulkan kecurigaan dari pemerintah pusat Han.

Selain menghimpun pengikut di beberapa wilayah di propinsi Jing (荆州), Zhang Jue juga menugaskan Ma Yuanyi (馬元義) untuk merencanakan aksi pemberontakan di ibukota [kota Luoyang (洛陽)] melalui konspirasi dengan Feng Xu (封胥) dan Xu Feng (徐奉)[dua kasim istana]. Namun karena pengkhianatan yang dilakukan oleh Tang Zhou (唐周), maka rencana aksi tersebut bocor, sehingga Ma Yuanyi beserta sejumlah pengikutnya berhasil ditangkap dan di vonis hukuman mati di kota Luoyang (洛陽).

Pasca tersingkapnya rencana pemberontakan tersebut, Kaisar Ling (靈帝) segera menugaskan Zhou Bin (周斌) untuk memimpin operasi pembersihan terhadap seluruh sisa pengikut dan simpatisan ajaran Taoping Dao (太平道) dalam ibukota. Sejarah mencatat, hampir sekitar seribu orang telah ditangkap dan vonis mati karena diduga sebagai pengikut /simpatisan.

Pemberontakan sorban kuning

Berita kematian Ma Yuanyi akhirnya diketahui oleh Zhang Jue, yang lalu segera menyebarkan pesan kepada seluruh pengikutnya untuk melancarkan aksi pemberontakan lebih awal.
Pada bulan ke-dua tahun 184, Zhang Jue serta kedua saudara kandungnya [Zhang Bao (張寶) dan Zhang Liang (張梁)] mengawali aksi pemberontakan di propinsi Ji (冀州) dengan terpusat di wilayah Julu (鉅鹿郡) dan wilayah Wei (魏郡).

Sebagai pemimpin pemberontak, Zhang Jue mengukuhkan dirinya sebagai “jenderal langit” (天公將軍), sedangkan Zhang Bao mengukuhkan diri sebagai “jenderal bumi” (地公將軍), dan Zhang Liang mengukuhkan diri sebagai “jenderal rakyat”(人公將軍). Aksi pemberontak tersebut tidak hanya menduduki gedung-gedung pemerintahan daerah, namun juga menimbulkan kekacauan dengan merusak dan penjarahan.

Selama berlangsungnya aksi tersebut, para pemberontak mengenakan ikat kepala berwarna kuning sebagai simbol gerakan dan perlawanan mereka terhadap pemerintahan pusat Han.

Aksi pemberontakan sorban kuning memicu aksi pemberontakan di beberapa wilayah lain dalam propinsi Ji, salah satunya terjadi dalam wilayah pemerintahan otonomi / negara bagian (國) Anping (安平國), dimana aksi pemberontakan tersebut menyebabkan Liu Xu (劉續)[raja/penguasa negara bagian Anping (安平王)] harus menyerah dan akhirnya ditawan/ sandera oleh para pemberontak. Hal serupa dialami oleh Liu Zhong (劉忠)[raja/penguasa negara bagian Ganling (甘陵王)], ketika para pemberontak berhasil menduduki negara bagian Ganling (甘陵國).

Reaksi dari pemerintah pusat Han

Dalam waktu singkat, aksi pemberontakan sorban kuning yang berawal di wilayah Julu (鉅鹿郡), propinsi Ji (冀州) telah menyebar ke propinsi Yu (豫州), propinsi You (幽州), dan propinsi Jing (荆州), sehingga aksi tersebut mendapat perhatian khusus oleh pemerintah pusat Han. 

Dengan melalui titah resmi, Kaisar Ling (靈帝) segera menunjuk He Jin (何進) sebagai panglima besar (大將軍) untuk menumpas aksi pemberontakan dengan mengkoordinir Lu Zhi(盧植), Huangfu Song (皇甫嵩), dan Zhu Jun (朱儁) [tiga perwira tinggi yang ditunjuk sebagai komandan divisi pasukan penumpas pemberontak].

Tiga divisi pasukan utama akhirnya dibentuk, dimana divisi pertama yang dipimpin oleh Lu Zhi(盧植) yang ditugaskan untuk menumpas aksi pemberontak yang dipimpin langsung oleh Zhang bersaudara di wilayah Julu (鉅鹿郡), propinsi Ji (冀州). Lalu divisi pasukan ke-dua dan ke-tiga dipimpin oleh Huangfu Song (皇甫嵩) dan Zhu Jun (朱儁) untuk menumpas aksi pemberontak di wilayah Yingchuan (潁川郡) dan wilayah Runan (汝南郡) [kedua wilayah tersebut adalah bagian dari propinsi Yu (豫州) yang terkena dampak terburuk oleh aksi pemberontak]. Sedangkan pertahanan istana / Ibukota dan wilayah sekitarnnya diperketat dengan komando langsung oleh He Jin, dan didampingi Fan Zeng(范曾).


Peran serta pasukan milisi pro pemerintah pusat Han

Karena keterbatasan jumlah pasukan, maka pemerintah pusat Han membentuk beberapa divisi pasukan tambahan yang sebagian besar dihimpun dari pasukan milisi asal beberapa wilayah di selatan Tiongkok yang belum dipengaruhi oleh ajaran Tàipíng Dào(太平道). Sejarah telah mencatat sejumlah nama tokoh baru dari antara para komandan pasukan milisi yang akan mempengaruhi secara langsung sejarah pemerintahan Han timur dalam kurun waktu 20-30 tahun kemudian. Dua dari antaranya bernama Sun Jian (孫堅) dan Liu Bei (劉備).  

Sun Jian (孫堅) yang terpanggil untuk turut serta menumpas para pemberontak, akhirnya bersedia meninggalkan tugas jabatannya di kota Xiapi (下邳). Ia lalu menghimpun sekitar seribu pasukan milisi asal kota Xiapi (下邳) dan wilayah Huainan (淮南郡), dan bergabung dengan kesatuan pasukan yang dipimpin Zhu Jun. Sedangkan Liu Bei [beserta dengan rekan-rekan seperjuangan] menjawab panggilannya dengan memperoleh dukungan dari beberapa saudagar, dan menghimpun sejumlah pasukan milisi dari kota asalnya, lalu kemudian bergabung dengan kesatuan pasukan pemeirntah pusat yang dipimpin Zou Jing (鄒靖).        

Agresi penumpasan aksi pemberontak di wilayah propinsi Yu (豫州) 

Ketika terjadi pemberontakan di wilayah propinsi Yu (豫州) pada sekitar bulan ke-tiga tahun 184, Wang Yun (王允) yang menjabat sebagai Pejabat tinggi pengawas propinsi Yu (“yuzhou cishi” 豫州刺史) ditugaskan untuk menghimpun dan mengkoordinasi pertahanan seluruh wilayah propinsi Yu (豫州).

Ketika pemberontakan terjadi di wilayah Runan (汝南郡) [bagian dari propinsi Yu (豫州)], Zhao Qian (趙謙) [kepala wilayah Runan (汝南郡太守)] memimpin sejumlah pasukan berupaya untuk menumpas aksi para pemberontak, namun dalam peristiwa tersebut ia akhirnya gugur dalam pertempuran. Pada saat yang sama, para pemberontak juga telah berhasil menduduki wilayah Yingchuan (潁川郡), dan lalu menjadikan wilayah tersebut sebagai salah satu basis pemberontak.

Walaupun gerombolan para pemberontak merajalela di hampir seluruh wilayah propinsi Yu (豫州), namun hanya negara bagian Chen (陳國) [merupakan bagian dari propinsi Yu (豫州)] yang luput dari aksi para pemberontak, hal tersebut karena reputasi Liu Chong (劉寵) [raja/penguasa negara bagian Chen (陳王)] sebagai komandan pasukan elit pemanah, sangat ditakuti oleh para pemberontak.

Pada bulan ke-empat tahun 184, konvoi pasukan pemerintah pimpinan Zhu Jun akhirnya tiba di sisi utara kota Yangdi (陽翟) [pusat pemerintahan wilayah Yingchuan (潁川郡), propinsi Yu (豫州)], dimana daerah tersebut telah diduduki oleh sejumlah besar pasukan pemberontak yang dipimpin Bo Cai (波才). Pertempuran tidak dapat dihindari, dimana pada akhirnya Zhu Jun harus menarik mundur seluruh pasukannya karena tidak sebanding dengan jumlah pasukan pemberontak.

Kabar kekalahan pasukan Zhu Jun akhirnya sampai kepada Huangfu Song. Untuk mengantisipasi serangan pasukan Bo Cai yang berjumlah lebih besar, Huangfu Song segera menempatkan seluruh pasukannya untuk bertahan di kota Changshe (長社).

Dengan keyakinan penuh dapat mudah mengalahkan pasukan Huangfu Song, Bo Cai mengerahkan seluruh kekuatan pasukannya untuk melancarkan pengepungan terhadap kota Changshe (長社). Dalam kondisi bertahan, Huangfu Song berupaya mempertahankan moral dan semangat tempur pasukannya yang sempat jatuh.

Keberuntungan akhirnya berpihak balik kepada Huangfu Song. Ia menemukan kesempatan baik untuk melancarkan serangan balik terhadap pasukan pemberontak, dimana saat angin berhembus cukup kencang pada suatu malam. Huangfu Song menugaskan sejumlah pasukanya untuk menyulut api pada rimbunan ilalang yang terletak di sekitar barak para pemberontak tersebut. Ketika kobaran api membesar dan menimbulkan kepanikan dalam barak pasukan pemberontak, Huangfu Song segera memimpin sejumlah besar pasukannya untuk melancarkan serangan mendadak terhadap pasukan pemberontak.

Serangan pasukan Huangfu song tersebut berhasil mencerai beraikan barisan pasukan Bo Cai. Pada akhirnya Bo Cai memutuskan untuk menarik mundur sisa pasukannya ke balik benteng kota Yangdi (陽翟) untuk bertahan. Pada saat yang sama, bantuan pasukan yang dipimpin Cao Cao (曹操) akhirnya tiba untuk memperkuat pasukan Zhu Jun dan Huangfu Song.

Tak lama berselang, gabungan pasukan Huangfu Song, Zhu Jun, dan Cao Cao melancarkan serangan lanjutan terhadap posisi pasukan Bo Cai yang bertahan di kota Yangdi (陽翟). Pada akhirnya pertahanan kota Yangdi (陽翟) jatuh dan berhasil diduduki oleh pasukan pemerintah pusat. Dalam peristiwa tersebut, Bo Cai tewas/gugur beserta dengan ribuan pasukan pemberontak. Sisa pasukan pemberontak yang lolos dari pengejaran, akhirnya bergabung dengan kelompok pemberontak yang masih merajalela di wilayah lain.

Setelah berhasil mengamankan wilayah Yingchuan (潁川郡), gabungan pasukan Huangfu Song, Zhu Jun, dan Cao Cao melanjutkan agresi penumpasan pemberontak ke wilayah Runan (汝南郡), dimana mereka kembali memetik kemenangan dari pasukan pemberontak yang dipimpin Peng Tuo (彭脫) di kota Xihua (西華縣).

Kemudian pemerintah pusat memberikan dekrit kepada Huangfu Song untuk memimpin pasukan [didampingi oleh Fu Xie(傅燮)] memadamkan aksi pemberontakan di wilayah Dong (東郡) propinsi Yan (兗州), sedangkan Zhu Jun serta pasukannya ditugaskan untuk memadamkan aksi pemberontakan di wilayah Nanyang (南陽郡) propinsi Jing (荆州).

Pada saat yang sama, Wang Yun berhasil menemukan bukti keterlibatan Zhang Rang (張讓) [salah seorang kasim istana yang berpengaruh] dengan aksi pemberontakan sorban kuning., Namun Kaisar Ling (靈帝) hanya memberikan teguran tanpa vonis hukuman kepada Zhang Rang, saat Pemerintah pusat/ Kaisar menerima laporan tersebut.

Pada akhir tahun 184, Bao Hong (鮑鴻) [perwira tinggi setingkat Kolonel (校尉)] berhasil memimpin penumpasan terhadap para pemberontak di daerah Gebei (葛陂).

Agresi penumpasan aksi pemberontak di wilayah propinsi Ji (豫州)

Setelah melalui serangkaian pertempuran di wilayah Julu (鉅鹿郡), propinsi Ji (冀州), pada akhirnya divisi pasukan yang dipimpin Lu Zhi berhasil mendesak mundur pasukan pemberontak [yang dipimpin langsung oleh Zhang Jue] hingga ke kota Guangzong (廣宗縣). Lalu Lu Zhi segera memimpin pengepungan terhadap posisi Zhang Jue yang bertahan di benteng kota Guangzong (廣宗縣).

Pada saat yang sama, pemerintah pusat mengutus Zuo Feng (左豐) [salah seorang dari kasim istana] untuk memantau kondisi pertempuran di wilayah Julu (鉅鹿郡). Saat menjalankan tugasnya, Zuo Feng menyalah gunakan wewenang dengan melakukan pemerasan terhadap Lu Zhi. Karena Lu Zhi tidak bersedia memberikan uang suap tersebut, maka Zuo Feng menyampaikan laporan palsu kepada pemerintah pusat. Pada akhirnya Kaisar Ling [pemerintah pusat] mengeluarkan dekrit pencabutan jabatan Lu Zhi sebagai komandan pasukan [disertai vonis hukuman tahanan di ibukota], dan lalu menunjuk Dong Zhuo (董卓) sebagai komandan pasukan yang baru.

Sejarah mencatat, Dong Zhuo cenderung pasif dan tidak becus menjalankan tugasnya sebagai komandan pasukan yang baru, walaupun ia memperoleh dukungan dari pasukan Guo Dian(郭典) [kepala wilayah Julu (鉅鹿郡太守)]. Bahkan dalam salah satu pertempuran, Dong Zhuo harus menerima kekalahan dan menarik mundur pasukannya saat menghadapi pasukan pemberontak.  

Pada saat yang sama, pasukan yang dipimpin Huangfu Song dan Fu Xie berhasil menumpas para pemberontak di kota Cangting (倉亭) [merupakan bagian dari wilayah Dong (東郡), propinsi Yan (兗州)], setelah pasukan mereka berhasil menangkap Bu Ji (卜己) [pemimpin pemberontak], dan menewaskan Zhang Bo (張伯) dan Liang Zhongning (梁仲寧) [kedua asisten pemimpin pemberontak] serta sejumlah besar pasukan pemberontak.

Tak lama setelah wilayah Dong(東郡) terbebas dari pemberontak, pemerintah pusat segera membebas tugaskan Dong Zhuo, dan lalu menunjuk Huangfu Song sebagai komandan pasukan yang baru.

Setibanya di wilayah propinsi Ji (冀州) dan mengambil alih tongkat komando, Huangfu Song segera menggerakkan pasukan melancarkan kembali agresi pengepungan terhadap posisi Zhang Jue dan pasukannya yang masih bertahan di balik benteng kota Guangzong(廣宗縣).

Zhang Jue wafat akibat sakit menjelang akhir tahun 184, sehingga posisi kepemimpinan para pemberontak diambil alih oleh Zhang Liang.

Agresi penumpasan yang dilancarkan pasukan Huangfu Song terhadap para pemberontak tak kunjung memberikan hasil, karena terdapat sejumlah pejuang tangguh yang memperkuat/ berada di antara pasukan pemberontak. Menyadari kondisi tersebut, lalu Huangfu Song mengurangi intensitas agresinya dengan tujuan untuk melonggarkan/ melengahkan pertahanan pasukan pemberontak.

Siasat Huangfu Song tersebut akhirnya berhasil melonggarkan kewaspadaan dan pertahanan pasukan pemberontak. Tak ingin kehilangan kesempatan tersebut, Huangfu Song segera melancarkan serangan mendadak terhadap posisi pertahanan pemberontak saat malam tiba. Serangan tersebut akhirnya berhasil menembus pertahanan pasukan pemberontak, dimana dalam serangan tersebut Zhang Liang akhirnya tewas bersama dengan sejumlah besar pasukan pemberontak pada musim dingin di akhir tahun 184. Sedangkan Zhang Bao beserta dengan sisa pasukan pemberontak yang berhasil lolos dari pengejaran, akhirnya menyingkir dan bertahan ke kota Xiaquyang (下曲陽縣).

Setelah menahan ribuan pengikut dan simpatisan para pemberontak [sebagian besar merupakan anggota keluarga dari para pemberontak] dan memusnahkan sebagian besar pasokan logistik milik pasukan pemberontak, Huangfu Song juga memerintahkan penggalian kembali terhadap makam Zhang Jue, dan kemudian mengirimkan potongan kepala jenazah Zhang Jue ke pemerintah pusat sebagai bentuk pelaporan.

Tak lama setelah menerima promosi jabatan sebagai jenderal kiri pasukan kavaleri (左車騎將軍) pada bulan pertama tahun 185, Huangfu Song ditugaskan kembali bersama dengan Guo Dian(郭典)[kepala wilayah Julu (鉅鹿郡太守)] untuk menumpas sisa para pemberontak yang dipimpin oleh Zhang Bao di kota Xiaquyang (下曲陽縣).

Setelah melalui beberapa pertempuran, sisa pasukan pemberontak tersebut berhasil ditumpas. Zhang Bao tewas dalam salah satu pertempuran, dan sekitar 100 ribu pemberontak bersedia untuk menyerahkan diri.     

Agresi penumpasan aksi pemberontak di wilayah Nanyang (南陽郡), propinsi Jing (荆州).

Pada bulan ke-tiga tahun 184, Zhang Mancheng(張曼成) menanggapi pesan dari Zhang Jue dengan memimpin aksi pemberontakan di wilayah Nanyang (南陽郡), propinsi Jing (荆州). Chu Gong (褚貢) [kepala wilayah Nanyang (南陽郡太守)] memimpin pasukannya untuk memadamkan aksi pemberontakan tersebut, namun ia gugur di tengah pertempuran. Pada akhirnya Zhang Mancheng serta pengikutnya berhasil menduduki kota Wancheng(宛城) [pusat pemerintahan wilayah Nanyang(南陽郡)].

Pemerintah pusat lalu segera menunjuk Qin Xie (秦頡) [yang masih menjabat sebagai kepala wilayah Jiangxia (江夏郡太守)] sebagai kepala wilayah Nanyang (南陽郡太守) yang baru, untuk menggantikan Chu Gong. Setelah menerima penugasan baru tersebut, Qin Xie segera menghimpun sejumlah pasukan dan lalu melancarkan serangan terhadap posisi pasukan pemberontak Zhang Mancheng yang berada di kota Wancheng (宛城). Zhang Mancheng akhirnya tewas suatu pertempuran, sehingga Zhao Hong (趙弘) terpilih sebagai pemimpin pemberontak yang baru untuk menggantikannya.

Tidak lama kemudian, bantuan pasukan yang dipimpin Zhu Jun, dan bantuan pasukan yang dipimpin oleh Xu Qiu (徐璆) [pejabat tinggi pengawas wilayah propinsi Jing (“Jingzhou Cishi” 荆州刺史)] tiba di wilayah Nanyang (南陽郡). Mereka segera bergabung dengan pasukan Qin Xe untuk melancarkan agresi pengepungan terhadap pasukan pemberontak Zhao Hong yang bertahan di kota Wancheng (宛城). Pada salah satu pertempuran, gabungan pasukan Zhu Jun, Qin Ye, dan Xu Qiu berhasil memetik kemenangan dari pasukan pemberontak, namun kemenangan tersebut belum sepenuhnya berhasil merebut kota Wancheng dari cengkeraman para pemberontak, meskipun dalam pertempuran tersebut telah menyebabkan tewasnya Zhao Hong.

Pasca kematian Zhao Hong, posisi kepemimpinan pasukan pemberontak diambil alih oleh Han Zhong (韓忠). Setelah melalui serangkaian pertempuran, pasukan Zhu Jun akhirnya berhasil menerobos salah satu sisi pertahanan kota Wancheng, sehingga memaksa Han Zhong untuk menyerah. Tak lama berselang, Han Zhong ditangkap dan eksekusi mati.

Pada awal tahun 185, Zhu Jun kembali memimpin pasukan untuk menumpas aksi pemberontakan yang dipimpin Sun Xia (孫夏). Setelah melalui beberapa pertempuran, pasukan pemberontak Sun Xia akhirnya berhasil ditumpas di kota Xi'e (西鄂縣).

Agresi penumpasan aksi pemberontak di propinsi You (幽州)

Saat aksi pemberontakan terjadi di wilayah propinsi You (幽州), para pemberontak berhasil menduduki wilayah Guangyang (廣陽郡) dan wilayah Zhuo (诼郡). Peristiwa tersebut menyebabkan tewasnya Liu Wei(劉衛) [Kepala wilayah Guangyang(廣陽郡太守) ] dan Guo Xun(郭勛) [Pejabat tinggi pengawas propinsi You (幽州刺史)].

Sebagai tanggapan terhadap aksi pemberontakan tersebut, pemerintah pusat menugaskan Zou Jing (鄒靖) [perwira tinggi setingkat Kolonel (破虜校尉)] untuk memimpin agresi penumpasan para pemberontak, dimana tercatat dalam sejarah bahwa pasukan milisi yang dipimpin Liu Bei turut serta memperkuat divisi pasukan Zou Jing.

Agresi penumpasan aksi pemberontak di propinsi Xu (徐州) dan propinsi Yang(扬州) 

Aksi pemberontakan sorban kuning juga sempat terjadi di wilayah propinsi Xu (徐州), dimana aksi pemberontakan tersebut akhirnya dapat diredam oleh pasukan yang dipimpin Tao Qian (陶謙) [Gubernur propinsi Xu (徐州牧)] dengan dukungan pasukan yang dipimpin Zang Ba (臧霸).

Ketika para pemberontak berupaya menduduki kota Shu (舒縣) [bagian dari wilayah Lujiang (廬江郡), propinsi Yang (扬州)],Yang Xu (羊續) [kepala wilayah Lujiang (廬江郡太守)] menghimpun sejumlah besar pasukan milisi untuk memperkuat pertahanan kota Shu (舒縣). Upaya tersebut akhirnya berhasil membendung serangan pasukan pemberontak.

Aksi pemberontakan sorban kuning dibawah pimpinan Wu Huan (吳桓) sempat terjadi di wilayah Kuaiji (會稽郡) propinsi Yang (扬州), namun pada akhirnya aksi mereka dapat ditumpas oleh Liu Zan (留贊), dimana Wu Huan tewas terbunuh dalam peristiwa tersebut.

Pasca pemberontakan sorban kuning

Pasca keberhasilan Huangfu Song menumpas pemberontakan yang dipimpin langsung oleh Zhang bersaudara, dan keberhasilan Zhu Jun merebut kembali kota Wancheng (宛城) dari tangan pemberontak, maka Kaisar Ling (靈帝) menyatakan/ mengumunkan perayaan pergantian nama masa lama [masa Guanghe (光和)] menjadi masa Zhongping (中平) pada pertengahan bulan ke-dua tahun 185.

Walaupun pemberontakan sorban kuning telah dinyatakan berhasil ditumpas pada awal tahun 185, tetapi ada terdapat sejumlah mantan pemberontak sorban kuning yang masih aktif dan tersebar di beberapa wilayah dan propinsi.

Aksi White wave bandits (白波賊), pada tahun 188

Pada sekitar bulan ke-tiga tahun 188, Guo Tai (郭太) memimpin sekitar 100 ribu mantan pemberontak sorban kuning memulai aksi pemberontakan di wilayah Xihe (西河郡), propinsi Bing (并州). Karena pusat organisasi pemberontak Guo Tai berkedudukan di daerah lembah ombak putih (白波谷), maka organsasi tersebut dikenal dengan sebutan “penyamun lembah ombak putih” [White wave bandits (白波賊)]. Guo Tai sempat menjalin kerja sama dengan Yufuluo (於夫羅) [kepala suku Xiongnu (匈奴王)], saat melancarkan serangan dan kekacauan di wilayah Taiyuan (太原郡) dan wilayah Hedong (河東郡). Dong Zhuo sempat menanggapi aksi Guo Tai dengan mengirim pasukan yang dipimpin Niu Fu (牛輔), namun agresi penumpasan tersebut tidak berhasil.

Aksi mantan pemberontak di kota Mianzhu (緜竹縣), propinsi Yi (益州), pada tahun 185

Pada musim panas tahun 185, Ma Xiang (馬相) dan Zhao Zhi (趙祗) menghimpun dan memimpin sejumlah besar mantan pemberontak sorban kuning, dimana mereka melancarkan kembali pemberontakan di kota Mianzhu (緜竹縣),  bagian dari wilayah propinsi Yi (益州). Setelah keberhasilannya menduduki kota Mianzhu (緜竹縣), Ma Xiang lalu mengukuhkan diri sebagai Kaisar yang baru. Peristiwa tersebut menyebabkan gugurnya Li Sheng (李升) [kepala daerah kota Mianzhu (緜竹縣)] dan Zhao Bu (趙部) [kepala wilayah Ba (巴郡)], serta Xi Jian (郗儉)[Pejabat tinggi pengawas propinsi Yi (益州)].

Pada akhirnya aksi pemberontakan tersebut berhasil diakhiri setelah Jia Long (賈龍)[salah seorang mantan pejabat yang pernah mengabdi kepada Xi Jian] menyatukan kembali sisa pasukan yang tercerai dan menghimpun sejumlah pasukan milisi, lalu melancarkan serangan balik terhadap para pemberontak.

Pemberontakan “Wudou mi” (五斗米) di wilayah Ba (巴郡) propinsi Yi (益州), pada tahun 184

Pada bulan ke-tujuh pasca terjadinya pemberontakan sorban kuning pada tahun 184, Salah seorang pemimpin aliran kepercayaan dari sekte “Wudou mi” (五斗米) bernama Zhang Xiu (张脩) berhasil menghimpun banyak pengikut dan pendukung, lalu melakukan pemberontakan di wilayah Ba (巴郡), propinsi Yi (益州). Dalam aksinya tersebut, Zhang Xiu berhasil menduduki wiayah tersebut, namun aksi pemberontakan sekte “Wudou mi” tersebut, bukanlah bagian dari gerombolan pemberontak sorban kuning yang dipimpin oleh Zhang Jue. 

Aksi mantan pemberontak di propinsi Qing (靑州), pada tahun 189

Zhang Rao (張饒) berhasil menghimpun kembali sejumlah besar mantan pemberontak sorban kuning, lalu menimbulkan keresahan dan kekacauan di wilayah propinsi Qing (靑州) pada tahun 189. Kong Rong (孔融) [yang pada saat itu menjabat sebagai Wali/Menteri negara bagian Beihai (北海相國)] berupaya memimpin penumpasan terhadap Zhang Rao dan pengikutnya, namun upaya tersebut gagal.

Tak lama berselang, sejumlah mantan pasukan pemberontak sorban kuning dipimpin Guan Hai (管亥) melancarkan serangan/ pengepungan terhadap posisi pertahanan Kong Rong di kota Duchang (都昌縣) [masih merupakan bagian dari wilayah negara bagian Beihai (北海國), propinsi Qing (靑州)]. Karena terdesak, Taishi Ci (太史慈) [perwira pasukan yang saat itu mengabdi kepada Kong Rong] berhasil menerobos kepungan pemberontak, dan lalu menuju ke kota Pingyuan (平原) untuk meminta pertolongan kepada Liu Bei. Pada akhirnya Kong Rong terbebas dari pengepungan setelah bantuan pasukan Liu Bei tiba dan memukul mundur pasukan pemberontak Guan Hai.

Pada tahun 207, sejumlah besar mantan pasukan pemberontak sorban kuning yang dipimpin Xu He (徐和) and Sima Ju (司馬俱) memimpin pemberontakan di wilayah Ji’nan (濟南郡) dan wilayah Le'an (樂安郡). Peristiwa tersebut menimbulkan keresahan dan menyebabkan tewasnya Liu Bin (劉贇) [raja/ penguasa wilayah Ji’nan (濟南王)], sehingga Cao Cao segera mengirim pasukan yang dipimpin Xiahou Yuan (夏侯渊), Zang Ba (臧霸) dan Lü Qian (呂虔) untuk mengatasi kekacauan tersebut. Setelah melalui pertempuran, pada akhirnya pasukan yang dipimpin Xiahou Yuan berhasil menundukkan pasukan pemberontak. Dalam peristiwa tersebut, Xu He tewas dalam pertempuran.

Aksi mantan pemberontak di propinsi Yan (兗州), pada tahun 192

Pada musim semi tahun 192, sejumlah besar mantan pemberontak sorban kuning asal propinsi Qing (靑州) menebarkan keresahan ke beberapa wilayah di propinsi Yan (兗州). Aksi mereka telah menyebabkan tewasnya Zheng Sui (鄭遂) [Wali/Menteri negara bagian Rencheng (任城國)].

Ketika para mantan pemberontak tersebut menuju ke wilayah Dongping (東平郡), Liu Dai (劉岱) [Pejabat tinggi pengawas propinsi Yan (兗州刺史)] memimpin serangan dan penghadangan. Serangan tersebut dapat dipatahkan oleh pemberontak, dimana Liu Dai tewas dalam pertempuran.
Pasca peristiwa tersebut, Bao Xin (鲍信) dan Wan Qian (萬潛) [dua pejabat yang mengabdi kepada Liu Dai] mengunjungi wilayah Dong (東郡) untuk meminta kesediaan Cao Cao menjabat sebagai Pejabat tinggi pengawas propinsi Yan (兗州刺史) yang baru, untuk menggantikan posisi Liu Dai.
Tak lama berselang, Bao Xin memimpin serangan balik terhadap mantan pemberontak sorban kuning di sisi timur kota Shouzhang (壽張縣), dimana Bao Xin gugur dalam pertempuran tersebut. Pada akhirnya, Cao Cao berhasil menundukkan mantan pemberontak sorban kuning asal propinsi Qing tersebut setelah melalui beberapa pertempuran di wilayah negara bagian Jibei (濟北國). Dalam peristiwa tersebut, Cao Cao menerima penyerahan sekitar 300 ribu mantan pemberontak, dimana seluruh mantan pemberontak tersebut melebur dalam kesatuan pasukan Cao Cao. Sejarah mencatat, pasukan tersebut dikenal dengan sebutan “Qingzhou army” (青州兵).   

Aksi mantan pemberontak di wilayah Runan (汝南), propinsi Yu (豫州)

Meskipun aksi pemberontakan sorban kuning telah berakhir pada awal tahun 185, namun sejumlah besar mantan pemberontak masih tetap aktif dengan berkedudukan di wilayah Runan (汝南郡) dan wilayah Yingchuan (潁川郡). Kelompok mereka terbagi menjadi beberapa divisi kecil yang dipimpin oleh He Yi (何儀), Liu Pi (劉辟), Huang Shao (黃邵), He Man (何曼), Gong Du (共都/龔都), Wu Ba (吳霸), dan lainnya.

Selama kurang lebih 20 tahun pasca pemberontakan tahun 184, mereka kerap kali aktif berperan sebagai penyamun ataupun sebagai pasukan bayaran [pasukan bayaran yang kerap bekerja sama dengan Yuan Shu (袁术)].

Sejarah telah mencatat, pasukan mantan pemberontak yang dipimpin Liu Pi turut memperkuat pasukan Liu Bei [yang mencoba menyerang kota Xuchang (許昌) sebagai strategi mengalih perhatian Cao Cao], pada saat perseteruan antara Cao Cao dengan Yuan Shao (袁绍) dalam pertempuran Guandu (官渡之戰). Namun serangan gabungan pasukan Liu Bei-Liu Pi tersebut dapat dibendung oleh pasukan Cao Cao yang dipimpin Cao Ren (曹仁), dimana Liu Pi tewas dalam pertempuran tersebut.

Tak lama kemudian, Liu Bei kembali memperoleh bantuan dari mantan pasukan pemberontak sorban kuning yang dipimpin Gong Du, saat Liu Bei melancarkan kembali serangan ke wilayah Runan (汝南郡) sebagai strategi mengalihkan perhatian Cao Cao yang sedang berseteru dengan Yuan Shao dalam pertempuran di Guandu.(官渡之戰). Serangan yang dilancarkan tersebut menyebabkan gugurnya Cai Yang (蔡揚) [komandan pasukan yang ditugaskan oleh Cao Cao untuk mempertahankan wilayah Runan (汝南郡)], sehingga wilayah Runan berhasil diduduki oleh Liu Bei dan Gong Du. 
Pada tahun 201, akhirnya Cao Cao berhasil merebut kembali wilayah Runan setelah memimpin langsung serangan balasan yang berujung pada kekalahan Liu Bei [sehingga harus menyingkir dan mencari perlindungan kepada Liu Biao (劉表), Gubernur propinsi Jing (荆州 牧)], sedangkan Gong Du akhirnya menyerah dalam pertempuran tersebut. 

Aksi mantan pemberontak di wilayah Jiuzhen (九真郡) propinsi Jiao (交州) pada tahun 200

Sekitar tahun 200, sejumlah mantan pasukan pemberontak sorban kuning yang dipimpin Chen Bai (陳敗) dan Wan Bing (萬秉) menimbulkan kekacauan dan keresahan di wilayah Jiuzhen (九真郡) [bagian wilayah propinsi Jiao (交州)]. Karena hal tersebut, Zhu Zhi (朱治) [komandan pasukan pemerintah otonomi Wu (吳)] ditugaskan memimpin penumpasan terhadap aksi pemberontakan tersebut. Pada tahun 202, pada akhirnya aksi pemberontakan tersebut dipadamkan, sedangkan Chen Bai dan Wan Bing berhasil ditangkap. 

Akhir masa pemberontakan sorban kuning

Karena tidak adanya tokoh yang dapat mempersatu dan koordinasi kembali seluruh mantan pemberontak sorban kuning, maka berakhirlah aksi pemberontakan tersebut seiring dengan perjalanan waktu.

----000----

Disusun dan diterjemahkan kembali oleh Agust DZ
Sumber: Wikipedia

  

Komentar