Xu Shu (徐庶) Cendikiawan tersohor - Pejabat tinggi pemerintahan Wei

Xu Shu(徐庶), dengan panggilan lengkap Shan Fu(單福), adalah cendikiawan bertalenta terbaik yang hidup pada masa transisi pemerintahan Han timur(後漢) hingga masa awal pemerintahan tiga negara(三国时代).
Tercatat bahwa sebelum mengabdi kepada Cao Cao(曹操), dan kemudian melanjjutkan pengabdiannya pada negara Cao Wei(曹魏国), Xu Shu(徐庶) sempat mengabdi kepada Liu Bei(劉備) pada sekitar tahun 207 hingga tahun 208.

Xu Shu(徐庶) berasal dari wilayah Yingchuan(潁川郡) di provinsi Yu(豫州). Pada usia muda, ia sempat menekuni seni beladiri pedang(武術), namun karena terlibat masalah dengan aparat keamanan, maka ia harus meninggalkan kampung halamannya untuk berlindung ke daerah lain yang  lebih aman. 
Pada akhirnya Xu Shu(徐庶) memutuskan untuk memutar haluan hidup dengan kembali ke bangku pendidikan, dimana ia mengenal dan bersahabat baik dengan Shi Dao(石韜).

Ketika terjadi perang saudara antar penguasa wilayah di awal tahun 190, Xu Shu(徐庶) dan Shi Dao(石韜) memutuskan untuk menetap di wilayah provinsi Jing(荆州). Mereka bergabung dengan kelompok cendekiawan, dimana saat itu Xu Shu(徐庶) juga bersahabat dengan Zhuge Liang(諸葛亮) dan Meng Gongwei (孟公威).

Mengabdi kepada Liu Bei
Ketika Liu Bei(劉備) mencari perlindungan kepada Liu Biao(泠苞)[Gubernur propinsi Jing(荆州牧)], Xu Shu(徐庶) datang kota Xinye(新野) dan mengunjungi kediaman Liu Bei(劉備) dengan tujuan mengajukan diri mengabdi kepadanya. Kedatangan Xu Shu(徐庶) disambut dengan gembira oleh Liu Bei(劉備), dan sejak saat itu Xu Shu(徐庶) bertugas sebagai pejabat penasihat(軍事).
Sebagai pejabat penasihat, Xu Shu(徐庶) sempat merekomendasikan salah seorang sahabatnya, Zhuge Liang(諸葛亮) kepada Liu Bei(劉備) sebagai salah seorang bertalenta tinggi yang dapat membantu mewujudkan visi Liu Bei(劉備). 

Pertempuran Changban
Ketika Cao Cao(曹操) menggelar kampanye militer terbesarnya dengan target seluruh wilayah Tiongkok selatan pada penghujung tahun 208, Liu Cong(劉琮) yang pada saat itu baru menjabat sebagai Gubernur propinsi Jing(荆州牧) yang baru menggantikan Liu Biao(泠苞), menyerahkan seluruh otoritas wilayah provinsi Jing(荆州牧) kepada Cao Cao(曹操) tanpa perlawanan.
Liu Bei(劉備) yang saat itu berada di kota Fan(樊城), lalu segera menyingkir ke wilayah yang lebih aman di selatan provinsi Jing(荆州) beserta dengan seluruh pengikut setianya dan sejumlah besar pengungsi rakyat sipil.

Meninggalkan Liu Bei
Pada saat terjadinya peristiwa tersebut, Xu Shu(徐庶) turut serta dalam rombongan pengungsi, namun  pasukan kavaleri Cao Cao berhasil melakukan pencegatan di tengah perjalanan, saat konvoi berada di sekitar daerah Changban(長坂), sehingga kondisi tersebut menyebabkan kekacauan.
Di tengah kondisi tersebut, Xu Shu(徐庶) memutuskan untuk meninggalkan Liu Bei(劉備) setelah ia mendapat kabar bahwa ibunya telah tertangkap oleh pasukan Cao Cao.
Pada akhirnya Xu Shu(徐庶) memutuskan untuk mengabdi kepada pemerintahan Han timur(後漢) [dibawah dominasi penuh Cao Cao(曹操) yang menjabat sebagai Perdana menteri(丞相)]. Sejarah tidak menuliskan secara detil apa yang menyebabkan keputusan Xu Shu(徐庶) tersebut.  

Sebagai pejabat pemerintahan negara Cao Wei
Setelah Cao Cao(曹操) wafat pada awal tahun 220, Xu Shu(徐庶) tetap melanjutkan pengabdiannya kepada Cao Pi(曹丕), dan berlanjut hingga pada masa pemerintahan Cao Rui(曹叡). Tercatat bahwa pada saat itu ia menjabat sebagai pejabat sekertariat negara (御史中丞).

Keika Zhuge Liang(諸葛亮) menggelar ekspedisi militer ke wilayah negara Cao Wei(曹魏国), ia sempat berkata dengan penuh keprihatinan,” Wei memiliki banyak orang yang pandai dan cakap, tetapi mengapa saya tidak menemukan dua orang yang memberikan talenta terbaiknya?!” [Dua orang yang dimaksud adalah Xu Shu(徐庶) dan Shi Dao(石韜)].

Xu Shu(徐庶) wafat karena sakit yang dideritanya beberapa tahun pasca berakhirnya ekspedisi militer terakhir Zhuge Liang(諸葛亮). Tercatat bahwa Xu Shu(徐庶) dimakamkan di sekitar kota Peng(彭城).


---000---

Disusun dan terjemahkan ulang oleh Agust DZ
Sumber: Wikipedia

Komentar